
Pertandingan pertama telah berakhir, Zhou Yi seperti yang sudah diperkirakan oleh beberapa orang akan lolos, pemuda itu lolos didampingi oleh seorang pemuda bernama Zhou Feng yang terlihat berumur 20 tahun dan kultivasinya tingkat petarung pemula bintang 9.
Sepuluh peserta lagi lagi menaiki panggung, setelah tetua ketiga memanggil peserta bernomor urut 11 sampai 20, Zhou Han dan Zhou Yin termasuk salah satu dari kesepuluh peserta yang menaiki panggung.
"Adik Yin apakah kau ingin aku melindungimu." Goda Zhou Han setelah mengetahui Zhou Yin termasuk peserta yang akan bertanding, siapa yang tidak menyukai seorang gadis cantik seperti Zhou Yin, apalagi dia adalah putri dari tetua ketiga.
Zhou Yin terlihat tidak begitu nyaman berada di dekat Zhou Han, ia hanya tersenyum menanggapi ucapan pemuda itu, meskipun Zhou Han tergolong kuat tapi sikapnyalah yang membuat gadis itu tidak begitu tertarik dengan pemuda itu.
"Zhou Han memang kuat, tapi sikapnya masih lebih baik 'dia'," Gumamnya dalam hati.
Melihat Zhou Yin hanya tersenyum menanggapi ucapannya, Zhou Han maju dan berkata dengan lantang, "Siapa yang ingin menyerang Zhou Yin, maka langkahi dulu aku," ucapnya.
Semua orang terkejut mendengar ucapan Zhou Han, sedangkan Zhou Fan tersenyum mencibir, "Apa dia bodoh, jika dia berkata seperti itu, apakah peserta lainnya tidak ada yang boleh lolos pertandingan kedua ini....,"
Peserta yang lolos pada setiap pertandingan adalah 2 orang, jika Zhou Han ingin memastikan Zhou Yin lolos dan tempat lainnya adalah dia, maka peserta lainnya tidak akan dapat kesempatan lagi, pikir Zhou Fan.
Salah satu pemuda maju sambil menenteng pedang di pundaknya,
"Cih...Apakah kami semua harus menyerah tanpa perlawanan jika kau sudah memutuskan siapa yang lolos," ucapnya dengan nada sedikit meninggi.
"Kau memang pandai, cepat keluarlah atau aku tidak akan sungkan," ujar Zhou Han pada pemuda itu.
"Kami tidak akan menyerah begitu saja!" Bentak pemuda dengan pedang di pundak.
"Ya, dia benar! Kau harus membuktikan ucapanmu bukanlah omong kosong." Peserta lain ikut menyauti ucapan pemuda dengan pedang di pundaknya.
"Ya, kau benar!"
__ADS_1
"Hitung aku juga."
Pemuda dengan pedang di pundak tersenyum melihat peserta lain mendukung tindakannya,
Zhou Han tertawa mencibir melihat peserta peserta itu yang berniat mengeroyoknya,
"Meskipun kalian maju sekalian, kalian tidak akan bisa mengalahkanku, karena apa? Karena kalian LEMAH!" Zhou Han berkata dengan penuh percaya diri.
Para peserta mengerang marah mendengar ucapan Zhou Han, karena pengadil yang tidak lain tetua keempat sudah memulainya, kedelapan peserta itu menyerang Zhou Han secara bersamaan.
Meskipun mereka menang dalam jumlah, kultivasi mereka rata rata berada di tingkat petarung pemula bintang 8, perbedaan kultivasi nya sangat jauh, Zhou Han sekarang sudah mencapai tingkat petarung mahir bintang 3, untuk menghadapi sekumpulan petarung pemula bukanlah hal sulit untuknya.
Membiarkan Zhou Han sibuk dengan kedelapan peserta lainnya, Zhou Yin hanya diam di sudut arena, dari awal pertandingan ia tidak bergerak sama sekali.
"Aku menyerah....."
"Aku juga... "
Setelah bertarung beberapa gerakan, mereka berdelapan tidak mempu mendesak bahkan menyentuh pakaian Zhou Han pun tidak bisa mereka lakukan, sebaliknya mereka sudah terluka oleh teknik sembilan pedang yang Zhou Han keluarkan.
****
Setelah Zhou Han dan Zhou Yin dinyatakan lolos, Zhou Yu lolos pertandingan ketiga dengan mudah, ia bahkan tidak bergerak sama sekali, semua peserta tidak berani bertarung dengan Zhou Yu, mereka lebih memilih saling bertarung merebutkan satu tempat yang tersisa.
Pertandingan keempat juga sudah berakhir saat menjelang petang, delapan peserta berhak melanjutkan ke babak selanjutnya dan mendapatkan satu tempat untuk mewakili klan Zhou di turnamen Kota Batu Hitam, untuk dua lainnya para tetua akan merundingkan siapa yang pantas dari peserta yang telah gugur untuk mendapatkan dua tiket yang tersisa.
Para peserta yang tidak lolos masih bisa berharap mendapatkan dua tiket yang tersisa, meskipun tidak bisa melanjutkan ke babak selanjutnya pertandingan internal Klan Zhou, mereka sangat senang jika bisa mendapatkan dua tiket yang tersisa, karena turnamen kota batu hitam lah tujuan utama mereka mengikuti pertandingan internal Klan Zhou ini.
__ADS_1
Zhou Fan meninggalkan tempat duduknya setelah melihat banyaknya orang yang pergi keluar, memang pertandingan untuk hari ini sudah selesai dan akan dilanjutkan besok pagi.
Saat Zhou Fan keluar aula Klan Zhou, ia melihat seorang gadis sedang berjalan di depannya.
"Yin'er...." ucapannya terhenti saat melihat gadis itu semakin mempercepat langkahnya.
"Cih..." Zhou Fan hanya berniat menyapanya, tapi gadis itu malah mempercepat langkahnya.
Zhou Fan memutuskan untuk ke tempat yang dulu sering ia datangi, itu adalah tempat terindah menurutnya, tapi Zhou Fan sudah sejak lama tidak kesana, tepatnya saat dia dianggap sampah, karena terlalu banyak menghabiskan waktunya untuk berlatih Zhou Fan tidak pernah mengunjunginya lagi, Zhou Fan baru mengingatnya saat melihat gadis saat keluar aula Klan Zhou beberapa saat yang lalu.
Tidak butuh waktu lama, Zhou Fan sudah berada di sebuah bukit. "Tidak berubah, bahkan setelah 8 tahun."
Zhou Fan duduk di sebuah batu besar di tepi bukit, ia dapat melihat indahnya pemandangan desa Giok dari atas bukit, bukit ini terletak agak jauh dari kediaman Zhou Fan, meskipun begitu Zhou Fan sering bermain disekitar bukit ini saat ia kecil dulu.
Tanpa sengaja mata Zhou Fan manatap sebuah pohon, di pohon itu terlihat sebuah kain melingkar di batangnya, ia mengenang kembali masa kecilnya, begitu menyenangkan.
"Andai kekuatan bukanlah segalanya...," gumam Zhou Fan berandai andai, jika kekuatan bukanlah segalanya pasti tidak akan ada orang yang begitu tega meninggalkan temannya hanya karena temannya tersebut tidak mempunyai kekuatan.
"Tapi itu adalah hal mustahil," ucapnya lagi.
"Aku akan membuat beberapa pil di sini, sepertinya tidak akan ada orang yang melihat." Zhou Fan melihat lihat keadaan sekitar yang begitu sepi karena hari sudah petang, bahkan sebentar lagi malah akan menggantikan langit sepenuhnya.
Zhou Fan mengeluarkan beberapa tanaman herbal untuk membuat pil kultivasi tingkat empat, meskipun Zhou Fan sudah termasuk alkemis bintang 3 yang sanggup membuat pil sampai tingkatan ke enam, tapi untuk membuat pill kultivasi tingkat lima keatas ia masih belum sanggup.
Berbeda dengan pil kultivasi tingkat pertama, pill kultivasi tingkat keempat memerlukan beberapa tambahan tanaman herbal lagi selain bahan dari pill kultivasi tingkat pertama, perbedaan pill setiap tingkatannya adalah pill akan memerlukan beberapa tanaman herbal tambahan lainnya untuk membuat pill yang memiliki tingkatan lebih tinggi.
Seperti pill kultivasi tingkat pertama, bahannya adalah bunga krisan, rumput spiritual, kayu sutra dan bunga roh. Dan untuk membuat pil kultivasi tingkat kedua membutuhkan keempat bahan diatas 'bunga krisan, rumput spiritual, kayu sutra, bunga roh' di tambah dengan akar spiral, begitupun seterusnya setiap naik satu tingkat membutuhkan satu tambahan tanaman herbal lainnya, tapi itu tidak dapat menggunakan semua jenis tanaman herbal, harus sesuai dengan resep pill yang akan dibuat.
__ADS_1
"Akhirnya selesai jug.....," Zhou Fan tiba tiba merasa ada orang yang sedang memperhatikannya, ia memeriksa sekitarnya, Zhou Fan menghentikan pandangannya saat menatap sebuah pohon besar yang tidak jauh dari tempatnya berada.
"Siapa disana, keluar!"