
"Jadi kau adalah Tuan Muda Su?" Tetua He memandang Zhou Fan dengan tatapan tak percaya.
"Ya, Aku adalah dia dan dia adalah aku." Zhou Fan mengatakan dengan wajah tanpa keraguan, membuat Tetua He menjadi semakin heran.
"Lalu kenapa kau menyembunyikan identitasmu?" tanya Tetua He.
"Karena aku tahu, paviliun obat tidak akan menerimaku jika aku menggunakan nama Klan Zhou." Lagi lagi Zhou Fan menjawab dengan singkat, seolah semua jawaban sudah ia persiapkan.
"Kau sudah tahu bagaimana paviliun obat bekerja, tapi kau tetap melakukannya, apakah kau tidak khawatir kami akan membatalkan penyerahan kepemilikan modalmu?" Tetua He berkata dengan nada sarkastik.
"Heh.. Jika aku yang dulu, mungkin akan memikirkan kemungkinan tersebut, tapi dengan adanya 'ini' apakah Tetua akan mempermaslahkannya?" Zhou Fan mengeluarkan token berwarna perak keemasan.
Tetua He dengan cepat meraih token yang di matanya tampak tak asing. Mata tuanya terus menelisik token berukuran sekepalan tangan itu.
Beberapa saat kemudian pupil matanya melebar, lalu pandangannya mengarah ke arah Zhou Fan, seolah meminta penjelasan dari pemuda itu.
"Seorang tetua paviliun obat pasti mengetahui apa dan kegunaan token tersebut," ujar Zhou Fan dengan senyuman samar.
"Bagaimana kau mendapatkannya, bahkan satu satunya dari kami yang memilikinya hanya Ketua Chen, itu pun harus mengorbankan waktu yang sangat lama untuk mendapatkan persetujuan dari gedung pusat." Tetua He semakin bingung dengan identitas pemuda di hadapannya.
"Tidak perlu seheboh itu, apakah sebegitu hebat token itu, sempat terlintas dalam pikiranku untuk menolaknya saat itu." Zhou Fan berucap santai, membuat Tetua He tersedak ludahnya sendiri.
"Kedatanganku kesini, ingin paviliun obat menjadi penyuplai pill untuk Klan Zhou."
Ucapan Zhou Fan yang begitu terus terang, membuat Tetua He membulatkan matanya.
Mendapati respon aneh dari pria tua di hadapannya, Zhou Fan kembali berkata. "Apakah tidak bisa, tidak perlu banyak banyak, Klan Zhou hanya memerlukan seribu pill kultivasi tingkat kedua serta lima ratus pill pemulihan tingkat tiga."
Ugh...
Tetua He meneguk ludahnya kasar, kemudian mengelap keringat di dahinya.
"Bukannya paviliun obat menolak, tapi Tuan Muda Zhou sudah mengetahui paviliun obat tidak akan memihak salah satu Klan diantara Klan besar lainnya,"
"Juga tidak mungkin menyediakan pill sebanyak itu, khususnya pill kultivasi tingkat kedua." Tetua He menggeleng dengan wajah menyesal.
Zhou Fan menyipitkan matanya, saat akan berkata, seorang pria tua masuk ke dalam ruangan yang memang dalam keadaan pintu terbuka setengah.
"Ketua?" Tetua He menyambut pria itu, yak tak lain Ketua Chen.
__ADS_1
Zhou Fan berdiri dari duduknya, kemudian menghadap Ketua Chen.
"Lama tidak berjumpa Ketua?" Zhou Fan menangkupkan kedua tangannya.
Ketua Chen mengerutkan keningnya, dua tak ingat pernah mengenal pemuda yang sekarang berada di hadapannya.
Tetua He dengan segara menghampiri Ketua Chen, kemudian dia menjelaskan garis besar cerita dengan suara berbisik.
Ketua Chen menganggukkan kepalanya, terlihat jelas di wajahnya tak menampakkan ekspresi terkejut, tapi dalam hati dia tentu merasakannya.
Mata tua Ketua Chen terus menelisik pemuda yang Tetua He katakan bernama Zhou Fan, tapi yang bisa dilihatnya hanyalah gumpalan awan hitam yang sangat tebal.
Kening Ketua Chen mengerut, dalam hatinya dia bertanya tanya. "Seberapa kuat dia, bahkan aku tak dapat melihat tingkat kultivasinya, padahal aku sudah berada di tingkatan petarung grand Master bintang sembilan."
Meskipun menyadari gelagat aneh Ketua Chen, Zhou Fan berusaha bersikap santai, dia tak berniat mempermalukan Ketua Chen dengan mengumbar tingkatan kultivasinya.
Mungkin Ketua Chen serta Tetua He akan merasa terhina jika dia mengatakan tingkat kultivasinya.
Ehem...
Ketua Chen berdehem, kemudian membuka mulutnya sambil berjalan menuju kursi tak jauh darinya.
"Tetua He bilang, kau ingin kami menjadi pemasuk pill untuk Klan Zhou?" tanya Ketua Chen.
Ketua Chen mengelus jenggotnya, sambil mengangguk dia berkata. "Bisa saja, mengingat kau memiliki token anggota inti paviliun obat. Tapi keuntungan apa yang akan paviliun obat dapatkan jika melakukan seperti yang kau minta?"
"Hehe.." Zhou Fan tersenyum samar, dia sudah menyiapkan semuanya, dia telah memperkirakan situasi akan menjadi seperti sekarang.
Zhou Fan melambaikan tangannya, bersamaan dengan itu sebuah gulungan terlempar keluar.
"Aku akan memberikan gulungan tersebut kepadamu," ucap Zhou Fan dengan senyuman misterius.
"Teknik? Meskipun gulungan teknik bertarung merupakan barang berharga, itu tidak akan banyak berguna bagi paviliun obat," ujar Ketua Chen.
"Kenapa Ketua begitu terburu-buru, bukankah Ketua Chen belum membukanya?" ucap Zhou Fan.
"Apakah bukan sebuah teknik bertarung, lalu apa isinya?" Ketua Chen membatin dengan wajah penasaran.
Dengan cepat tangan keriputnya mengambil gulungan yang tergeletak di atas meja, pria tua itu membuka gulungan tersebut dengan begitu hati hati.
__ADS_1
Sikapnya yang begitu terbawa suasana membuat hati Zhou Fan tergelitik, terlihat dia menahan untuk tidak tertawa.
Srek srek....
Ketua Chen membentangkan kertas yang semula merupakan gulungan, matanya bergerak menelisik isi gulungan.
Brak!
Ketua Chen menggebrak meja dengan kuat, menimbulkan dentuman yang berhasil membuat Tetua He melompat dari duduknya.
"Apa yang ada di dalamnya, Ketua?" Tetua He semakin penasaran dengan gulungan di tangan ketuanya, melihat begainana reaksi Ketua Chen saat melihatnya.
"I... Ini... " Ketua Chen tak dapat berkata lagi, lidahnya terasa kelu.
Ehem...
"Dari mana kau mendapatkannya?" Ketua Chen bertanya dengan wajah sangat penasaran, seolah menemukan barang yang amat sangat berharga.
"Untuk masalah bagaimana aku mendapatkannya, apakah penting?" Zhou Fan balik bertanya.
Ketua Chen sedikit kecewa mendengar penuturan Zhou Fan tapi dia tidak mungkin memaksa pemuda itu untuk mengatakannya.
Tetua He meraih gulungan yang tanpa sengaja terlepas dari tangan Ketua Chen, kelopak matanya seakan ingin meloncat keluar saat mengetahui apa yang tertera di dalamnya.
"Metode yang sungguh efektif, tidak pernah sekalipun kami kepikiran akan metode yang memang di luar nalar. Dengan bantuan gulungan ini, kemampuan alkemis semua anggota paviliun obat akan meningkat, termasuk juga aku dan para tetua lainnya." Tetua He berkata dengan suara memuja.
"Oh ya... Bagaimana tentang Klan Zhou?" Zhou Fan kembali bertanya.
Ketua terlihat berpikir, tapi dia tidak benar-benar berpikir, gulungan itu sudah lebih dari cukup untuk menyetujuinya. Namun ia sedikit enggan untuk mengatakan secara terus terang.
"Emn... Aku rasa tidak masalah." Ketua Chen mengatakan dengan tangan masih menempel di dagu.
"Aku anggap ini sudah selesai, jadi setiap bulan paviliun obat harus mengirim seribu pill kultivasi tingkat kedua serta lima ratus pill pemilihan tingkat ketiga."
Ucapan Zhou Fan membuat kedua pria tua yang semula memasang wajah bahagia, seketika berubah muram.
"Setiap satu bulan?" Keduanya tanpa sadar mengucapkan kalimat yang sama.
"Heem.." Tanpa ada rasa bersalah Zhou Fan mengangguk, kemudian melanjutkan perkataannya. "Kalian tidak perlu khawatir, karena Klan Zhou tidak mungkin tidak membayar, kalian bisa tenang."
__ADS_1
Mendengar kelanjutan perkataan Zhou Fan kedua pria tua itu bisa bernafas lega.
"Bisa ambyar jika tak membayar!"