Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 96 : Makam Kuno... 14 (Penjelasan)


__ADS_3

Sementara di tempat pedang pusaka malam...


Zhou Fan yang baru saja terlepas dari alam bawah sadar pedang pusaka malam, mulai menggenggam gagang pedang dengan erat.


Zhou Fan menghela nafas, karena untuk melakukannya dia membutuhkan ketenangan.


Fiuh...


Bersamaan dengan itu Zhou Fan mulai berusaha menarik pedang pusaka malam dari tempat beristirahatnya.


"Berjuanglah, Fan?!" Qing Yuwei bergumam pelan.


Brt.... Brt...


Lantai bergetar membuat semua orang menoleh ke arah Zhou Fan.


"Lihat, bergetar! Pedangnya bergetar!!" Seorang pemuda berteriak histeris.


Semua orang memusatkan perhatiannya kepada orang yang sedang memegang pedang pusaka malam.


"Apakah ini adalah akhir dari dunia?"


"Sungguh pemuda yang beruntung."


"Dan juga tampan...."


"Itu hanya bergetar. Kenapa kalian seakan yakin pemuda itu dapat mengangkatnya!" Seorang pemuda berpenampilan mewah berkata dengan nada tak suka.


"Bukankah dia tuan muda klan Yu?!" Semua orang mulai berbisik.


"Kalian sekumpulan pecundang tidak akan pernah mengetahui jenius sesungguhnya." Pemuda bernama Yu Zhong itu berkata sambil membusungkan dadanya keatas.


"Apakah tuan muda Yu Zhong dapat menggetarkan pedang itu?" Sebuah suara halus menusuk tajam dada Yu Zhong.


"Ak ak..." Yu Zhong tak dapat berkata, dia sudah mencobanya berkali kali, namun tetap tak bisa mengangkatnya ataupun hanya sekedar membuat pedang pusaka malam bergetar.


"Cih... Tong kosong nyaring bunyinya." Cibir gadis muda yang tak lain adalah Qing Yuwei.


"Nona Qing, bukankah seharusnya kau bersama pengawalmu?" Yu Zhong berkata dengan nada sedikit sengit.


"Kenapa aku harus melakukannya, saat disampingku sudah ada kekasihku?!" Qing Yuwei melirik Zhou Fan yang tengah berusaha mengangkat pedang pusaka malam.


"Nona Qing suka bercanda, kakakku tidak ada disini. Siapa yang kau bilang 'kekasih'." Yu Zhong mengernyitkan dahinya.


"Kenapa aku harus bersama kakakmu? Kami tidak sedekat itu." Sanggah Qing Yuwei.


"Kau... Kau bersama lelaki lain di belakang kakakku?! Kau menghianati pertunangan di antara kalian." Yu Zhong menunjuk Qing Yuwei dengan marah.


"Kau akan menyesal!" Serunya kembali.


"Aku tak akan menyesalinya, karena tidak ada apapun diantara kita!" Teriak Qing Yuwei.


"Bagus, bagus sekali! Aku akan memberimu pelajaran mewakili kakakku," Seru Yu Zhong.


Hiat....


Yu Zhong melesat dengan kecepatan penuhnya, tapi saat tebasan tombaknya akan mengenai Qing yuwei sebuah pedang hitam menahan tombaknya.


Trank...


"Siapa yang berani melukai wanitaku!"


.

__ADS_1


.


.


Beberapa saat lalu, Zhou Fan telah sangat berjuang dalam mendapatkan pedang pusaka malam. Getaran getaran terus mendapinginya.


Semua orang yang sebelumnya menyaksikannya, lebih tertarik dengan perdebatan antaran tuan dan nona muda klan besar.


Mereka memutari keduanya layaknya menonton sebuah pertandingan final.


Zhou Fan lebih memperkuat tarikannya. Membuat goncangan sedikit lebih terasa, namun tetap saja, orang sekitarnya lebih tertarik dengan perdebatan yang semakin memanas.


Hiat...


Sling....


Akhirnya pedang hitam itu terlepas dari jerat tanah yang menghimpitnya.


Tepat saat Zhou Fan akan memasukkan pedangnya dalam cincin penyimpanan, sebuah suara membuatnya menoleh.


Zhou Fan dapat mendengar dengan jelas, 'Nona Qing' yang mereka keluarkan dari mulut semua orang.


"Bagus, bagus sekali! Aku akan memberimu pelajaran mewakili kakakku."


Zhou Fan yang mendengar ucapan seorang pria, bergerak ke tengah kerumunan dengan melompat.


Trang....


"Siapa yang berani melukai wanitaku!"


Semua orang menganga tak percaya.


Bukan karena keberanian pemuda berpakaian maroon, tapi sebilah pedang berwarna hitam yang di gunakannya.


"Aku bertanya! Siapa yang berani melukai wanitaku?!" Zhou Fan mengulangi ucapannya.


"Tidak ada tuan muda! Hanya kesalah-pahaman saja..." Yu Zhong dapat merasakan kekuatan pemuda di hadapannya jauh di atasnya, oleh sebab itu dia tak berani berlagak di hadapannya.


Huh!


Zhou fan tak menganggapnya lagi, dia mengajak Qing Yuwei pergi dari kerumunan.


"Seorang pecundang!" Desis Zhou Fan dalam hati.


Sepergian Zhou Fan, semua orang mulai membicarakannya.


"Apakah kau lihat, dia benar benar bisa mendapatkan pedang pusaka malam."


"Pemuda yang sangat sangat menjanjikan."


"Andai anakku perempuan, aku akan menjodohkannya dengan pemuda itu."


"Kau pasti bermimpi! Kau tidak lihat, Nona Qing yang menjadi wanita paling cantik se-kota sudah berada di sisinya."


"Benar! Mereka adalah pasangan yang serasi."


Sementara Yu Zhong pergi dengan wajah sangat muram, tapi dia tak percaya kakaknya akan kalah dengan pemuda itu.


"Ingat saja, aku akan membalasnya!"


***


"Akhirnya selesai juga!"

__ADS_1


"Sungguh tiga hari yang panjang."


Semua orang yang sudah keluar mulai berkumpul dengan klan atau kelompoknya.


Wusshh..


Zhou Fan keluar dengan Qing Yuwei disampingnya. Semua orang menatap pemuda itu, siapa yang tak mengenalnya.


Pemuda yang dapat mengangkat pedang pusaka malam sekaligus gadis tercantik di Kota Kapur Putih.


Semua yang berada di area pusat makam kuno mengetahuinya dengan jelas siapa yang telah mencabut pedang pusaka malam.


Beberapa tetua dan patriark menatap generasi mudanya dengan tatapan heran.


Kenapa semua manatap ke pemuda itu?


Begitupun dengan tetua kedua klan Qing, ayah dari Qing Yuwei.


Melihat anaknya semakin dekat dengan pemuda yang tak ia kenal membuatnya sedikit tidak nyaman.


Perlahan semua orang meninggalkan tempat itu dan menuju ke tampat kediamannya berada.


Zhou Fan pergi ke penginapannya, tempat ia bernaung selama ia berada di kota kapur putih.


Tapi saat melewati sebuah kedai, tanpa sengaja dia melihat siluet gadis yang sangat ia rindukan.


"Lin'er!" Gumam Zhou Fan tanpa sadar.


Tak menunggu lama, Zhou Fan melesat masuk ke dalam kedai. Saat ini nampak sangat jelas wajah itu, wajah yang membuatnya selalu kepikiran.


Zhou Fan langsung memeluk dari belakang wanita itu, sosok yang telah lama ia nantikan kehadirannya.


Zhou Fan melakukannya dengan tiba tiba, sontak membuat Wei Guanlin beserta kedua rekannya melonjak terkejut.


"Lepas!" Ucap tegas Wei Guanlin sembari mengibaskan orang yang tengah memeluknya.


Dia belum mengetahui siapa yang tengah memeluknya dari belakang, karen wajahnya ditempelkan ke punggungnya yang membuat Wei Guanlin semakin tak nyaman.


"Brengsek lepaskan saudariku!" Rourou berteriak marah sambil mengeluarkan pedangnya.


Tapi ucapan pemuda itu membuat ketiga gadis itu terdiam.


"Lin'er apakah kau tidak merindukanku?"


Zhou fan melepaskan pelukannya dan menarik Wei Guanlin agar berdiri menghadapnya.


"Aku tak mengira akan bertemu denganmu di sini!" Ucap Zhou Fan senang.


Wei Guanlin diam tak merespon, bagaimanapun dia masih merasakan perasaan kecewa dalam hatinya.


Setidaknya ia membutuhkan penjelasan dari Zhou Fan untuk mengobatinya.


Melihat Wei Guanlin diam saja, Zhou Fan menjadi bingung, jujur ia tak mengerti ada apa dengan kekasihnya.


"Kau kenapa, Lin'er?" Tanya Zhou Fan lembut.


"Kau seharusnya tahu apa yang kau lakukan." Rourou menyaut, lalu pergi meninggalkan mereka berdua, ia juga menarik paksa tangan He Li.


Zhou Fan semakin bingung. Ia mentap Wei Guanlin seolah meminta penjelasan.


"Kau sudah memiliki wanita lain disisimu," Ucapnya datar lalu kembali meneruskan kalimatnya. "Kau sungguh tak menganggap diriku sebagai kekasihmu, apakah kau melupakanku begitu saja? Bahkan jika kau berniat mencari wanita lain kau harus meminta izin terlebih dahulu, tapi kau tidak melakukannya."


"Lin'er, kejadiannya begitu cepat. Aku sudah berniat memberitahumu jika bertemu denganmu. Dan juga, aku tak akan pernah meninggalkanmu..." Zhou Fan mengelap mata Wei Guanlin yang sudah mulai berair.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Zhou Fan, Wei Guanlin mulai sedikit lega, namun ia belum benar benar tenang sebelum bertemu langsung dengan wanita itu.


"Lin'er kau terlalu lembek kepadanya!" Gumam Rourou yang dari tadi tak berada terlalu jauh dari keduanya.


__ADS_2