Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 296 : Lin'er Adalah Istriku!


__ADS_3

Perlahan kubus formasi menghilang, tapi kepulan asap di atas arena masih saja tersisa.


Setelah beberapa saat, asap perlahan lenyap. Menampakkan seorang pemuda berdiri dengan membawa pedang, dan di dekatnya terdapat seorang yang tergelatak dengan luka di sekujur tubuhnya.


Di sana juga ada seorang pria tua yang perlahan mendekat ke tempat pemuda yang masih berdiri.


"Ini dia pemenang sesungguhnya... Zhou Fan."


Zhou Fan agak kikuk ketika tetua Que mengangkat tangannya, tapi dia hanya bisa pasrah mengingat itu juga hal yang biasa.


Semua orang berteriak serentak, menyerukan nama Zhou Fan yang merupakan pemegang posisi puncak. Sebagai murid baru, dia tidak hanya bisa bersaing dalam seleksi murid dalam, tapi juga menjadi yang terbaik diantar lainnya.


Sungguh merupakan prestasi yang luar biasa.


Di bawah arena, banyak murid yang mengelu elu kan namanya, baik itu murid pria ataupun wanita, semua menatap kagum kepadanya.


Pemuda itu bagai magnet, menarik semua mata untuk tertuju kepadanya.


Namun Zhou Fan mencoba untuk tidak menghiraukan. Dia menuruni arena, dan tempat pertama yang dia tuju tentu tak bukan tempat Wei Guanlin berada.


Semua mata memandang ke arahnya, penasaran dengan apa yang ingin dia lakukan.


Wei Guanlin yang melihat Zhou Fan datang ke arahnya dengan banyak sekali pasang mata memandang, sedikit tidak nyaman. Namun perasaan bahagia dan bangga, juga menyelimuti dirinya.


"Apakah dia akan menemui guru nya, di mengarah ke tempat para tetua."


"Entah mengapa aku merasa dia akan ke tempat nona Wei."

__ADS_1


"Nona Wei memang kecantikan yang langka, tapi apakah dia berpikir dapat menarik perhatian nya dengan hanya menjadi murid dalam."


"Jangan bercanda, meski dia hebat. Nona Wei bahkan menolak senior murid dalam yang mendekatinya."


Zhou Fan mengerutkan kening, dia tidak mengira istrinya akan sangat terkenal. Bahkan ada yang mengatakan 'bahwa dirinya tidak layak'.


"Heh... Tidak layak?" Zhou Fan melangkah semakin yakin, dia ingin mengatakan bahwa Wei Guanlin adalah miliknya, tidak ada yang boleh menginginkan nya.


Langkah kaki semakin dekat, dan semua orang sekarang yakin bahwa tujuan Zhou Fan adalah Wei Guanlin.


Zhou Fan mengangkat tangan di hadapan Wei Guanlin, seolah mengajak wanita itu untuk pergi bersamanya.


"Li -- "


Baru saja Zhou Fan membuka suara, tangannya sudah dihempaskan oleh seorang di belakangnya.


"Kau tidak pantas untuk nona Wei."


Zhou Fan memicingkan mata. Siapa pria ini, datang datang langsung mengacaukan rencana. Bahkan mengatakan bahwa dia-Zhou Fan tidak layak.


"Aku adalah Zai Xuan."


Zhou Fan nampak tidak peduli, dengan wajah mencemooh dia melambaikan tangan. "Aku tak mengenalmu."


Siapapun itu Zhou Fan tidak peduli, apakah urusan nya bersama dengan Wei Guanlin dapat diurusi oleh sembarangan orang, itu sama sekali tidak ada hubungan dengan pria bernama Zai Xuan ini.


"Kau -- " Zai Xuan mengerang marah, tapi terhenti saat melihat Wei Guanlin berdiri.

__ADS_1


"Ha... Benar, biarkan nona Wei sendiri yang memutuskan, apakah kau layak atau tidak."


Zai Xuan tersenyum penuh arti, dia sangat yakin bahwa Wei Guanlin akan menolak Zhou Fan, bagaimanapun dia telah ditolak oleh wanita itu, tidak mungkin dia lebih rendah dari pada seorang murid dalam baru.


"Aku akan menantikan wajah kecewa mu." Zai Xuan mengulum senyum di bibirnya.


Yang tidak Zai Xuan ketahui, hubungan antara Zhou Fan dengan Wei Guanlin tidak sesederhana itu. Jangankan dia, bahkan jika ada seorang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan nya, Wei Guanlin akan menolaknya.


"Senior Zai, kau kembalilah." Perkataan santai Wei Guanlin itu mampu menusuk hingga masuk ke dalam tulang.


Zai Xuan mematung, tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Apakah dia kalah dari seorang murid baru? Tidak mungkin!


"Apa yang kau tunggu?" Zhou Fan menaik turunkan alisnya, mencibir Zai Xuan.


"Kau jangan senang terlebih dahulu." Zai Xuan hanya tak beranjak dari tempatnya, meski dia telah ditolak, dia yakin bahwa pemuda di sampingnya tidak akan mendapat hasil lebih baik darinya.


Tanpa banyak bicara Zhou Fan langsung merengkuh tubuh Wei Guanlin, membawanya ke dalam pelukan.


Semua yang melihat membuka mata lebar, apalagi Zai Xuan yang berada tepat di sebelah Zhou Fan.


"Ah... Mataku telah ternoda."


"Aku tidak suci lagi."


"Senior Zai telah kalah telak."


Zhou Fan melirik Zai Xuan, tatapan matanya menyiratkan sebuah cibiran. "Asal kau tahu, Lin'er adalah istriku."

__ADS_1


__ADS_2