Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 256 : Yin Cun dan Seleksi


__ADS_3

Kota Laoshi, Zhou Fan sudah berada di wilayah kota perbatasan antara kota Lan Yuliang.


"Sekte bulan sejati, aku akan datang sebentar lagi." Zhou Fan memandang plakat nama kota di gapura yang ada di depannya.


Kota Laoshi bukan lah kota tenar yang ada di Kekaisaran Shi, hal itu dikarenakan perhatian sebagian besar orang akan teralihkan oleh nama besar kota Lan Yuliang yang berada tepat di bagian utara kota Laoshi.


Namun yang semua orang harus akui, kota ini memiliki wilayah yang lumayan luas. Bahkan jika dibandingkan dengan beberapa kota yang ada, kota Laoshi masuk ke dalam lima teratas dalam hal luas wilayah.


Zhou Fan turun dari kudanya, dia menarik tali kekang dan berjalan mendekati barisan orang orang yang juga memiliki tujuan sama dengannya, memasuki kota Laoshi.


Setelah melakukan perjalanan beberapa hari, Zhou Fan kini semakin dekat dengan tujuannya. Sambil menunggu pengumuman dari sekte bulan sejati, dia memutuskan untuk bertahan di kota Laoshi.


"50 koin emas." Penjaga itu berkata tanpa peduli siapa yang berdiri di hadapannya, baik tua muda, pengemis atau saudagar semua ia pandang sama.


Namun itu belum termasuk kendaraan juga atau kuda yang mereka bawa, untuk kuda harus menambahkan 10 koin emas, sedang kereta kuda harus menambahkan 20 koin emas.


Saat giliran Zhou Fan, penjaga itu memperhatikan sekilas, kemudian memberikan kertas. "60 koin emas."


Tanpa basa basi Zhou Fan mengeluarkan sejumlah koin emas yang diminta, dia lalu menarik kudanya memasuki kota Laoshi.


Memasuki kota, dapat terlihat suasana yang masih ramai, padahal hari sudah menjelang malam.


Zhou Fan tak menunggangi kuda di dalam kota, karena banyak sekali orang orang yang berkerumun. Jika dia memaksa, mungkin dia akan membuat masalah menjadi semakin besar.


Pemuda itu berpikir, bukankah hanya berjalan, itu bukan masalah besar baginya. Juga dia bisa menikmati waktu santainya sebelum mengikuti seleksi sekte bulan sejati.


Setelah berjalan melintasi beberapa persimpangan, dia melihat ada bangunan yang terlihat besar. Sekali lihat saja dia dapat mengetahui bahwa itu adalah penginapan.


"Jika menghitung hari sejak aku berangkat, kurang lebih seleksi sekte bulan sejati akan diadakan tiga hari lagi." Zhou Fan membatin sambil melangkah ke penginapan yang sudah dari tadi dia incar.


Dengan santai, Zhou Fan memasuki pintu penginapan. Karena banyaknya orang di sana, tidak ada yang begitu memperhatikan pemuda itu saat masuk.

__ADS_1


Sebenarnya memang itu yang dia inginkan, baginya menjadi sorotan begitu banyak orang terkadang sangat tidak nyaman. Namun, di beberapa kesempatan juga bisa membuat diri sendiri merasakan kepuasan.


"Satu ruangan," ucap Zhou Fan begitu berhadapan dengan pekerja penginapan.


Wanita paruh baya itu terlihat bingung, seperti tidak tahu harus mengatakan apa terhadap Zhou Fan.


"Kau kenapa, bibi. Apakah tidak ada?" Zhou Fan mengetuk jari di meja penerimaan tamu tersebut, ketukan demi ketukan terdengar bagai pautan waktu yang terus berjalan.


Tamu yang berada di lantai sama tak mempedulikan Zhou Fan, mereka lebih asik dengan makanan juga teman yang ada di dekat mereka.


Wanita paruh baya yang bekerja sebagai penerima tamu, tersenyum canggung. "Maaf tuan, tapi penginapan kami sudah penuh. Sejak beberapa hari terakhir kota Laoshi memang ramai, itu berhubungan dengan seleksi sekte bulan sejati."


Zhou Fan mengangguk, dia paham akan hal itu. Sekte bulan sejati selaku adalah sekte nomor satu di tiga Kekaisaran, tentu menjadi tujuan semua orang.


Namun yang memiliki kesempatan untuk mengikuti seleksi juga tidak sembarangan orang, harus yang memiliki tanda pengenal sekte, berupa plakat resmi dari sekte bulan sejati.


Zhou Fan kemudian berbalik dan hendak pergi keluar mencari penginapan lain, tapi sebuah uluran tangan menahan pundaknya.


Zhou Fan tak langsung membalas sapaan juga pertanyaan pria muda tersebut, die menelisik dari ujung kaki sampai ujung rambut.


Pria di depannya memiliki mata teduh dengan bola mata berwarna biru kristal, rambut hitam sepanjang pundak agak bergelombang dengan tongkat di punggung. Pakaian berwarna merah maroon dipadukan dengan celana gelap membuat penampilannya terkesan sangar


"Marga ku adalah Yin, namaku adalah Cun. Kau bisa memanggilku pria tampan jika kau mau." Yin Cun menaik turunkan kedua alisnya membuat Zhou Fan spontan mengedutkan bibir.


Pria muda di depannya memang tampan, tapi dengan menyuruhnya memanggil tampan itu agak berlebihan. Jika dibandingkan dengannya, pasti orang akan mengatakan, bahwa dia adalah titisan dewa.


Zhou Fan diam diam tersenyum bangga, membuat Yin Cun menepuk pundaknya sekali lagi.


"Hei, kawan. Ku dengar kau mencari ruangan, aku sudah mendapatkan ruangan, tapi ruangan milikku merupakan ruangan tipe dua sedang aku hanya seorang diri." Yin Cun menghela nafas, melirik Zhou Fan lalu kembali melanjutkan.


"Jika kau tidak keberatan kita bisa berbagi ruangan, dengan begitu koin emas yang kita keluarkan berkurang setengah. Bagaimana?"

__ADS_1


Zhou Fan mangut mangut. "Kau pimpin jalan."


Dengan tiga kata itu, Yin Cun berbalik dan naik ke lantai atas.


"Dari bahan pakaianmu, kau bukanlah orang Kekaisaran Shi, sebenarnya kau berasal dari Kekaisaran mana?" Sambil berjalan Yin Cun tak henti hentinya bertanya.


"Zhou Fan, Kekaisaran Wei." Zhou Fan bukanlah orang yang tak tahu terima kasih, Yin Cun sudah menawarkan ruangan untuknya, hanya memberitahu nama dan juga asal bukanlah masalah besar.


"Kekaisaran Wei? Kau tahu, ayahku juga berasal dari sana, tapi semenjak ayah menikah dengan ibuku, ayah tinggal di kediaman ibu. Ayahku adalah seorang pengembara ...."


Yin Cun nampak bersemangat, menceritakan semua tentangnya tanpa ada yang terlewat. Zhou Fan hanya menjadi pendengar yang baik, hanya diam sambil terus melangkahkan kaki menaiki tangga yang sudah tersisa beberapa lagi.


Sampai di ruangan, Yin Cun membuka pintu tanpa sungkan. Mungkin dia merasa menjadi pemilik sementara ruangan, tidak masalah apa yang dia lakukan. Asal jangan sampai rusak saja, atau dia harus mengganti semua itu.


"Itu adalah tempat tidurmu, aku di sini. Katakan saja jika kau membutuhkan bantuan, jangan sungkan. Anggap aku adalah teman." Yin Cun menepuk pundak Zhou Fan dan menidurkan tubuhnya di tempat tidurnya.


Zhou Fan tak menjawab, dia melangkah mendekati tempat tidurnya, dia lalu duduk di sana.


Yin Cun yang merasa punggungnya sedikit tidak nyaman membalikkan badan, mendapati Zhou Fan menatapnya dengan begitu lekat dia bangun dan duduk sambil membalas tatapan pemuda itu.


"Kenapa kau menatapku?" Zhou Fan memicingkan mata sebelah kirinya.


Yin Cun terkekeh, dia kemudian merebahkan kembali tubuhnya dengan posisi terlentang. Kedua tangan menjadi bantal, sementara kaki dia tekuk dengan kaki kakan di atas lutut kaki kirinya.


"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau memandangku, aku tahu aku tampan, tapi tidak seharusnya pria muda seperti mu terpesona kan?" Yin Cun berkata tanpa adanya penyaring yang menahan perkataannya, dia begitu lepas saat berbicara.


"Kau datang karena seleksi sekte bulan sejati?" Zhou Fan tiba tiba bertanya, membuat Yin Cun termenung sesaat.


Namun orang seperti Yin Cun tidak akan kehabisan kata kata terlalu lama, hanya membutuhkan beberapa detik saja puluhan bahkan ratusan kalimat sudah terperinci di dalam kepalanya.


"Sekte bulan sejati merupakan sekte impian, jika bisa masuk ke sana, bukan hanya mendatangkan keuntungan untuk diri sendiri, juga mendatangkan keuntungan untuk keluarga ...." Yin Cun kembali melirik Zhou Fan dengan ekor matanya, setelah puas dia kembali menatap langit langit sambil tertawa.

__ADS_1


"Aku yakin kau juga sama seperti ku."


__ADS_2