
Pertarungan demi pertarungan sudah terlalui, dari 28 peserta sudah di pastikan melanjutkan ke putaran selanjutnya, Zhou Yin menjadi salah satu dari ke dua puluh delapan peserta yang lolos, setelah siuman lebih cepat dari pada Shi Nian.
Putaran pertama masih menyisakan empat pertarungan, dan keempat pertarungan itu akan segera dilaksanakan secara bersamaan di empat arena yang berbeda.
Semua peserta yang mewakili Klan Zhou sudah menentukan langkahnya, dari sepuluh generasi muda yang ikut, hanya setengahnya saja yang lolos.
Dari kelima generasi muda klan Zhou yang lolos, tentu terdapat tiga sekawan yang tidak lain adalah Zhou Han, Zhou Yu, Zhou Yi di tambah dengan Zhou Yin serta seorang perempuan lainnya, genap menjadi lima orang.
Sedangkan Zhou Fan masih menunggu gilirannya yang pasti akan segera bertanding, Zhou Fan berharap bisa bertarung di akhir,
Sepertinya langit sedang berpihak padanya, ia mendapatkan giliran bertanding di empat pertandingan terakhir.
Bukan karena ia tidak mau bertanding di pertandingan awal, ia hanya merasa keluar di akhir pasti menyenangkan.
Melihat bagaimana semua orang meremehkannya khususnya klannya sendiri, tentu sangat menyenangkan jika melihat raut wajah terkejut mereka saat ia berdiri di atas arena.
Keadaan lapangan yang digunakan untuk turnamen semakin menuju akhir pertandingan bukan semakin sepi malah terlihat ramai, meskipun ini termasuk putaran awal, tapi minat penonton tidak surut sedikitpun.
Dengan yeal yeal yang mereka suarakan untuk jagoan mereka menambah kemeriahan turnamen yang diadakan di desa beringin, terutama pada saat pertarungan generasi yang dikenal dengan sebutan jenius, tidak hanya yang muda, para sepuh pun terlihat antusias saat melihat bagaimana para jenius bertanding.
Beberapa peserta sudah terlihat siap untuk bertarung, mereka tak lain adalah para peserta yang akan bertarung di pertandingan akhir ini.
Tapi ada yang janggal di arena ke tiga, hanya terlihat seorang pemuda saja di arena itu.
"Siapa yang menjadi lawanku?!" Pemuda itu berteriak marah, bagaimana ia tidak marah melihat lawannya tidak kunjung terlihat batang hidungnya, ia sudah menunggu terlalu lama untuk menunjukkan kemampuannya.
Bukan hanya pemuda itu yang kesal dengan lawan yang tidak kunjung ke arena, para penonton dan beberapa tetua terlihat geram menunggu generasi muda yang seharusnya menjadi lawan pemuda itu.
"Aku rasa dia terlalu takut untuk bertarung! mungkin dia sedang bersama dengan ibunya dirumah... Hahaha," ucap salah satu pemuda yang tidak jauh dari arena ketiga
__ADS_1
Hahaha!
Penonton lain yang mendengar ucapan pemuda itu tidak lagi bisa menahan tawa mereka, mereka berpikir ucapan pemuda itu ada benarnya.
Saat semua orang berpikir dia tidak akan datang, dan salah satu juri akan mendiskualifikasi lawan pemuda itu.
Sebuah suara karismatik menggema di lapangan memotong ucapan juri, semua orang mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara.
Seorang pemuda tampan berdiri dengan gagahnya, pemuda itu berjalan ke arah arena ketiga sambil berkata,
"Siapa yang mengatakan akan mendiskualifikasiku?! aku disini! aku akan bertarung!" ucapnya lantang.
Semua orang terkejut melihat pemuda itu, bukan karena wajah ataupun teriakannya! tapi dari mana pemuda itu berjalan.
Zhou Fan berjalan keluar dari tempat khusus Klan Zhou, saat semua peserta Klan Zhou sudah seluruhnya bertanding, kenapa muncul satu orang lagi yang akan bertanding, ditambah pembawa acara menyebutkan dia mendapatkan tiket dari babak kualifikasi, hal itu membuat pikiran semua orang menjadi bercabang.
"Hei! sampah kau mau kemana?!" Zhou Han menatap rendah Zhou Fan yang ternyata juga mengikuti turnamen kota batu hitam.
Dia yakin pemuda itu mendapatkan tiket turnamen karena hanya beruntung, tidak mungkin seorang sampah bisa bangkit begitu cepat, jika benar bisa ber kultivasi pasti masih rendah, pikirnya.
"Sebaiknya kau jangan ke sana, atau kau akan pulang dengan wajah yang tak dapat di kenali?!" ucapnya lagi sambil menunjuk ke arah arena ketiga.
Semua orang yang mengetahui Zhou Fan adalah seorang sampah ikut menertawakan pemuda itu, sedangkan yang tidak mengetahuinya hanya bisa memperlihatkan wajah bingung.
"Sebenarnya siapa pemuda itu?" Salah satu penonton yang tidak mengetahui identitas Zhou Fan berbisik kepada penonton disebelahnya.
"Kau tidak tahu dia siapa?!" tanya penonton itu yang di blas anggukan oleh penonton yang bertanya.
"Dia adalah putra tetua kelima..."
__ADS_1
"Kenapa memangnya kalau dia putra tetua kelima?" tanyanya tak sabar sampai tidak memperhatikan wajah kesal penonton di sampingnya.
"Kau diam dulu! dia adalah putra tetua kelima dari Klan Zhou, dia terkenal dengan sebutan sampah! dia tidak bisa berkultivasi," jelasnya pada penonton dong sebelahnya.
"Lalu kenapa dia bisa masuk turnamen kota batu hitam? sedangkan untuk mengikutinya pasti membutuhkan kekuatan apalagi dia mendapatkan tiket itu dari babak kualifikasi." Penonton itu berkata sambil menggosok gosok dagunya dan melihat penonton disebelahnya.
"Aku juga tidak tahu." jawabnya dengan kesal, kalau dirinya tahu alasannya tentu dia tidak lagi penasaran.
Zhou Fan berjalan tanpa menghiraukan semua ucapan yang ditujukan kepadanya, dia terus berjalan mengarah ke arena ketiga yang menjadi tempatnya bertanding.
"Sebaiknya kau dengarkan apa yang di ucapkan saudaramu itu," ucap pemuda yang menjadi lawan Zhou Fan sambil menunjuk ke arah Zhou Han berdiri.
Pemuda yang diketahui bernama Ling Zu itu berpikir pemuda yang menjadi lawannya itu bukanlah lawan yang sepadan baginya yang sudah di tingkat petarung mahir bintang 1, alasan pertama tentu karena mendengar ucapan semua orang yang membicarakan Zhou Fan, alasan kedua, ia tidak bisa melihat tingkat kultivasi Zhou Fan yang memang hanya bisa dilihat oleh orang yang tingkat kultivasinya di atas Zhou Fan.
Semua orang yang dibawah tingkatan Zhou Fan tidak bisa melihat tingkatan kultivasi Zhou Fan bahkan setelah memakai cincin penekan kultivasi, yang bisa melihat kultivasi Zhou Fan hanya orang yang berada dia atas kultivasinya.
Tapi meskipun berada di atas kultivasi Zhou Fan tentu mereka hanya dapat mengetahui tingkatan kultivasi Zhou Fan yang telah ditekan oleh cincin yang ia kenakan.
"Dia berada di tingkat petarung pemula bintang 9, lumayan untuk orang yang disebut sampah," gumam tetua Klan Ling yang menjadi guru Ling Zu.
"Tingkat petarung pemula bintang 9?" salah satu pemuda di dekat tetua tersebut menatap dengan wajah heran, pasalnya ia tidak bisa mengetahui tingkatan kultivasi Zhou fan, kalau apa yang dikatakan oleh tetua merupakan kebenaran lalu kenapa ia tidak dapat melihatnya, pemuda itu berada di tingkat petarung mahir bintang 1, tentu dia heran dengan ucapan tetua didekatnya.
"Kenapa kau terlihat heran?! kau sudah di tingkat petarung mahir bintang 1, tentu kau dapat melihatnya bukan?" tanya tetua itu yang juga menatap heran pemuda didekatnya.
"Aku tidak bisa merasakannya tetua, saat aku memeriksa pemuda itu, aku tidak dapat melihat tingkatan kultivasinya," ucapnya jujur.
Wajah tetua itu berubah jelek, dia belum pernah mengalami kejadian seperti ini bahkan seumur hidupnya, dia juga yakin semua orang yang berada disini tidak ada yang mengetahuinya.
Tetua itu mencoba tidak memikirkannya dan berusaha untuk berpikir positif, ia yakin dengan kemampuan muridnya akan dapat mengalahkan lawannya. Dia tidak terpikir sedikitpun bahwa Zhou Fan dapat menekan kultivasinya dengan bantuan cincin penekan kultivasi.
__ADS_1