
Pill demi pill keluar dan menjadi pusat perhatian, tapi yang di tunggu Zhou Fan tak juga keluar.
Seolah langit mendengar kegelisahan hatinya, pill kultivasi tingkat ketujuh miliknya pun keluar. Ternyata tugu alkemis melelangnya satu persatu, membuat Zhou Fan mengerutkan keningnya.
"Jika seperti ini, keuntungan yang aku dapatkan bisa banyak, juga bisa sedikit, karena setiap pill memiliki tingkat harga berbeda," gumam Zhou Fan pada dirinya sendiri.
Dengan sangat cepat harga yang ditawarkan melejit, bahkan hanya dalam beberapa kali penawaran, sudah menyentuh harga tujuh juta koin emas.
Di saat terakhir, saat harga sudah berada di kisaran dua belas juta, dengan suara lantang Xiao Feiyu mengangkat tangan sembari mengeluarkan harga.
Zhou Fan yang semula menopang dagunya seketika menengadah melihat gadis itu.
Karena tidak ada yang berani mengeluarkan tawaran yang sudah mencapai tiga belas juta koin emas, pill kultivasi tersebut pun menjadi milik Xiao Feiyu.
"Keluarga Kekaisaran memang berbeda," gumam Zhou Fan sambil terkekeh dalam hati.
Pill kultivasi tingkat tujuh yang kedua juga di dapatkan oleh Xiao Feiyu, dengan harga yang hampir sama.
Zhou Fan awalnya menikmati setiap tawaran yang dikeluarkan orang orang untuk pill kultivasinya, tapi perlahan kerutan di wajahnya semakin jelas kala setiap tawaran selalu dimenangkan oleh empat orang di sampingnya.
Sampai pill kultivasi ke lima belas atau yang terakhir, pill tersebut pun ikut menjadi milik ke empat serangkai di sampingnya.
"Apakah kalian sangat kekurangan pill kultivasi?" tanya Zhou Fan spontan, jika dia tahu dari awal dia akan menjualnya secara langsung, dan berkesempatan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
"Setiap kultivator membutuhkan pill kultivasi, jumlah yang dibutuhkan untuk pill kultivasi tidak akan pernah cukup untuk seorang kultivator." Xiao Feiyu mengatakan dengan nada bijak.
Zhou Fan mengangguk, dia juga menyetujui apa yang dikatakan gadis itu.
Lelang berakhir, keempat muda mudi memandang Zhou Fan dengan tatapan bingung. Tapi tidak ada yang berani menyuarakan apa yang ada dalam kepala mereka.
Satu kata dalam pikiran mereka saat melihat Zhou Fan, aneh. Seseorang mengikuti lelang karena mengincar barang di dalamnya, tapi pemuda ini tidak menawar sekalipun, terlihat seperti dia memang tidak berniat ikut menawar.
"Saudara Zhou, mari ke istana bersama kami, kau adalah teman sepupu LingYun, yang berarti teman kami juga." Salah satu pemuda yang terlihat lebih tua berkata kepada Zhou Fan.
"Em.. "
Belum sempat Zhou Fan berpikir, pemuda lain yang merupakan pangeran kedua ikut menyambar. "Yang dikatakan kakak benar sekali, kau ikut saja dengan kami."
__ADS_1
"Baiklah, tapi kalian tunggu di sini, aku ada suatu hal yang perlu di urus." Zhou Fan menuju ke ruangan yang pernah dia datangi, dia tidak lagi menarik pintu ruangan tersebut, dia tidak akan terkecoh untuk kedua kalinya.
"Kau cepat sekali datang, lelang baru saja berakhir dan kau sudah datang mengambil bayaran." Pria tua berkepala plontos itu berkata sambil terkekeh.
"Aku tidak menginginkan koin emas," ucap Zhou Fan membuat pria tua berkepala plontos menyipitkan mata.
Tak biasanya orang akan mengikhlaskan koin emas sebanyak ratusan juta begitu saja, apa yang dia inginkan. Pikir Pria tua itu.
"Aku ingin bahan bahan ini," Zhou Fan menyerahkan kertas berisi bahan untuk membuat pill kultivasi tingkat ke delapan.
Pria tua itu yang juga merupakan salah satu alkemis yang dapat membuat pill kultivasi tingkat ke delapan menatap Zhou Fan rumit.
"Apa yang akan kau lakukan dengan semua bahan ini?" tanya pria tua berkepala plontos.
Zhou Fan tidak langsung menjawab, dia tersenyum lalu menjawab setelah mengambil nafas. "Bukankah seharusnya anda mengetahuinya, tidak mungkin anda tidak mengetahui bahan bahan ini."
Pria tua itu sekali lagi tertegun dengan jawaban Zhou Fan, dia ingin percaya, tapi realitas dalam prinsip hidup tidak dapat mengatakan demikian.
Seorang pemuda yang berusia kurang dari dua puluh lima tahun, akan membuat pill kultivasi tingkat ke delapan? Itu merupakan penistaan terhadapnya.
"Pasti gurunya yang menyuruhnya!" batin pria tua itu, dia memaksa otaknya yakin terhadap pemikirannya.
"Tetua? Apakah bahan bahan tersebut tersedia?" tanya Zhou Fan menyadarkan tetua plontos yang malah sibuk bergulat dengan pikirannya.
"Ah... Ya, ada... Tapi tidak semua bahan," jawab tetua plontos.
"Tak masalah, ambilkan bahan bahan itu sesuai jumlah koin emas yang aku peroleh." Tetua berkepala plontos hanya mengangguk anggukkan kepala, lalu mengambil sebuah cincin dari sebuah kotak kayu.
"Ini adalah barang yang kau minta, kau bisa memeriksanya," ucap pria tua itu, tapi Zhou Fan langsung memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan.
Zhou Fan pun pergi setelahnya, tetua itu masih memandang Zhou Fan masih dengan tatapan rumit.
...
Di luar gedung lelang tugu alkemis, Xiao Feiyu berjingkrak kesal, tidak pernah dalam hidupnya dia menunggu seseorang. Namun, pemuda yang merupakan teman sepupunya malah membuatnya menunggu sangat lama.
"Sabarlah Yu'er, siapa tahu dia memang mempunyai masalah yang amat sangat penting." Pangeran pertama menenangkan adiknya.
__ADS_1
"Kemana juga si cabul itu?" batin Xiao LingYun yang mulai kesal dengan Zhou Fan, tapi dia masih bisa menahan agar tidak lepas kendali.
"Kita tinggal saja dia, bukan siapa juga!" keluh Xiao Feiyu kepada lainnya, tapi kedua pemuda di hadapannya menunjuk ke arah belakang, membuatnya spontan menoleh.
Kelimanya pun bergegas ke istana, walau wajah kesal kedua gadis itu masih menghiasi perjalanan mereka.
Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di istana Kekaisaran, alangkah dibuat takjubnya Zhou Fan, istana Kekaisaran Xiao lebih besar juga luas dibandingkan dengan istana Kekaisaran Wei, mungkin ada lebih dari dua kali lipatnya.
Dua pria tua datang dengan salah satunya membawa tongkat besi yang di ujung atasnya terdapat benjolan dibuat pegangan.
"Kakek!"
Keempat orang yang tentunya tanpa Zhou Fan berseru bersamaan, kedua pria tua itu adalah kaisar sebelumnya, dan yang membawa tongkat adalah kakek dari pihak ibu Xiao LingYun, tapi Xiao Feiyu beserta kakaknya kerap kali memanggil kakek.
"Grand master bintang lima?" gumam kakek kaisar saat melirik seorang pemuda asing dalam ingatannya.
Keempat orang itu saling pandang, kemudian menoleh ke belakang dan mulai memperkenalkan Zhou Fan.
Begitu Zhou Fan tahu di hadapannya merupakan kaisar terdahulu, dia dengan segera membungkuk.
Semua tampak riang dengan sikap kedua kakek itu yang memang terkadang suka melawak.
Xiao LingYun menatap Zhou Fan dengan pandangan menyelidik, dia tidak mengerti dengan arti gumaman kakeknya.
"Kakek, Yun'er akan ke sana sebentar," Xiao LingYun mengatakan sambil menarik tangan Zhou Fan.
Ketika sudah merasa sangat jauh dari tempat semula, dia pun bertanta tingkatan kultivasi Zhou Fan.
Zhou Fan hanya menjawab. "Lebih kuat darimu."
Xiao LingYun semakin tak mengerti kenapa kakeknya mengatakan Zhou Fan berada di tingkat petarung grand master bintang lima.
Gadis itu tidak lagi ingin mencari tahu, semua yang berhubungan dengan Zhou Fan terasa sangat misterius baginya.
Sebelumnya ada serigalanya yang bisa menyusut menyerupai anjing, juga pedang yang tidak layak pakai, tapi terlihat kuat saat dia yang menggunakan. Sekarang tingkatan kultivasinya.
Sebelum Xiao LingYun benar benar menjauh, Zhou Fan berkata. "Besok aku akan pergi, jika kau berniat pergi bersamaku, kau harus mempersiapkan dari sekarang."
__ADS_1