Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 247 : Huang Yu Yang Penasaran


__ADS_3

"Kakek jendral, lalu dimana letak sekte bulan sejati berada?" tanya Zhou Fan dengan semangat membara.


"Kota Lan Yuliang, seluruh kota itu adalah wilayah sekte bulan sejati. Bahkan pihak Kekaisaran Shi tidak dapat ikut campur ke dalam urusan kota tersebut." Huang Yu berdiri dari duduknya, lalu pandangannya memandang sekitar seolah mencari sesuatu.


Zhou Fan hanya duduk diam di tempatnya, hanya menyaksikan pria tua dalam pandangannya sibuk mencari.


Huang Yu diam sejenak, jari telunjuknya menggaruk pelipis. Dia seakan mencoba mengingat dimana letak benda yang dia cari.


Setelah berpikir begitu lama, senyum terbit di wajahnya. Kemudian Huang Yu melangkah ke salah satu meja di sisi lain ruangan.


Tangannya menjuntai ke bawah, lebih tepatnya membuka laci yang ada pada meja.


Begitu mendapatkan apa yang dia cari, dia kembali ke tempat duduknya. "Dengan ini kau dapat mengetahui seluruh wilayah Kekaisaran Shi."


Zhou Fan meraih gulungan yang disodorkan di depannya, ia lalu membukanya dengan menarik ujung tali yang mengikat.


Matanya fokus ke gulungan begitu gulungan terbuka, peta wilayah Kekaisaran Shi terpampang nyata di depannya.


Tidak hanya nama kota, melainkan juga ada pembagian kota itu yang berupa desa. Juga terdapat keterangan keterangan pembantu yang sungguh sangat membantu.


"Sebelum itu, kau harus mengetahui beberapa hal mengenai sekte bulan sejati." Perkataan Huang Yu sontak membuat Zhou Fan memperhatikannya.


"Sekte bulan sejati tidak menerima sembarangan murid, mereka melakukan serangkaian tes sebagai persyaratan."


Zhou Fan tak khawatir, dia sungguh sudah menyiapkan mentalnya jika pun harus mengerahkan segala kemampuan.


"Untuk masalah ini kau sepertinya tidak terlalu khawatir." Huang Yu melirik Zhou Fan yang selalu menampilkan ekspresi percaya diri.


"Tapi yang menjadi permasalahan, murid yang mendaftar tidak boleh lebih muda dari umur tujuh belas tahun."


Zhou Fan mengerutkan kening. Dia memang tidak masalah dengan ketentuan itu, tapi Rogue masih berumur dua belas tahun, gadis itu tidak bisa ikut bersama dengannya jika demikian.


"Aku akan membicarakannya dengan Rou, mohon kakek dapat menerimanya di kediaman ini selama aku pergi nantinya." Zhou Fan berkata dengan nada memohon.


"Tidak masalah." Huang Yu mangut mangut sambil mengelus dagunya.


"Baiklah jika begitu, aku mohon pamit terlebih dahulu, kakek." Zhou Fan undur diri setelah mendapat anggukan dari Huang Yu.


...


"Aku tak tahu, apakah Rou akan bersedia untuk tinggal di kediaman ini." Zhou Fan membatin dengan cemas.

__ADS_1


Rogue tidak mudah akrab dengan orang lain, tidak menutup kemungkinan dia akan menolak keputusannya yang akan meninggalkannya di kediaman jendral.


Zhou Fan memandang pintu ruangan Rogue, dia ragu untuk mengetuk dan masuk ke dalam.


Namun setelah pertimbangan masak masak, perlahan Zhou Fan mengetuk pintu ruangan di depannya.


Tok tok tok...


Tak lama terdengar sahutan dari dalam, menyuruhnya agar menunggu sekejap. Suara langkah kaki terdengar semakin jelas, dan Zhou Fan tahu bahwa itu adalah Rogue.


Begitu pintu terbuka, nampak seorang gadis kecil dengan wajah bingung menatapnya heran.


"Rou, ada yang ingin aku bicarakan denganmu."


Mendengar hal itu, Rogue membuka pintu lebih lebar, dia kemudian menyuruh Zhou Fan masuk ke dalam.


Zhou Fan duduk di tepi tempat tidur, sedang Rogue duduk di salah satu kursi tak jauh dari Zhou Fan.


"Bagaimana menurutmu, kediaman jendral?" tanya Zhou Fan, dia berbasa basi, dia ragu untuk langsung melempar pernyataannya.


Rogue menyipitkan mata, dia seolah menangkap maksud lain dari pertanyaan Zhou Fan. Namun dia tetap membuka mulutnya untuk menjawab.


"Pelayan di sini sangat ramah, mereka memperlakukan aku dengan baik. Juga makanan yang baru saja mereka antar sangat lezat."


"Kau tidak bisa terus berputar putar, kakak. Aku tahu bukan pertanyaan itu yang menjadi tujuanmu datang ke ruangan ku," ungkap Rogue dengan wajah serius.


Huk huk...


Zhou Fan tersedak nafas sendiri. Kemudian memasang wajah masam.


Zhou Fan lalu menjelaskan semuanya kepada Rogue, termasuk niatnya untuk menyusul ke sekte bulan sejati.


" ... Tapi kau tidak bisa ikut, karena sekte bulan sejati tidak menerima murid di bawah tujuh belas tahun." Zhou Fan berkata dengan nada menyesal, lalu kembali membuka mulutnya setelah mengambil nafas. "Kau tak perlu khawatir, Zhou Jim juga akan bersama denganmu di kediaman ini."


Rogue yang mendengar perkataan Zhou Fan sejenak berpikir, kemudian berdiri dan mendekati sang kakak.


"Kau tak perlu mengkhawatirkan aku, kakak. Aku akan menunggumu kembali di sini." Rogue mencoba mengerti kesulitan Zhou Fan, dia tidak mau membuat Kakaknya dalam pilihan sulit.


Zhou Fan juga sebenarnya tidak tega untuk meninggalkan Rogue di kediaman yang tak satupun dia kenal penghuninya.


Namun, pilihan itu harus dia ambil. Andai Jendral besar Huang dapat mengirim informasi atau meminta seseorang untuk menjemput Wei Guanlin, itu akan sangat memudahkan.

__ADS_1


Tapi tidak bisa semudah itu, sekte bulan sejati tidak menerima cara seperti itu. Tidak ada yang bisa memasuki kota Lan Yuliang selain anggota sekte tersebut. Bahkan Kaisar sekalipun.


Mereka bagai Kekaisaran di dalam Kekaisaran, memiliki hukum dan juga peraturan sendiri.


"Benar yang dikatakannya, kau tak perlu khawatir. Adikmu akan aman di kediamanku."


Zhou Fan serta Rogue menoleh begitu mendengar suara tak asing tiba tiba terdengar. Entah sejak kapan sudah ada pria tua di dalam ruangan bersama mereka.


"Kakek?" Zhou Fan seketika berdiri dan mendekat.


"Tidak ada yang berani menyentuhnya saat berada di kediaman ini, aku akan menjaminnya." Huang Yu berkata dengan sangat meyakinkan, membuat Zhou Fan tenang meninggalkan Rogue di kediaman jendral.


Rogue yang mendengar pernyataan dari jendral besar Huang seketika mengumbar hormat.


"Tak perlu begitu, kau juga cucuku." Huang Yu mendekat dan merangkul pundak Rogue yang sudah berdiri di sampingnya.


Kening Huang Yu tiba tiba mengernyit, Zhou Fan yang mengetahui hal itu lantas bertanya. "Kau kenapa, kakek?"


Huang Yu mengendus jubah Rogue, setelah memastikan aroma yang dia rasakan, wajahnya menatap Zhou Fan.


"Apakah kau menyembunyikan beast di dalam jubahmu?" tanya Huang Yu kepada dua insan bersaudara itu.


"Emn... Rogue memiliki kedekatan khusus dengan beast lebah, lebah jarum selalu mengikuti kemanapun dia pergi." Zhou Fan menjelaskan dengan ragu, dia takut Huang Yu akan merubah sikap terhadap Rogue.


"Hahaha... Kenapa kau cemas, itu bukan suatu kesalahan. Bukankah itu bagus jika dia memiliki pelindung yang selalu siaga di dekatnya?" Huang Yu terkekeh di akhir dialognya.


Zhou Fan menggaruk tengkuk kepala yang tidak gatal, dia membayangkan jendral besar Huang akan marah dan tidak lagi menerima Rogue di dalam kediamannya.


Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Pria tua itu menerima bahkan ikut senang dengan keunikan Rogue.


"Bisakah kau mengeluarkan mereka?" Huang Yu berkata dengan penasaran, dia belum pernah menjumpai kasus semacam ini dengan mata kepala sendiri, tapi dia pernah mendengar sebuah kisah tentang hal serupa.


Rogue melirik Zhou Fan, dan dibalas kontan dengan senyuman.


Melihat respon Zhou Fan, Rogue mulai memposisikan dirinya, dia menjauh dua langkah dari Huang Yu.


Tangan kanan mulai terentang, dan dari sela jubah lebah jarum keluar berhamburan.


Mata Huang Yu melebar tak percaya, dia dapat memperkirakan terdapat beast di balik jubah, tapi dia tidak mengharapkan akan berjumlah ribuan.


Huang Yu spontan melirik kedua orang di sekitarnya, matanya bergantian memandang keduanya. Kedua saudara itu sudah sangat membuat dirinya terguncang.

__ADS_1


"Sungguh mengerikan!"


__ADS_2