
Zhou Jim perlahan mulai memulihkan diri, meski tidak bisa kembali normal dalam waktu dekat, setidaknya dia mulai bisa beraktivitas normal.
"Simpan sisa madu lebah kepala biru, selain harganya tidak murah, kau bisa menggunakan jika terkena racun lebah jarum." Rogue menunjuk lelehan madu yang masih merembes.
Alis Zhou Fan berkedut. "Apa kau berniat menyerangku?"
Bagaimana bisa Rogue berkata demikian kepadanya, itu terdengar ironi saat orang yang baru saja ditolong akan menyerangnya.
"Kita tak akan tahu apa yang terjadi selanjutnya." Rogue mengangkat kedua tangan seraya memutar bola mata.
"Yang kau katakan tidak salah. Juga seharusnya madu ini dapat berguna di kemudian hari." Zhou Fan mengeluarkan botol pill yang kosong, lalu menampung madu ke dalamnya.
Setelah terkuras habis madu di tangannya, Zhou Fan memasukkan kembali ke dalam cincin penyimpanan, dia lalu mengeluarkan beberapa daging yang merupakan persediaan milik Zhou Jim.
Tak menunggu waktu lama, Zhou Fan mengumpulkan dahan pohon juga ranting yang berserakan di sekitar. Setelah semua bahan bakar sudah menggunung di depan, tangannya memantikkan api dengan dua jari.
Buzz..
Percikan api langsung menyambar susunan ranting dan juga dahan, api seolah meloncat dari jarinya. Semakin lama api yang berkobar semakin besar, dan itu menandakan waktu membakar telah datang.
Memanfaatkan ranting yang agak kokoh, Zhou Fan menusuk daging dan menancapkan di samping kayu bakar.
Lima daging bakar berjajar melingkar, sebenarnya dia hanya mengeluarkan tiga potong daging, tapi dia mengingat bagaimana rasa olahan makanannya. Tidak mungkin para penikmatnya akan tahan dengan godaan daging bakar miliknya.
Dengan mempertimbangkan hal itu, Zhou Fan menambah dua potong lagi.
Semerbak harum daging berlemak begitu menggoda, Zhou Jim yang tak jauh dari tempat Zhou Fan langsung menghamburkan diri mendekat minta bagian.
Auk...
Zhou Jim duduk dengan kaki depan diangkat, lidahnya keluar dengan air liur yang telah membasahi bibir.
"Belum saatnya belum saatnya, pergi sana!" Zhou Fan melambaikan tangan mengusir Zhou Jim.
Entah mengapa serigala itu selalu menjadi yang terdepan saat berhubungan dengan makanan, apalagi jika makanan itu berbahan dasar daging.
Zhou Jim tak beranjak dari tempatnya, dia masih setia menunggu, dia terlalu senggang untuk beranjak dari tempatnya.
Tak lama daging bakar siap disajikan, Zhou Fan mencabut satu persatu ranting yang menancap.
Begitu daging terangkat, Zhou Jim melompat dan mengait daging menggunakan gigi tajamnya.
Zhou Fan tak menghindar, dia sengaja membiarkan serigala itu mengambil bagiannya.
__ADS_1
Rogue masih diam di tempat, dia seolah tak tergoda akan kenikmatan daging yang kini berwarna coklat pekat.
"Rou, apakah kau tak mau?" Zhou Fan menggoyangkan daging di depan hidungnya, dia sengaja melakukan itu untuk menggoda Rogue.
Gadis kecil itu berdiri dan melangkah perlahan, saking pelannya dia bergerak, membuat Zhou Fan tak sabar.
"Jika kau tak mau, Zhou Jim pasti dapat menampung semuanya." Zhou Fan melirik Zhou Jim.
Auk...
Serigala itu seketika menoleh dan menampilkan senyuman manisnya, dia akan sangat senang jika harus disuruh menghabiskan daging yang tersisa.
Phak...
"Eh?" Zhou Fan terperanjat saat tangannya serasa kehilangan sesuatu.
Zhou Fan mengalihkan pandangan, dan di hadapannya seorang gadis kecil mencoba menggigit daging bakar di tangannya.
"Siapa bilang aku tak mau?!" Rogue berkata sembari mengunyah daging yang berhasil dia pisahkan dari potongan yang teramat besar.
"Aku kira kau tak makan daging." Zhou Fan terkekeh pelan, tangannya meraih ranting lain yang masih menancap di sampingnya.
Shak...
Zhou Fan menggeleng, lalu dia mencoba tak mempermasalahkannya, tangannya mengambil ranting lain yang juga masih menancap.
Dengan senyuman puas dia mulai membuka mulut, aroma daging bakar yang menggoda menyeruak ke rongga hidung.
Dalam diam Zhou Fan mengagumi bakatnya dalam mengolah makanan, benaknya terus menyanjung diri sendiri, seolah dia begitu kurang sanjungan.
Tak!
Saat mulut mulai merapat, dan gigi hendak mengoyak daging bakar, siluet bayangan melesat dan menyambar daging.
Zhou Fan yang tak mengira ada yang mengambil daging bakarnya saat dia menghentak gigi kuat, alhasil giginya saling menghantam dan menimbulkan bunyi nyaring.
Ah...
Zhou Fan mengeluarkan lidahnya. Tanpa sengaja lidahnya ikut terjepit, bahkan sampai berdarah.
Dengan pandangan marah, Zhou Fan mencari pelaku yang menyerobot daging miliknya.
Melihat Zhou Jim berdiri membelakanginya, mata Zhou Fan berkilau seram.
__ADS_1
"Serigala sialan! Kau sudah berani, ya?!" Zhou Fan bersikap seolah akan menerkam Zhou Jim, tangannya berbentuk layaknya cakar ia rentangkan lebar lebar.
Seolah mengetahui bahaya akan mendatanginya, Zhou Jim berbalik dan memandang sosok di hadapannya.
Plek...
Serigala itu melepaskan daging yang menggantung di mulutnya, dia tahu bahwa pemuda di hadapannya sedang dalam suasana hati buruk.
Huh...
Zhou Fan mendengus lalu menyahut daging terakhir. "Tak sudi aku memakan daging sisa mulutmu."
Zhou Jim lantas memandang daging yang tergeletak di permukaan. Dia lalu mendekatinya dan mengambilnya. Wajahnya terlihat tak peduli, jika dapat diartikan mungkin dia berkata 'Ya sudah jika tak mau'.
Setelah perjuangan yang begitu panjang dalam mempertahankan daging bakar yang tersisa, Zhou Fan akhirnya berhasil mengirim sepotong daging ke dalam perutnya.
Andai dia tidak berhasil mendapatkan sepotong daging yang tersisa, mungkin cacing di perutnya bergelora menyuarakan pemberontakan.
Malam datang dengan tak diundang, Zhou Fan yang masih di pinggiran hutan memutuskan untuk bermalam di sana.
Rogue mendekati Zhou Fan, jika pagi hari, tak mungkin tak terlihat wajah sedu nya yang terus dia sembunyikan.
"Kau kenapa?" Zhou Fan yang tengah duduk memandang langit gemerlap bintang bergeser sedikit memberikan ruang agar Rogue ikut duduk.
Gadis cilik itu tak menolak, dia duduk tepat di samping Zhou Fan. Dari belakang keduanya tampak bagai adik kakak yang tengah merundung nasib yang begitu menyedihkan.
Tak salah jika orang berpikir demikian, karena nasib Rogue sangatlah memprihatinkan. Dia tumbuh besar dengan dikelilingi lebah jarum, sejak usia empat tahun dia harus kehilangan keluarganya.
Mungkin sebagian besar orang tidak bisa bertahan jika dalam posisinya, tapi gadis dengan bola mata berwarna biru kristal itu dapat melewati dengan sempurna.
Walau beberapa kali dia terjerumus hal yang membuat orang takut kepadanya, itu seolah tak menghapus kemurnian hatinya.
Dia tak benar-benar melakukan hal yang dituduhkan kepadanya. Dia hanya ingin hidup damai dengan lebah jarum di sampingnya, tapi semua orang yang tanpa sengaja melihat lebah disekelilingnya meneriakinya bagai monster.
Bayangkan betapa malangnya gadis belasan tahun itu, hidupnya sudah sangat menderita dengan tanpa orang terkasih di sisinya, tapi pengucilan orang yang ditemuinya menambah beban hidupnya.
Zhou Fan melirik sedih gadis kecil di sampingnya, mendengar cerita hidup Rogue membuat dirinya sekali lagi harus mengucapkan puji syukur.
Sekali lagi langit menunjukkan kepada dirinya, bahwa ada sebagian orang yang lebih tidak beruntung dibandingkan dengannya.
Zhou Fan merasa dirinya terlalu serakah. Saat itu dia merasa langit begitu kejam terhadapnya, tapi berjalannya waktu dia mulai menyadari.
"Tiada ujian tanpa orang itu sanggup menjalaninya."
__ADS_1