Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 188 : Niatan Untuk Pergi


__ADS_3

Saat Zhou Fan kembali ke halaman samping, di sana sudah ada banyak orang, duduk melingkari meja yang di atasnya sudah ada makanan juga minuman.


Zhou Fan melihat Qing Yuwei duduk di sebelah ibunya, dia terlihat berusaha mengakrabkan diri dengan lainnya.


Semua orang bertanya tanya, siapakah gadis cantik yang duduk di samping Zhou Qian, tapi tak ada yang berani untuk mengawali pertanyaan.


"Tetua kelima, siapa gadis di samping istrimu itu?" Tetua ketiga yang duduk di samping Zhou Hu memberanikan diri untuk bertanya.


Zhou Hu spontan menoleh ke arah istrinya, dan gadis yang dimaksud tetua ketiga.


"Dia adalah ... " Saat akan menjawab, Zhou Qian yang bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu membuka suara.


"Kalian pasti penasaran siapa gadis cantik ini?" ucap Zhou Qian sambil melirik Qing Yuwei.


Gadis itu tersenyum membalas lirikan sang ibu mertua.


"Dia adalah Qing Yuwei, menantuku." Zhou Qian mengatakan dengan semangat.


Mendengar marga gadis yang di sebut menantu Zhou Qian, beberapa orang terdiam, lalu dengan ragu mereka bertanya. "Apakah nona ini berasal dari Klan Qing?"


"Ya, menantuku berasal dari Klan Qing. Bukan hanya itu, menantuku ini merupakan anak tetua di sana." Zhou Qian menjawab dengan bangga.


Klan Qing adalah Klan besar di Kota Kapur Putih, di bandingkan dengan Klan Zhou, secara kedudukan jauh lebih terpandang.


"Wah... Selamat tetua ke lima, anakmu mempunyai mata yang bagus."


"Selamat selamat, apakah perjamuan ini memang diadakan untuk menyambut menantumu, tetua kelima?"


Pujian serta ucapan selamat terlontar dari mulut beberapa tetua serta orang yang ada di sana.


"Yah... Begitulah," ucap Zhou Hu mengedikkan bahunya.


Andai mereka, khususnya Zhou Qian tahu menantu pertamanya merupakan putri kaisar, mungkin mereka tak tahu bagaimana lagi menunjukkan ekspresi.


"Jadi, kapan kau akan menikah?" Zhou Fei sengaja mengeraskan suaranya, karena melihat Zhou Fan berjalan ke arah mereka.


Zhou Fan duduk tanpa menjawab pertanyaan yang dikeluarkan Zhou Fei, membuat Patriark Klan Zhou itu mengedutkan bibirnya.


"Sialan... Baraninya dia mengacuhkan pertanyaanku," gumam Zhou Fei dalam hati dengan wajah kesal.


"Benar apa yang dikatakan Patriark, kapan kau akan menikah, Fan'er?" Zhou Hu ikut menoleh ke arah putranya.


Zhou Fan lagi lagi tak menjawab, dia bukan ingin menolak, tapi dia harus mencari Wei Guanlin terlebih dahulu.


Qing Yuwei hanya menundukkan kepalanya, membicarakan pernikahan membuatnya sedikit aneh. Senang malu bercampur menjadi satu.


Namun, dia sadar bahwa Zhou Fan harus menyusul Wei Guanlin ke Kekaisaran Shi. Zhou Fan berjanji kepadanya akan menikahinya begitu kembali ke Kekaisaran Wei, tentunya bersama Wei Guanlin.


"Kalian jangan membahas pernikahan, kalian membuat menantuku tak nyaman dengan tingkah kalian para orang tua," omel Zhou Qian kepada suaminya.

__ADS_1


"Lebih baik habiskan makanan ini, sebelum semakin dingin dan tak enak dimakan," tambah Zhou Qian.


Perjamuan sederhana itu berjalan menyenangkan, tak terasa seluruh makanan di atas meja telah ludes tak tersisa.


....


Malam hari...


"Wei'er kau tidur di ruangan ibu saja, karena ibu sebenarnya ingin memiliki seorang putri, tapi yang keluar malah bocah itu." Zhou Qian mengajak Qing Yuwei untuk sekamar dengannya.


Qing Yuwei terkelitik geli mendengar perkataan Zhou Qian, wanita paruh baya itu sudah menganggap dia layaknya putrinya sendiri.


"Qian'er, apakah kau tega menyuruhku tidur sendiri?" ucap Zhou Hu memelas.


"Wei'er, bukankah kau mengatakan ingin bersama Fan'er?" Zhou Hu mengedipkan mata, berusaha mengkode menantunya.


"Ah ayah... Kau memang terbaik!" seru Zhou Fan dalam hati.


Zhou Qian menatap tajam putranya, yang ditatap dengan cepat memalingkan wajah.


"Apa salahku, bahkan aku tak mengeluarkan sepatah katapun...," batin Zhou Fan dengan nada mengeluh.


Zhou Qian kemudian beralih ke arah suaminya. "Kau tidur saja di ruangan putramu, kalian bisa saling memeluk jika perlu."


Mendengar perkataan Zhou Qian, Zhou Hu serta Zhou Fan saling melirik, lalu keduanya mendecih jijik.


"Tcih... Lebih baik aku tidur sendiri, dari pada denganmu, ayah." Zhou Fan pergi berniat masuk ke dalam ruangannya.


Phuft...


Zhou Qian serta Qing Yuwei tertawa puas, keduanya lantas melakukan tos sambil berusaha berhenti tertawa.


...


Hari berganti minggu bahkan bulan, tak terasa sudah satu bulan lebih sejak Zhou Fan kembali ke Kota Batu Hitam.


Phuah...


"Kau akan pergi lagi?" ucap Zhou Qian dengan terkejut, bahkan makanan yang ada di mulutnya tak sengaja menyembur keluar menuju wajah Zhou Hu yang berada tepat di seberang.


Wajah Zhou Hu sedikit buruk, tapi sang pelaku nampak tak peduli.


"Kau baru kembali satu bulan dan kau akan pergi lagi?" tanya Zhou Qian sambil mengambil segelas air.


"Heem.. Aku akan pergi besok," jawab Zhou Fan.


Phuft....


Lagi lagi Zhou Qian dibuat terkejut, Zhou Hu yang berada tepat di hadapan istrinya harus rela wajahnya dijadikan sasaran untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Seperti sebelumnya, Zhou Qian tak menunjukkan wajah bersalahnya, dia terus saja melontarkan pertanyaan yang sama seperti saat Zhou Fan akan pergi sebelumnya.


Brak!


Zhou Hu menggebrak meja hingga membuat ketiga orang lainnya memandang ke arahnya.


"Kau ini kenapa?" tanya Zhou Qian dengan wajah galak.


Nyali Zhou Hu seketika menciut, istrinya benar benar mengerikan saat marah.


"I -- itu serangga," tukas Zhou Hu sambil mengibaskan tangan seolah tengah membersihkan serangga di atas meja, dia tak berani bertatapan istrinya.


"Selain untuk berpetualang, aku juga menjemput Lin'er ibu, dia pasti sedang menungguku di sana." Zhou Fan mencoba meyakinkan ibunya dengan membawa nama Wei Guanlin.


"Lin'er?" tanya Zhou Qian membeo.


Zhou Fan mengangguk yakin.


Zhou Qian terdiam untuk beberapa waktu, dia juga merindukan Wei Guanlin yang sudah menemaninya saat dia di kediaman.


"Bagaimana dengan Wei'er?" tanya Zhou Qian sambil melirik menantu yang berada di sampingnya.


"Aku tak bisa mengizinkan dia ikut denganku, itu akan sangat berbahaya dan tentu mengancam keselamatannya." Zhou Fan memandang dua wanita di hadapannya.


Mendengar jawaban Zhou Fan, terselip kekecewaan dalam hati Qing Yuwei, tapi dia mencoba untuk mengerti kesulitan Zhou Fan.


"Aku bisa kembali ke Klan Qing," seru Qing Yuwei dengan tersenyum, tapi tak menutup kesedihan dalam wajahnya.


"Kau di Klan Zhou saja, ibu sangat kesepian ketika Fan'er pergi ... Itulah mengapa ibu mengatakan lebih senang jika memiliki seorang putri, tidak seperti dia yang selalu pergi meninggalkan ibu." Zhou Qian mengatakan sambil melirik sinis Zhou Fan.


Huft...


Zhou Fan hanya bisa membuang nafas pasrah melihat kelakuan ibunya yang pilih kasih terhadapnya.


.


.


.


Tak seperti saat kepergiannya untuk pertama kali yang membutuhkan persiapan panjang, Zhou Fan terlihat sudah berpengalaman, dia tidak banyak melakukan persiapan, hanya beberapa pakaian.


Dalam cincin penyimpanan Zhou Fan koin emas miliknya tersisa sedikit, dia menyerahkan kekayaannya yang berupa koin emas kepada Klan Zhou, dia hanya menyisakan beberapa ratus ribu koin emas.


Zhou Fan berbaring dengan tangan sebagai bantal, dia membayangkan bagaimana ekspresi Wei Guanlin saat bertemu dengannya.


Tok tok tok...


Zhou Fan membuka pintu ruangan yang diketuk dari luar. Dan melihat wanitanya berdiri di sana.

__ADS_1


"Ada apa, Wei'er?"


__ADS_2