Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 304 : Ayah?


__ADS_3

Zhou Fan termenung mendengar apa yang dikatakan Huang Yu, dan dia diam dalam waktu yang lumayan, sampai pria tua di sampingnya menegur.


"Kau kenapa?"


Zhou Fan menggeleng dengan wajah tersenyum bahagia. Istrinya hamil? Ini adalah kabar yang luar biasa.


Bersamaan dengan itu Wei terbangun, dia menatap kedua pria di sebelah tempat tidur dengan pandangan heran. "Kakek, kenapa kau ada di sini?"


Perlahan Wei Guanlin duduk, dia masih menelisik dua pria di dekatnya.


"Tidak tidak, kau lanjutkan istirahat. Sebentar lagi aku akan mendapatkan cicit, kau harus jaga baik baik." Huang Yu keluar meninggalkan sepasang insan di dalam ruangan.


Wei Guanlin masih tidak mengerti. Kenapa kakeknya bersikap demikian, apakah ada yang salah dengannya?


Namun kata 'cicit' membuat kening wanita itu mengernyit. Dia mengingat gejala yang dia alami beberapa waktu terakhir, dengan wajah sedikit terkejut dia menoleh ke arah Zhou Fan.


Zhou Fan mengangguk. "Kau hamil. Aku sungguh bahagia."


Tanpa menunggu persetujuan Wei Guanlin, Zhou Fan memeluk istrinya. Wei Guanlin sendiri tidak menolak, dia hanya diam, masih sedikit tidak menyangka.


Zhou Fan menjauhkan tubuh istrinya saat merasakan pundaknya basah. "Kenapa menangis, kau - "

__ADS_1


"Tidak, ini adalah air mata bahagia." Wei Guanlin mencekal tangan Zhou Fan yang hendak menghapus air matanya.


...


Di kediaman jendral besar Huang saat ini sangat ramai, bukan karena apa, tapi akan digelar sebuah perayaan atas kabar bahagia.


Perayaan ini dilakukan di halaman utama, jika di dalam ruangan sangat tidak memungkinkan untuk dapat menampung setiap insan yang datang.


Banyak klan dan kelurga lain yang diundang, meski itu hanya yang berada di sekitar. Semua datang dengan wajah antusias, karena sangat jarang mereka mendapatkan kehormatan seperti ini.


Namun di dalam kepala mereka terus bertanya tanya, sebenarnya kabar apa sampai membuat jendral besar Huang repot repot mengundang keluarga kecil serta klan yang sebenarnya tidak sebanding dengan keluarga Huang.


Siapa yang tidak tahu jika kediaman keluarga Huang merupakan tempat yang terisolasi dari orang luar, bahkan kaisar sendiri tidak mampu berlalu lalang sesuka hati saat berada di sini.


Tak lama Huang Yu datang bersama dengan tiga orang lainnya. Mereka adalah Zhou Fan, Wei Guanlin dan juga Rogue.


Tidak semua orang tahu siapa ketiga sosok di samping jendral besar Huang, karena hanya orang keluarga Huang yang mengetahuinya.


Semua yang ada di sana memandang lekat ketiga sosok itu, mereka penasaran terhadap identitas ketiganya.


Huang Yu berdiri di hadapan semua orang. Setelah beberapa saat melakukan sambutan yang membosankan, dia mengarahkan tangan ke arah tiga sosok di belakangnya.

__ADS_1


"Semuanya, perkenalkan mereka adalah cucu dan menantuku." Huang Yu menunjuk Wei Guanlin serta Rogue saat mengatakan 'cucu', sedang saat menunjuk Zhou Fan dia mengatakan 'menantu'.


Wei Guanlin sudah mengetahui siapa Rogue, Zhou Fan telah menceritakan sedikit cerita perjalanannya.


Perayaan berjalan meriah, tidak ada masalah yang terjadi. Membuat acara dapat selesai tepat waktu.


...


Keesokan harinya, Zhou Fan telah bersiap kembali. Rogue tidak ikut bersama mereka karena gadis kecil itu akan tinggal dengan Huang Yu.


Saat di tanya, dia memberikan setidaknya beberapa jawaban, dan itu terdengar masuk akal.


Pertama dia mengatakan bahwa Kekaisaran Shi adalah rumahnya, dia tidak akan meninggalkan Kekaisaran ini jika dia bisa. Kedua dia merasa nyaman tinggal bersama dengan Huang Yu.


Sementara Huang Yu yang mendengar cucunya akan pergi merasa sedikit tidak rela, jika dia bisa ingin sekali menahan lebih lama. Namun dia tidak bisa egois, memisahkan anak dengan orang tua.


Di Kekaisaran Wei mungkin Wei Huan telah menantikan kedatangan putrinya, tidak baik juga dia menahan terlalu lama.


"Kau harus menjaga baik baik cucu serta cicit ku. Jika terjadi sesuatu, aku tidak akan mengampuni mu!" Huang Yu menekan pundak Zhou Fan, dia percaya kepada Zhou Fan, membiarkan pemuda itu membawa cucunya.


"Kakek, yang kau sebut cucu dan cicit itu adalah istri dan anakku. Aku tidak akan membiarkan mereka berdua terluka."

__ADS_1


Huang Yu tak lagi menghiraukan Zhou Fan dia berbalik dan meninggalkan ruangan.


"Aku harap seperti itu."


__ADS_2