Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 129


__ADS_3

Shang Qiu mengeraskan rahangnya, pria tua itu nampak seolah ingin menelan Zhou Fan hidup hidup.


"Kau cukup berani untuk seorang yang berada di tingkat petarung master bintang satu." Shang Qiu menelisik Zhou Fan, mata tajamnya bergerak dari atas ke bawah, menilai kekuatan Zhou Fan.


Shang Yui yang mendengar perkataan pamannya seketika memasang wajah heran sekaligus bingung, kemudian melirik pamannya.


"Apakah yang kau katakan itu benar, paman?" tanyanya dengan sedikit lirikan ke arah Zhou Fan.


"Tentu saja, dia hanya seorang petarung tingkat master bintang satu, tapi begitu congkak di hadapanku, petarung raja bintang satu." Shang Qiu mengeraskan suaranya, menarik simpati orang agar ia dianggap sebagai pihak yang di provokasi.


Senyum cerah terbit di wajah Shang Yui, tuan muda bangsawan Shang itu kemudian memandang Zhou Fan remeh, menunjukkannya, lalu berkata.


"Cuih! Hanya seorang petarung master bintang satu saja begitu sendiri hadapanku, biarlah tuan muda ini yang memberikan pelajaran kepadamu." ujarnya dengan pandangan remeh.


Shang Yui sebelum mendengar ucapan pamannya mengira Zhou Fan memiliki kultivasi di atasnya yang saat ini tengah di tingkat petarung master bintang tujuh.


Mendengar pamannya berkata dengan begitu yakin, Shang Yui menjadi percaya diri, menantang Zhou Fan untuk bertarung.


"Heheh... Tikus keluar sarang tanpa memerhatikan jalan, mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kalian, keluarga bangsawan Shang." Zhou Fan tersenyum samar, menarik sudut bibirnya.


Wajah paman serta keponakan itu tak lagi cerah, seolah disiram kuah panas, wajah keduanya memerah padam.


Shang Qiu mengepal erat tangannya, kuku tajamnya bagaikan jarum yang menusuk tangannya, tangan keriputnya nampak mengeluarkan darah yang mengalir deras.


Sementara Shang Yui menggertakkan giginya kuat, terdengar suara gemertak dari dalam mulutnya.


Sepasang paman dan keponakan itu saling lirik, kemudian Shang Yui mengangguk, seolah paham isyarat yang di berikan oleh sang paman.


Sedetik kemudian Shang Yui melesat, tangannya membentuk cakar, bersiap menerjang Zhou Fan.


Zhou Fan menyeringai, kakinya menendang meja, kemudian dia melompat menghindari lesatan Shang Yui.


Srakk... Brak!


Meja yang di tendang mengarah ke Shang Qiu, pria tua itu hanya memasang tinjunya, meja kayu itu pun hancur berkeping-keping.


Blar!


Di saat yang sama, Shang Yui terus memburu Zhou Fan dengan kedua tangan berfungsi layaknya cakar.


Zhou Fan masih belum mengeluarkan pedangnya, dia masih menghindar, dan terus menghindar.


Shang Qiu hanya menyaksikan keponakannya bertarung, merasa kekuatan pemuda yang menjadi lawan keponakannya masih terlalu lemah, dia yakin Shang Yui dapat mengalahkannya.


"Serang aku pecundang!" Shang Yui mulai kesal, serangannya tidak ada satupun yang tepat sasaran.

__ADS_1


"Heh.. " Zhou Fan mendengus kemudian meladeni Shang Yui, dengan satu tangan terbuka dan satu tangan mengepal dia memasang kuda kuda.


Shang Yui tersenyum, merasa berhasil memancing Zhou Fan untuk keluar menyerang.


Kemudian keduanya melesat, Zhou Fan menarik tangannya, meluncur dengan cepat.


Berada dalam jangkauan, Zhou Fan dengan cepat mendorong telapak tangannya, mengincar perut Shang Yui.


Shang Yui melihat gerakkan Zhou fan, pemuda itu menyilangkan tangannya, mengapit tangan Zhou Fan kemudian mendorongnya ke atas.


Phak phak!


Zhou Fan menarik tangan kanannya, sambil mengibaskan tangan kirinya yang mengepal, tangannya melesat menuju kepala Shang Yui.


Shang Yui merasakan hembusan angin yang begitu dekat, dengan spontan menunduk, berjongkok, kemudian kakinya berusaha mengait kaki Zhou Fan.


Wush...


Zhou Fan melompat, sambil melompat dia menendang kepala Shang Yui dengan lututnya.


Dugh.. Brak!


Shang Yui yang tidak sempat bereaksi harus merelakan dirinya terkena hantaman lutut Zhou Fan, pemuda itu terpental menabrak dinding.


Beberapa orang yang sebelumnya di sana, mulai berhamburan keluar, takut terlibat ke dalam masalah yang menurut meraka tidak dalam jangkauannya.


Pria paruh baya berkumis tipis menyambut tuan mudanya, memapahnya berdiri, kemudian menatap tajam Zhou Fan.


"Beraninya kau melukai Tuan Muda Shang, aku tidak akan melepaskanmu!" Tepat setelah mendudukkan tuan mudanya, dia melesat dengan pedang di tangannya.


Dengan kultivasinya yang berada di tingkat petarung grand master bintang lima, dia merasa yakin dapat mengalahkan pemuda dihadapannya.


Hyatt....


"Pedang pelahap!" Pria paruh baya berkumis tipis itu menebaskan pedangnya, bersamaan dengan itu bola bercahaya menuju ke arah Zhou Fan.


Zhou Fan dengan sigap melompat ke samping, berguling beberapa kali dan meraih pedang di punggungnya.


Duar!


Bola bercahaya seketika meledak saat menghantam tempat Zhou Fan berdiri.


Zhou Fan berdiri sambil menggenggam pedang darah malam, aura tirani menyebar di sekitar ruangan, membuat Shang Qiu mengerutkan keningnya.


Dalam hati dia menginginkan pedang di tangan Zhou Fan, sekali lihat dia mengetahui bahwa di tangan pemuda di hadapannya merupakan pedang berkualitas tinggi.

__ADS_1


Zhou Fan yang semula santai memasang wajah serius. Dia merasa masalahnya dengan keluarga bangsawan Shang sudah begitu dalam, kenapa tidak membuat lubang saja sekalian. Pikir pemuda itu.


"Kau yang memaksaku!" Zhou Fan melesat dengan cepat, kultivasi nya yang berada di tingkat petarung grand master bintang sembilan sangat mudah untuk mengalahkan lawannya.


Bahkan jika Shang Qiu yang memiliki kekuatan petarung raja bintang satu, bukan masalah besar bagi Zhou Fan untuk mengalahkannya.


Shang Qiu merasakan bahaya, pria tua itu menatap Zhou Fan dengan pandangan rumit.


Sungguh dia tidak mengerti, jelas jelas dia melihat kekuatan pemuda di hadapannya hanya seorang petarung master bintang satu.


Bukan hanya mengalahkan keponakannya yang berada di tingkat petarung master bintang tujuh, tapi dari tubuhnya mengeluarkan aura yang bahkan dirinya merasa tertekan.


Shang Qiu terus menatap Zhou Fan, mengamati dengan sangat teliti, mencoba menggali apa yang bisa dia gali.


Sementara Zhou Fan tengah bertarung dengan pria paruh baya berkumis tipis, pengawal Shang Yui.


Zhou Fan terus menebas dengan gesit, memaksa lawannya untuk mundur, bahkan tanpa diberikan gerakan untuk menyerang.


Keringat dingin mulai membasahi punggung pria paruh baya berkumis tipis, dalam hidupnya dia tidak pernah sama sekali terbesit dalam pikirannya akan dikalahkan oleh seorang pemuda.


Trang tring....


Zhou Fan terus mengincar kepala lawannya sedangkan di pihak lain berusaha keluar dari tekanan serangan Zhou Fan.


"Kau yang memaksaku, jangan salahkan aku karena tidak berbelas kasihan." Zhou Fan mengayunkan pedangnya kesamping, membuat lawan sungguh kewalahan.


Terpontang-panting kesana-kemari hanya untuk mempertahankan kepalanya, sungguh gila serangan yang harus dia hindari.


Shut....


Pedang Zhou Fan hanya melesat di atas kepala pria paruh baya itu, melihat serangannya meleset dia menarik pedangnya dan dengan cepat mendorongnya.


Melihat Zhou Fan akan menusuk lurus perutnya, pria paruh baya berkumis tipis menghadang dengan pedangnya.


Trang!


Pedang Zhou Fan tertahan tepat di depan perut sang lawan.


Pria paruh baya berkumis tipis menghela nafas panjang, sedangkan Zhou Fan menyeringai.


Sedetik kemudian Zhou Fan dengan cepat memutar pedangnya, lalu menyentaknya, membuat pedang pria paruh baya berkumis tipis terpelanting jauh.


Klang....


Zhou Fan lagi lagi menyeringai, menampakkan senyuman yang terlihat bagai iblis di mata pria paruh baya berkumis tipis.

__ADS_1


"Waktunya berpisah!"


__ADS_2