
Setelah pertarungan dengan beast harimau ekor api, Zhou Fan memberi pill pemilihan kepada Zhou Jim, serigala itu terluka akibat terkena serangan beast harimau ekor api.
Zhou Fan tidak menyalahkan Zhou Jim, meskipun peningkatan Zhou Jim memang menakjubkan, tidak mungkin dapat mengalahkan beast setingkat petarung raja bintang delapan dengan tingkatannya yang berada di tingkat petarung raja bintang satu.
Setelah kondisinya lebih baik, Zhou Jim tidak seceria biasanya, dia lebih pendiam, dia seakan merasa dirinya tidak berguna. Dan Zhou Fan mengetahui hal itu.
"Kau jangan menyalahkan diri sendiri, jika kau merasa lemah, maka jadilah lebih kuat," ucap Zhou Fan mengusap kepala Zhou Jim.
Perlakuan Zhou Fan kepadanya, membuat serigala itu kembali bersemangat.
Tak terasa waktu dengan cepat berlalu, waktu yang ditetapkan untuk perburuan hampir berakhir, sudah saatnya para peserta keluar dan menunjukkan hasil buruannya.
Zhou Fan yang merasa dirinya terlalu lama berada di tingkat petarung raja bintang enam dengan segera menelan pill kultivasi tingkat delapan.
Zhou Fan berkultivasi di tengah hutan, dia seakan lupa dengan batas waktu perburuan yang hanya satu hari, dia terus terhenyak dalam aktivitas berkultivasi.
Zhou Jim sudah kembali ke bentuk kecilnya, dia selalu berada di samping Zhou Fan.
Di garis luar terdapat ratusan orang yang tengah menunggu para peserta, mereka penasaran siapa yang tercepat juga mendapatkan hasil poin terbanyak.
Tuan kota yang menunggu putrinya berharap harap cemas, tahun ini adalah tahun pertama putrinya melakukan hal semacam ini, biasanya dia akan berlatih di kediaman bersama guru yang didatangkan khusus untuknya.
Satu persatu peserta perburuan keluar menuju harus akhir, wajah mereka ada yang semangat juga ada yang sedih. Mereka yang mendapatkan banyak kristal beast mendapat keyakinan tinggi untuk dapat masuk sepuluh besar dan mendapatkan hadiah.
Saat seorang gadis bercadar keluar dari kedalaman hutan, tuan kota langsung menyambutnya dengan rentangan tangan.
Namun gadis itu mengacuhkan rentangan tuan kota membuat tuan kota sedikit canggung.
"Ayah, aku bukan anak kecil yang harus selalu kau perlakukan seperti itu." Putri tuan kota yang bernama Xiao LingYun mengatakan dengan suara berbisik, dia tak mau ayahnya kehilangan muka di hadapan banyak orang.
"Baiklah baiklah, ayah mengerti sekarang Yun'er telah tumbuh menjadi gadis dewasa yang tak lagi membutuhkan ayahnya." Tuan kota mengatakan dengan wajah dibuat sedih.
"Ayolah ayah... Tidak bisakah kau tidak membuatku merasa bersalah?" Xiao LingYun berkata dengan nada mengeluh.
Huh...
Tuan Kota memalingkan wajahnya, lalu beranjak meninggalkan Xiao LingYun yang harus mematung melihat kelakuan ayahnya.
__ADS_1
Xiao LingYun mengedikkan bahunya, kemudian berjalan menjauh dari kerumunan. Sambil berjalan Xiao LingYun memerhatikan sekitar, seolah mencari seseorang.
"Kemana pemuda cabul itu, apakah dia bukan peserta perburuan?" gumam Xiao LingYun, entah mengapa dia tiba tiba kepikiran pemuda yang muncul di hadapannya dengan keadaan setengah telanjang.
Selain keluarganya, hanya pemuda itu yang melihat wajahnya, bahkan pelayan serta pengawal kediaman tuan kota tidak pernah melihat wajah Xiao LingYun.
Memikirkan hal tersebut membuat hati Xiao LingYun merasa kesal. "Awas saja jika ketemu,"
Xiao LingYun pun kembali ke kerumunan orang yang tengah ramai menghitung masing masing kristal beast miliknya.
Xiao LingYun selalu berdiri di samping ayahnya yang senantiasa memeriksa jumlah kristal beast milik para peserta.
Brak!
Saat memeriksa kristal beast milik salah seorang peserta, wajah tuan kota tiba tiba berubah marah.
"Sialan! Apakah kau pikir bisa menipuku dengan kristal beast ini?" Tuan kota membanting kristal beast di tangannya.
"Beraninya kau -- " ucapannya tercekat saat melihat tangan putrinya menahan tubuhnya.
"Pergi kau! Sebelum aku berubah pikiran dan membunuhmu karena telah berani bermain main denganku!" ucap tuan kota dengan rahang masih mengeras.
"Beraninya dia menyerahkan kristal beast yang sudah jelas sudah didapatkan lebih dari satu hari." Pemuda itu hanya menggeleng sambil mengeluarkan kristal beast miliknya.
"Kristal beast yang baru didapatkan satu hari memiliki tingkat kelembaban yang tinggi, sementara kristal beast ini terlihat kering, mungkin sudah berbulan bulan didapatkan ... "
" ... Orang bodoh pun akan mudah membedakannya, apakah dia mengira tuan kota tidak bisa membedakannya?" Pemuda itu bergumam sambil menampilkan wajah prihatin terhadap kondisi pemuda yang dibentak tuan kota.
Penghitungan poin terus berlanjut, tuan kota dibantu dengan beberapa orangnya melakukan dengan bersama, dia tidak ingin terlalu bentak memakan waktu hanya untuk perhitungan.
Semua orang dapat menebak siapa gadis bercadar di samping tuan kota, walau wajahnya tertutup cadar, tidak menghalangi sinar cerah yang terpancar darinya.
Xiao LingYun terus mengamati setiap meja yang digunakan sebagai tempat penghitungan, dia masih mencari pemuda yang bertemu dengannya di kedalaman hutan.
Akhirnya diketahui siapa yang menjadi juara pertama sampai dengan sepuluh, setiap orang mendapatkan satu butir pill kultivasi tingkat delapan.
Sampai akhir Xiao LingYun tidak menemukan pemuda yang ia cari, ingin rasanya ia membalas pemuda yang dengan lancangnya menyentuh tubuhnya.
__ADS_1
Semua orang pun membubarkan diri, mereka bersiap untuk acara yang lebih besar. Perburuan merupakan acara pembuka, sedang acara paling di tunggu merupakan duel di pusat kota yang akan dilakukan satu bulan yang akan datang.
Sama seperti sebelumnya, peserta yang diperbolehkan hanya yang berusia kurang dari tiga puluh tahun.
Acara utama tentu memiliki hadiah lebih menggiurkan, tapi hadiah tersebut belum diumumkan.
.
.
.
Zhou Fan yang berada di kedalaman hutan masih setia dalam posisinya, sementara Zhou Jim tak kalah setia dengan selalu berdiri di samping tuannya.
Tak terasa sudah satu bulan berlalu dan Zhou Fan merasakan tubuhnya penuh dengan tenaga dalam yang terus bergejolak.
Zhou Fan yang merasakan perubahan dalam tubuhnya dengan segenap usaha melakukan penerobosan.
Blam!
Zhou Fan spontan membuka matanya, senyuman manis terukir indah di bibirnya.
"Sekarang aku berada di tingkat petarung raja bintang tujuh," gunakan Zhou Fan dengan wajah senang.
Dengan kekuatannya, dia dapat mengimbangi petarung raja bintang sembilan.
Hal pertama yang dilihatnya ketika membuka mata adalah Zhou Jim yang selalu setia menunggunya.
Zhou Fan lalu mengajak Zhou Jim keluar, entah sudah berapa lama dia melakukan kultivasi, tapi dia yakin tidaklah sebentar.
Begitu keluar, dia baru mengingat bahwa dirinya saat itu tengah mengikuti perburuan. Wajahnya seketika berubah kecewa, seharusnya dia mendapatkan pill kultivasi tingkat delapan, tapi malah dengan mudah ia abaikan.
Zhou Fan hanya bisa menghela nafas panjang, dia pun kembali ke kota, tapi dalam perjalanan dia merasa beberapa orang tengah heboh sendiri, membuatnya penasaran apa yang mereka perbincangkan.
Zhou Fan berjalan sambil memasang telinga, layaknya kelinci yang telinganya selalu menegak ke atas.
Setelah berjalan sampai ujung jalan, Zhou Fan dapat meraup informasi yang beterbangan di udara layaknya debu yang menyebar tertiup angin. Wajahnya yang semula tak bersemangat berubah seratus delapan puluh derajat.
__ADS_1
"Sepertinya langit berniat memberikanku kompensasi."