
"Bangsat!"
Feng Xiao menerjang dengan amarah meluap, seperti kobaran api yang membara. Pria itu membentangkan pedangnya, menusuk Zhou Fan dengan kejam.
Namun serangan nya masih bisa dipatahkan, Zhou Fan berkelit sambil menyabitkan pedang darah malam. Bersamaan dengan itu Zhou Fan mendorong kaki mengincar pinggang.
Bang...
Dua kaki beradu, keduanya nampak berimbang. Tapi dalam kurun waktu itu, Zhou Fan melesatkan tebasan.
Shut...
Pedang meluncur mulus ke arah leher. Namun untuk mendaratkan luka sayatan tidak semudah itu, Feng Xiao menarik tubuhnya, sambil melenting dia mengangkat kaki.
Zhou Fan mendorong tinjunya, membuat kaki dan tinju beradu.
Srak...
Keduanya mundur dan mengerem dengan sempurna, mata mereka menatap tajam bak seorang pemburu yang telah menetapkan mangsanya.
"Penebas awan!" Zhou Fan mengayunkan pedang darah malam dengan kedua tangan, menciptakan siluet tebasan laksana bulan sabit.
__ADS_1
Feng Xiao tidak mau diam menyaksikan, dia mengeratkan pegangan pedang nya dan bersiap mengeluarkan serangan.
"Raja Singa!" Feng Xiao berteriak keras, bersamaan dengan itu dari dari ujung pedangnya keluar kepala singa.
Blar!
Ketika dua jurus bertabrakan, sontak hal itu menimbulkan dengan nyaring yang menggema di altar pertandingan. Semua orang yang menyaksikan terperangah akan suasana pertarungan dia murid luar itu.
Sementara Feng Xiao setelah mengeluarkan serangan, dia menunggu dalam diam, dia menduga bahwasanya sang lawan telah dikalahkan.
Namun dari kepulan asap muncul seorang pemuda menerjang ke arahnya.
"Pertarungan belum selesai!" Zhou Fan melesat dengan pedang darah malam.
Trang...
Serangan itu dapat dihadang dengan baik oleh Feng Xiao, tapi Zhou Fan belum berniat mundur, pemuda itu menyerang semakin gencar dan tak jarang mengeluarkan pukulan tangan kosongnya.
Wajah Feng Xiao memerah, dia berusaha keluar dari tekanan, tapi apalah daya dia yang sudah tidak sanggup menghadapi gencarnya serangan Zhou Fan.
Zhou Fan tidak membiarkan Feng Xiao mengambil nafas, dia terus menyerang dan menggunakan kekuatan api pada gerakan teknik dewa pedang miliknya.
__ADS_1
Semua yang melihat dari bawah terperangah akan gagahnya gerakan yang ditunjukkan.
"Itu adalah teknik andalannya, sekarang dia mulai serius. Aku ingin lihat seberapa lama Feng Xiao akan bertahan."
Tidak ada yang tidak terpana akan aksi Zhou Fan. Tidak mudah untuk mengombinasikan sebuah teknik bertarung dengan kekuatan api atau semacamnya.
"Sialan! Aku tak terima!" Feng Xiao meraung marah, dia menyerang paksa dan mengabaikan serangan Zhou Fan yang mengarah ke arahnya.
Zhou Fan menarik sudut bibirnya, dia merasa Feng Xiao sangat ceroboh, dalam kesempatan seperti ini dia bisa saja membunuh pria itu. Namun dalam seleksi murid dalam ini tidak diperkenankan saling membunuh.
"Aku akan mengakhiri ini semua." Zhou Fan bergerak cepat, maju sambil menebas.
Feng Xiao merasakan perutnya terkoyak, tapi tidak terlalu dalam. Meski begitu sudah cukup membuat darah meloncat keluar.
Zhou Fan membalikkan badan, bersamaan dengan itu tubuh Feng Xiao terjatuh di lantai arena. Suara antusias beberapa orang la gaung terdengar, mereka ikut merayakan keberhasilan pemuda itu.
Wei Guanlin yang melihat Zhou Fan berhasil mendapatkan tiket menuju pelataran dalam tersenyum bahagia, dengan itu tak lama lagi mereka akan kembali ke tanah kelahiran-kekaisaran Wei.
Melihat Zhou Fan mendekat, Wei Guanlin serta lainnya memberikan tatapan bangga. Mereka senang atas keberhasilan yang telah diraih oleh pemuda itu.
Zhou Fan mendekati Wei Guanlin, dia berdiri di samping istrinya.
__ADS_1
"Lin'er, aku menantikan hadiahnya."