Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 202 : Peng Duan


__ADS_3

Keesokan harinya...


"Hei, kau..."


Zhou Fan yang baru saja keluar dari ruangannya tiba tiba dihadang dua orang pemuda yang tampak berusia dua puluh lima tahun.


Merasa tidak mengenal kedua pemuda itu, Zhou Fan mencoba mengacuhkan, dia melenggang pergi melewati kedua pemuda.


Namun, saat Zhou Fan sudah melangkah satu langkah di belakang kedua pemuda, tubuhnya di tarik dan membuatnya berhenti.


Zhou Fan membalikkan badannya, menatap kedua pemuda. "Apa masalah kalian?"


Kedua pemuda itu malah tersenyum merendahkan kala Zhou Fan bertanya.


"Aku kira sehebat mana pemuda yang dibanggakan para tetua, ternyata hanya pemuda lemah!" Salah satu pemuda mengatakan dengan nada sinis.


"Hanya seorang alkemis yang beruntung dapat menyembuhkan patriark, apakah kau pikir kau sangat hebat?!" cerca pemuda lainnya.


Zhou Fan mengedutkan bibirnya, dia tak paham apa yang diinginkan kedua pemuda di hadapannya.


"Jangan kira kau pantas untuk disandingkan dengan Yue'er, kau bahkan tak pantas untuk bersaing denganku!" ucap pemuda yang lebih tinggi.


"Yah.. yang pantas untuk adik seperguruan Shu Yue hanya kakak Peng." pemuda lainnya ikut menyuarakan pendapatnya.


Zhou Fan menaikkan sebelah alisnya, sekarang dia tahu titik permasalahan kedua pemuda ini mendatanginya.


"Kenapa kalian tidak mendatangi orangnya langsung, dan tanyakan apakah kalian pantas dengannya, jangan asal mengganggu orang." Zhou Fan meninggalkan kedua pemuda yang masih memikirkan perkataannya.


Saat Zhou Fan sudah sepenuhnya hilang, keduanya baru tersadar bahwa orang yang mereka incar telah lenyap dari pandangan.


"Ingus babi! Kemana dia?"


....


Sementara di ruangan patriark Shu, Zhou Fan tengah duduk berhadapan dengan pria tua yang telah ia selamatkan.


Zhou Fan mengatakan kepada patriark Shu bahwa dia akan segera pergi, patriark Shu yang mendengar spontan berdiri dari duduknya.


"Kenapa kau terburu buru? Kau bisa pergi besok pagi, aku bahkan belum cukup berterimakasih kepadamu." Patriark Shu mengatakan dengan nada memohon.


"Zhou Fan!!"


Teriakan menggema diselingi tenaga dalam menyeruak masuk ke dalam ruangan patriark Shu.


"Siapa yang meneriakkan namaku," gumam Zhou Fan.


"Sepertinya berasal dari aula pertarungan sekte," sambung patriark Shu.


Patriark Shu sontak berdiri dan mengajak Zhou Fan keluar ruangan, mereka penasaran dengan orang yang membuat kegaduhan.

__ADS_1


Begitu sampai di aula pertarungan, banyak sekali murid yang tengah berkerumun di sana. Di atas arena sudah berdiri seorang pemuda.


"Zhou Fan... Ayo Terima tantanganku!" ucapnya dengan lantang.


Murid murid yang ada di sana seketika saling bergumam.


"Bukankah Zhou Fan merupakan pemuda yang menyembuhkan patriark?"


"Kenapa Peng Duan meneriakkan namanya? Apakah Zhou Fan mencari masalah dengannya?"


"Katanya, Peng Duan tak terima para tetua selalu memuji Zhou Fan, dan yang menambah kegeramannya, dia khawatir Shu Yue dekat dengan Zhou Fan. Dia menantang Zhou Fan ingin menunjukkan bahwa ia lebih baik dibandingkan dengan Zhou Fan." Pemuda sok tahu mengatakan dengan yakin.


"Peng Duan!"


Semua orang memandang sosok yang berteriak dari bawah arena, seorang wanita berdiri dengan tangan berkacak di pinggang.


"Yue'er?" gumam patriark Shu yang melihat dari kejauhan.


"Peng Duan, apa yang kau lakukan? Apakah kau tidak lelah membuat keributan!" Shu Yue masih berkata dengan suara meninggi.


"Yue'er, aku melakukan ini untukmu, aku ingin membuktikan bahwa hanya diriku yang pantas untukmu." Peng Duan berkata sambil memandang Shu Yue'er.


Shu Yue mengeratkan giginya, ekspresinya nampak kesal. "Terserah kau saja!"


Zhou Fan yang berdiri di samping Patriark Shu hanya diam sambil sesekali terkekeh mendengar adu mulut dua insan itu.


Mata Peng Duan yang tak sengaja menatap Zhou Fan seketika bersemangat. "Zhou Fan, ayo naik kau!"


"Pemuda bernama Zhou Fan pasti akan babak belur, dia sudah menyinggung Peng Duan, murid paling jenius di sekte menara lima ... "


" ... Peng Duan sudah berada di tingkat petarung grand master bintang sembilan di usianya yang masih dua puluh lima tahun."


Beberapa murid di sana saling melempar tanggapan, bahkan para tetua serta patriark Shu berusaha mencegah Zhou Fan untuk naik ke atas arena.


"Kau jangan naik, abaikan dia." Patriark Shu tak mau penolongnya babak belur di tangan muridnya.


Zhou Fan hanya tersenyum samar, lalu melompat ke atas arena.


Zhou Fan memakai cincin penekan, membuat patriark Shu dapat melihat tingkatan Zhou Fan masih berada di tingkat grand master bintang tiga.


Selain patriark Shu dan tetua Qiu tidak ada yang dapat melihat Zhou Fan merupakan kultivator, mereka hanya melihat kabut gelap saat mencoba menelisik kekuatan Zhou Fan.


Tetua Qiu yang juga menyaksikan, merasa Zhou Fan merupakan pemuda yang misterius, dengan tingkat petarung grand master dia dapat memberikan pukulan telak terhadapnya, bahkan mengalahkan pencuri mata satu yang merupakan buruan sekte menara lima.


"Apakah kau sudah menyerah terhadap Yue'er?" Peng Duan bertanya dengan suara yang sengaja ia keraskan.


Tak ada jawaban dari Zhou Fan, membuat kekesalan Peng Duan semakin memuncak.


Hyat!

__ADS_1


Peng Duan langsung melesat dengan senjata yang entah sejak kapan berada dalam genggamannya.


Trang...


Zhou Fan meraih pedang darah malam dan menghadang alunan pedang Peng Duan, dari wajahnya tak sekalipun menempatkan Peng Duan sebagai lawan.


Peng Duan semakin gencar melakukan tebasan, pedangnya bergerak terus mengincar Zhou Fan, tapi dapat dengan mudah dihindari.


Zhou Fan hanya menghindar, sesekali dia menggerakkan pedang darah malam untuk menghalau.


Tak sekalipun Zhou Fan menyerang membuat Peng Duan merasa direndahkan.


"Bulu kambing!!" umpat Peng Duan sambil melepaskan tebasan jurus andalannya.


Bhoom!


Zhou Fan melompat mundur sambil bersalto, tangan kanannya masih memegang pedang, sedang yang kirinya dijadikan pijakan.


Hosh... Hosh...


Nafas Peng Duan sudah mulai tak terkondisikan, wajahnya memerah karena terlalu marah.


"Hak... !"


Peng Duan mulai kehilangan kendali, dia seolah telah dikuasai amarah dalam dirinya. Dia melompat memburu Zhou Fan.


Bhak... Bugh...


Peng Duan terlempar dengan posisi terduduk.


Semua orang memandang Zhou Fan tak percaya, pemuda yang mereka prediksi akan babak belur malah menjadi pihak yang membuat lawan terlempar.


Dari sekian banyak orang, hanya tetua Qiu yang tak terkejut, dia pernah melawan Zhou Fan, bahkan pemuda itu dapat mengalahkannya. Meskipun dia tak tahu bagaimana pemuda itu melakukannya, dia mengagumi kekuatannya.


"Bagaimana dia melakukannya, aku sangat yakin dia berada di tingkat petarung grand master bintang tiga," gumam patriark Shu dengan wajah bingung.


Di atas arena, Zhou Fan berjalan mendekati Peng Duan, saat sudah berada tepat di hadapan sang lawan, dia menjulurkan tangan.


"Jika kau ingin mendapatkannya, maka carilah dia, bukan orang lain," ucap Zhou Fan tanpa memandang ke arah lawan bicara.


Peng Duan meraih tangan Zhou Fan. Sekarang dia sadar, kebanggan yang dimilikinya sejak dulu hanyalah bayangan semu.


"Dan satu lagi, aku tak berminat menjadi sainganmu ... " Zhou Fan menarik tangannya dan membantu Peng Duan berdiri.


Peng Duan memandang rumit Zhou Fan, dia seakan telah salah paham terhadap pemuda di hadapannya.


Zhou Fan melompat keluar arena, dan kembali ke samping patriark Shu berada.


"Apakah kau sungguh tak tertarik dengan cucuku?" tanya patriark Shu kepada Zhou Fan dengan suara pelan.

__ADS_1


Zhou Fan menggeleng sambil menggaruk tengkuk kepalanya.


"Aku tak akan berani melakukannya!"


__ADS_2