Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 147


__ADS_3

Zhou Han seketika terdiam, seolah perkataan Zhou Fan merupakan pukulan telak bagi dirinya.


"Apakah kau sungguh dapat menyelamatkan ayahku?" tanya Zhou Han.


Tanpa berkata Zhou Fan menganggukkan kepala, menatap Zhou Han sambil tersenyum.


Terlepas dari tetua pertama yang memiliki sifat condong kepadanya dan keluarga, Zhou Kay membela klan Zhou bahkan mempertaruhkan nyawanya.


Zhou Fan sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh tetua pertama, anggap saja balasan pengobatannya adalah membangun kembali klan Zhou menjadi klan yang solid.


"Dari mana kau mendapatkan keyakinanmu? Luka dalam diri tetua pertama sungguh sangat parah...,"


"Hampir keseluruhan organ dalamnya mengalami kerusakan, meskipun bisa selamat, setidaknya menjadi pribadi yang cacat," seru Zhou Fei dengan wajah heran, beberapa diantaranya mereka ikut mengangguk, karena memiliki pertanyaan sama dalam kepalanya.


"Khe Khe.., karena aku memiliki keyakinan, maka aku pasti dapat melakukannya...," ujar Zhou Fan dengan senyuman misterius.


"Bagaimana? Aku tak memaksa jika kau tak mempercayai ucapanku." Zhou Fan mengangkat kedua tangannya.


"Lebih baik mengambil resiko dari pada tidak sama sekali," jawab Zhou Han cepat.


"Baiklah, ayo!" ucap Zhou Fan yang kemudian beranjak dengan langkah besar.


Para tetua dan beberapa orang lainnya mengikuti Zhou Fan dan Zhou Han yang terlebih dahulu pergi ke kediaman tetua pertama.


Mereka begitu penasaran, sebenarnya apa yang membuat Zhou Fan begitu percaya diri dapat menyembuhkan luka tetua pertama.


Tak ketinggalan, Zhou Hu dan Zhou Qian ikut mengekor, mereka juga penasaran dengan apa yang ingin putranya lakukan.


Sampainya di sebuah kediaman yang sudah selayaknya reruntuhan mereka semua masuk bergantian.


Terlihat sebuah tenda dengan sebuah ranjang yang di atasnya terbaring seorang pria setengah baya.


Huk.. Huk..


Seketika Zhou Han melesat mendekati ayahnya, kemudian mengambil gelas dan meminumkannya kepada Zhou Kay.

__ADS_1


Zhou Fan yang melihat bagaimana Zhou Han merawat ayahnya merasa tersentuh, Zhou Han serasa merupakan pribadi yang lain dari pemuda yang selalu merendahkannya waktu dulu.


Dengan sangat telaten dia memapah Zhou Kay yang terbaring lemah, membantunya untuk minum.


Zhou Han bangkit, kemudian berjalan menghampiri Zhou Fan yang tak jauh darinya.


"Kau bisa memulai dari sekarang." Zhou Han melintas dan berdiri di samping para tetua dan juga patriark.


Mendengar persetujuan dari Zhou Han, Zhou Fan mengangguk kemudian mengeluarkan sebuah permata yang menyilaukan mata.


Zhou Fan menyalurkan sedikit tenaga dalamnya ke dalam permata tersebut, lalu meletakkannya di kening Zhou Kay.


Perlahan cahaya kebiruan menyeruak, memancarkan dingin yang sungguh terasa, meskipun tidaklah terlalu kuat.


Zhou Fei menyipitkan matanya, seiring pandangannya semakin jelas, kerutan di keningnya semakin jelas.


"Ini...?" Zhou Fei seperi pernah mengetahui barang yang Zhou Fan keluarkan, namun dia tak mengingatnya dengan jelas.


"Sepertinya aku tak asing dengan permata itu," Tetua ketiga mangut dagunya sembari melirik ke beberapa tetua di sampingnya.


"Warna kebiruan, memencarkan aura dingin? Emnm?" Zhou Fei memacu otak usang nya untuk berpikir.


Zhou Fan terkekeh geli mendengar mereka semua penasaran.


Sambil menggeleng Zhou Fan membatin.


"Permata ini adalah barang yang aku temukan dalam makam kuno, aku harus bertarung dengan belasan beast untuk mendapatkannya, belum lagi aku harus menyelam untuk meraihnya, sesuatu yang lebih berharga dari air spiritual ... "


Zhou Fei mengetuk dahinya dengan telunjuknya, seketika matanya membulat sempurna kalau sebuah informasi berhasil dia buka.


"Kristal aurora!" seru keduanya bersamaan, namun Zhou Fei tanpa sengaja berteriak karena terlalu terkejut.


"Akh... Akhirnya aku tahu kenapa permata ini begitu tidak asing" gumam Zhou Fei dengan suara pelan.


"Kau benar patriark, ini adalah kristal aurora. Dengan ini tetua pertama akan baik baik saja," ucap Zhou Fan yang di balas anggukan oleh Zhou Fei.

__ADS_1


Sementara yang lain tidak tahu manfaat kristal aurora, yang mereka tahu kristal aurora merupakan barang yang sangat berharga, bahkan lebih berharga dari pada air spiritual.


Zhou Han mengerutkan keningnya, seolah ingin mendapatkan penjelasan apa kristal aurora beserta hubungannya dengan luka di dalam diri ayahnya.


"Kristal aurora merupakan sumberdaya langka yang amat sangat berharga, dengan permata tersebut tetua akan segera pulih, bahkan mungkin saja akan menerobos ke tingkat selanjutnya..."


"Aura dingin yang dihasilkan oleh kristal aurora membantu tetua pertama untuk meregenerasi organ dalam tubuhnya, sementara energi yang terkandung di dalamnya akan membantunya naik ke tingkat petarung raja," ujar Zhou Fan panjang lebar.


"Dengan mendengar penjelasanmu, bukankah kristal aurora akan sangat berguna untukmu? Kenapa tidak kau pakai untuk menaikkan kultivasimu?" Zhou Han bertanya dengan wajah heran.


"Sudah aku katakan, tidak ada alasan lain, itu semua karena aku menginginkannya. Lagi pula fungsi utama kristal aurora adalah untuk meregenerasi, jika aku mengalami luka yang amat sangat parah, tentu aku akan memakainya untuk diriku sendiri," ujar Zhou Fan.


"Kau tidak perlu memikirkan apa yang di lakukan Fan'er, kau hanya perlu merawat ayahmu sampai dia pulih." Zhou Hu menepuk pelan pundak Zhou Han.


Zhou Han menengadahkan kepalanya, menjumpai Zhou Hu tersenyum kepadanya.


Entah mengapa Zhou Han merasa malu kepada keluarga tetua kelima, khususnya kepada Zhou Fan.


Dia sudah sangat jahat dengan selalu merendahkannya, namun yang ia dapatkan sebagai balasan adalah uluran tangan saat dirinya sangat membutuhkan.


"Aku merasa diriku sangat bodoh, rendah, hina. Aku sudah memperlakukan mu begitu buruk, tapi kau malah berkorban sangat banyak dengan mengeluarkan kristal aurora untuk mennyelamatkan ayahku," UCAP Zhou Han dengan wajah menunduk.


Air mata Zhou Han lolos begitu saja, Zhou Kay merupakan bagian penting dalam hidupnya, pria yang merupakan ayahnya itu merupakan ayah terbaik baginya. Ia sungguh tak bisa membayangkan jika kemungkinan terburuk terjadi terhadapnya.


"Itu sudah menjadi masa lalu, kita adalah keluarga. Klan Zhou harus terus berdiri, harus bersatu." Zhou Fan mengatakan dengan nada tegas.


"Anggap saja ini adalah jalan dari langit, dengan kejadian malam kemarin, klan Zhou dapat menjadi lebih baik, tanpa perselisihan." Zhou Fei meraih pundak kedua pemuda generasi penerus klannya.


"Jika kau merasa bersalah," Zhou Fan menggosok dagunya, seolah tengah berpikir begitu keras.


"Kau dapat menjadikan klan Zhou menjadi klan yang disegani, menjadi klan yang tidak mudah ditindas." Zhou Fan berkata sembari tersenyum.


Zhou Hu, Zhou Qian, Zhou Yu, Zhou Yin, serta beberapa orang lainnya ikut tersenyum sambil mengangguk.


"Omong-omong, darimana kau mendapatkan kristal aurora, bahkan jika kau membelinya, kau membutuhkan koin emas yang tidak sedikit. Itu pun jika ada yang menjualnya." Tetua ketiga yang sedari tadi diam ikut bersuara.

__ADS_1


"Untuk bagaimana aku mendapatkannya, aku rasa... tidaklah penting" Zhou Fan menggeleng ringan.


__ADS_2