
"Saudara Zhou, aku akan menunggu di babak selanjutnya, jangan sampai kau kalah bahkan sebelum babak terakhir." Yin Cun tertawa dan mulai melangkahkan kakinya ke arena pertama.
Zhou Fan tak menjawab, dia hanya tersenyum samar, membuat Yin Cun yang masih meliriknya terkekeh sambil menggaruk kepala.
Setelah tetua Que menjelaskan semua hal secara terperinci, semua orang termasuk Zhou Fan dan juga Yin Cun naik ke atas arena masing masing.
Di arena ke-empat, Zhou Fan berdiri di bagian tepi, dia berpikir dengan mencari tempat di pinggiran dia tidak akan menarik terlalu banyak perhatian.
Kekuatan para peserta terbilang kuat, karena jika menelisik secara keseluruhan ada beberapa pria paruh baya yang merupakan petarung tingkat kaisar bintang satu, bahkan ada yang tidak bisa dilihat oleh Zhou Fan.
Namun dia masih beruntung, karena dalam arena ke-empat dia tidak bersama pria paruh baya yang berada di atas tingkatannya, meskipun ada seorang pria berumur sekitar 40-an tahun yang setingkat dengannya.
Sekte bulan sejati benar benar merupakan pusat kultivator di tiga Kekaisaran, meskipun masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Shi, kekuatan sekte bulan sejati bahkan melebihi Kekaisaran itu sendiri.
Banyak sekali orang orang hebat dengan nama besar yang berada di sini, mungkin jika mereka ingin, sangat mudah mengambil alih kekuasaan tiga Kekaisaran dan mengukuhkan sekte bulan sejati sebagai kekuasaan tertinggi.
Namun mereka tidak memiliki minat sama sekali, itu terlihat dari sejarah sekte bulan sejati yang selalu hidup berdampingan dengan ketiga Kekaisaran, bahkan ketika ada konflik antar Kekaisaran mereka lebih memilih angkat tangan.
"Hanya ada satu orang petarung kaisar, selain aku di arena ke-empat. Namun petarung tingkat raja bintang sembilan juga delapan tak sedikit jumlahnya." Zhou Fan menelisik kekuatan satu persatu orang di sekitarnya.
Meskipun menghadapi seorang petarung kaisar bintang satu masih sanggup dia lakukan, itu tidak akan berakhir baik jika yang lain bergabung menyerangnya.
Di tengah arena ke-empat, pria paruh baya dengan pakaian lengan pendek, juga pedang besar di tangan berdiri begitu santai.
Dia terlihat begitu percaya diri akan mengalahkan semua peserta jika dia bertarung serius, dia dapat melihat bahwa kekuatan orang dalam arena ke-empat tidak sebanding dengannya.
Terkadang pria paruh baya itu melirik sinis beberapa pemuda yang memandangnya, meskipun dia paling tua di arena ke-empat, dia tidak ada kata sungkan, karena tidak ada ketentuan umur dalam seleksi sekte bulan sejati.
Puluhan peserta masih mengamati satu persatu lawan di sekitar mereka, sekilas nampak jejak percaya diri dalam mata mereka. Meskipun mereka tak yakin dapat mengalahkan pria paruh baya, mereka yakin dapat menjadi lima orang yang melaju ke babak selanjutnya.
Zhou Fan yang berada di lingkaran luar, di pandang sebelah mata oleh sebagian orang, peserta ataupun penonton tak ada yang menempatkan perhatian kepadanya.
Saat seorang pria tua menaiki arena, semua peserta mengambil senjata. Zhou Fan tak mengeluarkan pedang darah malam, dia masih menyimpan untuk pertarungan di babak selanjutnya.
__ADS_1
Dia menggunakan belati raja api, itu adalah belati rank legend yang sebenarnya hadiah untuk Qing Yuwei.
Zhou Fan memutar belati dengan warna sedikit kemerahan itu, seperti namanya, belati ini mengandung hawa panas di setiap bagiannya.
Dengan menggunakan belati sebagai senjata, dia berniat mengasah keterampilan bertarung yang sudah sangat lama tidak ia terapkan.
Pria tua yang berada di tengah melemparkan sebuah kain, kain itu terbang melayang, sementara pria tua sudah meninggalkan arena.
Semua peserta memandang kain berwarna hitam itu dengan begitu serius, tak ada yang berani memalingkan pandangan dari kain tersebut.
Begitu kain tergeletak di lantai arena, beberapa orang langsung menerjang lawan yang sudah mereka incar. Zhou Fan masih berdiri di tempat nya, dia sama sekali tidak dianggap, bahkan tidak ada yang menyerangnya.
Sama seperti dirinya, pria paruh baya yang berdiri di tengah juga tak bergerak dari tempatnya. Namun kesan mereka berbeda, jika pria paruh baya dihindari karena kekuatannya, Zhou Fan dihindari karena merasa sangat mudah menyingkirkannya.
"Begini juga ada baiknya, aku tak perlu bertarung dari awal. Membuatku bisa bersantai." Zhou Fan menghela nafas dengan raut wajah puas.
Namun belum juga wajahnya berganti ekspresi, sebuah siluet pedang menyasar ke arahnya.
Wosh...
"Sial!" Zhou Fan melompat sambil menekuk kakinya, dia melihat tempat dia berdiri tadi terdapat sebuah goresan sepanjang dua langkah.
Begitu mendarat, ternyata yang menyerangnya adalah seorang pemuda berambut panjang dengan pakaian berwarna biru.
"Sampah! Bagaimana bisa kau mengikuti seleksi?!" Pemuda itu mengira Zhou Fan hanya seorang tuan muda keluarga terpandang yang hanya bisa menghabiskan kekayaan.
Kerutan semakin jelas terlihat, dia sebenarnya ingin bersantai, tapi waktu santainya dihancurkan oleh kemunculan pemuda berpakaian biru.
Penonton yang tak sengaja melihat Zhou Fan berhadapan dengan salah seorang peserta langsung menyimpulkan.
'Pemuda yang sial'.
Mereka mengira Zhou Fan akan terlempar keluar dengan hanya beberapa gerakan.
__ADS_1
"Biar ku antar kau pulang!" Pemuda berpakaian biru melesat dan menggerakkan pedang di tangannya.
Ketika dia menebas, sebuah siluet pedang melesat memburu Zhou Fan.
Bukan panik atau takut seperti yang dipikirkan oleh pemuda berpakaian biru, Zhou Fan malah terlihat begitu percaya diri.
Sambil menggerakkan belati, dia melesat. "Belati sunyi!"
Pyar...
Tanpa tanda, siluet pedang hancur berkeping-keping, seolah jurus itu begitu rapuh.
Melihat jurusnya hancur begitu saja, pemuda itu langsung maju menerjang, teknik bertarung yang dia banggakan tanpa ragu dia keluarkan.
Trang...
Belati raja api bertubrukan dengan pedang yang juga merupakan senjata rank lagend. Kekuatan yang setara membuat adu senjata ditentukan dari besarnya kekuatan pengguna.
Zhou Fan yang memiliki kekuatan petarung kaisar dapat dengan mudah mengendalikan situasi, dia menarik belati dan dengan cepat maju sambil mengoyak.
Srek...
Pakaian pemuda itu tercabik, sobekan begitu lebar dan panjang, dari pinggang kanan depan hingga ke punggung.
Tak sampai di sana, yang menjadi incaran serangan sebenarnya adalah punggung.
Saat Zhou Fan menebas dia bergerak ke balik punggung lawannya, ketika lawan masih dalam keadaan terkejut karena goresan yang ia timbulkan, kakinya dengan lancar melayang menghantam pemuda tersebut.
Pemuda itu terlempar hingga menabrak kerumunan orang yang menonton, penghalang yang terlihat samar itu seolah hanya bayangan, tak sama sekali berusaha menahan tubuh pemuda itu.
Melihat Zhou Fan mengalahkan seorang lawan, semua orang yang menyaksikan hanya bisa melongo, tak mereka sangka kejadian akan berbalik, tak sesuai dengan apa yang mereka perkirakan.
"Pasti beruntung, dia hanya beruntung karena pemuda berpakaian biru itu terlalu percaya diri." Seorang pengamat mengatakan dengan begitu yakin.
__ADS_1
Semua yang mendengar sontak menganggukkan kepala setuju, jika tidak demikian lantas bagaimana hal itu bisa terjadi, kekuatan pemuda berpakaian biru setidaknya adalah petarung tingkat raja bintang delapan.
Sedang Zhou Fan dalam pandangan mereka sama sekali bukan apa apa.