Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 238 : Kebimbangan Rogue


__ADS_3

Melihat saudara saudaranya mati di tangan Zhou Fan, pria berpakaian hijau tak lagi memiliki harapan.


Dia seolah kehilangan semangat bertarung, gerakannya semakin lama semakin kacau.


Memanfaatkan hal itu, Rogue mengerahkan tangannya dan para lebah jarum langsung membungkus pria berpakaian hijau.


"Ibu, ayah... Orang yang membunuh kalian sekarang berada di tanganku." Rogue mengangkat tangan di depan wajahnya.


"Aku harap kalian dan juga penduduk desa yang lain dapat tenang di sana." Rogue memandang langit yang agaknya tahu bahwa ada orang yang bersedih, langit seolah ikut merasakan kesedihan itu, langit terlihat mendung dengan awan gelap yang berseling awan terang.


Tanpa bicara Rogue mengeratkan kepalan tangan, lebah jarum mengerti tanda tersebut. Mereka langsung menyusut dan memangsa korban yang sudah dalam kurungan.


Rogue yang tak lagi mendengar teriakan dari dalam bola kurungan yang diciptakannya, menyibak lebah jarum agar membuka jalan.


Begitu lebah jarum menyebar, pria berpakaian hijau tak lagi dapat dikenali, wajahnya bengkak dan berwarna kebiruan. Jauh lebih buruk dibandingkan dengan pria berpakaian biru.


Para penduduk yang semula berteriak dan juga menjerit kesakitan perlahan mulai tenang. Tak berselang lama, mereka serentak memuntahkan cairan hitam dengan bau tak sedap.


Dalam cairan hitam tersebut, terlihat ulat kecil yang merayap mencari jalan. Seketika semua orang kembali merasa mual, bagaimana bisa mereka menelan sesuatu yang begitu menjijikkan.


Beberapa saat kemudian, mereka kembali normal, tapi ekspresi ketakutan masih saja menghiasi wajah mereka. Melihat diantara mereka mati dengan tubuh kulit membalut tulang, sungguh amat sangat menekan pikiran sehat mereka.


Zhou Fan mengumpulkan barang barang yang dapat berguna baginya, senjata serta tanaman herbal dia masukkan tanpa terkecuali.


Rogue masih berdiri memandang mayat pria berpakaian hijau, meski pembunuh orang tuanya sudah terbunuh dengan tangannya sendiri, tidak ada perasaan senang dalam dirinya.


Dia merasa hampa, padahal tujuan hidupnya sudah tercapai saat itu adalah membalaskan dendam kematian orang tuanya. Namun kenapa ia tidak merasa senang?


Rogue menjatuhkan tubuhnya, dia duduk dengan tangan merangkul lutut.


"Apa artinya balas dendam? Meskipun telah tercapai, itu tidak akan mengubah kenyataan bahwa ayah serta ibu telah tiada." Rogue bergumam bingung, dia merasa tujuan hidup yang ia pegang keliru.


Zhou Fan yang melihat Rogue seolah kehilangan semangat hidupnya pun mendekat. Dia lalu merendahkan tubuhnya hingga tinggi keduanya setara.

__ADS_1


"Apakah yang aku lakukan salah?" Rogue menengok Zhou Fan tiba tiba.


"Ak... Hah..." Zhou Fan yang mendapatkan pertanyaan dadakan, tak bisa langsung menjawab.


Pemuda itu lalu mendudukkan tubuhnya di samping Rogue. "Dengarkan apa yang hatimu katakan, kau akan mendapatkan jawaban."


"Aku sudah mengikuti keinginanku, tapi aku tak merasakan apapun saat membalaskan dendam mereka." Rogue menundukkan kepala, perasaan sedih sekaligus bingung menyertai pikirannya.


Zhou Fan menanggapi dengan senyuman, dia lalu berdiri. "Apa yang terjadi biarlah terjadi, kita tidak bisa merubah sesuatu yang telah terjadi, tapi kita bisa berusaha demi mewujudkan masa depan yang kita inginkan."


"Masa depan?" Rogue memandang punggung Zhou Fan yang semakin menjauh, pemuda itu benar benar merupakan panutan baginya.


Zhou Fan berjalan mengumpulkan barang berharga yang terlihat di matanya, di tangannya sudah ada dua cincin milik pria berpakaian hitam dan juga kuning, sementara yang lain masih menunggu untuk masuk ke dalam koleksinya.


"Tuan?"


Mendengar ada yang memanggilnya, Zhou Fan spontan membalikkan pandangan.


Dari jarak sedang terlihat beberapa orang berjalan mendekat, wajah mereka nampak menyesal, tapi juga terdapat rasa bahagia di dalamnya.


"Tuan, terima kasih." Seorang pria tua dengan janggut panjang membungkuk setengah badan.


"Jika bukan karena tuan, tidak tahu lagi bagaimana nasib desa ini." Pria tua itu terus menundukkan wajahnya, dia tak berani bersitatap dengan Zhou Fan.


Sama seperti pria tua itu, beberapa orang di belakangnya juga melakukan hal serupa, tidak ada yang berani mengangkat wajah.


"Dan juga maafkan kami karena telah meragukan tuan sebelumnya, sungguh kami memiliki mata yang buruk." Pria tua itu sangat bijak sana, dapat terlihat jika dia merupakan tokoh penting di desa.


"Tidak masalah, kakek. Juga kalian semua tak perlu memikirkannya, karena aku melakukan ini karena berhubungan dengannya." Zhou Fan menunjukkan Rogue yang kebetulan juga memandang ke arahnya.


Gadis kecil itu yang tak mendengar pembicaraan Zhou Fan mengerutkan kening saat Zhou Fan tiba-tiba menunjuknya.


Namun, dia hanya diam tak mencoba mencari tahu. Dia menebak, pasti hanya beberapa masalah mengenai sekte pengobatan palsu.

__ADS_1


"Namun, apa yang tuan lakukan secara tidak langsung juga menyelamatkan desa ini. Sebagai kepala desa, pria tua ini sungguh sangat berterima kasih."


Pria tua itu tetap bersikukuh, Zhou Fan yang tak bisa melarang hanya menggeleng kepala.


Pada akhirnya dia menerima ucapan terimakasih itu. Dia juga tidak rugi, tidak apa jika menerima ungkapan tersebut.


Yang dikatakan memang benar, meskipun tidak sepenuhnya benar. Awalnya Zhou Fan berniat mencari tahu saja, tapi saat Rogue mengenal mereka sebagai pembunuh orang tuanya, muncul keinginan untuk membantu gadis kecil itu membalaskan dendamnya.


Zhou Fan kembali ke tempat Rogue duduk, penduduk desa ternyata mengikuti di belakangnya. Dia tak menghentikan, karena merasa mereka hendak berterima kasih kepada Rogue.


"Terima kasih, nona." Pria tua itu membungkuk setengah badan, seperti yang dia lakukan terhadap Zhou Fan.


Rogue menyipitkan mata, dia merasa tidak melakukan hal yang berhubungan dengan mereka. Dia melakukannya murni karena rasa balas dendamnya.


Mengerti kebingungan Rogue, Zhou Fan mendekat dan membisikkan sesuatu. Dan Rogue tersenyum setelahnya.


"Kakek tidak perlu seperti itu, aku memang melakukan ini karena mereka pantas mendapatkannya. Sedang untuk rasa terimakasih kalian, aku akan menerimanya." Rogue berkata dengan tersenyum ramah, dia seperti kembali mendapatkan tujuan hidupnya.


Melihat wajah mereka yang begitu berbahagia, membuat hatinya tenang. Memang aneh jika dipikir, padahal dia tak mengenal satu orang pun diantara mereka, tapi dia bisa ikut merasakan apa yang mereka rasakan.


Penduduk desa merasa kedua penolong mereka memiliki hati yang begitu tulus, jika itu orang lain mungkin akan sangat melambung ketika dalam posisi mereka.


Namun, keduanya malah bersikap merendah, sungguh merupakan pribadi yang jarang.


Penduduk desa kemudian pamit kembali ke kediaman masing masing, mereka merasa tidak ada lagi kepentingan yang mengharuskan mereka tetap bertahan.


Setelah menguras habis semua barang berharga yang kelima saudara itu miliki, Zhou Fan mengajak Rogue keluar.


Begitu keluar pintu gerbang, alangkah terkejutnya dia mendapati mayat penjaga berserakan di permukaan.


Zhou Fan mencari siapa yang melakukannya, begitu pandangan menoleh ke kanan, dia mendapati seekor serigala yang sangat ia kenal tengah menggigit pakaian salah satu penjaga.


Zhou Fan menepuk dahinya ringan, ternyata serigalanya yang dari tadi tidak terlihat sedang 'bermain' dengan para penjaga kediaman.

__ADS_1


Seolah tahu ada yang mendekat, serigala itu mencari ke segala arah, begitu melihat sosok yang dia kenal, dia langsung melesat mendekat sambil melolong.


Awu...


__ADS_2