
Setelah memasuki kota Biyu Zhou Fan lantas mencari sebuah penginapan, karena melihat hari berangsur gelap dan mengingat dia sudah beberapa hari tidak tidur dengan nyaman.
Zhou Fan masuk ke sebuah bangunan yang ia ketahui merupakan penginapan. Dia masuk setelah mendaftarkan namanya ke meja penerimaan.
Awalnya Zhou Fan tidak diperkenankan untuk membawa Zhou Jim sekalian, tapi akhirnya mereka memperbolehkan setelah Zhou Fan menjamin serigalanya tidak akan berbuat ulah.
Begitu sampai di ruangannya, dia langsung merebahkan diri, tanpa membersihkan diri, dia terlalu malas untuk melakukannya.
.....
Keesokan harinya, Zhou Fan ke luar mencari makanan, karena penginapan tersebut tidak menyediakan makanan untuk pengunjungnya.
Zhou Fan memasuki sebuah kedai yang terlihat ramai, bahkan saking ramainya membuat beberapa pengunjung rela mengantri di luar kedai.
Zhou Fan tak habis pikir, bukankah hanya makanan, apa yang istimewa dengan kedai ini, di sana juga terdapat kedai.
Zhou Fan melangkah melintasi depan kedai itu, dia mencoba tidak menghiraukannya dan terus berjalan ke kedai di sampingnya.
Kedai yang Zhou Fan masuki tampak agak sepi, dibandingkan dengan kedai barusan. Zhou Fan celingukan mencari seseorang yang dapat memberitahunya, dia penasaran kenapa kedai di sebelah begitu ramai.
Begitu mendapati seorang pemuda seumurannya tengah duduk seorang diri, dia mendekati dengan langkah kilat.
"Apakah kau tahu, kenapa kedai di samping begitu ramai?" Zhou Fan tak basa basi, dua langsung mengeluarkan puluhan koin emas.
Pemuda itu lantas meraih kumpulan koin emas di meja, dan dengan cepat memasukkannya ke dalam kantong kulit miliknya.
"Tidak ada yang spesial, hanya saja kedai itu menyediakan makanan serta minuman berkualitas, meskipun harga yang terbilang mahal untuk sebagian orang, kedai itu tak pernah sepi, bahkan selalu membeludak hingga menutup jalan."
Pemuda itu berdiri dan pergi begitu saja, tanpa mempedulikan Zhou Fan. Sementara Zhou Fan semakin penasaran dengan apa yang disediakan oleh kedai itu.
Zhou Fan memesan arak di kedai pertama, dia merasa tidak enak jika harus pergi tanpa memesan sesuatu.
Begitu arak pesanannya telah ia tenggak seluruhnya, Zhou Fan pergi dan mengantri memasuki kedai yang terlihat ramai.
Zhou Fan tidak mengajak Zhou Jim, serigala itu ia tinggalkan di ruangan miliknya, ia mengatakan akan membawakan daging lezat untuknya, mendengar akan mendapat daging, serigala itu langsung menurut.
Setelah lama menunggu, Zhou Fan akhirnya dapat memasuki kedai, dia dapat melihat fasilitas dalam kedai begitu memukau jika dikatakan kedai, itu lebih terlihat seperti paviliun.
Zhou Fan akhirnya mendapatkan sebuah tempat duduk, dia memesan makanan yang dikatakan paling nikmat, dia juga memesan arak termahal.
Zhou Fan seolah lupa bahwa dirinya tidak membawa koin emas begitu banyak, karena dia berpikir akan sangat mudah mendapatkan koin emas selama dia membuat pill.
Saat Zhou Fan masih menunggu, tiba tiba beberapa wanita muda mendatangi tempat duduknya.
__ADS_1
"Permisi, apakah kami boleh duduk di sini?" tanyanya dengan suara lembut.
Zhou Fan yang semula memangku dagunya, mendongak menatap wanita muda tersebut.
"Duduk lah, tidak ada yang melarangmu untuk duduk dimana pun kau mau." Zhou Fan berkata acuh.
Ketiga teman wanita muda yang berada di belakang seketika memasang wajah kesal. Saat hendak melabrak Zhou Fan, wanita muda itu halangi.
"Sepertinya anda salah paham, tuan... Apakah anda tidak keberatan melepaskan tempat duduk anda?" tanya wanita muda dengan senyum terpaksa.
Zhou Fan mengedutkan bibirnya, kemudian mengedarkan pandangannya.
"Jika aku menyerahkan tempat duduk ini kepada kalian, lalu aku duduk di mana?" tanya Zhou Fan.
"Kau bisa menunggu tempat duduk lain, bukankah makanan anda belum datang, bukankah itu mudah?" ucap wanita muda itu lagi.
"Dan lagi kami sedang terburu buru," tambahnya.
Zhou Fan nampak tak terima, tempat duduk yang telah lama ia tunggu dan akhirnya kosong, setelah itu dengan begitu mudah dia memintanya pergi, apakah dia hanya angin lalu, yang bahkan tidak berharga.
"Maaf, Nona... Tapi aku juga tidak mempunyai banyak waktu, apakah hanya kalian yang mempunyai kesibukan, serigalaku sedang menunggu makanannya. Jadi, kalian sebaiknya besabar ... Mungkin sebentar lagi akan ada yang keluar." Zhou Fan mengatakan sambil menggoyangkan tangan.
Disamakan dengan seekor serigala membuat keempat wanita muda itu semakin geram. Namun mereka masih berusaha tenang.
"Kami bisa membayar anda, apakah ini cukup?" wanita muda itu mengeluarkan kantong yang kira kira terdapat sepuluh koin emas.
Zhou Fan menarik sedikit bibirnya, dia kemudian memandang keempat wanita muda itu. Keempatnya memakai pakaian senada, berwarna putih dengan motif biru.
Phak...
Zhou Fan melemparkan sekantong koin emas yang lebih besar, setidaknya dua kali lipat ukuran yang dikeluarkan wanita muda itu.
"Carilah tempat lain!" ucap Zhou Fan sambil melambai.
"Kau -- " Perkataannya tersekat ketika Zhou Fan kembali berkata.
"Pesananku sudah datang, aku tidak bisa memakannya jika kalian terus ribut di sini." Zhou Fan meraih piring yang baru saja ia terima dari seorang pelayan.
Huft!
Keempat wanita muda itu mendengus kemudian berbalik sambil mengibaskan rambut kesal.
Zhou Fan hanya menggeleng menyaksikan perilaku keempat wanita muda yang berusia tak jauh berbeda dengannya.
__ADS_1
Zhou Fan akhirnya dapat mencerna makanan tersebut hingga habis, bahkan ia tak menyisakan sedikitpun potongan di atas piring.
"Memang seperti yang dikatakan, benar-benar luar biasa." Zhou Fan mengakui, ini adalah makanan yang nikmat.
Sebelum kembali ke ruangan miliknya, dia tak lupa membeli daging kering untuk Zhou Jim.
.
.
.
.
Saat perjalanan kembali dia tak sengaja melihat bayangan berkelebat di atasnya, Zhou Fan seketika menampilkan wajah serius.
Zhou Fan naik ke atap, dan melihat ke arah bayangan berkelebat. Namun dia tidak dapat lagi menemukan sosok yang dia cari.
Zhou Fan melesat menyusul ke arah bayangan berkelebat tadi, entah mengapa dia merasa terpanggil untuk mengikutinya.
Setelah mengikuti dengan persepsinya, dia akhirnya menemukan dua pria paruh baya sedang saling berhadapan saat di sebuah hutan.
Zhou Fan mengamati dari kejauhan, mereka berdua terus bertarung tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Dapat ia lihat kekuatan mereka setara dengannya yang mempunyai kultivasi tingkat petarung raja bintang enam.
Saat salah satu dari kedua pria paruh baya terdesak dan senjata lawannya hampir memenggal kepala. Zhou Fan melesat dan menendang tangan pria berikat kepala, membuat pria bermata satu selamat dari kematian.
"Apa yang kau lakukan!" teriak marah pria berikat kepala, tapi Zhou Fan tak mendengarkan.
Zhou Fan bergerak meraih pedang darah malam di punggungnya dan mulai menyerang pria berikat kepala.
Meski kultivasi keduanya berimbang, kekuatan Zhou Fan tak dapat dibandingkan dengan pria berikat kepala.
"Hei, nak... Apakah kau salah paham, sepertinya kau salah membantu orang." Pria berikat kepala mencoba menghentikan serangan Zhou Fan, tapi pemuda itu sudah terlanjur mengayunkan pedangnya.
Baaak!
Pria berikat kepala terlempar menabrak pohon, Zhou Fan mengubah raut wajahnya, dia menoleh ke arah pria bermata satu.
Pria bermata satu seketika melarikan diri saat Zhou Fan menoleh ke arahnya.
Zhou Fan memijit pelipis matanya, kemudian melesat mengejar pria bermata satu, dan meninggalkan pria berikat kepala tergelatak lemas.
Zhou Fan mendengus sambil terus mengejar pria bermata satu.
__ADS_1
Huh...
"Beraninya kau menipuku!"