Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 225 : Malam Yang Tenang


__ADS_3

"Kau berkata seolah kau mengetahui apa yang aku pikirkan," ucap Zhou Fan sembari mendekati Xiao LingYun.


Xiao LingYun mundur dan menjauh dari Zhou Fan, dia pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Apakah kau tidak istirahat?" tanya Xiao LingYun.


"Apakah kau menawari seorang pria begitu mudah?" ucap Zhou Fan dengan seringainya.


Cih..


"Tidak ya tidak, lagi pula di ruangan ini ada dua tempat tidur." Xiao LingYun melambaikan tangan malas.


...


"Tuan muda, apakah kau diusir oleh istrimu?" tanya pria tua kepada Zhou Fan yang sekarang sudah berada di bagian depan kapal.


Zhou Fan menoleh lalu tersenyum, ia tahu siapa pria tua yang menyapanya, dia adalah pemilik kapal yang dia tumpangi.


"Terkadang wanita memang seperti itu, awalnya saja seperti menolak, tapi kalau sudah masuk... Euh, pasti minta nambah." Pria tua berpakaian coklat itu duduk di samping Zhou Fan.


Zhou Fan tertawa kecil mendengar perkataan si pemilik kapal, membuat pria tua itu mengerutkan kening.


"Kau pasti pernah mengalaminya 'kan?" Pria tua itu menyenggol bahu Zhou Fan, sedangkan Zhou Fan hanya bisa geleng kepala.


"Emn... Mungkin," jawab Zhou Fan sambil mengangguk kecil, entah kenapa dia merasa pria tua berpakaian coklat itu sangat enak untuk diajak berbincang.


Setelah melakukan perjalanan air selama kurang lebih satu hari, akhirnya rombongan kapal Zhou Fan sampai di dermaga, di sana ramai dengan kapal kapal yang singgah, juga yang bersiap akan berangkat.


"Selamat bersenang senang tuan, nyonya... Semoga anda memiliki anak yang tampan dan juga cantik." Pemilik kapal melambaikan tangan kepada Zhou Fan, setelah melakukan perbincangan yang menyenangkan, Zhou Fan mengetahui sedikit tentang pria tua yang sekiranya berumur enam puluh tahun itu.


Namanya adalah Ju Gou, dia telah menggeluti bidang perkapalan selama separuh hidupnya, dia merupakan penduduk ibukota, keluarganya juga berada di ibukota.


"Sepertinya hubungan kalian cukup baik," decak Xiao LingYun dengan tatapan mengintimidasi.


"Jangan salahkan aku, bukankah kau sendiri yang membenarkan ucapan mereka sewaktu di atas kapal?" ucap Zhou Fan yang kemudian melenggang pergi tidak mempedulikan Xiao LingYun yang sudah berwajah kesal.


"Ck... Aku hanya mengatakannya secara spontan, aku hanya ingin segera ke ruanganku." Xiao LingYun mencoba menjelaskan sambil menyelaraskan langkah kakinya.

__ADS_1


"Tidak perlu diambil pusing, kenapa kau memikirkannya ... Apakah kau?" Zhou Fan tersenyum penuh arti.


Xiao LingYun langsung melengoskan wajahnya, ketiganya bersama Zhou Jim yang kerap tidak dianggap memasuki kota yang konon katanya adalah kota yang menjadi tujuan semua pasangan yang ada di Kekaisaran Xiao.


Zhou Fan penasaran dengan rumor tersebut. Saat sampai di gapura kota, tidak ada yang lain dari gapura tersebut, gapura kota cuan terlihat sama seperti gapura kota lain dengan nama kota tersebut yang tertera di atas gapura.


Di atas jalanan terdapat lentera juga lampion, walau masih pagi, semua orang dapat membayangkan betapa indahnya kota ini saat malam hari.


"Fan... Bisakah kita tinggal sampai besok? Aku ingin lihat kota yang sangat kerap diperbincangkan." Xiao LingYun mengatakan dengan nada bersemangat, layaknya anak kecil yang diberi permen.


Tanpa banyak berkata Zhou Fan mengangguk, dia juga penasaran penampilan kota pada malam hari, walau mereka masih berada di emperan kota, setidaknya keramaian di sini tidak kalah dari keramaian yang terjadi di pusat kota. Kata beberapa orang yang terdengar bagai ombak tertiup angin.


Zhou Fan hanya berputar putar di pasar yang memang menjadi pusat keramaian, Xiao LingYun yang mulai bosan, mengerutkan kening saat menyadari jalan yang sudah dia lalui.


"Apakah kau sedang mempermainkan aku? Kenapa kau terus berputar mengelilingi gang?" Xiao LingYun mendengus sambil berkacak pinggang.


Oh..


Zhou Fan menoleh ke belakang, dia sampai melupakan kehadiran satu orang lagi selain Zhou Jim. Dia memasang senyum canggung.


Zhou Fan memesan dua ruangan, meskipun begitu ruangan Xiao LingYun berada tepat disebelah ruangannya.


...


Malam yang dinanti akhirnya tiba, kemeriahan benar benar terasa bahkan saat Zhou Fan masih berada di dalam ruangan.


Xiao LingYun dengan semangat mengetuk pintu Zhou Fan, pemuda itu yang memang sudah siap dari tadi langsung keluar ketika mendengar suara tak asing dalam kepalanya.


Zhou Fan hanya keluar berdua bersama Xiao LingYun, dia meninggalkan Zhou Jim yang lebih memilih bergulat dengan seonggok daging yang dipesankan untuknya.


"Woah... Ini sangat indah!" seru Xiao LingYun yang spontan menarik tangan Zhou Fan untuk lebih mendekat ke tempat yang menurutnya sangat indah.


Di tengah desa tersebut, terdapat sebuah taman, banyak bunga hias yang memang sengaja ditanam di sana, lentera juga lampion membuat suasana taman menjadi begitu indah, bahkan untuk seukuran Zhou Fan yang terkadang acuh tak acuh.


Saat Xiao LingYun asik mengitari taman, sebuah suara membuat semua orang menghentikan aktifitasnya.


Beberapa orang mulai menghitung mundur, beberapa orang lainnya hanya bisa diam dengan wajah penasaran.

__ADS_1


Xiao LingYun mendekati Zhou Fan yang dari tadi hanya duduk di sebuah bangku sembari menikmati suasana meriah.


"Ayo kesana, semua orang pergi ke dermaga," ucap Xiao LingYun menunjuk ke arah dermaga yang mulai dipadati kumpulan orang dengan pasangan masing masing.


Zhou Fan mengikuti Xiao LingYun, semakin dekat suara hitungan sudah mendekati akhir.


Dua....


Satu...


Blarp blarp ...


Beberapa orang menarik sebuah tali dan di atas danau tiba tiba muncul banyak sekali lampion berbentuk bunga teratai yang keluar dari bawah jembatan kayu yang terhubung langsung dengan dermaga.


Perlahan lampion lampion yang jumlahnya mungkin mencapai ribuan menyebar memenuhi pinggiran danau, membuat malam terasa hangat juga indah.


Suasana seperti ini sangat cocok untuk dijadikan sebuah pernyataan, keindahan dermaga yang diterangi ribuan lampion yang tersebar, membuat orang ikut merasakan ketenangan juga kenyamanan.


Beberapa dari mereka mulai menangkupkan tangan, seolah tengah mengucapkan harapan juga doa. Sedang yang lain saling menggenggam tangan pasangannya dan menatap gemerlap lampion.


Sementara beberapa orang yang sendiri terlihat begitu serius mengucapkan harapan demi harapan yang ada dalam pikiran.


Meski hanya gerakan bibir yang dapat dilihat, semua orang pasti bisa menebak apa yang mereka harapkan, karena tujuan acara yang dilakukan setiap seminggu sekali ini adalah mencari pasangan atau juga yang berhubungan dengan pasangan.


"Anak muda, ucapkan harapanmu dalam hati, percayalah semua itu akan menjadi kenyataan." Seorang wanita tua berkata kepada Zhou Fan.


"Konon katanya, jika seorang lajang datang saat acara ini, akan mendapatkan pasangan, jika pasangan yang datang, maka akan mendapat berkat langit." tambah wanita tua lagi.


Zhou Fan mengangguk, kemudian mulai menangkupkan kedua tangan di depan dada. Begitu pula dengan Xiao LingYun yang turut mendengar perkataan wanita tua.


"Harapanku hanya satu, bisa melindungi semua orang yang berarti bagiku, juga aku berharap bisa bertemu dengan Lin'er, dan satu lagi, semoga Wei'er serta ayah dan juga ibu dalam kondisi baik baik saja." Zhou Fan mengatakan sesuai yang dikatakan wanita tua.


Sementara Xiao LingYun menengadahkan kepalanya sambil menatap langit.


"Semoga hidupku selalu bahagia!"


*****

__ADS_1


__ADS_2