
"Itu adalah tubuh budha!"
Semua berseru kala Te Sha mengeluarkan teknik andalannya, sebelum ini dia belum sama sekali mengeluarkan kekuatan penuhnya, entah mengapa saat berhadapan dengan Zhou Fan dia langsung berniat bertarung habis habisan.
Mungkin dia melihat Zhou Fan adalah lawan yang pantas baginya.
Zhou Fan tidak mengetahui apa itu tubuh budha, tapi melihat serta mendengar reaksi orang orang, itu terkesan sangat menakjubkan.
Dia juga dapat merasakan aura yang sangat kuat terpancar dari tubuh Te Sha.
"Baiklah, ayo mulai."
Te Sha menunjukkan telapak tangannya yang terbuka, dia masang sikap seperti pengemis yang tengah melakukan pekerjaannya.
Tanpa membalas ucapan Te Sha, Zhou Fan mengangkat pedang darah malam, bersamaan dengan itu kobaran api tipis menyelimuti permukaan pedang.
Keduanya melesat serempak. Te Sha menyodorkan salah satu tapak nya, sementara Zhou Fan menodongkan pedang darah malam.
Blar...
Ketika api yang terpusat di ujung pedang berbenturan dengan lapisan sarung kulit baja milik Te Sha, suara ledakan terdengar nyaring dan membuat percikan kembang api.
Zhou Fan menarik tubuhnya, secara tegas dia melayangkan kaki kanannya.
Phak...
Namun Te Sha masih bisa melihat gerakan Zhou Fan, dengan cekatan dia menarik kakinya ke atas, menghadang dengan kaki tertekuk.
__ADS_1
Serangan Zhou Fan tidak sampai di sana, dia meninju kuat tubuh Te Sha. Akan tetapi serangan itu seolah tidak berdampak serius bagi pria botak itu, dia masih berdiri tanpa luka sedikitpun.
Zhou Fan membulatkan mata, dia sangat yakin pukulan tangan kirinya mengandung cukup banyak tenaga dalam, tapi tetap tidak bisa menembus pertahanan Te Sha.
"Tubuh budha memang luar biasa." Zhou Fan membatin sambil memperhatikan lapisan cahaya tipis di sekujur tubuh Te Sha.
"Jangan melamun!"
Tiba tiba saja Te Sha sudah berada di samping Zhou Fan, sudah bersiap melakukan serangan tapak. Namun Zhou Fan dengan cepat menarik tubuhnya ke belakang, membuat tangan Te Sha melintas di depan wajahnya.
Tak menyia-nyiakan kesempatan, Zhou Fan menangkap tangan itu, tapi tangan Te Sha yang lain dengan cepat menepis tangan Zhou Fan.
Keduanya mundur, tapi tidak menarik serangan yang dikeluarkan. Mereka malah melempar jurus yang saling menghadang.
Zhou Fan mengeluarkan 'tebasan ganda'. Sedang Te Sha melesat kan sebuah sileut tapak, dia menyebutnya dengan 'tapak pemecah gelombang.
Zhou Fan tidak menunggu Te Sha mendekat, dia terlebih dahulu melesat dengan membawa pedang darah malam. "Teknik dewa pedang!"
Zhou Fan melancarkan serangan andalannya. Tidak mau ketinggalan, Te Sha merapalkan sebuah gerakan, dan dia kemudian menyerang dengan teknik bertarung miliknya.
Prang...
Dentingan terus terdengar, bersahutan mengiring pertarungan. Zhou Fan tak memaksa Te Sha dalam kondisi bertahan, tapi berkat tubuh budha milik nya, Te Sha bertahan dari gempuran teknik dewa pedang.
"Kau tidak akan bisa menghancurkan pertahanan tubuh budha." Te Sha berkata dengan wajah percaya diri, dia berkata sambil terus menahan lesatan pedang yang terus mengarah ke arahnya.
Zhou Fan mendengus, dia tidak percaya pertahanan tubuh budha akan sekuat itu. Semua pasti ada kelemahan, dan dia akan menemukannya cepat atau lambat.
__ADS_1
Zhou Fan semakin mempercepat gerakannya, tapi melambangkan tidak bisa ditembus, bahkan serangan serta jurus yang dikeluarkan seolah tidak ada artinya.
Sejenak Zhou Fan merasakan tekanan, dia tidak bisa seperti ini, dia akan kalah bahkan jika dia tidak mendapatkan serangan. Tenaga dalamnya terbatas, dan dalam pertandingan tidak diperkenankan untuk memakai pill.
'Kau yang memaksa ... Mari kita lihat apakah pertahanan tubuh budha dapat bertahan dari panasnya area yang aku ciptakan.' Zhou Fan mundur, kemudian menggerakkan telapak tangan membentuk sebuah segel.
"Formasi dunia api!"
Sebuah dinding bening tercipta, di dalam arena sekarang penuh dengan kobaran api, dari luar tidak dapat melihat apa yang terjadi di dalam formasi, karena kobaran api yang membakar semua sisi formasi.
Te Sha menyipitkan mata, dia tidak tahu apa yang terjadi terhadap arena, seolah dia berada di dunia api, semua disekitarnya hanya api.
Zhou Fan tak menunggu Te Sha bersiap, dia menyerang dengan teknik dewa pedang. Di dalam formasi dunia api miliknya, kekuatan serangan menjadi dia kali lipat. Dengan itu dia tidak percaya pertahanan tubuh budha masih dapat menahannya.
Te Sha memandang ke sekitar, dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Tiba tiba dari belakang dia merasakan sinyal bahaya, dan langsung melompat menghindar.
"Tebasan ganda!"
Ketika jurus tercipta, Te Sha langsung mengeluarkan 'tapak pemecah gelombang'. Namun yang terjadi sungguh membuat matanya terbuka lebar, jurus nya hancur tertelan, seolah dia tidak mengeluarkan serangan.
Te Sha menyilang kedua tangan, berniat menahan jurus tebasan ganda yang sudah tepat di hadapannya.
Namun jurus itu terlalu kuat, membuat tubuh pria botak itu terpental dengan luka yang lumayan parah. Pertahanan yang selalu dia banggakan hancur berkeping-keping dalam satu kali serangan.
"Ti -- dak mungkin!"
Te Sha tidak menyangka hasil akhir akan seperti ini, dia bahkan kalah di tangan seorang murid baru.
__ADS_1
Zhou Fan berjalan mendekati lawan yang telah kalah. "Tidak ada yang tidak mungkin, selama ada kepercayaan, maka tidak ada yang tidak bisa."