
Sebulan berlalu dengan cepat.
"Bu, aku akan menjaga diriku sendiri. Kau tak perlu khawatir!" Zhou Fan membujuk ibunya.
"Dan ini adalah beberapa pill kultivasi untuk ayah dan ibu, aku sudah menyimpannya sangat banyak di dalam cincin penyimpanan itu."
"Kau memang anak kurang ajar, bagaimana aku tak mengkhawatirkan anakku sendiri." Zhou Qian menarik telinga Zhou Fan hingga membuat pemuda itu menjerit.
Zhou Qian tak begitu peduli dengan masalah pemberian putranya, dia menerimanya seakan yang diterimanya itu adalah barang biasa.
Zhou Qian tak begitu tertarik dengan kultivasi, dia ber kultivasi untuk menjaga dirinya saja, jadi pandangannya terhadap pill pill tersebut sungguh tak seberapa.
"Aduhh... Ibu, aku sudah cukup dewasa untuk menjelajahi dunia ini." Zhou Fan menjauh dari ibunya yang sangat emosional itu.
"Apalagi perjalananmu akan lebih lama dari yang pernah kau lakukan, ibu pasti merindukanmu." Zhou Qian menatap sedu wajah putranya.
"Ibu hanya perlu melihat kalung yang fan'er berikan, percaya atau tidak fan'er juga melakukan seperti yang ibu lakukan." Zhou Fan mengeluarkan kalung yang tampak mirip dengan milik ibunya.
"Heem..." Zhou Qian mengangguk.
....
Tujuan Zhou fan kali ini adalah seluruh kota di Kekaisaran Wei, di mulai dari kota kapur putih yang merupakan kota terdekat dengan kota batu hitam.
Tapi sebelum itu, Zhou fan akan menjelajahi hutan mati yang memang menjadi salah satu pembatas antara kedua kota itu. Dengan kultivasinya yang berada di tingkat petarung grand master bintang 2 ia merasa tidak ada hambatan baginya di hutan mati selain beast tingkat lima.
Meskipun kultivasi Zhou Fan berada di tingkat petarung grand master bintang 2, tapi kekuatan pemuda itu sudah dapat mengimbangi kekuatan petarung grand master bintang enam. Dengan bantuan pedang rank epic dan teknik dewa pedang yang telah sempurna, mengimbangi petarung grand master bintang 9 bukanlah tidak mungkin.
"Gua ini tak berubah bahkan setelah berbulan bulan aku tinggalkan." Setelah menempuh satu jam perjalanan, Zhou Fan kini tengah berdiri dihadapan gua yang terletak di salah satu tebing batu.
"Guru, muridmu kembali!" Zhou Fan menaiki gua itu hanya dengan ilmu meringankan tubuhnya, tidak membutuhkan tali ataupun bantuan alat seperti pertama kali memasuki gua itu.
"Memang tak berubah, hanya saja kolam air spiritualnya sudah kering tak tersisa." Zhou Fan terus berjalan, sampai di sebuah gundukan tanah ia berhenti dan bersujud di hadapan gundukan tanah itu yang tak lain adalah makam gurunya.
"Guru, aku mengunjungimu." Zhou Fan mengeluarkan sebuah hantaran bunga yang dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai kalung. Lalu Zhou Fan mengalungkan kalung bunga itu pada batu bertuliskan nama gurunya.
"Meskipun murid tak pernah melihatmu, tetap kaulah yang telah merubah jalan hidupku, guru. Aku tak akan melupakan jasamu, aku akan mendaki ke puncak dan akan aku ceritakan kepada semua orang siapa guruku," Gumam Zhou Fan.
....
ZhouFfan yang berniat menjelajahi hutan mati lapisan terdalam, pagi ini memulai perjalannya. Zhou Fan melesat menuju lapisan terdalam dengan kecepatan sedang, ia berniat mencari lawan yang menurutnya cocok untuknya.
__ADS_1
Grorrrr.....
Sebuah raungan membuat Zhou Fan menarik sudut bibirnya, bukan takut ataupun melarikan diri. Pemuda itu malah melesat dengan cepat mengarah ke sumber suara.
"Di mana beast itu?!" Zhou Fan terus mengamati sekitar, mencari keberadaan beast yang ia yakini merupakan beast tingkat 3 ke atas. Karena tidak semua beast bisa mengeluarkan raungan yang menekan seperti itu.
Sebenarnya raungan tadi terdapat aura beast tersebut, namun karena terlalu lemah, raungan itu tidak terlalu berpengaruh kepada Zhou Fan.
"Sepertinya beast ini ingin bermain denganku?!" Gumam Zhou Fan, pemuda itu dapat merasakan kehadiran sosok yang sedang ia cari, meskipun hanya samar samar merasakannya.
Zhou Fan mengeluarkan pedang rank epic nya, setelah naik ke tingkat lebih tinggi Zhou Fan dapat menggunakan pedang rank epic.
"Aku akan ikut bermain bersama!" Zhou Fan merapalkan sebuah jurus dan mengarahkannya ke sekitarnya.
Zhou Fan yang tidak dapat merasakan dengan pasti keberadaan musuhnya harus memancing beast itu keluar dengan sendirinya.
Zhou Fan terus menghujani wilayah hutan seluas 100 meter, tidak hanya mengeluarkan jurus pisau angin, pemuda itu juga sesekali mengeluarkan jurus tebasan ganda miliknya.
Wilayah hutan seluas 100 meter itu pun berubah menjadi hamparan tanah lapang, pohon pohon tumbang terkena jurus Zhou Fan. Bahkan debu pun ikut berterbangan menutupi wilayah itu.
Dalam gumpalan debu itu terlihat sosok beast setinggi Zhou Fan. Pemuda itu terlihat mengerutkan dahinya, berusaha memastikan beast jenis apa yang ada di hadapannya, tapi debu itu menghalangi penglihatannya.
"Tch.." Zhou Fan kemudian melakukan gerakan membelah menggunakan pedangnya. gumpalan debu itupun menyingkir terkena terpaan angin yang di keluarkan gerakan Zhou Fan.
Beast dihadapan Zhou Fan adalah seekor beast bunglon ekor api, yang terlihat dari warna ekornya beast ini merupakan beast tingkat 4. Beast ini tidak begitu kuat dalam pertarungan langsung, tapi jangan meremehkannya saat bertarung diam diam.
Dengan kelebihannya yang bisa menyamarkan aura dan juga fisiknya beast ini menjadi momok nyata bagi lawannya.
Zhou Fan yang sedang dalam kondisi puncaknya, menggempur bunglon ekor api dengan serangan brutal.
Bunglon ini memiliki kekuatan setara dengan tingkat petarung grand master bintang 7, jadi bukanlah masalah bagi Zhou Fan. Pemuda itu malah nampak menikmati pertarungannya dengan beast tingkat 4 itu.
"Teknik dewa pedang!!" Zhou Fan meneriakan tekniknya, biasanya dia hanya bergumam ataupun tanpa berkata saat akan mengeluarkan tekniknya, tapi berhubung sekarang ada di kedalaman hutan ia ingin merasakan apa yang membuat semua orang meneriakan tekniknya saat akan menggunakannya.
Zhou Fan mengeluarkan gerakan tekniknya yang begitu dominan dan tegas.
Tapi beast itu tidak hanya diam menerima serangan Zhou Fan, dengan ekor panjangnya beast itu sesekali membalas serangan Zhou Fan.
Trank.... Ting....
Suara pedang dan juga ekor saling beradu.
__ADS_1
Seperti namanya, bunglon ekor api. ekor beast itu memercikkan api saat berbenturan dengan pedang Zhou fan.
"Aku harus terus mengasah teknik bertarung ku yang lain, atau pemahaman ku mengenai teknik itu akan perlahan memudar, " Gumam Zhou Fan.
Zhou Fan mundur, mengambil jarak dari beast itu sambil memasukkan pedangnya kedalam cincin penyimpanannya. Lalu kembali menyerang beast itu dengan teknik tangan kosong miliknya.
Phak... Phak
Dengan tangannya Zhou Fan menangkis serangan ekor berapi milik bunglon itu, meskipun terasa agak nyeri dan panas, pemuda itu tidak berniat mundur sedikitpun.
Zhou Fan semakin bersemangat menangkis serangan itu, anggap saja sebagai latihan penempaan, pikir Zhou Fan.
"Terima ini, dasar kau kadal!!" Zhou Fan membentak bunglon ekor api sambil memberikan pukulan telak di kepala beast itu.
Bang...
Beast itu terdorong beberapa meter ke belakang, seolah tak terima, beast itu menatap Zhou fan sengit.
"Grorrrr.... "
Beast itu meraung marah dan menyerang Zhou Fan dengan lebih ganas.
Ekornya semakin liar dan tak terkendali, yang membuat Zhou Fan menjaga jarak darinya.
Sebuah serangan tiba tiba melesat ke arah Zhou Fan, tapi karena memang Zhou Fan tak mengurangi kewaspadaan nya Zhou Fan dapat menghindarinya dengan melompat kesamping.
Zhou Fan menangkap ekor beast itu dan mencoba menahannya saat bunglon ekor api ingin menarik ekornya.
"Enak saja! Kau menginginkan ekor mu, hem?" Zhou Gan mengejek bunglon ekor api yang sekarang terlihat begitu marah.
Beast itu semakin kuat menarik ekornya yang membuat Zhou Fan sedikit ketarik oleh tarikan bunglon ekor api. Zhou Fan tiba tiba menyerah untuk menahannya, tetapi tangannya tidak lepas dari ekor beast itu.
Shutt....
Zhou Fan terbang karena tarikan bunglon ekor api, tapi pemuda itu malah tersenyum.
"Hehe... "
"Cobalah roti kukus ini! Zhou Fan melompat dan melesatkan tinjunya tepat mengenai kepala bunglon ekor api.
Bang... Brak....
__ADS_1
Bunglon ekor api terpental dan menabrak batang pohon yang sudah tumbang menjadi hancur.
Zhou Fan memanfaatkan daya tarik bunglon ekor api untuk mempercepat gerakannya. dikombinasikan dengan kecepatannya sudah dipastikan akan menghasilkan serangan yang tak dapat dihindari oleh beast itu sendiri.