
Keesokan harinya, Zhou Fan sudah menunggu di depan gerbang istana, tak lama seorang gadis yang dia tunggu akhirnya datang bersama seorang pria tua yang ia ketahui merupakan kaisar terdahulu.
Begitu keduanya mendekat, Zhou Fan memberi salam kepada pria tua itu, pria tua itu memandang Zhou Fan lekat lekat.
"Apakah kau bisa melindungi cucuku sampai tujuan," tanya kaisar terdahulu.
Zhou Fan diam tak langsung menjawab, dalam benaknya dia berdecak. "Jika bukan karena kemanusiaan, aku tidak akan menunggu, dan mengantarnya sampai Kekaisaran Shi."
"Kau bisa menilainya sendiri, yang mulia... Saya tidak akan memaksa jika yang mulia tidak percaya kepada saya." 'Lebih baik aku hanya berdua dengan Zhou Jim saja.' ucap Zhou Fan yang menyambung perkataannya dalam hati.
Kaisar hanya diam, tapi setelahnya dia melancarkan tendangan yang mengincar perut Zhou Fan.
Plak..
Masih beruntung Zhou Fan tidak dalam kondisi lengah, atau dia bisa muntah darah karena pria tua di hadapannya. Tangannya masih sempat menahan kaki kanan Kaisar terdahulu, dan langsung menghempaskan nya.
Kaisar terdahulu setelah kakinya terhempas ke belakang dia bersalto sambil berusaha menyeimbangkan tubuhnya.
Pria tua itu lalu kembali mendekat, bukan menyerang dia malah menepuk bahu Zhou Fan layaknya pada anak cucunya.
"Terkadang, apa yang terlihat dari luar bisa menipu," ucap kaisar terdahulu.
Zhou Fan menyipitkan mata, ia sedikit ambigu dengan perkataan kaisar terdahulu.
"Jika aku tak menjajal dengan tubuhku sendiri, aku tak akan percaya kau bisa melindungi cucuku. Dari luar kau seperti seorang petarung grand master bintang lima, tapi dengan melihat kecepatan tanggapan serta kekuatan, setidaknya kau merupakan petarung raja bintang lima."
Kaisar terdahulu menaruh rasa kagum terhadap pemuda di hadapannya, dengan umur yang tak jauh berbeda dengan cucunya, pemuda ini sudah berada di tingkat petarung raja bintang lima.
Zhou Fan memasang senyum canggung, tak sadar dia menggaruk tengkuk kepalanya.
Andai Kaisar terdahulu mengetahui kultivasi Zhou Fan berada di tingkat petarung kaisar bintang satu, mungkin dia akan tersedak hebat. Apalagi jika mengetahui kekuatan Zhou Fan setara dengannya yang merupakan petarung kaisar bintang dua.
"Kakek," Xiao LingYun memasang wajah kesal.
Sebelumnya, kakeknya sudah berjanji kepadanya tidak akan membuat masalah jika dia ingin mengantarnya, tapi saat bertemu malah langsung menyerang, seolah memang sedang mencari masalah.
__ADS_1
Kaisar terdahulu yang melakukan pengetesan tanpa sadar, hanya tersenyum puas, dia tidak menyesal telah melakukan itu, karena sekarang dia tahu pemuda bersama cucunya cukup bisa diandalkan. Setidaknya itu adalah pemikiran yang tersimpan dalam kepala Kaisar terdahulu.
Setelah melakukan perpisahan diantara kakek dengan cucunya yang sangat 'mengharukan', Zhou Fan serta Xiao LingYun memulai perjalanannya dengan Zhou Jim yang berada di gadis itu.
"Apakah keluargamu tidak ada yang normal? Tidak ayah tidak kakek, datang datang langsung serang." Zhou Fan berkata dengan nada menggerutu.
"Phuft..."
"Apanya yang lucu? Andai aku tidak memegang perkataan ku, aku tidak akan membawa kau bersamaku." Zhou Fan kesal dengan Xiao LingYun yang malah menertawakan kemalangan nya.
"Kau berkata seolah aku adalah barang yang membuat perjalananmu terhambat," balas Xiao LingYun dengan suara tak kalah sengit.
Zhou Fan tak memperpanjang perdebatan, dia tahu gadis di sampingnya merupakan manusia berkepala batu, yang tidak akan pernah mau kalah dalam segala hal.
Dalam perjalanan tak sekalipun keduanya memiliki pemikiran yang sama, selalu ada saja perdebatan yang membuat masalah menjadi semakin rumit.
"Kita akan lewat jalur darat," ucap Zhou Fan.
"Tidak bisa, jika melalui jalur darat, meskipun bisa lebih cepat dua kali, itu sangat melelahkan, lebih baik kita lewat jalur air, kita bisa bersantai di atas kapal." Xiao LingYun bersikukuh dengan pendapatnya.
Mereka akan melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya, yaitu kota Cuan. Mereka harus melewati sebuah danau yang terbentang memisahkan dua kota, atau mereka juga bisa berjalan memutar dengan jarak yang hampir dua kali lipat.
"Tidak!" ucap Xiao LingYun dengan suara tegas.
Ck
Zhou Fan pergi meninggalkan Xiao LingYun yang masih menatap pemberhentian kapal.
"Kau mau kemana?" tanya Xiao LingYun sedikit berteriak karena jarak yang sudah agak jauh.
"Jika kau ingin naik kapal, maka silakan, tapi aku akan melalui jalan darat." Tak sekali pun Zhou Fan membalikkan tubuhnya, dia terus berjalan meninggalkan Xiao LingYun yang mematung mendengar perkataan Zhou Fan.
Tiga detik gadis itu masih dalam keadaan diam, tapi detik berikutnya dia menjajakkan kakinya ke lantai permukaan dengan kuat.
"Apakah kau seorang pria? Kau meninggalkan seorang gadis sendirian, juga kau menarik sendiri perkataan mu?!" ucap Xiao LingYun dengan suara sengaja dia lantangkan.
__ADS_1
Zhou Fan berhenti, dahinya mengernyit kesal. Dia lalu berbalik dan sudah berdiri di hadapan Xiao LingYun.
"Ini adalah terakhir kalinya kau bersikap seperti ini, jika kau ingin melakukan apa yang kau inginkan, maka jangan ikuti aku lagi," ucap Zhou Fan yang langsung naik ke kapal.
Xiao LingYun berlari kecil menyusul Zhou Fan, wajahnya tersenyum manis menampilkan ekspresi kemenangan.
"Ya ya ya... Ini adalah yang terakhir kalinya, aku yakinkan kepadamu jika aku akan mengikuti apa yang kau katakan setelah ini." Xiao LingYun menunjukkan telunjuk serta jari tengahnya yang berdiri, membentuk huruf 'v'.
Perjalanan sudah memasuki fase pertengahan, kapal sudah berada di tengah tengah danau, dari kejauhan nampak sepetak daratan yang jika diukur hanya sejengkal tangan.
Zhou Fan juga kedua teman perjalanannya berada di bagan depan kapal, meskipun banyak yang berkerumun di sana, tidak membuat suasana kapal menjadi riuh ataupun berisik. Mereka yang ada di sana hanya memandang takjub pemandangan yang dapat meluluhkan jiwa.
"Kenapa kau tidak bisa santai? Apakah kau masih marah?" tanya Xiao LingYun kepada Zhou Fan sambil menyenggol siku pemuda itu yang ia gunakan sebagai alat untuk menumpu kepala.
Zhou Fan mengangkat wajahnya yang semula hanya memandang pergerakan air yang terkena hantaman kapal, dia lalu bergumam pelan. "Aku merasa akan ada sesuatu yang buruk, Zhou Jim juga terlihat tidak bisa diam, dia sesekali mengeram."
Xiao LingYun menyipitkan matanya, dia hanya bisa berharap semua akan baik baik saja, tapi itu hanya harapan semata, karena bersamaan dengan itu beberapa penumpang lainnya berhamburan dengan sebuah teriakan keluar dari mulut mereka.
Zhou Fan dengan cepat memasang wajah serius, beberapa penumpang yang merupakan kultivator juga ikut memasang sikap siaga.
"Hahahaha.... Kalian semua, jika ingin selamat, maka letakkan senjata dan baris berdiri!"
Beberapa orang pria dengan selembar kain menutup rambutnya layaknya seorang bajak, melompat ke atas kapal dari sebuah kapal kecil yang sudah merapat dari belakang.
"Siapa kalian, yang dengan beraninya merampok kapalku?!" Seorang pria paruh baya yang nampaknya pemilik kapal berdiri tegak dengan pedang di tangan.
Satu orang perompak berjalan maju, saat sudah sangat dekat dengan pemilik kapal dia melayangkan pukulan.
Bruak!
Pemilik kapal terlempar hingga menabrak tiang layar.
"Kami adalah penguasa danau ini, tidak ada yang dapat melaluinya jika tidak membayar!" ucap pria yang merupakan pimpinan perompak.
Zhou Fan yang berdiri di bagian terdepan kapal, tertutup para penumpang saat beberapa perompak muncul dari belakang. Akhirnya hanya menyaksikan dari belakang, sambil mengingat kegelisahan Zhou Jim.
__ADS_1
"Ternyata mereka penyebabnya."