
Setelah berjalan lama, akhirnya dia menemukan sebuah telaga, meskipun tidak luas setidaknya cukup untuk ia gunakan sebagai tempat berendam.
Zhou Fan dengan cepat melepaskan pakaiannya, menyisakan balutan kain tipis yang menutupi bagian bawahnya, dia lalu memasuki telaga perlahan.
Byur!
Ombak air menerjang Zhou Fan, membuat wajahnya berubah kesal.
Tak!
Zhou Fan menjitak kepala Zhou Jim. "Bagaimana bisa kau melompat setinggi itu, ha?"
Zhou Jim yang semula bersemangat karena menemukan tempat mirip dengan oasis tempat tinggalnya seketika berwajah muram.
Haih...
"Sudahlah," ucap Zhou Fan setelah membuang nafas rendah.
Keduanya berendam santai, kedalaman yang hanya sedada membuat tempat tersebut sangat cocok untuk berendam sambil tiduran.
Saat Zhou Fan tengah memuaskan matanya, tiba tiba dia merasakan kehadiran seseorang di dekatnya. Zhou Fan lantas menjadi siaga, begitu pun dengan Zhou Jim.
Shut... Brugk!
Zhou Fan melesat dan menerjang sosok yang diam diam mengintainya.
Zhou Fan memandang lekat wajah dibawahnya, wajah putih mulus dengan bibir merah merekah, nampak serasi dengan mata hitam legam.
Zhou Fan masih mengunci tangan gadis itu dengan sebelah tangannya, kakinya mengapit tubuh gadis itu yang terlentang di permukaan.
Gadis itu meronta, tapi kekuatannya tak sanggup menggerakkan tubuh Zhou Fan.
Zhou Fan hanya diam terpaku, dia tak mengira akan ada gadis yang kecantikannya setara dengan wanitanya.
"Sialan! Apakah kau tidak akan turun dari atas tubuhku?!" ucap gadis itu dengan suara meninggi.
Ah...
Zhou Fan lantas berdiri dan melompat mundur.
Gadis itu berdiri dan membersihkan pakaiannya.
"Dasar cabul!" Gadis itu memalingkan wajahnya, seolah tak berani menatap Zhou Fan.
"Apa ma -- "
Auk..
Zhou Jim memberikan pakaian yang memang sebenarnya sudah di siapkan, wajah Zhou Fan seketika berubah canggung. Dengan cepat dia melesat ke balik pohon dan memakai pakaiannya.
Saat kembali dia tak menemukan gadis itu berada di tempat sebelumnya. Zhou Fan mengedikkan bahu acuh, lalu berjalan ke arah Zhou Jim.
"Serigala bodoh, kenapa kau tak mengingatkan aku lebih awal," tukas Zhou Fan menyalahkan Zhou Jim.
Meskipun dia tak serius marah kepada serigalanya, setidaknya dia tak sepenuhnya telanjang, atau dia tak akan punya muka saat bertemu dengan gadis itu lagi.
Zhou Fan melanjutkan penjelajahannya, beast yang ia temui sudah dapat dipastikan masuk ke dalam cincin penyimpanan. Zhou Jim terlalu antusias dalam mengumpulkan persediaan dagingnya.
__ADS_1
"Sudah cukup, Jim... Apakah kau bisa manghabiskan seluruh daging ini?" tanya Zhou Fan.
Zhou Jim yang habis mengejar seekor beast tingkat dua kembali dan meletakkan begitu saja mayat beast tersebut.
Serigala itu langsung menunjukkan perutnya yang kerempeng, meski selalu makan dia tak bisa mengubah bentuk tubuhnya. Dia menunjukkan kepada Zhou Fan, bahwa dia membutuhkan banyak daging untuk membuat tubuhnya menjadi kekar.
Saat asik menghitung banyak beast yang telah terkumpul tiba tiba terdengar raungan menggelegar dari bagian lain hutan, beast terbang langsung berhamburan memecah langit, terbang tunggang langgang.
Zhou Fan menatap Zhou Jim, keduanya saling lempar wajah bersemangat.
"Yang menantang telah keluar, ayo Jim kita lomba siapa yang sampai di sana lebih dulu!" Tepat setelah mengatakan itu Zhou Fan serta Zhou Jim melesat ke arah sumber suara.
Srak...
Semak serta dedaunan mereka terobos, terus melesat dengan kecepatan maksimal.
"Berhenti!" Zhou Fan menarik ekor Zhou Jim saat serigala itu tak sempat berhenti.
Layaknya rem cakram, Zhou Jim berhenti dengan wajah memekik.
"Harimau api setingkat petarung raja bintang delapan!" gumam Zhou Fan setelah melihat seekor serigala dengan ekor berwarna merah kekuningan layaknya api.
Blam!
Harimau itu menerjang ke sebuah pohon dan kembali dengan membawa seseorang dalam gigitannya.
"Sepertinya harimau ini merasakan banyaknya manusia di sekitar wilayahnya, oleh karena itu dia berburu, yang seharusnya dia berburu pada malam hari." Zhou Fan melihat beast harimau ekor api mengoyak mangsanya dan menelan begitu saja.
Ketika beast harimau ekor api menikmati mangsanya, sebuah jurus melesat ke ayahnya dengan kecepatan tinggi.
Beast harimau ekor api melompat sambil giginya menggigit mangsanya, dia seolah enggan melepaskan mangsa yang telah ia dapatkan.
Namun, beast harimau ekor api melepaskan mangsanya begitu mendapati mangsa baru yang terlihat sangat menggoda.
Groar!
Harimau ekor api meraung dengan liur mulai menetes, membuat Zhou Fan menggerutu kesal. "Apakah kau pikir aku daging berjalan?"
Shut...
Trang...
Zhou Fan melompat melayangkan pedang darah malam, tapi kulit harimau ekor api tidak selunak daging kelinci, pedang darah malam berbalik dan menimbulkan bunyi yang lantang.
Zhou Jim yang melihat tuannya merasa kesulitan ikut maju menyerang, cakar serta giginya yang tajam menghunus tubuh beast harimau ekor api.
Buak!
Zhou Jim terpental dengan satu kali tamparan kaki beast harimau ekor api, sementara Zhou Fan masih berusaha memberikan tebasan.
Ck..
Zhou Fan yang melihat Zhou Jim terpental dan terluka dengan tatapan mata tajam mulai menggerakkan cepat pedangnya.
"Teknik dewa pedang!"
Kobaran api mulai menyeruak keluar dari pedang darah malam, gerakan lugas lakukan dengan berirama, harimau ekor api mengaum sambil terus menggerakkan kaki juga ekornya.
__ADS_1
Trang....
Ternyata ekor api milik beast harimau ini bukan sekedar pajangan, begitu berbenturan percikan api juga keluar dari ekornya.
Groar!
Beast harimau ekor api menerjang dengan kaki depan terjulur beserta kuku memanjang. Dia bersiap mengincar dada Zhou Fan, mengoyak sekali serangan.
Namun, dengan menarik tubuhnya ke samping, Zhou Fan dapat menghindari terkaman buas beast harimau.
Tak sampai di sana, begitu mendarat beast harimau kembali menerjang, berbelok arah dan melompat ke samping.
Trang...
Sret...
Zhou Fan mengelap pipinya yang terkena goresan tipis kuku beast harimau ekor api.
Huh...
Zhou Fan mendengus lalu menyerang dengan sepenuh kekuatannya, dia menggunakan teknik dewa pedang sekali lagi.
Bam!
Tanah berhambur keluar saat pedang darah malam mengenai permukaan hutan.
Zhou Fan menarik pedangnya, dengan kedua tangannya dia mendorong menusuk kepala harimau ekor api yang berada tepat di hadapannya.
Sruet...
Tiga helai kumis harimau terjatuh akibat terpotong pedang darah malam, beast tingkat lima itu berhasil menghindar tapi kumisnya menjadi harga yang harus dia bayar.
Groar...
Harimau itu nampak sangat marah, bagi seekor kucing besar, kumis merupakan lambang keagungan, dengan hilangnya kumis maka sebuah kerugian tersendiri baginya.
Shut...
Keduanya melesat dengan cepat, cakar serta pedang bersiap saling beradu, saat sudah sangat dekat Zhou Fan merendahkan tubuhnya, lalu dengan cepat menebas kaki depan yang menjulur melintasi atas kepalanya.
Sret..
Walau tak berhasil memotong kaki depan beast harimau, setidaknya harimau itu akan pincang untuk beberapa saat dan itu merupakan kesempatan yang harus di manfaatkan.
Sebelum lawan mulai bergerak menjauh, Zhou Fan memburu tubuh beast harimau ekor api, pedangnya perlahan tertutupi kobaran api.
Seolah belum menyerah, beast harimau ekor api juga menerjang, mulutnya terbuka menunjukkan taring panjang yang tentunya tajam.
"Hadiah terakhirku untukmu, jelek!"
Crash...
Gludak...
Tubuh beast harimau ekor api terbelah menjadi dua bagian, di bagian atas tubuhnya terlihat kristal beast yang menjumbul keluar.
"Selamat, karena kau mendapatkan rumah baru!"
__ADS_1