
Zhou Fan sekarang berada di wilayah Klan Yu, dia hendak mengintai Klan itu.
Setelah melakukan pembantaian di Klan Bai dia langsung meninggalkan tempat kejadian, dia mengingat betul wajah para wanita yang menyaksikan dari kejauhan, dengan menggendong anaknya, mereka melihat klannya terbantai.
Namun itu tidak mengurungkan niat Zhou Fan, setelah menyelesaikan orang orang yang melawan, Zhou Fan pergi tanpa merampas barang berharga mereka, dia hanya menyimpan keempat cincin yang sudah terlanjur masuk kedalam cincin penyimpanannya.
Zhou Fan mendatangi Klan Yu yang juga terlibat dalam penyerangan Klan Zhou, dia berharap dapat menemukan orang dibalik perkumpulan gerhana, dia tak mendapatkan apapun dari Klan Bai, dia berharap mendapatkan petunjuk dari Klan Yu.
Zhou Fan bersembunyi di atas atap, terlihat dari atas aula Klan Yu begitu ramai, seperti tengah melakukan sebuah sayembara.
Zhou Fan hanya mengamati, setidaknya sebelum mengetahui situasi yang terjadi.
Meskipun malam hari begitu gelap, tidak menyurutkan orang orang Klan Yu dalam melakukan kegiatannya, dengan obor yang mengelilingi aula, suasana begitu hangat juga terang.
"Sepertinya mereka tengah melakukan pemilihan Patriark baru." Zhou Fan bergumam dalam hati, dia dapat melihat dua orang tua berdiri sejajar di hadapan orang banyak.
Meskipun terlihat santai, keduanya memancarkan aura perselisihan, mereka seakan menjadikan kursi Patriark sebagai barang yang harus mereka dapatkan.
Seharusnya kursi Patriark akan jatuh kepada penerusnya, tapi dikarenakan Yu San ataupun Yu Zhong masih terlalu muda, kursi Patriark menjadi hak tetua pertama. Namun, beberapa tetua dan anggota menolak secara mentah mentah perihal tersebut.
"Yang pantas menggantikan Patriark hanya tetua pertama, selain memiliki sikap tenang, dia juga merupakan petarung yang kuat."
"Ya... Tetua pertama merupakan yang paling berhak, menurut aturan juga tetua pertama lah yang menjabat sebagai Patriark Klan Yu," sambung lainnya.
"Seorang yang tidak tegas tidak dapat menjadi Patriark, apa jadinya jika Klan Yu dipimpin oleh orang sepertinya, Tetua Kedua lebih pantas menjadi Patriark!" sanggah lainnya.
Mereka terus berdebat siapa yang lebih pantas menjadi pemimpin Klan, tak ada dari kedua belah pihak yang berusaha mengalah.
__ADS_1
Zhou Fan menggeleng pelan, dia memang mengakui, 'kekuasaan merupakan pemecah persaudaraan.'
"Sepertinya dari salah satu tetua itu, ada yang telah berada di pihak pemberontak." Zhou Fan berkata sambil memangut dagunya.
Entah mengapa timbul perasaan aneh dalam kepala Zhou Fan, dia merasa dalam Klan Yu juga terdapat antek perkumpulan gerhana.
Zhou Fan berpikir, yang dikatakan sebagai tetua kedua lah yang merupakan antek perkumpulan gerhana, melihat dari sikapnya yang begitu angkuh, bahkan dia tak pernah sekalipun merendahkan kepalanya, dia selalu memasang wajah arogan.
"Sepertinya aku harus menunda, akan lebih mudah jika memanfaatkan pihak lain untuk menangkap orang perkumpulan gerhana," ujar Zhou Fan tanpa suara, dia terus memantau kekuatan Klan Yu, dia dapat merasakan Klan Yu setidaknya mempunyai enam petarung raja, meskipun hanya satu yang berada di tingkat petarung raja bintang dua.
Jika bertarung langsung, Zhou Fan berpikir akan sangat merepotkan, dia juga berpikir tidak semua orang Klan Yu mengetahui masalah ini, bahkan diantara mereka banyak yang diam kala semua orang menyuarakan suaranya.
Tidak perlu dirinya yang turun tangan untuk masalah ini, jika ada yang bisa dimanfaatkan, kenapa tidak.
"Klan Yu harus dipimpin oleh orang terkuat dalam Klan, jadi yang pantas mendapatkan kursi Patriark hanya tetua pertama."
Klan Yu tercerai menjadi dua kelompok, satu yang mendukung tetua pertama, dan yang lain mendukung tetua kedua.
Kekuatan pendukung tetua kedua jauh lebih kaut dibandingkan dengan orang yang mendukung tetua pertama.
"Jika seperti itu... Maka, pilih saja dengan bertarung, tapi bukan kedua tetua yang bertarung, melainkan ada yang mewakilinya. Kedua tetua masing masing diwakili oleh tiga orang, yang mempunyai tingkat kemenangan minimal dua akan menjadi Patriark Klan Yu selanjutnya." Salah satu pendukung tetua kedua berkata dengan suara lantang.
Tetua pertama seketika meragu, dia dapat mengetahui, hanya ada satu orang dari pihaknya yang merupakan petarung raja, berbanding terbalik dengan orang tetua kedua yang terdapat tiga orang petarung raja bintang satu, tidak termasuk tetua kedua.
"Apakah tetua tidak yakin dengan pendukung di belakang tetua?" Salah seorang pendukung tetua kedua berkata dengan pandangan remeh.
Mereka seolah memancing tetua pertama agar mau ikut ke dalam permainan mereka.
__ADS_1
"Ak.. Aku rasa tidak perlu, aku juga tidak terlalu tertarik dengan kursi Patriark Klan." Tetua pertama menggoyangkan tangan menolak, dia tidak ingin terjadi perselisihan lebih lebar sesama anggota Klan Yu.
"Apakah kau pikir, aku tak layak bersaing denganmu?" Tetua kedua yang dari tadi diam angkat bicara.
"Kau jangan salah paham, tetua kedua. Aku hanya tidak ingin pemilihan Patriark akan membuat Klan Yu berantakan." Tetua pertama dengan cepat menjelaskan maksud perkataannya.
Namun, tetua kedua masih belum merasa puas dengan jawaban tetua pertama. "Jika kau tidak meremehkanku, maka lakukanlah seperti apa yang dikatakan pendukungku, apakah kau pikir kursi Patriark adalah sampah, yang dengan mudahnya dapat kau lempar?"
"Aku tidak menginginkan kursi Patriark, siapapun yang menjadi Patriark aku tidak akan mencegahnya." Tetua pertama berusaha mundur, dia lebih memilih mengalah.
"Tidak bisa!" teriak Tetua kedua, dia mengambil nafas kemudian melanjutkan perkataannya. "Aku tidak akan mengasihani diriku sendiri, kau jangan keterlaluan tetua pertama!"
Sementara Zhou Fan merasa puas melihat pertengkaran kedua tetua, dia semakin yakin bahwa tetua kedua merupakan antek kelompok pemberontak, pria tua itu terlihat mencoba menarik anggota Klan Yu ke pihaknya.
"Tetua pertama sepertinya adalah orang baik, mungkin sebagian Klan Yu tidak ikut andil di dalamnya." Zhou Fan mengamati tetua pertama beserta golongannya.
Kemudian dia beralih memandang kawanan tetua kedua.
Mungkin para generasi muda telah di pengaruhi oleh tetua kedua, dengan di iming-iming sumberdaya bukan tidak mungkin mereka menyodorkan tangan untuk membantu. Zhou Fan mengangguk, dia merasa pemikiran satu ini terdengar masuk akal.
Setelah berpikir begitu lama, tetua pertama menyetujui permintaan duel, tapi dia meminta pertandingan akan dilaksanakan dua hari kemudian.
Tetua kedua tersenyum puas, dengan kekalahan pihak tetua pertama, tentu sebagian besar orang tetua pertama akan berpihak kepadanya.
Semua orang membubarkan diri, kembali ke kediaman meraka masing masing.
Zhou Fan yang dari tadi memerhatikan tetua pertama, mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Saat tetua pertama memasuki kediamannya, mata tuanya seketika menyipit, samar samar dia melihat seseorang tengah berdiri di hadapannya.
"Malam, tetua!"