Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 65 : Menjadi Alkemis Bintang Tiga


__ADS_3

Zhou Fan dengan fokus mengolah beberapa tanaman herbal itu menggunakan api yang ia keluarkan, kemampuan mengontrol api Zhou Fan sekarang sudah benar benar mahir bahkan bisa dikatakan ahli.


Seorang alkemis biasanya memerlukan tungku atau kuali untuk membuat pill, tapi Zhou Fan tidak perlu serepot itu.


Kemampuan kontrol apinya sudah bisa menjadikannya sebagai wadah pembuatan pill.


Semua orang pasti terperangah melihat bagaimana cara Zhou Fan meleburkan beberapa tanaman herbal itu.


Bagaimana tidak, cara Zhou Fan meleburkannya lebih tepat dibilang pertunjukan karena ia mengolahnya tanpa menggunakan tungku dan tanaman herbal itu seolah olah terbang dan secara perlahan melebur dengan sendirinya.


Zhou Fan terlihat sedikit kewalahan dalam membuat pill kultivasi tingkat 5, dahinya penuh dengan keringat dingin.


Meskipun begitu tidak menjadi halangan untuk Zhou Fan melanjutkan prosesnya, sekarang adalah bagian paling krusial yaitu pengkristalan.


Zhou Fan terus memfokuskan perhatiannya kepada api yang ia kontrol, sebentar lagi pembuatan pillnya akan selesai.


Jika kehilangan fokus sedikit saja akan mempengaruhi kualitas pill yang di buat, itu adalah salah satu yang membuat sulitnya menjadi alkemis.


Zhou Fan sesekali terlihat memasukkan sebuah pill ke dalam mulutnya, pill tersebut adalah pill pemulihan.


Karena ini adalah kali pertamanya membuat pill kultivasi tingkat 5, tenaga dalamnya cepat sekali berkurang dan ia membutuhkan pill pemulihan untuk memulihkan tenaga dalamnya.


Happ....


Lagi lagi Zhou Fan menelan pill pemulihan, entah berapa yang ia butuhkan untuk menyelesaikan pembuatan pill kultivasi tersebut.


Whushhh... Whushhh


Tekanan udara di sekitar Zhou Fan memadat bersamaan dengan keberhasilan pemuda itu dalam pembuatan pillnya.


Zhou Fan menengadahkan tangannya untuk menangkap pill kultivasi yang telah jadi.


"Aku tidak mengira akan membutuhkan sampai 4 pill pemulihan, benar benar menguras tenaga," Batin Zhou Fan dengan nada mengeluh sambil mengelap dahinya yang sudah penuh dengan keringat dingin.


Pill pemulihan yang Zhou Fan makan adalah pill pemulihan tingkat lima, yang bisa mengembalikan tenaga dalam 50 persen.


Zhou Fan melirik ke arah genggaman tangannya, melihat 3 buah pill itu dengan puas.


Ia tidak mengira akan langsung berhasil dalam percobaan pertamanya, itupun tidak hanya satu buah pill saja yang ia hasilkan melainkan 3 buah pill sekaligus.

__ADS_1


"Haha, Zhou Fan... " Pemuda itu membusungkan dadanya dengan bangga.


Ia adalah orang pertama yang menjadi alkemis bintang tiga di kota batu hitam, memang seharusnya ia bangga akan hal itu.


Bukan hanya menjadi alkemis bintang tiga pertama saja, ia mencapai tingkatan itu dengan umurnya yang masih di bawah 20 tahun.


Tidak akan ada yang percaya jika tidak melihatnya sendiri, seorang alkemis bintang tiga di bawah 20 tahun? itu merupakan hal yang sangat mustahil bagi kebanyakan orang. Alkemis agung saja tidak semengerikan itu.


Alkemis agung adalah sebutan untuk seorang alkemis yang di akui terbaik di Kekaisaran Wei, saat ini gelar itu di pegang oleh seorang pria tua bernama Sin Taihan.


Sin Taihan adalah ketua utama paviliun obat yang ada di ibukota, di usianya yang sudah hampir se abad dia telah mencapai tingkat alkemis bintang 4.


Saat Sin Taihan seusia Zhou Fan dia baru belajar membuat pill tingkat pertama, dia merupakan pribadi yang gigih, ia selalu giat meningkatkan pengalamannya, segala jenis pill pernah ia coba, dan ia tidak jarang mengalami kegagalan.


Tetapi bukanlah alkemis sejati jika sudah menyerah hanya karena gagal membuatnya, pikirnya saat itu.


Ayahnya pernah mengatakan kepadanya ada pepatah yang berkata 'hasil tidak pernah menghianati usaha', Sin Taihan menjadi saksi kebenaran pepatah itu.


Setelah berpuluh-puluh tahun akhirnya kemampuannya di akui, bahkan Kekaisaran memberikannya gelar yang membuat namanya begitu harum 'alkemis agung', begitulah semua orang memanggilnya.


Tanpa sadar Zhou Fan membuat pill tersebut sampai malam, ia begitu terkejut saat membuka jendela kamarnya dan mengetahui langit telah berganti warna.


Tok tok...


"Ya ya, sebentar?!" Teriaknya berharap di dengar orang di luar pintu, sementara itu Zhou Fan menyimpan semua barang yang telah ia keluarkan tadi beserta pill yang telah ia buat.


Zhou Fan memegang dahan pintu, berusaha membukakan pintu kamarnya untuk orang di luar.


"Siapa malam malam begini datang mencariku?" Batinnya.


Kriekkk....


Zhou Fan membulatkan mata melihat siapa yang sekarang telah berdiri di hadapannya,


"Untuk apa dia kemari?" Gumamnya tanpa sadar.


"Ada apa?!" Tanya Zhou Fan acuh setelah tersadar dari Keterkejutannya.


Mendengar nada suara Zhou Fan yang terlihat tidak senang, gadis itu menunduk. Ia tahu tidak akan mudah mengembalikan sebuah hubungan setelah kita sendiri yang memutuskan hubungan tersebut, ia tidak berharap akan disambut baik oleh pemuda itu setelah perlakuannya selama ini.

__ADS_1


Melihat gadis di depannya itu hanya diam tidak bicara, Zhou Fan kembali bertanya,


"Ada keperluan apa kau mencariku?" Ucap Zhou Fan dengan nada sedikit melunak, di dalam hatinya dia berpikir. Dia tidak mungkin tersesat, kan? tiba tiba mengetuk pintu kamar orang dan saat di tanya malah diam, pikir pemuda itu.


Tapi sekali lagi tiada respon dari gadis itu, dia terus menunduk bergulat dengan pikirannya sendiri.


Zhou Fan yang sudah lelah untuk bertanya pun berniat menutup pintu kamarnya.


"Jika tidak ada yang lain, aku akan beristirahat... " Zhou Fan meraih kembali dahan pintu kamarnya berniat menutupnya, gadis itu akhirnya mengeluarkan kalimatnya setelah melihat Zhou fan akan menutup pintu kamarnya.


"Kaka fan, maafkan aku...," Ucap gadis itu sambil sesekali terisak.


Zhou Fan menaikan sebelah alisnya, ia kembali membuka pintu kamarnya lebar lebar dan menatap gadis di depan pintu kamarnya tersebut.


"Jangan buang waktumu Nona Yin. Kau terlalu sempurna untuk mengemis maaf dariku." Zhou fan mencibir.


Gadis itu adalah Zhou Yin, ia berniat mencari Zhou Fan untuk meminta maaf kepadanya. Melihat bagaimana kekuatan pemuda yang merupakan kekasih kecilnya dulu, muncul keinginan untuk memperbaiki 'jembatan' yang jelas ia sendiri yang merusaknya.


Bahkan seseorang akan berpikir dua kali untuk melewati jembatan yang telah menjatuhkannya, meskipun jembatan itu telah diperbaiki.


Begitu pula dengan hubungan, kepercayaan menjadi hal yang paling utama dalam sebuah hubungan, jika kau talah menghancurkannya kau akan sangat sulit untuk memperbaikinya.


Degh..


Hati kecil Zhou Yin terasa tercubit, mendengar panggilan asing keluar dari mulut pemuda di hadapannya membuat hatinya sakit.


Sejauh itu kah jaraknya? pikir Zhou Yin.


"Ak... " Baru saja Zhou yin ingin berkata, Zhou fan terlebih dahulu menyelanya.


"Sebaiknya Nona Yin kembali ke kamar milikmu sendiri, semua orang akan bergosip buruk terhadap Nona Yin jika mengetahui bertemu dengan seorang sampah malam malam seperti ini." Terlihat jelas Zhou Fan tak nyaman dengan perubahan sikap yang sungguh tiba tiba.


"Bisakah kau mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu?!" Zhou Yin berkata sedikit tinggi.


"Tidak, silakan kembali!" Zhou Fan menutup pintu kamarnya tepat setelah mengusir Zhou Yin secara langsung


Brak!!


Karena sudah mencoba mengusir dengan cara menyindir pun tak bisa, jadi dia mengatakannya secara langsung.

__ADS_1


Zhou Yin mematung dihadapan pintu yang sudah tertutup.


__ADS_2