Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 213 : Di Kediaman Tuan Kota


__ADS_3

Sesi kedua di mulai, sama seperti sebelumnya, pertarungan akan ditentukan dari nomor undian.


Zhou Fan yang selalu menunggu gilirannya, mendapatkan kesempatan di bagian pembuka, dia melawan seorang pemuda yang memiliki kultivasi petarung grand Master bintang delapan.


Sama seperti sebelumnya, Zhou Fan tidak membutuhkan pedang atau senjata lain untuk mengalahkannya, dia hanya berputar putar dan mengakhiri dengan serangan kejutan.


Kemenangan Zhou Fan sontak membuat beberapa orang mulai mengakuinya, ada juga yang merasa Zhou Fan sangat kuat, melihat belum pernah sekalipun mengeluarkan pedangnya untuk mengalahkan lawannya.


"Dia sungguh kuat, apakah aku bisa memberikan pelajaran kepadanya?" Xiao LingYun mulai ragu dengan kemampuannya, melihat pemuda itu dapat mengalahkan lawan yang berada tepat di bawah kultivasinya membuatnya meragu.


Tak lama giliran Xiao LingYun yang maju, Zhou Fan yang sedari tadi memperhatikan gadis itu sayup sayup mendengar percakapan beberapa orang di sampingnya.


"Putri tuan kota kabarnya memiliki kecantikan yang luar biasa, setelah melihat langsung, sepertinya kabar itu memang benar adanya. Meskipun wajahnya tertutup cadar, aku seolah bisa merasakan kecantikannya."


Mata Zhou Fan melotot sempurna. "Apakah dia putri tuan kota?"


Zhou Fan sungguh tak mengira gadis yang selalu usil terhadapnya merupakan putri tuan kota.


"Namun, putri tuan kota sangat dingin, bahkan tidak ada pria yang dapat mendekatinya."


Phuft...


Zhou Fan yang mendengar hal itu langsung tersedak dan menyemburkan ludahnya.


"Dingin? Heh... Apakah itu yang dikatakan dingin?" Zhou Fan mengingat kejadian di kedai, gadis itu yang selalu mencari masalah dengannya.


Zhou Fan semakin bingung, apa yang membuat putri tuan kota mengincarnya, bahkan yang dia ingat baru hari ini dia bertemu.


Xiao LingYun yang mendapatkan lawan mudah, dengan cepat menuntaskan pertarungan, dia dengan pedangnya membuat lawan tak berdaya.


Pertarungan demi pertarungan sudah terlalui, tak terasa sudah sampai pada sesi ke lima, berarti hanya tersisa empat peserta yang akan merebutkan tempat pertama.


Empat peserta itu tak lain adalah Xiao LingYun, Jun Yelu, Zhou Fan serta satu orang lagi.


Babak kelima akan di berlangsungkan besok, oleh sebab itu para peserta yang masih bertahan yang tidak lain keempat orang itu akan bermalam di kediaman tuan kota.


Tuan kota menganjurkan demikian karena demi berlangsungnya acara, dia tidak ingin peserta itu akan terlambat atau semacamnya. Juga itu sebagian dari apresiasi yang diberikan kepada orang yang lolos.


...


Zhou Fan berada di ruangan khusus yang disediakan, saat dirinya hendak memejamkan mata karena terlalu bosan dan juga berhubung hari sudah berganti malam harus mengurungkan niatnya saat pintu ruangan diketuk.


Begitu pintu terbuka, mata Zhou Fan langsung menyipit, dia memiringkan kepalanya sambil menelisik sosok di hadapannya.


"Apakah kau belum puas memandang tubuhku?!" ucap Xiao LingYun dengan risih, tangannya berkacak di pinggang dengan wajah kesal.

__ADS_1


Huh...


Zhou Fan menghela nafas rendah, dia kemudian berniat menutup pintu ruangan.


Phak!


Xiao LingYun dengan cekatan menyelundupkan kakinya masuk diantara palang pintu.


Dengan wajah malas Zhou Fan kembali membuka pintu ruangan.


"Putri tuan kota Xiao mendatangi ruangan seorang pria, apa yang akan dipikirkan orang lain jika mengetahui hal ini?" tanya Zhou Fan sambil menggelengkan kepala.


Zhou Fan mengetahui gadis bercadar di hadapannya bermarga Xiao karena statusnya yang merupakan putri tuan kota, Xiao Tang.


"Kau -- " Hanya kata itu yang dapat keluar dari mulut Xiao LingYun, kekesalan membuat lidahnya terasa kelu.


"Jika tidak ingin orang berpikir macam macam, sebaiknya anda segera kembali ke ruangan anda, Nona Xiao." Zhou Fan menekan perkataan agar dapat membuat gadis di hadapannya segera pergi.


Namun, hal itu berarti berbeda dalam pikiran Xiao LingYun. "Apakah kau mengusirku?!"


"Kalau itu dapat membuat Nona Xiao puas maka, terserah." Zhou Fan mengatakan dengan suara ramah, tapi berubah datar di penghujung kalimat.


Brak!


Zhou Fan mengerutkan keningnya, dalam pandangannya putri tuan kota itu merupakan wanita keras kepala.


Mungkin terlalu dimanjakan oleh tuan kota Xiao, menjadikan dia sebagai pribadi yang demikian.


"Nona Xiao, apakah kau tak takut aku berbuat macam macam terhadapmu?" ucap Zhou Fan sembari mengarah ke ranjang, dia duduk sambil mengeluh tubuh Zhou Jim yang tengah terbaring di sana.


Xiao LingYun terdiam sesaat, tapi hal itu tidak bertahan lama, dengan wajah angkuh dia berkata. "Kau tak akan berani melakukan apapun terhadapku, lagi pula ini adalah kediamanku."


"Lalu kenapa jika ini adalah kediamanmu, kau sekarang berada didalam ruanganku, kau masuk ke ruangan seorang pria saat pemiliknya berada di dalam. Tidak mungkin orang akan buta dan menghiraukan hal itu ... "


"Mungkin beberapa orang akan berpikir kaulah yang memaksaku melakukannya," ucap Zhou Fan dengan seringainya.


"Ayahku tidak akan percaya dengan apa yang kau ucapkan," dengus Xiao LingYun tanpa ragu.


"Ayahmu bisa saja mempercayaimu, tapi apakah kau tidak merasa dinding dapat mendengar?"


"Lebih baik anda keluar," tambah Zhou Fan sambil menunjuk pintu ruangan yang sudah tertutup.


"Lagi pula kau tak akan bisa melakukannya?" ucap pelan Xiao LingYun, membuat dahi Zhou Fan mengernyit.


"Lebih baik anda keluar," ucap Zhou Fan lagi.

__ADS_1


"Hahaha.. Aku tahu!" Xiao LingYun tiba tiba berserua dengan suara senang.


"Apakah kau ... Penyuka sesama? Iyuh" Xiao LingYun mendekatkan wajahnya ke wajah Zhou Fan sambil mengeluarkan ejekan.


Cih...


"Ternyata kau adalah penyuka tongkat," ucap Xiao LingYun seraya terkekeh, gadis itu kemudian membalikkan badannya berniat pergi, dia sangat puas bisa melihat wajah marah Zhou Fan.


Namun, saat pintu hendak terbuka, sebuah tangan kembali mendorongnya, membuat pintu kembali tertutup.


Xiao LingYun sontak menengadahkan kepalanya, pupil matanya mengekor tangan panjang yang terulur di atas bahunya.


Begitu dia mengangkat wajahnya, tanpa sengaja matanya bertatapan dengan mata Zhou Fan.


Xiao LingYun berbalik, membuatnya kini berhadapan dengan Zhou Fan, tubuh pemuda itu terasa segar dalam penciumannya.


"Apakah aku perlu membuktikan kepadamu bahwa aku merupakan pria sejati?" bisik Zhou Fan tepat di telinga Xiao LingYun.


Tangannya sudah mengepung tubuh Xiao LingYun dari kedua sisi.


Wajah Xiao LingYun seketika memucat, matanya membulat.


"Brengsek! Menjauh dariku!" Xiao LingYun mendorong Zhou Fan dengan kedua tangannya.


Bugh!


Merasa tak bisa mendorong Zhou Fan, dia tidak hanya mendorong tapi juga mendaratkan pukulan ke perut Zhou Fan, membuat membuat pemuda itu mundur.


Zhou Fan yang sebenarnya tidak merasakan pukulan Xiao LingYun hanya mengelus perut bekas pukulan gadis itu.


"Dasar cabul!"


Brak!


Setelah mengatakan kalimat terakhirnya, Xiao LingYun langsung keluar dengan kecepatan maksimum.


Bersamaan dengan keluarnya Xiao LingYun dari ruangan Zhou Fan, gadis itu berpapakan dengan ayahnya. Namun kerena masih terlalu kesal dia mengabaikan tuan kota Xiao.


Tuan kota berjalan ke arah dimana ruangan yang baru dimasukin putrinya, begitu agak dekat, dia dapat melihat seorang pemuda tengah duduk di ranjang dengan pakaian berantakan.


Tuan kota mulai merangkai satu persatu kejadian, begitu otaknya mendapati gambaran utuh perkiraannya, matanya melotot marah.


Tuan kota berjalan dengan langkah gontai, memasuki ruangan Zhou Fan yang masih dalam kondisi pintu terbuka.


"Sialan, akan aku habisi kau!"

__ADS_1


__ADS_2