Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 281 : Memukau Dengan Kemampuan


__ADS_3

Blar!


Baru saja pertarungan di mulai, tapi sebuah jurus kejam menyasar ke tempat Zhou Fan berdiri.


Beruntung pemuda itu masih dapat menghindar, jika tidak nasibnya tak jauh berbeda dengan lantai arena yang kini berwarna hitam gosong.


Qi Lian tersenyum mengejek, dia sangat yakin dapat mengalahkan Zhou Fan hanya dengan separuh kekuatan. Dengan enteng dia mengayunkan tombaknya.


Ketika tombak menyentuh lantai arena, sebuah energi menyebar. Itu terlihat seperti air yang dihantam sebuah batu.


Zhou Fan mengeratkan pedang darah malam. Mengetahui lawannya meremehkannya, dia menarik sedikit ujung bibirnya.


Pyah...


Ketika gelombang energi itu menyapu pedang darah malam, gelombang malah hancur dan menghilang.


Wajah Qi Lian menunjukkan jejak keterkejutan, tapi itu tak bertahan lama karena dia belum mengerahkan kemampuannya. Dia tak percaya, Zhou Fan dapat menghadapi serangannya jika dia keluar penuh.


Sekali lagi Qi Lian melancarkan serangan. Dan lagi dipatahkan oleh ayunan sebilah pedang.


Mata Qi Lian memerah marah, ternyata Zhou Fan merupakan lawan sepadan baginya. Dia berdiri sambil menghentak tombak ke lantai arena. Sambil menunjuk Zhou Fan dia berkata.


"Kau pantas jadi lawan ku, aku akan mengeluarkan seluruh kemampuan ku." Setelah berkata, tubuh Qi Lian seperti kerasukan, aura yang dikeluarkan terasa lebih kuat.


Zhou Fan hanya menatap datar pria di depannya. "Itu adalah kekuatan puncak petarung kaisar bintang dua."


Meski dia masih berada di tingkat petarung kaisar bintang satu, dia sama sekali tak khawatir. Dia malah merasa ini adalah kesempatan langka.


Zhou Fan memutar pedang dengan ringan, kakinya juga sudah sedikit terbuka dengan tangan mengepal.


"Rasakan kekuatan ku!" Qi Lian bagai api yang membara, dia bergerak cepat menerjang ke arah Zhou Fan.


Melihat lawan datang, tentu Zhou Fan tak hanya diam.

__ADS_1


"Teknik dewa pedang!" Dalam batin dia berkata, begitu pedang mulai bergerak aura mencekam begitu kental terasa.


Ketika pedang juga tombak beradu, suara nyaring dapat terdengar. Gema pertarungan begitu dahsyat, sampai membuat beberapa orang di sana terperangah.


Qi Lian mengeluarkan teknik tombak andalannya, sedang Zhou Fan menyanggupi dengan teknik dewa pedang.


Pedang darah malam bersinar samar, tapi ketika menebas percikan api perlahan menyelimuti. Pedang semakin tangguh, menghunus tanpa kenal ragu.


Namun sebagai petarung kaisar bintang dua, Qi Lian juga pasti memiliki teknik andalan, dia bergerak berputar sambil mengayunkan tombak.


Pertarungan berjalan seimbang, dentuman ledakan kecil tak jarang terdengar, kabut tipis bergumpal menutup arena.


Trang...


Keduanya mundur sambil mengeluarkan tatapan haus akan kemenangan, mereka tak rela untuk kalah.


Qi Lian sudah lama berjuang untuk mendapatkan tempat di murid dalam, selama ini dia selalu gagal bersaing. Dan ia tak akan melepaskan kesempatan ini dengan mudah.


Banyak pengamat yang dibuat kagum, permainan senjata kedua orang ini benar benar patut diacungi jempol.


Huh hah huh hah....


Nafas keduanya sudah mulai tak teratur, tapi tak mau menyediakan sedikit ruang untuk lawan menyerang. Meski keduanya kini hanya diam saling pandang, tak sedikit pun celah diberikan.


"Qi Lian benar benar merepotkan." Zhou Fan membatin dengan tangan menyeka mulutnya yang berdarah, luka yang didapatkannya sudah tak sedikit.


Qi Lian? Dia juga sama, luka sayatan dari pedang darah malam juga membekas di tubuhnya.


Hyat....


Qi Lian juga Zhou Fan melesat bersamaan, keduanya menggunakan kemampuan terbaik miliknya.


Sambil melesat Zhou Fan mengalirkan tenaga dalam ke pedang darah malam, begitu pedang sudah mulai bersinar samar, kobaran api mulai menyambar liar.

__ADS_1


Untuk sesaat Qi Lian terkejut dengan hal itu, tapi dia tak mau kalah, dia juga melakukan hal serupa, tapi bukan api, melainkan petir.


Zhou Fan tak kalah terkejut. Namun kedua senjata sudah beradu. Ledakan lebih kencang terdengar, peristiwa dahsyat terjadi.


Meninggalkan pertarungan yang masih begitu seru, beberapa orang di sana menonton dengan mata terperangah. Mengolah tenaga dalam menjadi kekuatan elemen merupakan sesuatu yang sangat sulit, tapi kedua orang di arena dapat melakukannya.


Tetua murid dalam yang menyaksikan tak kalah kagum dengan murid murid, mereka mengakui bakat keduanya sungguh mengerikan.


Namun yang tidak diketahui semua orang, Zhou Fan belum menggunakan seluruh kemampuannya. Dia yang telah mempelajari formasi ruang, bisa saja menerapkannya sekarang, dengan hukum api di dalamnya, dia dapat mendapatkan keuntungan di sana.


Zhou Fan tak mengeluarkannya saat ini karena berpikir jalan di depan masih terjal, lawan yang akan dihadapi ada yang lebih kuat, khususnya peringkat satu murid luar.


Meski begitu, kekuatan keduanya berimbang. Zhou Fan dengan pedangnya, serta Qi Lian dengan tombak. Mereka membuat pertarungan yang begitu mengesankan.


Blar!


Ketika semua orang fokus mengagumimu bakat keduanya, dua juris yang dikeluarkan menimbulkan dentuman tak ringan. Keduanya terlempar, tapi masih berada di atas arena.


"Kau hebat, tapi aku juga hebat! Kau pantas menjadi lawan ku!" Qi Lian yang biasanya arogan sekarang memuji Zhou Fan di hadapan semua orang.


Dengan darah yang sudah membanjiri lantai arena, dia berkata dengan nada senang, dia tidak terlihat seperti seorang yang berada dalam pertarungan.


Zhou Fan tersenyum dengan menahan tubuhnya agar tetap berdiri. Dia mengakui Qi Lian merupakan lawan yang tangguh.


Belum sempat Zhou Fan membalas ungkapan Qi Lian, pria itu sudah terjatuh tak sadarkan diri.


Semua orang terpaku untuk beberapa saat, kejadian di hadapan mereka benar benar di luar dugaan.


Qi Lian yang seharusnya dapat menjadi tiga orang yang masuk ke pelataran dalam, di kalahkan oleh murid luar angkatan baru.


Bahkan wasit pun tak lagi bisa berkata kata, dengan wajah tak percaya dia berjalan mendekati Zhou Fan, kemudian mengangkat tangan pemuda itu.


Semua orang tersadar dan langsung berteriak serentak, tak ada yang tak terkejut dengan hasil akhir pertarungan.

__ADS_1


__ADS_2