Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 164


__ADS_3

Melihat sosok di hadapan mereka adalah pemuda yang baru saja mereka bicarakan, mereka saling pandang.


"Kenapa kau mengikuti kami?" Pria berpakaian hitam berkata dengan suara tertahan.


"Tiga petarung raja bintang satu, dan seorang petarung grand master bintang sembilan. Sepertinya perkumpulan gerhana tengah mengumpulkan informasi," batin Zhou Fan tak mempedulikan pria berpakaian hitam.


"Hei, nak? Apakah kau pikir kau sudah hebat dengan menahan cengkeraman salah satu dari kami?" Pria berambut keriting berdiri sejajar dengan pria berpakaian hitam.


"Apakah kalian dari perkumpulan gerhana?" Zhou Fan angkat bicara.


Keempat pria itu seketika memasang sikap kuda kuda, di tangan mereka sudah tersedia pedang yang mengkilap tak bernoda.


"Seharusnya kau tidak mengatakan apapun tentang perkumpulan gerhana, mungkin kau akan selamat jika tidak mengatakannya, tapi sudah terlambat, kau mengenali kami, siapapun yang mengetahui informasi perkumpulan gerhana, bukan bagian dari permukaan gerhana harus mati!" Pria berpakaian hitam berkata marah.


Zhou Fan meraih pedang darah malam yang menggantung di punggung.


"Apakah kau berniat melawan? Apakah kau pikir kau akan dapat melarikan diri setelah mengetahui identitas kami, Mustahil!!" Pria berambut keriting menunjukkan Zhou Fan dengan pedangnya.


Tch...


Zhou Fan berdecak bosan, dia mengayun pedangnya ke depan belakang.


"Bangsaat! Biar aku lebarkan lubang telingamu!" Pria rambut keriting melompat menyerang Zhou Fan. Dia merasa dianggap omong kosong oleh orang yang ia anggap bau kencur.


Zhou Fan tak bergeming dari tempatnya, tapi tangannya bergerak mengangkat pedang darah malam.


Trang...


Zhou Fan menggeser tubuhnya, sementara pria rambut keriting menghujam tempat Zhou Fan berdiri sebelumnya.


Pria rambut keriting menyerang dengan kacau, seolah gerakannya tidak bisa ia atur dengan semestinya.


Hyat...


Pria rambut keriting melingkar pedangnya, mengibas mengincar kepala Zhou Fan.


Wush...


Desiran angin dapat terasa di atas kepala Zhou Fan, dia menunduk menghindari tabasan pria berambut keriting.


Sambil menghindar tangan kirinya masuk ke perut pria berambut keriting.


Huak!


Pria berambut keriting terhempas dengan mulut menyemburkan darah.


Pria botak dengan cepat melesat menangkap temannya.


Sert...


Pria botak menghentikan tubuh temannya sebelum menghantam batang pohon, jika tidak maka sudah dapat dipastikan pria rambut keriting akan mengalami luka serius.

__ADS_1


"Apakah kau tak apa?" Pria berpakaian hitam bertanya kepada pria berambut keriting.


Pria berambut keriting menggeleng, dia tak berani bersitatap dengan temannya, malu karena kalah oleh seorang pemuda.


"Telan ini!" Pria botak menjulurkan tangannya yang membawa pill pemulihan.


Tanpa banyak bicara pria berambut keriting menerima dan menelan pill pemulihan itu. Setelah beberapa waktu menyerap pill pemulihan, dia pun kembali berdiri dengan tatapan mata tajam.


"Jangan remehkan lawan, dia tidak semudah yang terlihat." Pria berpakaian hitam berkata kepada ketiga rekannya.


Ketiganya mengangguk mendengar penuturan Pria berpakaian hitam.


"Siapa sebenarnya kau? Apakah kau ada masalah dengan perkumpulan gerhana?" Pria berpakaian hitam berteriak agar sampai ke telinga Zhou Fan.


"Masalah? ... " Zhou Fan menjadi kalimatnya, dia menatap keempat pria di hadapannya.


"Tentu Saja Ada Masalah!!" Zhou Fan menerjang keempat pria, dia melompat sambil memasang pedangnya bersiap menebas.


Keempat pria melotot seketika, tapi kemudian menyebar menghindari lesatan pedang darah malam.


Blar...


Pedang darah malam menghantam tanah sampai berlubang.


Zhou Fan menarik pedangnya, memanggilnya sambil memandang bergantian keempat pria yang kini mengelilinginya.


"Apakah kau tidak terlalu yakin dengan dirimu? Kau berniat mengalahkan kami berempat dengan hanya kau?" Pria paling muda berkata mencibir.


"Salahkan saja otakmu yang bodoh, jika kau bersikap lebih baik mungkin kau dapat bergabung dengan perkumpulan gerhana." Pria botak berkata sambil memutar pedangnya.


"Bergabung? Apakah kalian pantas?!" Zhou Fan menyerang pria berambut keriting, karena dialah sekarang yang paling lemah.


Zhou Fan melesat dengan kecepatan tak masuk akal, sedetik kemudian dia berada di samping pria berambut keriting.


Tebasan Ganda!


Boom!


Pria berambut keriting keluar dari gumpalan asap dengan tubuh penuh luka, giginya berwarna merah terlapisi darah.


"Sialaan!" Pria botak serta dua orang lainnya maju menyerang Zhou Fan.


Ketiganya melompat membawa pedang, mengepung Zhou Fan dari berbagai arah.


Zhou Fan memasang wajah serius, dia membentang kan pedangnya di atas kepala.


Trang...


Tiga pedang menghantam pedang darah malam, Zhou Fan menahan ketiga pedang, tangannya memegang pedang darah malam, setelah melakukan perhitungan dia memutar tubuhnya, sambil mengeluarkan teknik dewa pedang.


Ketiga pria paruh baya terlempar mundur, wajah mereka menampilkan ketidak percayaan.

__ADS_1


Teknik dewa pedang!


Zhou Fan berteriak sambil menerjang pria paling muda, pria botak yang melihat arah gerakan Zhou Fan dengan cepat mengejar.


Sementara pria yang menjadi incaran Zhou Fan berteriak minta pertolongan, tangannya dia berusaha menghindar dengan berlari menjauh.


Crash....


Namun naas, Zhou Fan lebih cepat darinya, pedang darah malam mengoyak perut pria itu dan mati seketika.


Pria botak berdiri di belakang Zhou Fan dengan wajah penuh kemarahan, wajahnya memerah, telinganya bagaikan cerobong yang dapat mengeluarkan asap.


"Mati kau!!"


Pria botak melompat menyerang Zhou Fan, tekannya mati di hadapan mata kepalanya dia tidak bisa lagi mengendalikan amarah dalam dirinya.


Zhou Fan menyanggupi pria botak, dia menggerakkan pedangnya berirama, tidak seperti dalam pertarungan, dia terlihat menikmati perlawanan lawannya.


Pria berpakaian hitam, menggertakkan giginya, dia ikut menerjang masuk ke dalam pertarungan.


Trang... Trang...


Zhou Fan mengeluarkan teknik dewa pedang, kedua pria itu bukan lawan sebanding untuknya.


Sling.... Bruk...


Tubuh pria botak terbelah dan tubuh bersamaan dengan hilangnya nyawa.


Pria berpakaian hitam meneguk ludahnya kasar, dia melirik pria berambut keriting yang terduduk setengah sadar.


"Apakah kau masih mengkhawatirkan temanmu? Tenang saja, kalian akan berada dalam tempat yang sama," ujar Zhou Fan yang kemudian bergerak cepat menusuk dada kiri pria berpakaian hitam.


Uhuk... Huk...


Pria berpakaian hitam memegang dadanya yang masih tertancap pedang darah malam.


"Perkumpulan gelap akan membalaskan dendamku!" Setelah mengatakannya pria berpakaian hitam tak lagi bernafas.


Zhou Fan mengangkat kakinya, kemudian mendorong tubuh pria berpakaian hitam agar lepas dari pedangnya.


Tepat setelah terlepas dari pedang darah malam, tubuh pria berpakaian hitam jatuh tersungkur.


Zhou Fan memungut cincin penyimpanan ketiga pria yang sudah terbunuh di tangannya, kemudian berjalan mendekati pria berambut keriting yang masih tidak sadarkan diri.


Zhou Fan menarik tubuh pria berambut keriting ke tempat bersih dari darah, kemudian menyenderkan nya di sebuah batu.


Zhou Fan memerhatikan lebih jelas pria berambut keriting, tangannya memeriksa denyut nadi, kemudian merasakan hembusan nafas. Zhou Fan seketika melotot,


Plak!!


Tangannya melayang menampar pria berambut keriting.

__ADS_1


"Sialan, malah tidur!!"


__ADS_2