Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 70 : Intrik Klan Zhou


__ADS_3

Zhou Fan menoleh, dan melihat tetua pertama berdiri dari tempat duduknya sambil melotot ke arahnya.


"Bukan keinginanku untuk menyiksanya, andai dia berkata menyerah, tentu aku tidak memaksanya," Ucap Zhou Fan dengan santainya.


"Bocah sialan! berani sekali dia mengabaikan ucapanku," Maki tetua pertama di dalam hati.


"Lihat, ayahmu sudah berkata demikian, sebaiknya kau menyerah. Jangan memaksaku!" Ucap Zhou Fan beralih menghadap ke tempat Zhou Han berlutut.


Diam, sekali lagi hanya kebisuan yang Zhou Fan dapatkan, "Apakah begitu sulit bagimu mengucapakan kata menyerah?"


"Tidak akan!" Teriak Zhou Han yang terdengar begitu menderita.


"Cih..." Zhou Fan menghentakkan kakinya ke lantai arena, dan bertepatan dengan hentakan itu beban yang ditanggung Zhou Han berkali lipat.


Tekanan yang dirasakannya membuatnya terpaksa bersujud di hadapan Zhou Fan.


Tetua pertama semakin geram, melihat bagaimana anaknya diperlakukan ia tidak dapat menahan amarahnya.


"Tetua kelima, apakah kau akan membiarkan anakmu membunuh anakku?" Zhou Kay bertanya tanpa melihat Zhou Hu, karena pandangannya sedang terfokus menatap anaknya.


"Kau sendiri tahu, tidak diperbolehkan ikut campur dalam pertandingan ini. Daripada kau marah kepada anakku, lebih baik kau nasehati anak 'jenius' mu itu," Ucap Zhou Hu dengan malas.


Hubungan keduanya memang tidak begitu baik, tetua pertama selalu merendahkannya melalui Zhou Fan saat anaknya itu masih belum bisa ber kultivasi.


Melihatnya merasakan apa yang telah ia rasakan benar benar memuaskan.


"Ternyata sangat menyenangkan melihat wajah kesal seseorang, pantas saja dia selalu mencari gara gara," Gumam Zhou Hu.


"Bahkan Zhou Han, yang rumornya akan menjadi penerus Klan Zhou pun kalah darinya. Sungguh buta, orang yang menyebarluaskan kecacatan Zhou Fan." Salah satu pemuda berkata kesal.


Pemuda itu berpikir, pemuda sejenius itu dikatakan sampah, lalu sebutan apa yang pantas untuk lainnya.


"Klan Zhou benar benar telah menyia-nyiakan bakat yang begitu mengerikan, andai dia lahir dan besar di klan ku pasti akan aku istimewakan," Ucap Salah satu patriark klan kecil.

__ADS_1


Kembali ke Zhou Fan, pemuda itu tampak bergumam sambil menatap sinis pemuda dihadapannya, entah apa yang ia ucapkan, yang pasti ia kesal melihat sifat keras kepala lawannya.


Kalau saja dia tidak memikirkan siapa pemuda itu, mungkin ia benar benar membunuhnya. Kekalahan sudah sangat jelas terlihat tetapi pemuda itu tidak mau mengakuinya, pemuda itu malah tetap bersikeras ingin bertarung dengannya.


Zhou Fan tidak benar benar membenci Zhou Han, meskipun selalu menghinanya dan merendahkannya, pemuda yang juga masih keluarganya itu tidak pernah melukainya.


Meskipun selalu menghinanya, dan memakinya, Zhou Fan tidak masalah, karena dia berpikir, itu lebih baik dari pada orang yang menjatuhkan dari belakang.


Andai Zhou Fan tahu, pemikirannya akan membuat semua orang berpikir dia terlalu terlalu naif.


Zhou Fan menghampiri Zhou Han yang masih berlutut di hadapannya, dengan cepat pemuda itu sudah di samping Zhou Han, dan memukul tungkuk kepala Zhou Han yang membuat pemuda itu terjatuh pingsan.


"Mau mengalahkanku? kau masih membutuhkan puluhan tahun lagi, itu akan terjadi jika aku tidak meningkatkan kultivasiku. Tapi tidak mungkin aku berdiam saja, jadi kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku." Zhou Fan berbalik dan memposisikan kedua tangannya di belakang punggungnya.


"Zhou Han!!" Teriak marah tetua pertama melihat anaknya tergeletak di lantai arena.


Pria paruh baya itu masuk ke dalam arena dan mememeriksa keadaan anak semata wayangnya.


Huft... tetua pertama menghela nafas lega mengetahui putranya baik baik saja.


"Kau...." Tetua pertama meraung marah, mendengar perkataan santai pemuda yang melukai anaknya, Zhou Kay tidak bisa menahan emosinya.


Tanpa sadar auranya merembes keluar dari dalam tubuhnya, tatapannya begitu tajam bagaikan serigala yang telah menargetkan mangsanya.


"Hei, pak tua. Auramu keluar, apa kau tidak sadar? anakmu akan mati jika kau tidak mengontrol auramu dengan baik." Zhou Fan merasa lucu melihat cinta kasih seorang ayah untuk anaknya.


Tatapannya semakin tajam sesaat setelah mendengar perkataan Zhou Fan, tapi tidak bertahan lama karena ia juga tahu apa yang dikatakan pemuda di hadapannya merupakan kebenaran


"Diam kau bocah!!" bentaknya lalu menekan auranya seperti yang Zhou fan sarankan.


"Cih!! Seharusnya kau berterimakasih kepadaku karena telah menyelamatkan anakmu, meskipun tidak secara langsung," Gerutu Zhou Fan sambil memalingkan wajahnya kesamping.


"Kenapa kau meneriaki putraku?" Meskipun terdengar ramah, Zhou Hu menyelipkan tenaga dalamnya dalam suaranya.

__ADS_1


Yang membuat beberapa orang tertekan hanya dengan mendengarnya saja.


"Zhou Hu! apa yang kau lakukan?! Aku akan memberikan pelajaran untuk anak ini. Meskipun kau orang tuanya, kau tak berhak ikut campur!" Zhou k,ay menyadari kekuatan Zhou Hu telah meningkat menjadi petarung grandmaster bintang delapan, ia jelas bukanlah lawan yang seimbang untuk pria paruh baya itu.


"Apa kau bodoh?! yang akan kau beri pelajaran adalah anakku, apakah aku hanya diam dan menyaksikan kau menindas putraku? Tidak akan!!" Zhou Hu sedikit meninggikan suaranya.


"Sudah, cukup!" Suara berat menghentikan drama yang baru saja akan di mulai.


Seorang pria tua menghampiri mereka berempat, "Tidak penting siapa yang menang, Klan Zhou tetap menjadi pemenangnya."


Beberapa orang mengangguk setuju mendengar ucapan patriark klan Zhou, Zhou Fei.


Zhou Fan menaikkan sudut bibirnya, dengan mendengus dia berkata. "Sejak kapan aku mewakili Klan Zhou?"


Semua orang terkejut mendengar sebuah ucapan yang begitu berani dari mulut Zhou Fan.


"Apa maksudnya berbicara begitu? Apa dia bukan berasal dari Klan Zhou?" Beberapa orang yang tidak mengetahui bagaimana Zhou Fan bisa mengikuti turnamen ini pun mulai bertanya tanya.


"Bukan seperti itu, Zhou Fan adalah anggota Klan Zhou, tapi ia tidak mengikuti turnamen ini untuk mewakili Klan Zhou. Dia mendapatkan sendiri tiket turnamen dengan mengikuti babak kualifikasi." Sanggah seseorang yang kebetulan mengetahuinya.


"Kenapa?" Cicit pemuda itu yang sedikit tidak mengerti, kenapa pemuda sejenius itu dibiarkan berjuang seorang diri.


"Mungkin, sebelumnya tidak ada yang tahu kekuatannya. Oleh karena itu tidak ada yang menganggap keberadaannya, jika aku yang berada diposisinya, aku tidak akan pernah mau kembali ke klan yang jelas membuangku." Lagi lagi muncul penonton lainnya yang dari tadi memerhatikan mereka.


Semua orang klan Zhou tersentak mendengar ucapan Zhou Fan, tentu saja kecuali ayahnya.


"Apa maksudmu, nak?" Zhou Fei bertanya dengan begitu sopannya, semua orang kembali terkejut melihat bagaimana seorang Patriark Zhou berkata dengan begitu sopannya dengan seorang pemuda.


"Anda pasti telah mengetahui jelas apa yang baru saja saya katakan. Dari awal saya tidak mengikuti turnamen ini dengan membawa nama klan Zhou, jadi mengapa saya harus mengibarkan bendera Klang Zhou di kemenangan saya." Zhou Fan berusaha berbicara dengan sopan, patriark nya telah berkata sopan kepadanya, jadi dia harus membalasnya dengan sopan juga.


Dalam hati Zhou Fan menggerutu, melirik sinis Zhou Fei.


huh!

__ADS_1


"Sekarang kau berkata begitu manis!"


__ADS_2