Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 120 : Tuan Putri Wei, Lin'er?


__ADS_3

Trang.... Tring....


Wei Guanlin menggunakan teknik pedang suci, pedangnya yang merupakan senjata rank master menebas mengincar lawannya. Namun, Tang Guyu juga bukan lawan yang mudah.


"Apakah Tuan Putri tidak mempunyai pedang yang lebih berkualitas?" sindir Tang Guyu, pedang yang digunakannya adalah pedang rank epic, tapi Wei Guanlin hanya mengandalkan pedang rank master untuk melawannya.


"Huh..." Wei Guanlin hanya mendengus tanpa mengendurkan serangannya.


Trang trang...


Pedang keduanya terus beradu, perlahan muncul garis halus di permukaan pedang Wei Guanlin.


Trang.. krak...


Pedang rank master yang di gunakannya pecah menjadi berkeping-keping, berhamburan ke sekeliling arena.


"Apakah Tuan Putri berniat mengalah?" Tang Guyu menyeringai senang.


"Tidak akan terjadi!" Wei Guanlin berkata acuh, kemudian mengeluarkan pedang rank epic miliknya.


Mata Zhou Fan membulat ketika mendapati pedang tak asing dalam pandangannya. Zhou Fan menyipitkan matanya, tangannya sesekali mengusap matanya.


"Lin'er?" Tanpa sadar Zhou Fan berguman, pandangannya tak dapat teralihkan dari sebilah pedang di tangan 'Tuan Putri Wei'.


"A... Apakah Lin'er ... " Zhou Fan tak dapat lagi berkata, seolah lidahnya terasa kelu.


"Benar juga, namanya adalah Wei Guanlin, marganya adalah Wei, sama seperti marga Kaisar, dia juga mengatakan dirinya sebagai putri bangsawan ... " Zhou Fan bergumam dalam hati.


"Aku tarik kembali ucapanku!" Zhou Fan berucap tegas, meskipun hanya dia yang dapat mendengarnya. Mengingat ucapannya secara tak langsung mengharapkan wanitanya agar menjadi istri orang lain.


"Haha... Ternyata wanitaku sangat cocok denganku, sangat tangguh!" Zhou Fan memandang Wei Guanlin yang terus menyerang Tang Guyu.


Meskipun perasaan heran sekaligus penasaran terus menghantuinya. Kenapa Wei Guanlin merahasiakan identitsanya sebagai Putri Kaisar darinya. Namun, dia tak begitu mempermasalahkannya, dia berharap memberikannya penjelasan yang masuk akal.


Zhou Fan bukanlah pribadi yang impulsif, dia selalu berpegang pada prinsipnya, bertindak setelah berpikir konsekuensi yang akan terjadi.


Zhou Fan terus terlarut dalam lamunannya, bahkan tak sadar pertandingan telah usai dengan kekalahan Tang Guyu.


....


Di sebuah bangku di bawah pohon, Zhou Fan sedang menunggu kedatangan seseorang.

__ADS_1


Dia duduk sambil menengadahkan pandangannya jauh ke atas, memandang langit yang masih cerah.


Tak lama suara lembut menyapa, membuyarkan lamunan pemuda tampan itu.


"Fan gege!"


Zhou Fan memandang seorang wanita yang tengah berlari mengarah ke tempatnya berada.


"Apakah sebegitu sulit agar kau menemuiku, Tuan Putri~" tanya Zhou Fan dengan menakan kata terakhir.


Meskipun Zhou Fan mencoba memahami kenapa Wei Guanlin menyembunyikan identitasnya, dia tetap merasakan goresan kecil dalam hatinya.


Tiba tiba terlintas ide konyol untuk mengerjai kekasihnya, dia tak benar-benar menyalahkan Wei Guanlin, karena sebagai seorang putri tentu Zhou Fan memahami situasinya.


"Hehe ... " Zhou Fan tersenyum samar, tapi hanya sepersekian detik dia menampakkannya di bibir.


Wei guanlin menunduk, dia tak mengira Zhou Fan akan mengetahui identitasnya dengan cara seperti ini.


"Ah, aku rasa itu tak penting... Bahkan kau sepertinya tak berniat memberitahuku." Zhou Fan berkata dengan nada getir.


"Fan gege, aku tak bermaksud seperti itu ... " Wei guanlin berusaha menjelaskan namun Zhou Fan dengan sengaja memotong ucapannya.


"Memang aku tak pantas untuk seorang Putri Kaisar... Heh, hanya seorang pemuda dari kota terpencil, ingin mendapatkan seorang putri? Sebaiknya aku harus cepat terbangun, agar tidak terlalu sakit saat terjatuh." Zhou Fan memainkan kata seolah begitu mudah baginya.


Zhou Fan masih diam tak menanggapi ucapan Wei guanlin, dia hanya menunggu.


Melihat pemuda yang juga kekasihnya sudah kembali tenang, dia mulai berbicara. "Kenapa aku tak mengatakan bahwa aku adalah putri kaisar ... "


"Karena kau tak percaya kepadaku, karena aku hanyalah pemuda dari klan kecil, tak sebanding dengan Putri Kaisar." Zhou Fan kembali memotong ucapan Wei Guanlin.


Wei Guanlin menggertakkan giginya, tangannya mengepal, rahangnya mengokoh. "Bisakah kau diam! Aku tak mengira kau akan memandangku begitu rendah!"


"Terserah jika kau tak mau percaya kepadaku ... Aku tak memberitahumu karena aku merasa itu tidak penting, karena aku tahu kau pemuda yang tak hanya memandang latar belakang." Wei Guanlin mengatakan dengan menggebu-gebu, dia begitu terburu-buru karena tak ingin Zhou Fan menyela perkataannya.


Zhou Fan diam, membuat Wei Guanlin sedih, dia merasa kekasihnya tak mempercayai ucapannya. Namun beberapa saat berselang, Zhou Fan sudah tak kuasa menahan tawanya, dengan memegang perutnya yang terasa keram dia terus tertawa.


Hahaha..


"Huft... Sudahlah, aku tahu apa yang kau maksud." Zhou Fan berkata santai sambil mengacak rambut Wei Guanlin.


Wei guanlin menggembungkan pipinya kesal, bibirnya mengerucut panjang kedepan. Namun ekspresi bahagia tak lepas dari wajahnya.

__ADS_1


"Aku tahu, kau tidak mungkin berpikiran sempit." Wei Guanlin berkata dengan nada sangat pelan.


"Apa?" tanya Zhou Fan mendekatkan telinganya ke Wei Guanlin, seolah dia tak mendengar perkataan wanitanya.


Dia tak mungkin tidak mendengarnya, seorang kultivator dapat mendengar suara beberapa kali lebih tajam, meskipun tergantung tingkatannya.


"Huh!" Wei guanlin bersungut-sungut kesal. Dia masih kesal dengan Zhou Fan yang sudah mengerjainya.


"Aih... Kenapa jadi dia yang merajuk, seharusnya kan aku yang berada di posisi itu... Ckckck.." Zhou Fan berdecak dalam hati.


"Oh iya Lin'er, aku mempunyai sebuah hadiah," seru Zhou Fan tiba-tiba.


Wajah Wei guanlin yang tadinya cemberut mendadak cerah bagai langit tak berawan.


Zhou Fan dibuat menghela nafas dengan perubahan sikap Wei Guanlin, kemudian mengeluarkan sebuah botol pill.


"Pill?" Wei guanlin terlihat kecewa, dia tak membutuhkan pill, dia sudah memiliki banyak pill kultivasi, meskipun hanya tingkat 3 dan 4.


Wei guanlin merasa pill dalam botol tak lebih berharga dari pill yang pernah Zhou Fan berikan kepadanya.


"Bukalah, kau tak kan pernah tau apa isi di dalamnya sebelum kau membukanya," ujar Zhou Fan.


Dengan lemas Wei Guanlin membuka penutup botol, tapi seketika wajahnya berubah saat mencium aroma pill yang nampak asing.


Wei guanlin menatap Zhou Fan penuh arti, sedangkan Zhou Fan yang mengetahui maksud pandangan kekasihnya segera menjelaskan pill tersebut.


"Kau pasti pernah mendengar pill pembersih jiwa." Zhou Fan meraih botol di tangan Wei Guanlin, kemudian mengeluarkan pill di dalamnya.


"Ini adalah pill pembersih jiwa tingkat lima, pill ini akan membantumu mempercepat kultivasimu yang berada di tingkat petarung grand master."


"Kau tahu..., aku demi mendapatkan bahan pill ini harus berkorban nyawa.., dia tewas demi bisa mendapatkan salah satu bahannya," ucap Zhou Fan mengiba.


"Siapa?" tanya Wei Guanlin dengan spontan, wajah cantiknya memancarkan rasa penasaran tingkat tinggi.


Wei Guanlin yang sudah terpengaruh bualan Zhou Fan tanpa sadar meneteskan air matanya, dia terharu mendengar pengorbanan Zhou Fan.


Zhou Fan memasang ekspresi sedih, kemudian setelah menghela nafas rendah dia menjawab. "Beast kelabang tingkat tiga!"


Plak!


Wei guanlin seketika melayangkan tangannya kepada Zhou Fan.

__ADS_1


"Kau menghancurkan rasa haruku."


__ADS_2