Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 251 : Peristirahatan


__ADS_3

Beberapa orang memandang ke arah yang sama, Zhou Fan hanya berdiri tanpa bergerak di tempatnya.


"Aku akan menemani kau bermain." Zhou Fan duduk di tempat yang sebelumnya ditinggalkan oleh pria berpakaian merah.


Pria berambut keriting berdehem untuk mengurai kecanggungan, dia lalu kembali duduk di tempatnya.


"Aku akan bermain, tapi aku tidak menerima pill tingkat ke tujuh. Bahkan jika itu adalah pill kultivasi sekalipun, hanya tingkat ke delapan atau ke atasnya." Pria berambut keriting mempertegas ucapannya, tersirat sindiran halus yang di tujukan untuk Zhou Fan.


'Anak muda, kau seperti sangat suka bermain, tapi aku tak mau bermain dengan taruhan rendahan seperti milikmu.' Mungkin itulah yang ada di kepala pria berambut keriting, terlihat tatapan merendahkan senantiasa dia pancarkan.


Beberapa orang yang ada di sana juga tidak yakin bahwa botol pill yang dikeluarkan oleh Zhou Fan berisi pill tingkat ke delapan.


"Anak muda, sebaiknya kau bermain di meja lain, karena di sana adalah tempat untuk pecundang bermain." Pria berambut keriting berkata sambil menaikkan sebelah kaki di atas meja.


Lawakan itu sontak membuat orang disekitar mereka tertawa bahkan ikut merendahkan Zhou Fan.


"Kau belum membuka botolnya, bagaimana kau bisa tahu bahwa itu bukanlah pill tingkat ke delapan?" Zhou Fan mengedutkan bibirnya kesal.


Sekali lagi tawa menggema di sana, pandangan mereka terhadap Zhou Fan semakin menjadi.


"Apakah kau pikir pill tingkat ke delapan dapat dimiliki sembarangan orang? Dengan pakaian lusuh yang kau kenakan, apa kau sanggup memilikinya?" Seorang pria gemuk dengan wajah bulat bakal ikan buntal berkata dengan senyum mengejek.


"Hei, gajah! Apakah ini saatnya kau untuk bicara?" Pria berambut keriting menarik pria gemuk dan membuat pria gemuk langsung menciut nyalinya.


Zhou Fan menyipitkan mata, kemudian merendahkan penglihatannya, dia menelisik pakaiannya.


Memang sedikit lusuh karena keringat dan juga debu yang bersatu di sana, tapi tetap saja pakaian ini lebih mahal jika dibandingkan dengan pakaian biasa.


Sulaman di pinggiran lengan juga kerah berwarna kuning itu sebenarnya adalah benang emas, tidak semua orang dapat menggunakannya. Itu merupakan pakaian yang dibelikan Wei Guanlin saat dia baru saja sampai di kota teratai.


Mencoba tidak mempedulikan pandangan semua orang, Zhou Fan meraih botol pill miliknya, dia perlahan membuka tutup pill yang masih melekat erat pada botol pill tersebut.


"Lihat baik baik, apakah ini memuaskan kalian?" Zhou Fan memegang pill pemulihan tingkat delapan, dia tidak terlalu ramah dengan mengorbankan pill kultivasi hanya untuk bermain main.

__ADS_1


Mata semua orang terbuka lebar, bahkan ada yang sampai tak berkedip memandang pill di depan mereka. Mereka benar benar tidak menyangka bahwa Zhou Fan memiliki pill tingkat ke delapan.


"Bagaimana?" Perkataan Zhou Fan sekali lagi mengejutkan mereka.


Namun berbeda dengan pria berambut keriting, bibirnya tersenyum miring, menyiratkan pikiran jahat yang sudah mulai menyebar dalam otaknya.


Brak...


Pria berambut keriting menghentak meja dengan semangat, dia lantas duduk dengan tenang. "Baiklah ayo mulai."


"Tunggu!" Zhou Fan yang melihat pria gendut menjadi bandar seketika bersuara.


"Aku tak mau dia menjadi bandarnya, ganti lainnya." Zhou Fan mengibaskan tangan seolah menyuruh pria gendut menyingkir dari tempat duduknya.


"Apa maksudmu?" Pria gendut berdiri dengan wajah dongkol, dia merupakan bandar terbaik di sini, tapi dengan terang terangan seorang pemuda mengusirnya?


Tak bisa dibiarkan!


Pria gendut langsung melayangkan kepalan tangan, dia hendak menghajar Zhou Fan agar menyesal telah mengatakan hal itu.


"Kau jangan macam macam, dia adalah mangsaku." Pria berambut keriting memberikan tatapan mata yang begitu tajam, membuat pria gendut tak lagi berani bersuara.


"Tuan, dia mempermalukan ku dan dia tentu tak akan benar benar mempertaruhkan pill tingkat ke delapan miliknya, dia hanya mencari alasan agar dia dapat pergi." Pria gendut berkata bagai anjing yang menjilati kaki majikan, berusaha mengambil hati pria berambut keriting.


"Apa kau berniat mempermainkan ku?" Pria berambut keriting melirik Zhou Fan dengan sengit, dia sedikit terpengaruh akan bujuk rayu si pria gendut.


"Aku datang untuk bersenang senang, jika kalah hanya perlu keluarkan satu lagi, memangnya apa yang salah?" Zhou Fan menyeringai, dia tak peduli ekspresi semua orang yang kini menahan nafas untuk beberapa saat.


Melihat tampang tidak percaya pria berambut keriting, Zhou Fan mengayunkan tangannya, bersamaan itu lima botol yang terlihat sama persis dengan botol sebelumnya sudah berada tepat di depan Zhou Fan.


"Kau dapat memeriksa satu persatu jika masih tidak percaya." Zhou Fan mengeluarkan senyuman penuh makna, tangannya berputar meraih salah satu botol dan membuka penutupnya.


"Pill ini adalah pill bulan tingkat ke delapan."

__ADS_1


Zhou Fan beralih ke botol selanjutnya, membuka penutupnya sambil menunjukkan apa yang ada di dalamnya.


Sekali lagi semua orang terperangah melihat hal itu, bahkan pria berambut keriting yang mempan beberapa pill tingkat ke delapan ikut merasakan gejolak pada dirinya.


Keinginan untuk memiliki begitu besar, kerakusan dalam ekspresi wajahnya benar benar dapat dilihat bahkan jika itu oleh orang awam.


"Babi bodoh, kau pergi dari sini. Untuk kali ini kau pergilah entah kemana, besok saja kau kembali." Pria berambut keriting menghempaskan pria gendut dengan satu tangan.


Pria gendut tak berani melawan, dia hanya bisa pergi dengan wajah menunduk. Namun amarah dalam dirinya belum sepenuhnya hilang.


Setelah kepergian pria gendut Zhou Fan tertawa lirih, dia hanya tidak suka melihat pria itu, entah kenapa dia kesal sendiri saat melihatnya. Oleh karena itu dia mengusir pria gendut dengan bantuan pria berambut keriting.


Sementara pria berambut keriting sendiri masih celingukan mencari pengganti pria gendut.


"Hei... Kau!" Pria berambut keriting melambaikan tangan ke salah satu meja di sekitar meja mereka.


Pria yang juga kebetulan memandang ke sana seketika mendekat. "Ada yang bisa saya lakukan, tuan?"


"Kau jadi bandar." Tanpa menunggu jawaban, pria berambut keriting menaruh kartu di atas telapak tangan pria tersebut.


Pria tua itu mengangguk dan dengan segera meracik kartu mengunakan kedua tangan, dia terlihat begitu ahli dalam memainkan gerakan tangan.


"Sebelum masuk ke dalam permainan, mari kita tentukan peraturan." Pria tua yang menjadi bandar sudah mulai menjiwai perannya.


Wajah yang semula agak tertekan, menjadi tenang bak permukaan danau.


Pria tua menoleh ke arah pria berambut keriting, menginginkan pihak pertama agar menyebutkan aturan darinya.


Namun yang didapatkan hanya suara tawa. "Aku tak perlu memberikan aturan, tanyakan saja kepadanya."


Pria berambut keriting begitu percaya diri terhadap kemampuannya, meskipun permainan kartu tidak di dasarkan kemampuan, dia sudah sangat mengenal kartu kartu dari tempat ini, kemungkinan untuknya kalah lebih kecil dari pada yang lain.


Zhou Fan yang mendengar jelas perkataan pria berambut keriting hanya mendengus, saat bandar bertanya dengan pertanyaan yang sudah dia pikirkan, dia mengeluarkan seringai nya.

__ADS_1


"Hanya satu, akui kekalahan saat kalah!"


__ADS_2