Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 303 : Kabar Bahagia


__ADS_3

Seorang gadis dengan tubuh pendek keluar sambil mengeluarkan tampang bengis.


Zhou Fan mendengus, dia kemudian mengeluarkan sebuah kantong kecil. "Sepertinya kau lupa, aku masih mempunyai sebuah senjata rahasia."


Dengan itu semua lebah yang mengerumuni Zhou Fan langsung menyebar. Rogue melengos dengan kesal.


"Apakah kau kakak Wei Guanlin?" Rogue tak menghiraukan Zhou Fan, dia berlari mendekati Wei Guanlin.


Wei Guanlin tentu terkejut, dia tidak mengenal siapa gadis ini, tapi dengan mudah nya dia dikenali olehnya. Siapa dia?


Zhou Fan seakan tahu pertanyaan yang berputar di kepala Wei Guanlin, dia mendekat lalu menyingkirkan Rogue dari hadapan istrinya.


"Kita temui kakek, mungkin dia sudah mengetahui kedatangan cucunya."


Wei Guanlin mengangguk, dia tidak lagi memikirkan tentang siapa gadis kecil itu.


Sementara Rogue yang diabaikan semakin kesal, dia sudah sangat kesal ketika Zhou Fan datang tapi tidak menemuinya, sekarang karena ucapan nya, dia dianggap hanya orang lalu semata.


Zhou Fan membawa Wei Guanlin menemui kakeknya, dia yakin jendral besar itu telah mendengar kabar kedatangan mereka.

__ADS_1


Bahkan Rogue saja bisa mengetahui, bagaimana seorang jendral besar Kekaisaran Shi tidak lebih baik dibandingkan dengan gadis berusia sembilan tahun.


Benar saja, ketika memasuki kediaman utama, Huang Yu telah duduk di kursi menghadap ke arah pintu, pria tua itu terlihat seperti tengah menantikan sesuatu.


"Kakek?"


Wei Guanlin berlari memeluk Huang Yu, dia tidak bisa menahan rindunya terhadap sang kakek. Terlebih dia masih merasa bersalah terhadap nya.


"Hahahaha... Cucuku, akhirnya kau kembali. Kau tahu, aku selalu memikirkan mu. Sejak kau datang, kau membuatku tidak bisa tenang." Huang Yu mengakhiri kalimatnya dengan sebuah tawa.


"Namun tak masalah, kau sudah kembali, dan aku bisa tenang."


Wei Guanlin yang mendengar semakin merasa bersalah, tapi perkataan Huang Yu selanjutnya membuat wanita itu sedikit tenang.


"Lin'er, kau sudah memiliki suami tapi tidak memberitahu kakek mu?" Huang Yu berkata dengan sedikit penekanan, tapi dia bukan marah, melainkan gemas.


Wei Guanlin melirik Zhou Fan, ternyata kakeknya sudah mengetahui tentang Zhou Fan. Maka dapat dipastikan bahwasanya sebelum ke sekte bulan sejati, suaminya itu mampir ke kediaman kakeknya.


Setelah beberapa saat melepas rindu, Zhou Fan bersama dengan Wei Guanlin pergi ke ruangan mereka, tapi di tengah jalan ada seorang gadis yang menghadang.

__ADS_1


Gadis itu adalah gadis yang sama seperti sebelumnya, di samping terlihat seekor serigala yang mempunyai tubuh besar.


"Rou'er, apa yang kau lakukan. Bukankah kau seharusnya berada di ruangan mu?" Zhou Fan kemudian beralih menatap Zhou Jim. "Dan kau, kembali bersama Rou'er."


Zhou Jim memekik, dia memasang wajah tidak berdaya. Dia seolah ingin mengatakan bahwa dia dipaksa untuk melakukan ini.


Wei Guanlin yang berada di samping Zhou Fan tiba tiba merasakan apa yang sebenarnya tidak ingin dia rasakan. Perutnya seolah dikocok, kepalanya sedikit berat.


Zhou Fan langsung menopang tubuh istrinya yang terlihat lemah. Tanpa banyak waktu dia membopong kembali ke ruangan.


...


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Huang Yu bertanya dengan khawatir.


Mendengar pertanyaan Huang Yu, Zhou Fan menoleh dan menjawab sambil memalingkan kembali wajahnya. "Entahlah kakek, sejak meninggalkan sekte Lin'er selalu seperti ini. Dia mengeluh perutnya terasa mual, dan terkadang kepalanya terasa berat."


Huang Yu termenung mendengar perkataan Zhou Fan, pria tua itu tiba tiba saja tertawa sambil berseru kegirangan.


Di dalam ruangan, terdiri dadi Zhou Fan, Huang Yu, serta wei Guanlin yang masih terbaring. Jadi tak masalah jika dia merayakan sebuah kabar bahagia.

__ADS_1


Namun Zhou Fan masih terlihat bingung, membuat kening pria tua ini mengerut.


"Istrimu hamil, bodoh."


__ADS_2