
Tue Yeun masih memandang Zhou Fan, dia menunggu pertandingan dimulai. Begitu pria tua yang berdiri diantara mereka melompat menyingkirkan, pemuda itu langsung maju sambil mengibaskan pedangnya.
"Pedang iblis!"
Tue Yeun berseru lantang, bersamaan dengan itu pedangnya bersinar kemerahan dan mengeluarkan semburat garis yang melesat ke arah Zhou Fan.
Zhou Fan menarik tubuhnya, sambil melompat dia mengeluarkan serangan balasan. "Tebasan ganda!"
Blar!
Kepulan asap membumbung tinggi, arena pertarungan nampak sepenuhnya tertutupi kabut.
Namun tidak bertahan lama, karena kedua murid luar itu mengibaskan pedang, membuat asap langsung menghindar.
Sejurus kemudian, Tue Yeun menerjang Zhou Fan dengan pedangnya, tentu saja Zhou Fan tidak hanya diam. Keduanya merangsek mendekat, ketika jarak hanya beberapa langkah mereka beradu pedang.
Trang...
Pedang darah malam menahan pedang Tue Yeun, tapi perbedaan kualitas membuat pedang Tue Yeun termuntahkan.
Zhou Fan tersenyum, dia menarik pedangnya dan langsung menyambar tubuh Tue Yeun.
__ADS_1
Tue Yeun yang masih agak terhuyung karena adu senjata, spontan menghindar dengan jungkir balik ke belakang.
Keduanya kini saling berhadapan, belum ada yang menyerang karena masih mempertahankan jarak aman.
"Sial, ternyata jarak kami terlalu jauh. Aku tak terima!" Teu Yeun mengerang marah, mengeluarkan sebuah teknik.
Wajah Tue Yeun memerah, kulitnya juga ikut memerah. Bola matanya berubah merah.
"Dasar gila, dia akan menggunakan teknik terlarang!"
Mendengar seruan beberapa orang Zhou Fan langsung mengeratkan genggaman pedangnya, dia melesat memburu Tue Yeun.
"Maaf, kau kurang beruntung." Zhou Fan menyabet perut Tue Yeun, memukul dada nya dan membuat pemuda itu jatuh terkulai.
"Tue Yeun ini sangat memaksakan diri, menggunakan teknik amarah bukan hanya melanggar peraturan, itu juga akan membawa dampak buruk terhadap tubuhnya."
Perbuatan Tue Yeun tentu saja mendapat kecaman dari beberapa pihak, itu sama saja dengan tidak memandang seleksi murid dalam.
"Namun Zhou Fan memang kuat, aku yakin dia dapat masuk ke tiga besar."
"Heh... Itu masih panjang, karena masih ada murid luar peringkat atas."
__ADS_1
Zhou Fan menghampiri Wei Guanlin dan juga lainnya, ketika dia sampai Yin Cun langsung bersorak sambil merangkulkan lengannya.
"Kau luar biasa teman."
Zhou Fan menghempaskan lengan Yin Cun yang mengalung di lehernya. "Terlalu awal untuk merayakan kemenangan."
Pemuda itu tidak ingin terlalu larut dalam kemenangan, karena sejatinya itu adalah racun paling mematikan dalam tubuh seorang petarung.
Setelah itu, Loin Gu naik ke atas arena setelah namanya keluar. Siapa sangka bahwa lawannya adalah peringkat satu murid luar-Yung Lao.
Yung Lao berada pada tingkat petarung kaisar bintang tiga, sedang Loin Gu berada pada bintang dua. Ini akan menjadi pertarungan yang sulit.
Baru dimulai, Loin Gu langsung mengeluarkan jurus, dia maju menyerang dengan senjata andalan. Pedang besar miliknya bergerak liar, membabat apa yang dia incar.
Namun Yung Lao bisa dengan mudah mengatasinya, hal ini membuat Loin Gu berdecak kesal.
Serangan terus berlanjut, dan Loin Gu tak henti hentinya mengeluarkan tebasan. Akan tetapi semua serangan seolah sia sia, tongkat milik Yung Lao benar benar tangguh, bahkan tidak nampak bergetar saat menahan lesatan pedang besar.
Zhou Fan yang menyaksikan, mengamati dengan serius, karena bukan tidak mungkin siapa yang menang akan menjadi lawannya di babak selanjutnya.
Yung Lao yang semula hanya bertahan dari serangan Loin Gu, kini tak lagi diam, dia mulai menggerakkan tongkat mengincar cela pada gerakan Loin Gu.
__ADS_1
Gerakan Yung Lao sangat dominan, dalam waktu singkat dia sudah membuat Loin Gu dalam kondisi buruk.
Zhou Fan menggeleng, dia merasa pertarungan sudah sampai di titik akhir. Dia mengakui kekuatan Yung Lao memang satu tingkat di atas Loin Gu, dapat bertahan sampai saat ini itu juga sudah merupakan pencapaian.