Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 74 : Merepotkan..


__ADS_3

"Memang bertarung dengan beast lebih menyenangkan dibandingkan bertarung di turnamen kemarin." Zhou Fan menghela nafas panjang.


"Anggap saja kau beruntung! kau menjadi makanan pertamaku di hari pertama ku di sini," Ujar Zhou Fan sambil terkekeh.


Zhou Fan memanggang daging bunglon ekor api. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk merubah warna daging itu menjadi kecoklatan.


"Sial, daging beast ini keras sekali!" Umpat Zhou Fan saat menggigit daging beast tingkat 4 tersebut.


"Tapi tenaga dalam ku bergejolak!" Gumam Zhou Fan yang merasakan perubahan pada tenaga dalamnya.


Zhou Fan mengkonsolidasikan tenaga dalamnya dengan berkultivasi, menyerap khasiat daging bunglon ekor api.


Swuttt... shuuttt...


Perputaran angin di sekitar Zhou Fan semakin cepat, aura Zhou fan juga mengalami peningkatan.


Duuaarr....


Ledakan terdengar bersamaan dengan terbukanya mata pemuda itu. Zhou Fan tidak menyangka daging beast tingkat 4 akan membantunya mempercepat terobosannya.


Saat Zhou Fan memutuskan untuk pergi, pemuda itu memang akan menerobos kultivasinya, tapi ia tidak mengira akan menerobos dengan hanya bantuan daging beast tingkat 4.


"Daging beast tingkat 4 memang beda!" Zhou Fan tersenyum puas melihat sisa daging bunglon ekor api, kemudian memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.


**


Tak terasa satu minggu terlalui dengan begitu cepatnya....


Hari hari Zhou Fan di hutan mati selalu dihabiskan dengan bertarung dan berlatih. Zhou fan juga selalu bergerak, dia tidak terpaku di satu tempat saja.


Pemuda itu terus mengarah ke dapan tanpa berbelok sedikit pun, ia hanya beristirahat sejenak jika merasakan tenaga dalamnya menyusut, sambil mengkonsumsi pill pemulihan.


"Mungkin besok pagi sudah sampai di Kota Kapur Putih."


Zhou Fan berpikir, seharusnya dia sudah mencapai kota itu seandainya dia tidak mencari masalah dengan para beast itu.


Karena terlalu seringnya ia berhadapan dengan beast, cincin penyimpanannya sampai penuh dengan mayat mayat beast.


Zhou Fan yang tengah berada di sebuah rawa, tiba tiba mendengar desisan.


Sstt.... Sssttt..


Reflek Zhou Fan melompat menjauhi rawa itu, dan memasang posisi waspada.


Tak lama, nampak lah seekor ular yang keluar dari rawa.


Sssstttt....

__ADS_1


Ular itu memiliki panjang 10 meter, di sepanjang tubuhnya terdapat cincin yang melingkar berwarna kuning. Zhou Fan mengenali ular ini adalah Raja ular cincin kuning.


Zhou Fan termenung, terlihat sekali dari wajahnya bahwa dia sedikit khawatir.


Raja ular cincin kuning di depannya ini minimal setingkat petarung grand master bintang 9.


Zhou Fan teringat bahwa dirinya pernah membaca di sebuah buku di perpustakaan klannya, beast di hadapannya itu memiliki satu kelemahan, kulitnya sangat sensitif terhadap panas.


Wajah cerah Zhou Fan kembali terbit, masalah bakar membakar dialah jagonya, Zhou dan memasang seringai licik.


Ssssttt....


Ular itu mengayunkan ekornya ke arah Zhou Fan, tapi dengan mudahnya pemida itu hindari.


Zhou Fan hanya melompat ke balakang untuk menghindari serangan ekor raja ular cincin kuning.


"Aku akan mencobanya!" Setelah lama berpikir Zhou Fan memutuskan untuk mencoba menggabungkan kontrol apinya dengan jurus pedangnya.


Zhou Fan mengibaskan tangannya di udara, dan tak lama berselang sebuah pedang dengan gagang berbentuk kepala singa muncul di tangan pemuda itu.


"Rasakan teknik tebasan ganda milikku ini!" Zhou Fan meraung menerjang kedepan.


Sling.... Sling....


Zhou Fan melakukan tebasan dua kali secara berturut turut. bersamaan dengan itu, siluet tebasan berwarna merah menyala menghantam tubuh beast tingkat 4 itu.


Duar!


Raja ular terdorong kebelakang, tapi masih dapat bertahan deri serangan Zhou Fan.


Zhou Fan terkejut, melihat Raja ular masih baik baik saja, hanya terlihat sedikit goresan di tubuhnya.


Ssssttt!


Raja ular menggeliat marah, dan menyerang Zhou Fan dengan brutalnya.


Kali ini tidak hanya kibasan ekornya saja yang di keluarkan, tapi juga racunnya yang sangat terkenal, bahkan kerena racun itulah beast ini dijuluki Raja ular.


Zhou Fan menaikkan tingkat kewaspadaan nya. Pemuda itu terus menghindar dan sesekali mengeluarkan serangannya.


"Cuih! aku akan kalah kalau terus seperti ini." Zhou Fan meludah asal.


Raja ular semakin mendominasi dengan gabungan serangan racun dan ekornya.


"Aku akan mencoba mengunakan teknik dewa pedang!" yang di maksud oleh Zhou Fan bukanlah teknik dewa pedang biasa, tapi menggabungkannya dengan kontrol apinya.


Zhou Fan telah menggunakan teknik dewa pedang sebelumnya, tapi tak sanggup memberikan luka serius di tubuh beast sepanjang 10 meter itu.

__ADS_1


"Teknik dewa padang!" Zhou Fan mencoba menggabungkan api ke dalam tekniknya.


"Tidak semudah menggabungkannya dengan jurus!" Zhou Fan membatin kesal, sudah beberapa kali ia mencobanya, tapi tak kunjung bisa juga.


Sekali lagi ekor ular itu tidak tinggal diam, Raja ular cincin kuning mengibaskan ekornya mendatar mengarah ke Zhou Fan.


Zhou Fan yang merasakan bahaya disekitarnya, dengan reflek melompat menghindari serangan ekor itu.


Tapi saat pemuda itu sedang di atas udara, sebuah cairan kental menyiramnya sampai seluruh tubuhnya basah terkena cairan yang tidak lain adalah racun raja ular cincin kuning.


"Akh... " Zhou Fan berteriak terkejut, ia berpikir akan tewas di tangan raja ular cincin kuning, tapi ia tak merasakan perubahan apapun dari bisa ular itu.


"Apakah bisa ular ini hanyalah sebuah rumor?!" Gumam Zhou Fan sambil melirik raja ular cincin kuning di hadapannya.


"Hahaha!! Ular jelek, lihat! racunmu tak berguna." Zhou Fan menertawakan raja ular sambil memperlihatkan seluruh tubuhnya yang terkena siraman bisa raja ular cincin kuning.


Bukannya menyerang Zhou Fan, raja ular cincin kuning malah terlihat menertawakan pemuda itu, 'bodoh!' mungkin itulah maksud ekspresi raja ular cincin kuning.


"Ekspresi apaan kau itu!!" Zhou Fan menunjuk marah beast dihadapannya.


"Aaaakh... " Tiba tiba seluruh tubuh Zhou Fan merasakan rasa sakit yang tak bisa lagi di definisikan.


"Aku terlalu meremehkan racun ular sialan ini. Huk huk!" Keluar darah dari dalam mulut Zhou Fan.


Zhou Fan mengusap mulutnya dan melihat darah di telapak tangannya, "Memang racun yang mematikan!"


Zhou Fan mengeluarkan sebotol pill pemulihan tingkat 5 miliknya.


Happ...


Pemuda itu langsung menelan semuanya, meskipun tidak dapat menetralkan racunnya, pill pemulihan dapat membantunya bertahan beberapa saat lebih lama.


Zhou Fan menatap bengis raja ular cincin kuning. Matanya memancarkan kemarahan yang sungguh mengerikan.


"Akan ku bunuh kau beast sialan!!" Teriak marah Zhou Fan.


Pemuda itu sudah tidak memikirkan racun yang ia terima, dia berpikir, semakin lama ia menyelesaikannya semakin kecil kemungkinannya selamat.


Dengan modal nekad Zhou Fan menyerang raja ular cincin kuning dengan seluruh kemampuannya, pemuda itu menyerang tanpa peduli akibatnya, masalah pertahanan menjadi yang kedua saat ini dalam pikiran Zhou Fan.


Kalaupun harus mati, aku tidak akan membiarkan lawanku hidup. Pikir Zhou Fan.


Tanpa Zhou Fan sadari, ia telah berhasil mengkombinasikan teknik dewa pedangnya dengan kontrol apinya.


Kekuatan yang dikeluarkannya meningkat beberapa persen dari kekuatan aslinya.


"Aku tak mengira akan menguasainya saat berada di ambang hidup dan mati." Muncul sedikit harapan dalam diri pemuda itu.

__ADS_1


__ADS_2