Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 218 : Kehebohan


__ADS_3

Zhou Fan sekarang tidak hanya berdua, dia harus membawa gadis yang sekarang berada di tingkat petarung raja bintang satu.


"Kemana tujuanmu?" tanya Zhou Fan sambil bergerak. "Tidak mungkin 'kan jika kau terus mengikutiku?"


"Sementara ini aku akan mengikutimu, tapi tujuanku adalah sekte bintang jendral." Xiao LingYun berkata sambil menoleh ke arah Zhou Fan, dia tidak berlari layaknya Zhou Fan, dia menaiki Zhou Jim dan hanya duduk manis di atas punggung serigala itu.


"Sekte bintang jendral?" ucap Zhou Fan membeo, dia belum pernah mendengar nama sekte tersebut.


"Kau mungkin tidak mengetahui tentang sekte ini, sekte bintang jendral adalah sekte terbesar di Kekaisaran Shi, konon katanya yang bisa memasukinya hanya jenius sejati serta bangsawan yang ada di sana." Xiao LingYun mulai menjelaskan apa itu sekte bintang jendral.


Gadis itu juga menyampaikan informasi yang bersangkutan dengan sekte terbesar Kekaisaran Shi. Dia terlihat antusias saat membahas hal tersebut.


"Apakah kau yakin dapat memasukinya?" tanya Zhou Fan dengan nada meragukan.


"Aku tak suka nada bicaramu," tukas Xiao LingYun dengan lirikan sinis.


"Apakah kau yakin dapat memasukinya... ?" Zhou Fan mengubah nada bicaranya, membuatnya seolah tengah membaca puisi.


"Ck.." Xiao LingYun melengoskan wajahnya, lalu membuka suaranya. "Meskipun aku tidak termasuk sangat jenius di sana, setidaknya untuk memasuki sekte tersebut bukanlah tidak mungkin."


"Sepertinya kau sudah mempersiapkannya sejak lama." Zhou Fan melirik Xiao LingYun.


"Sudah aku katakan, berpetualang adalah mimpiku..," jawab Xiao LingYun singkat.


Keduanya terus berbincang selama perjalanan, tak terasa keduanya sampai di ibu kota Kekaisaran Xiao.


Namun, saat ingin memasuki gerbang kota, penjaga menghentikan mereka.


"Tidak diperbolehkan membawa masuk beast tingkat tinggi ke dalam ibukota."


Salah satu penjaga merentangkan tombak menghalangi Zhou Fan saat hendak masuk.


Zhou Fan berdiskusi bersama beberapa penjaga, tapi masih saja tidak bisa membuat Zhou Jim masuk dengan izin mereka.


Xiao LingYun yang tidak sabar menunggu di samping Zhou Jim menghampiri Zhou Fan yang masih sibuk bercakap dengan para penjaga.


"Kenapa kau sangat lama?" tanya Xiao LingYun sambil menyentuh pundak Zhou Fan, membuat pemuda itu menoleh ke arahnya.


"Tidak diperbolehkan membawa beast tinggal lima ke atas masuk ke dalam ibukota."

__ADS_1


Penjaga itu kembali mengulang kembali petuahnya, wajahnya terlihat arogan di hadapan keduanya.


Xiao LingYun tak suka dengan sikap penjaga itu, meskipun penjaga tersebut mengatakan sebenarnya. Spontan gadis itu merogoh sakunya, di sana selalu tersedia tanda pengenal yang di buatkan khusus untuknya.


"Buka matamu lebar lebar, apakah kau yakin mau menghalangi kami?" Xiao yang mengangkat tangannya yang memegang sebuah token identitas.


Kedua penjaga yang berada tepat di hadapan Zhou Fan serta Xiao LingYun seketika terdiam membisu, bahkan mereka terlihat masih menahan nafas.


Klang...


"Maafkan kami, tuan putri." Kedua penjaga itu langsung bersujud di lantai, bahkan mereka tak lagi mempedulikan tombak yang terjatuh membuat suara nyaring.


Semua orang yang berada di sana menoleh ke tempat dua penjaga berada, melihat temannya bersujud dengan tubuh gemetar para prajurit memusatkan penglihatan, dan mata mereka menangkap token istimewa yang hanya dimiliki keluarga kerajaan.


Para penjaga langsung bersujud, membuat para penduduk semakin penasaran siapa sosok yang tengah berdiri sambil memegang token identitas.


"Apakah gadis muda itu adalah putri kaisar? Tapi dari yang aku ketahui, kaisar hanya memiliki satu orang putri, sedang lainnya adalah putra." Beberapa orang di sana mulai saling mendekat satu sama lain dan memperbincangkan hal yang serupa.


"Dia bukan putri kaisar, Tuan putri Xiao Feiyu memiliki rambut pendek, tidak sepertinya yang mempunyai rambut panjang." Orang yang mengetahui sedikit banyak berkata dengan percaya diri.


"Aku tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup cadar, tapi aku dapat memperkirakan tersembunyi keindahan yang luar biasa dibaliknya."


Xiao LingYun yang mulai risih dengan tatapan semua orang dengan segera membuka suara. "Baiklah, cepat berdiri, atau kalian mau aku terus berada di sini?"


"Penjaga ini tidak berani, tuan putri. Silakan lanjutkan perjalanan anda, maafkan kami karena telah mengganggu waktu anda."


Seorang prajurit yang terlihat tua mengatakan dengan suara rendah, dia terlihat sungguh menyayangkan karena tidak memiliki mata untuk mengenali Xiao LingYun.


Sebenarnya bukan salah mereka jika tidak mengenal atau mengetahui Xiao LingYun, gadis itu selama hidupnya dia habiskan di kediamannya, bahkan kakek neneknya yang berada di ibukota harus menunggu satu bulan untuk bertemu dengan cucu dari putra kedua mereka.


Berikut waktunya juga singkat, hanya satu hari Xiao LingYun akan mengunjungi kakek neneknya, itupun harus dibagi untuk kakek nenek yang berada di kediaman perdana menteri, atau dari pihak ibunya.


"Ternyata aku berjalan bersama seorang tuan putri ... " "Lagi," ucap Zhou Fan yang mengucapkan kalimat terakhir dalam benaknya.


"Sekali lagi kau harus berterimakasih kepadaku," Xiao LingYun mengedipkan matanya, membuat Zhou Fan seketika mendecih.


Seharusnya tidak perlu melakukan itu, andai dia tidak lupa menyuruh Zhou Jim merubahnya menjadi serigala kecil yang terlihat layaknya anjing, tidak akan ada masalah seperti tadi.


Ketiganya sekarang hanya berjalan berdampingan melewati jalanan agak sepi. Zhou Fan yang merasa tidak banyak orang disekitarnya, berkata kepada Zhou Jim. "Jim, ubahlah wujudmu!"

__ADS_1


Xiao LingYun bingung dengan apa yang dikatakan Zhou Fan, dan dia mencoba untuk menghiraukannya.


Namun, seberkas cahaya di tangkap ekor matanya, dia pun menurunkan pandangannya ke arah Zhou Jim.


Tanpa menjawab ucapan Zhou Fan, serigala itu mulai merubah dirinya, keluar sinar dari tubuhnya, tubuhnya seluruhnya tertutupi oleh cahaya tersebut. Namun, cahaya yang menutupi Zhou Jin seketika lenyap dan memperlihatkan seekor serigala kecil di tempat Zhou Jim berada.


Xiao LingYun yang melihat hal itu hanya bisa membuka mulutnya lebar lebar. "Bagaimana bisa?"


Zhou Fan tak menjawab, dia hanya tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya.


Xiao LingYun seakan terpana dengan serigala kecil di bawah kakinya, dia pun meraih dengan kedua tangan, lalu memeluknya erat.


"Bulumu sangat lembut, bahkan lebih lembut dari bulu beruang. Dan yang paling penting kau sangat imut." Xiao LingYun menempelkan moncong Zhou Jin di hidungnya.


Auk!


Zhou Jim membuka mulutnya, dia kemudian mengangkat wajahnya seolah ingin mengatakan. 'Aku adalah pejantan sejati!'.


Saat asik berjalan di jalanan pasar, tidak sengaja Xiao LingYun menabrak seorang wanita muda bergaun mewah.


Auh...


Keduanya mundur sambil menggosok dahinya masing masing.


Beberapa orang di sana yang semula melakukan aktivitasnya masing masing, menghentikan sejenak kegiatannya dan melihat apa yang terjadi.


"Oh... Gadis itu akan sial, karena telah menabraknya."


"Kabarnya beberapa minggu lalu juga ada kejadian seperti ini, dan yang menabraknya sekarang sudah tiada."


"Sungguh, dia sangat kejam." timpal orang lain di sampingnya.


"Bukannya dia kejam, tapi memang nasib gadis yang menabraknya saja, karena dia terbunuh karena seekor beast yang lepas kendali setelah keluar dari sebuah kedai," jelasnya dengan wajah tak bersalah, membuat orang di sampingnya benar benar kesal.


Kedua gadis yang memakai cadar itu saling menatap satu sama lain, keduanya nampak kompak mengerutkan kening.


Tanpa di sangka keduanya lalu merentangkan tangan saling menghamburkan diri.


"Aku sangat merindukanmu, sepupu!"

__ADS_1


__ADS_2