Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chepter... 126 : Terdesak


__ADS_3

Hiat...


Keempat pria bawahan Tuan Besar Shang maju menerjang Zhou Fan, dengan pedang di tangannya mereka melompat.


Melihat dalam hadangan beberapa orang sekaligus Zhou Fan tak memasang wajah panik, karena dia tahu kemampuannya.


Zhou Fan melirik beberapa pria yang mengarah kepadanya, kemudian melompat, mengarahkan ke salah satu pria yang berada di belakangnya.


Zhou Fan mengayunkan pedang darah malam dengan sangat cepat.


Sling...


Gerakan yang sangat tiba tiba membuat pria yang menjadi sasaran Zhou Fan seketika menahan lajunya, berusaha menahan serangan Zhou Fan.


Pria itu menempatkan pedangnya tegak lurus di depan dadanya, dia mencoba menahan sekuat tenaganya.


Klang...


Kedua pedang saling beradu, tapi sangat jelas pria berpakaian hitam sudah berwajah pias, berkeringat dingin, sampai membuat pakaiannya basah.


Zhou Fan menghempas pedangnya ke atas, lalu dengan cepat menendang perut pria tersebut.


Buk... Ahk!


Tak mengira akan mendapatkan sepakan, pria berpakaian hitam tak sempat bereaksi. Dia menerima sepakan Zhou Fan sampai membuatnya terpental menabrak pohon.


Uhuk...


Pria itu terbatuk darah. Mendapatkan serangan tepat di bagian dada membuatnya sedikit sulit bernafas.


Zhou Fan tak mengendurkan kewaspadaannya, membalikkan badannya, menatap tiga pria berpakaian sama seperti pria yang ditendangnya.


Sedangkan wajah tiga orang itu sedikit jelek, melihat bagaimana temannya begitu mudah dikalahkan pemuda yang menjadi mereka.


Walau bagaimanapun mereka adalah satu kesatuan, dari segi kekuatan serta kultivasi tidak ada jarak yang terlalu besar antar mereka, tentu mereka ragu untuk sesaat, sampai tuan besar Shang berseru.


"Apakah kalian takut? Dia hanya beruntung dapat memberikan serangan kepada nomor tiga. Cepat maju, aku membayar kalian bukan hanya sebagai pajangan."


Ketiganya saling pandang kemudian mengangguk serentak.


"Aku akan bertarung langsung dengannya bersama kakak pertama, sedangkan kakak kedua mencari celah dan berikan serangan telak kepadanya." Salah seorang berkata dengan suara berbisik.


Sekali lagi ketiganya memangguk, lalu menatap tajam Zhou Fan.


"Kau melukai saudara kami, kau akan merasakan pembalasan dari kami!" teriak pria yang mempunyai tubuh paling besar.


Tepat setelah berteriak, dua orang maju, menyerang Zhou Fan dengan kombinasinya.


Zhou Fan berusaha meladeni, dia juga tidak melupakan kehadiran beberapa orang di sampingnya.


Trang tring....


Zhou Fan mengangkat pedang nya, memberikan tebasan lurus dari atas ke bawah.


Dua orang itu seketika melompat menyebar, menghindari tebasan Zhou Fan.


Blur...


Permukaan tanah hancur berantakan, tekanan pedang Zhou Fan sedikit masuk ke dalam.


Zhou Fan menarik pedangnya yang tertanam agak dalam, dia lalu memutar tubuhnya dan mengeluarkan teknik dewa pedang, percikan api pun mulai keluar dari pedang darah malam.


"Teknik apa yang dia gunakan?!" teriak salah seorang diantaranya dengan terkejut.


Zhou Fan tak menyiakan kesempatan, melihat lawannya sedang tak fokus, dia mengeluarkan jurus.

__ADS_1


"Tebasan ganda!"


Siluet tebasan melaju kencang ke arah salah satu proa yang menyerangnya.


"Adik keempat!" Pria yang memiliki perawakan paling besar berteriak.


Seketika pria yang di panggil menoleh, dan menyadari sebuah serangan dahsyat mengarah kepadanya.


Tapi sungguh sangat disayangkan, dia sudah terlambat.


Duar!


Pria yang terkena jurus tebasan ganda seketika terpelanting jauh dengan sekujur tubuh terkoyak.


Pria itu tewas, membuat dua orang berpakaian sama sepertinya memasang wajah berapi api, matanya menatap tajam Zhou Fan.


"Arg, Kaparat! ... Kuhabisi kau!" Keduanya berseru bersamaan, kemudian menyerang Zhou Fan dengan marah.


Zhou Fan menyeringai, kemudian bergumam. "Itu akan memudahkanku untuk mengalahkan kalian."


Zhou Fan maju, membentangkan pedangnya, kemudian mengayunkannya ke arah depan.


Pedang darah malam terus menggempur dua pedang yang digunakan masing masing lawannya.


Trang...


Pria yang dipanggil kakak pertama, mundur satu langkah, lalu menghentakkan kakinya, dan melesat cepat ke arah Zhou Fan.


Zhou Fan yang tengah asik menabas merasakan angin berhembus kencang, dengan reflek dia berputar dan menahan serangan dengan pedangnya.


Trang...


"Adik kedua, sekarang!" teriak pria yang menyerang Zhou Fan.


Zhou Fan mendengus, "Sial!"


Sreg...


Zhou Fan meraih lengan atasnya yang terasa perih. Kemudian menatap bringas kedua pria di hadapannya.


Sedetik kemudian Zhou Fan sudah menghilang dari tempatnya.


Kejadian itu tak ayal membuat pasangan adik kakak itu terkejut.


Tiba tiba sebuah hembusan angin terasa dari arah belakang keduanya, bersamaan dengan sebuah suara.


"Terimalah balasan dariku!"


Brugh... Bruak!


Zhou Fan meninju wajah pria yang menyabet lengannya tepat saat dia berbalik ke belakang.


Pria itu terbang, menabrak pohon sampai menumbangkannya.


Mata Zhou Fan semakin tajam, dia sudah berbaik hati ingin bermain, tapi dia sendiri malah terluka.


Tinggal satu orang, dan dia merupakan yang terkuat diantara yang lainnya.


"Kau..." Pria itu menunjuk Zhou Fan dengan marah, kepalanya sudah terisi penuh dengan emosi.


Keinginan membunuh pemuda di hadapannya sungguh sangat besar.


Syut...


Pria itu melesat ke arah Zhou Fan dengan cepat, kemarahan seolah menjadi kayu bakar baginya.

__ADS_1


Zhou Fan memasang wajah serius, kemudian ikut menerjang ke arahnya.


Shut...


Trang...


Keduanya mundur tepat setelah beradu pedang. Namun, keduanya melompat lagi setelah mendarat.


Trang Trang...


Pertarungan terus terjadi, pria itu terlihat sangat kacau, Zhou Fan juga menderita luka, tapi tidak separah lawannya.


Trakn...


Hosh.. Hosh...


Pria itu melompat mundur, berusaha mengambil nafas. Namun Zhou Fan tak membiarkannya begitu saja.


Melihat sebuah kesempatan Zhou Fan melesat dengan kecepatan penuh.


"Biar aku bantu kau mengakhiri penderitanmu!" Zhou Fan berseru dingin, tepat setelahnya pedang darah malam menggorok leher pria itu.


Gludak!


Tubuhnya terjatuh tanpa kepala, sedangkan kepalanya sudah menggelinding terlebih dahulu.


Zhou Fan berbalik, kemudian menatap Tuan Besar Shang.


Prok prok.. Tuan Besar Shang bertapuk tangan, meskipun terlihat mengapresiasi Zhou Fan, tapi niatnya jelas sedang mencibir.


"Kau memang pemuda yang tangguh, kau sangat jenius. Tapi kau telah mencari masalah dengan orang yang salah, aku tak akan melepaskanmu."


Tuan besar Shang melompat dengan membawa pedang di tangannya.


"Cih!"


Zhou Fan mendengus, andai dia dalam kondisi prima, setidaknya tidak masalah mengimbangi bahkan mengalahkan pria tua di hadapannya.


Tidak mempunyai pilihan lain, Zhou Fan pun ikut menyerang, dia hanya bisa bertaruh menggunakan nyawanya sebagai taruhan.


"Hiat!"


Trang....


Tuan Besar Shang menekan pedangnya kuat, sementara Zhou Fan berusaha menahan sekuat tenaga.


"Kau harus mati bocah," serunya yang kemudian menghempaskan pedang Zhou Fan, dan mendaratkan pukulan.


Sling.... Bugh!


Bruk!


Zhou Fan jatuh terduduk, darah mengalir di sudut bibirnya.


Pikirannya berselancar, membayangkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.


Apakah aku akan mati?


Pertanyaan itu yang menjadi bayang bayang Zhou Fan sekarang.


Saat pikirannya mulai kacau, satu persatu sosok berarti baginya datang menghampirinya.


Zhou Hu, Zhou Qian, Wei Guanlin, Qing Yuwei, Lee... Mereka datang ke dalam pikiran Zhou Fan, mengajak pemuda itu bangkit bersama, memberikan sebuah dorongan.


Zhou Fan memejamkan matanya, kemudian bergumam, "Aku tidak akan mati."

__ADS_1


Zhou Fan berdiri perlahan, mengusap sudut bibirnya, mengangkat pedangnya dan berseru dengan lantang.


"Bertarung sekali lagi!"


__ADS_2