
Satu persatu peserta sudah berada di atas arena, salah satu di antaranya ada yang terlihat sangat menonjol. Dia adalah Zhou Yin, bukan karena kultivasinya, tapi karena kecantikannya yang bahkan bisa membuat lawannya terjatuh tanpa perlawanan.
Zhou Yin berjalan dengan langkah santai, tapi tidak bagi para pria yang melihatnya, semuanya menatap Zhou yin seperti serigala yang menatap sepotong daging, begitu menggoda.
"Tukang pamer!"
Saat Zhou Yin telah sampai di tengah tengah arena, seorang wanita muda berucap sinis kepadanya.
"Siapa yang kau sebut tukang pamer!" Zhou Yin menatap kesal wanita muda itu.
"Tentu saja kau! siapa lagi yang ada disini." Wanita muda itu menunjuk Zhou Yin tepat mengarah ke wajahnya, Zhou Yin terlihat sangat kesal dengan wanita muda di hadapannya.
"Kau!" Zhou Yin mengeram marah, tapi ia berusaha menahannya, ia mengambil nafas dalam dalam lalu membuangnya perlahan.
"Cih..." Melihat bagaimana upayanya membuat marah lawannya sia sia, wanita muda itu mendecih kesal.
"Kau perlu berusaha lagi untuk membuatku lepas kendali, tapi yang harus kau ingat! kau belum layak!" Zhou Yin menekankan kalimat terakhir pada wanita muda dihadapannya.
Wanita muda yang diketahui bernama Shi Nian itu terlihat wajahnya menggelap karena mendengar ucapan Zhou Yin.
Tepat setelah berkata demikian, Zhou Yin melesat cepat ke arah Shi Nian yang juga sudah bersiap menyambut serangan gadis itu. Belati Zhou Yin bergerak dengan indahnya, gerakannya sangat halus tetapi sangat mematikan.
Zhou Yin mempunyai belati rank master yang ia gunakan sebagai senjatanya, gadis itu memang lebih cocok dengan senjata itu dibandingkan dengan jenis senjata lainnya.
Untuk menguasai teknik belati bukan perkara gampang, sama seperti teknik bertarung lainnya, teknik belati juga dibutuhkan latihan dan pemahaman tingkat tinggi untuk menguasainya.
Sementara itu, Shi Nian terlihat sedikit terdesak dengan serangan Zhou Yin yang tidak memberikannya ruang untuk mengambil nafas.
Dengan pedangnya ia mencoba mencari celah untuk membalikkan keadaannya, meskipun keduanya memiliki tingkat kultivasi yang sama yaitu tingkat petarung pemula bintang 9, Shi Nian jelas terlihat kalah dari segi teknik bertarung.
Zhou Yin menyabetkan belatinya menyilang berharap mengenai tubuh Shi Nian, tapi tanpa ia sangka lawannya itu menghindari sarangan belatinya dengan mudah.
Saat Shi Nian merasakan kesempatan yang ia tunggu telah tiba, ia tidak membiarkannya menunggu terlalu lama.
Bersamaan dengan serangan Zhou Yin yang berhasil ia hindari, Shi Nian melepaskan tebasan pedangnya mengarah ke lengan kiri Zhou yin.
__ADS_1
Trank....
Zhou Yin dengan cepat mencondongkan badannya ke kanan sambil menahan pedang Shi Nian dengan belatinya. Karena posisinya yang tidak menguntungkan, Zhou Yin terlihat terlempar beberapa langkah karena serangan itu.
"Sedikit lagi...." Shi Nian berkata sambil menatap remeh gadis yang sedang berjongkok dihadapannya.
Zhou Yin mengelap sudut bibirnya dan mencoba untuk kembali berdiri, "Aku hanya ceroboh!" ucapnya.
"Kau boleh mencobanya kembali," ucap Shi Nian yang masih menatap Zhou Yin dengan remeh.
Meskipun keyakinan Shi Nian sempat tergoyahkan saat dirinya terdesak teknik Zhou Yin, tapi setelah berhasil memukul mundur gadis itu kepercayaan dirinya kembali bahkan berlipat ganda.
Krak... Krak...
Zhou Yin meregangkan tangannya, lalu melesat kembali menyerang Shi Nian.
Sedangkan Shi Nian yang melibat Zhou Yin melesat kearahnya bersiap menghadapi gadis itu, kali ini ia tidak akan hanya bertahan tapi ia akan lebih berani untuk melakukan serangan.
Trank..... Trink....
Shi Nian yang berinisiatif menyerang membuat tempo pertarungan itu semakin cepat.
Srett....
"Akh... Sial!" Celana hitam yang ia kenakan harus rela terkoyak oleh belati Zhou Yin, karena terlalu terbuai tempo pertarungan yang sangat cepat Shi Nian harus terkena sabetan belati Zhou Yin di paha kanannya.
Zhou Yin tersenyum puas saat melihat hasil karyanya, "Bukankah terlihat bagus jika yang kiri juga?" tanyanya.
"Heh... buatlah jika kau mampu! aku yakin kau tadi hanya kebetulan saja," ucap Shi Nian yang tidak mau mengakui kalau dia sudah lengah dihadapan lawannya.
"Pasti akan aku lakukan! tapi kau tenang saja, nanti akan kuberikan hadiah tambahan." Zhou Yin berkata sambil terkekeh.
Melihat dirinya diremehkan, wajah Shi Nian sudah berubah merah karena terlalu marah, tangannya semakin erat menggenggam pedangnya dan bergerak menyerang Zhou Yin.
Zhou Han yang juga sekarang sedang bertarung, terlihat sudah menyelesaikan pertarungannya.
__ADS_1
Mendapatkan lawan yang berada di tingkat petarung pemula bintang 9 sedangkan ia berada di tingkat petarung mahir bintang 4, ia akan malu jika tidak bisa mengalahkan lawannya itu dengan hanya beberapa serangan saja.
"Apakah dia Zhou Han? putra tetua pertama yang di gadang gadang akan menjadi pengganti patriark Klan Zhou, dari apa yang ia tunjukkan barusan setidaknya dia tidak lebih lemah dari Shui Hen dan Ling Yun. Aku rasa mereka bertiga akan menjadi tiga peserta paling menonjol!" ucap salah satu penonton yang kebetulan seorang kultivator.
"Kalau menurutku yang akan menjadi nomor satu adalah Ling Yun, aku dengar kemampuan tombaknya bahkan bisa menandingi seorang kultivator satu bintang di atasnya," ujar pria tua yang merupakan penduduk lokal desa beringin.
"Kemampuan tombak Ling Yun memang hebat! tapi teknik sembilan pedang dari Klan Zhou tidak boleh dia anggap remeh, juga kemampuan tangan kosong Shui Hen juga tidak kalah dari dua lainnya. Aku rasa akan sulit untuk menentukan siapa yang akan menjadi nomor satu." Penonton pertama menggeleng tidak setuju dengan pendapat pria tua.
Shui Hen yang mendengar namanya di agung agungkan merasa tinggi hati,
"Susah memang jadi orang jenius." Shui Hen berkata bangga di dalam hatinya.
Sementara Zhou Fan hanya menggeleng mendengar apa yang sedang di perbincangkan
"Bukan Ling Yun ataupun lainnya! yang akan jadi pemenangnya adalah putra tetua kelima klan Zhou, Zhou Fan," batinnya.
Melihat putranya tersenyum aneh, Zhou Hu mengerutkan keningnya,
"kau kenapa Fan'er? kau pasti sedang merencanakan sesuatu," ucapnya curiga.
Zhou Fan hanya membalas ucapan ayahnya dengan tersenyum, lalu kembali fokus dengan pertandingan yang sedang berlangsung.
"Haih...." Zhou Hu menghela nafas, ia tidak bisa mengetahui apa yang akan putranya lakukan.
Kembali ke arena Zhou Yin dan Shi Nian...
"Sebaiknya kau menyerah!" ucap keduanya bersamaan. Mereka berdua nampak terkejut karena ucapan mereka yang terlihat kompak.
Zhou Yin terlihat sangat kacau, saat memasuki arena bagaikan dewi yang baru turun dari langit, tapi sekarang rambutnya berantakan, tubuhnya tidak sedikit yang terkena luka sabetan pedang Shi Nian.
Sementara Shi Nian juga nampak tidak baik baik saja, kondisinya sama seperti Zhou Yin, bahkan lebih parah dari gadis dihadapannya itu, sesekali dia terbatuk, dia juga merasakan sakit di seluruh tubuhnya.
Dengan langkah sedikit berat keduanya berniat kembali memulai pertarungannya lagi, tapi saat jarak keduanya hanya sekitar satu meter keduanya jatuh pingsan.
Juri yang bingung siapa yang akan melaju ke babak selanjutnya pun berdiskusi dengan yang lainnya, pada akhirnya mereka memutuskan untuk meloloskan siapa yang terlebih dahulu bangun dari pingsannya.
__ADS_1