Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 108 : Pertarungan Sulit


__ADS_3

"Fan apakah ini berhubungan dengan Bai Lengqu?" Qing yuwei mulai khawatir.


Zhou Fan menoleh, lalu mengelus puncak kepala gadis yang sudah berstatus tunangannya.


"Tenanglah Wei'er, yakinlah jika semua akan baik baik saja." Zhou Fan berusaha menyakinkan Qing Yuwei, tapi dalam hati dia juga merasakan apa yang namanya kecemasan.


Tak lama Zhou Fan sudah berada di dekat kerumunan anggota Klan Qing yang mengerumuni Patriark Bai beserta orang-orangnya.


"Yang akan datang harus segera datang," Gumam Zhou Fan lalu melompat melewati kerumunan orang, beberapa orang melongo menjumpai seseorang melesat di atas mereka.


Phak..


Zhou Fan mendarat dengan sempurna.


"Apa kau sudah puas menggonggong?"


"Keluar dengan enam pawang masih saja liar. Jika perlu, gunakan tali leher. Aku khawatir tergigit jika terlalu dekat." Cibir Zhou Fan melirik Patriark Bai.


Puft...


Semua orang yang mendengar ucapan Zhou Fan sungguh berusaha menahan tertawanya, karena tak ingin masuk kedalam urusan tersebut.


"Bocah ini..." Patriark Qing mengeleng mendengar cibiran Zhou Fan.


"Lancang!" Salah seorang pengawal pribadinya Patriark Bai maju menghantam Zhou Fan.


Hng!


Bertepatan dengan dengusannya Zhou Fan memiringkan tubuhnya, kemudian sambil menghindar dia memberikan pukulan telak di perut pria yang menyerangnya.


Bugh... Brukk!


Pengawal itu terlempar kembali ke tempatnya semula, tapi dengan kondisi mulut mengeluarkan darah.


Karena terlalu meremehkan lawannya, pria yang maju meyerang Zhou Fan malah terkena serangan dari pemuda itu.


"Kau memandang rendah orang yang salah!" Seru Zhou Fan, matanya menatap tajam pria yang menyerangnya.


Andai mereka berhadapan secara langsung, meskipun ia yang akan keluar menjadi pemenang, tentu tak akan semudah membalikkan telapak tangan.


Karena pengawal tersebut juga bukanlah lawan yang lemah, dia berada di tingkat petarung grand master bintang 6.


Uhuk!


Pengawal itu mengeluarkan darah segar dari mulutnya, kemudian kembali berdiri di samping tuannya.


"Bodoh!" Desis Patriark Bai pada pengawalnya.


Patriark Bai kesal dengan pengawal tak becus miliknya, hanya menghadapi seorang pemuda saja begitu kerepotan, bahkan kalah darinya.


"Yang mempunyai masalah adalah kau dan aku, tidak perlu membawa yang lain! Jadi...." Zhou Fan tidak mau membebani Klan Qing.


Klan Qing sejauh ini sangat baik kepadanya, jadi dia tidak seharusnya menempatkannya dalam masalah.


Atas pemikiran tersebut Zhou Fan akan menyelesaikan masalahnya sendiri.


Untuk menjadi seorang petarung hebat dia harus melawan semua tantangan, meskipun nyawa adalah taruhannya. Sekecil apapun peluang, selama masih ada, itu yang akan dia perjuangkan.


"Jadi?!" Patriark Bai menutkan sebelah alisnya.


"Duel satu lawan satu! Kau dan aku, sekarang!" Tantang Zhou Fan dengan wajah tenang, seolah dia sangat yakin dengan perkataannya.

__ADS_1


"Fan... "


"Bocah... "


"Saudara Zhou... "


"Tuan muda Zhou... "


Semua orang terkejut atas perkataan Zhou Fan.


"Haha..., kau seharusnya sadar apa yang kau bicarakan, bagiku kau hanyalah serangga," Ujar sinis Patriark Bai.


Plak!


"Sekali tepuk, mati." Patriark Bai menepuk keras telapak tangannya, seolah menepuk serangga.


"Bocah, apa kau akan membiarkan Wei'er menjadi janda, bahkan sebelum kau menikahinya?" Qing Si sengaja menyangkut-pautkan dengan putrinya, dia berharap Zhou Fan akan mengurungkan niatnya.


"Kau tak perlu melakukannya, Klan Qing masih bisa menanggungnya untukmu, kau jangan memaksakan diri terlalu jauh." Patriark Qing ikut berkata.


"Fan...?!" Sementara Qing Yuwei menangis, dia juga merupakan penyebab semua ini.


"Zhou Fan tak bersalah, dia melakukannya karena melindungi diriku dari Bai Lengqu, Zhou Fan tak bersalah. Jika kau menginginkan balas dendam, aku akan menerimanya dengan tangan terbuka." Qing Yuwei keluar dari kerumunan dan langsung menghalangi Zhou Fan, berdiri diantara Zhou Fan dan Patriark Bai.


Zhou Fan terkejut, dia dengan cepat meraih pergelangan gadis di hadapannya, lalu menariknya.


"Apa yang kau lakukan!! Apa kau bodoh?!" Cercah Zhou Fan tegas.


"Lebih baik aku saja yang mati, dari pada aku melihatmu mati tanpa aku bisa melakukan apapun." Qing Yuwei tersenyum kecut.


Zhou Fan seketika memeluknya dengan erat, dan Qing Yuwei pun membalas pelukan itu.


"Tapi aku tak mau kehilanganmu dan untuk masalah ini, aku tak akan mati." Batin Zhou Fan.


Phak..


"Tetua, bawalah Wei'er kembali, serahkan yang di sini kapadaku!" Zhou Fan menyerahkan Qing Yuwei pada ayahnya.


Qing Si dengan sigap meraih tubuh putrinya, ia dapat melihat wajah serius Zhou Fan saat berhadapan dengannya.


Bahkan, ini adalah pertama kali dia melihat Zhou Fan memasang wajah serius.


Qing Si menggeleng kemudian melangkahkan kakinya pergi, membelah kerumunan dan meninggalkan aula Klan Qing.


"Setidaknya kau harus selamat Fan'er," Gumam Qing Si.


Mendengar penjelasan dari putrinya, dia sungguh tersentuh dengan tindakan Zhou Fan, apalagi sekarang pemuda itu rela menanggung semua demi putrinya, putrinya sungguh beruntung bisa mendapatkan pemuda sepertinya.


Kembali ke Zhou Fan....


"Apa kau menerimanya?" Tanya Zhou Fan dengan wajah terlihat tenang.


"Aku memandangmu terlalu tinggi, tak ku sangka putraku mati di tangan pemuda tak tahu diri seperti dirimu...,"


"Kau memanjat terlalu tinggi!" Cibir Patriark Bai.


"Putramu saja yang lemah dan juga bodoh, aku masih ingat bagaimana dia memohon ampun untuk nyawanya..." Ucapan Zhou Fan yang berani membuat semua orang kembali terkejut.


Bahkan beberapa orang mulai berpikir, Zhou Fan melakukannya karena ingin mengakhiri hidupnya dengan suasana hati yang gembira.


Semua orang tahu kekuatan masing masing Patriark lima klan besar, semua rata rata berada di tingkat petarung raja bintang 1.

__ADS_1


Itu adalah kekuatan nomor dua setelah tuan kota, siapa sangka seorang pemuda dengan kultivasi tingkat petarung grand master bintang 5 berani menantangnya.


Tanpa berkata Zhou Fan melesat ke arah arena, setelah di atas arena dia melirik Patriark Bai.


"Kenapa kau begitu lama?!" Zhou Fan berusaha tangguh.


Padahal dalam hatinya dia berusaha memutar otaknya untuk mengalahkan, atau setidaknya keluar dengan selamat dari pertarungan ini.


Zhou Fan tahu ini bukanlah perkara mudah, tapi dia masih yakin, hidupnya masih akan terus berlanjut, karena masih terlalu banyak hal yang masih harus dia tangani.


Drrttt...


Getaran terasa saat Patriark Bai melompat ke atas arena.


"Aku akan membiarkan jiwa putraku manyaksikan orang yang telah membunuhnya mati dengan sangat menyakitkan." Suara berat Patriark Bai yang sudah mulai mengeluarkan tekanan kultivasinya.


"Ayah ibu semoga aku masih dapat bertemu kalian," Gumam Zhou Fan, selesai berkata Zhou Fan melompat menerjang Patriark Bai yang terlihat meremehkan nya.


Zhou Fan melompat sambil mengayunkan pedang pusaka malam yang sudah ia genggam sejak awal.


Trang....


Dengan mudah Patriark Bai menepis serangan Zhou Fan, hanya dengan mengibas lemah pedangnya.


Zhou Fan mundur beberapa langkah, tapi dia masih dalam keadaan berdiri.


Sedangkan Patriark Bai hanya tersenyum mengejek.


Zhou Fan mengeratkan pegangan pedangnya, dengan tatapan tajam dia mengeluarkan teknik dewa pedangnya.


Hiat...


Kobaran api mulai menyeruak keluar dari serangan Zhou Fan. Membuat serangannya semakin agresif.


Trang..... Tring...


Tapi lagi lagi dapat dipatahkan oleh Patriark Bai.


Zhou Fan melompat ke samping kiri sambil menebaskan pedangnya, mengincar leher Patriark Bai yang terbuka.


Namun pria tua itu memiringkan posisi kepalanya yang membuatnya terhindar dari tebasan Zhou Fan.


Wush...


Udara hangat terasa di telinga Patriark Bai.


Ugh, aku tidak boleh meremehkannya, pikir Patriark Bai.


Patriark Bai mengambil posisi siap bertarungnya, dia mengangkat tangan kirinya sebagai penyeimbang tangan kanan yang memegang pedang.


Patriark Bai menerjang Zhou Fan dengan teknik pedang miliknya.


Adu dua teknik pedang pun terjadi. Keduanya saling bentrok, tapi dapat terlihat jelas Zhou Fan sedikit kewalahan saat menahan serangan Patriark Bai.


Trang.... Tring....


Trang..... Bugh!


Zhou Fan terkena pukulan dari Patriark Bai dan langsung termundur dengan memuntahkan seteguk darah segar.


Huk...

__ADS_1


Zhou Fan menatap tajam Patriark Bai.


__ADS_2