
Zhou Fan tubuhnya kini telah tertutup sempurna dengan kotoran, aroma ketidak sedapan senantiasa menyeruak melambai hidungnya.
"Ck... Aku tak mau melakukannya jika tidak berhubungan dengan Zhou Jim." Zhou Fan mengeluh dengan wajah jengkel.
"Sekarang lemparkan bola kotoran itu ke sarang lebah kepala biru, tapi sebelum itu bakar menggunakan api mu, agar aromanya semakin menguat."
Zhou Fan melihat lekat dua buah bola seukuran setengah kepalan tangan, dia lalu menggenggamnya erat, dan di telapak tangannya seketika muncul kobaran api.
Benar saja, baru juga terbakar, bau yang dikeluarkan sungguh berlipat ganda. Dengan cepat Zhou Fan melemparkan ke sarang lebah kepala biru.
Shut...
Srak...
Boom!
Bola kotoran itu melesat mengoyak sarang, ketika di atas bola kotoran itu meledak dan membuat lebah kepala biru berhamburan.
Zhou Fan melirik Rogue, gadis itu terkekeh lalu menjelaskan. "Di dalamnya aku sudah menyelipkan minyak lebah, itu akan meluap dan meledak ketika suhu di sekitarnya naik."
Zhou Fan menatap kagum Rogue, dia tidak pernah berpikir gadis belasan tahun itu memiliki otak yang encer.
Rogue mengangkat tangan kanannya, bersamaan dengan itu lebah jarum keluar dan terbang mendekati sarang lebah kepala biru.
Lebah kepala biru yang seolah tercerai berai tak tahu arah begitu melihat kawanan lain berdengung lantang.
Ngung... Ngung...
"Cepat ambil sebagian sarangnya, itu tidak akan menahan lebah kepala biru dalam kurun waktu yang lama." Rogue berkata pelan tanpa memandang Zhou Fan.
Zhou Fan lantas keluar dari semak, meskipun bau tubuhnya tak bisa dijelaskan, karena terlalu baunya, dia mencoba menghiraukannya.
Dia melompat dari satu dahan ke dahan lain, begitu jarak hanya satu langkah, Zhou Fan memandang kumpulan lebah kepala biru yang terus berputar mengejar lebah jarum milik Rogue.
"Apakah perlu membuatku seperti ini?" Zhou Fan merasa tindakan Rogue kepadanya hanya niat iseng gadis itu, dia merasa sangat konyol karena telah mengikuti ucapannya.
Karena terlalu lama di atas pohon, tanpa sadar efek bola kotoran sudah tak lagi berguna, aroma yang dikeluarkan seolah sudah menyebar.
Zhou Fan yang masih di atas pohon, melebarkan mata begitu melihat kawanan lebah kepala biru bergerak ke arahnya.
"Oh sial!"
Zhou Fan secepat kilat menebas pedang membelah sarang, tapi sarang lebah kepala biru tak selembut yang terlihat.
Pedang darah malam seolah membentur sesuatu yang kenyal, sarang lebah kepala biru mengendur, tapi tidak berhasil terpotong oleh pedang Zhou Fan.
Zhou Fan spontan menutup mata, tapi lebah kepala biru seolah tak mengetahui keberadaannya, lebah hanya terbang mengitari sarang, tanpa mengira ada seseorang di sampingnya.
Pemuda itu menarik sudut bibirnya, ternyata lebah kepala biru tidak seganas yang dia kira.
__ADS_1
Zhou Fan menyimpulkan bahwa lebah kepala biru tidak memiliki penglihatan yang baik.
Zhou Fan melanjutkan aksinya, dia masih saja berusaha menebas sarang kenyal itu.
"Apa yang dia lakukan, kotoran itu sebentar lagi akan kehilangan fungsinya, dan di saat itu dia akan menarik perhatian lebah kepala biru." Rogue menepuk dahi melihat Zhou Fan yang tak kunjung menyelesaikan bagiannya.
Lebah jarum sudah kembali ke balik jubahnya, tugasnya sudah selesai, hanya tinggal menunggu Zhou Fan yang bertugas mengambil madu.
Bert...
Tubuh Zhou Fan mulai dikerumuni lebah kepala biru, tapi lebah itu belum menyadari bahwa terdapat penyusup yang berniat mengincar sarangnya.
"Sial, kenapa lebah lebah ini terus berputar di atas kepala?!"
"Persetan!" Zhou Fan kembali menggerakkan pedang darah malam.
Perlahan, dengan sedikit tenaga dia berhasil membuat sarang terkoyak.
Srak...
Zhou Fan dengan cepat menyambar sarang, kini di tangannya sudah ada sarang lebah kepala biru seukuran dua telapak tangan.
Zhou Fan melompat turun, tapi aroma semerbak madu yang menetes dari genggaman tangan Zhou Fan menarik perhatian lebah kepala biru.
Ck...
Zhou Fan yang menyadari gelagat lebah berdecak kesal, dia lalu melesat menjauh ke arah Rogue berada.
Rogue yang melihat Zhou Fan terburu buru mengerutkan kening, dia lantas menengok ke belakang pemuda itu.
Matanya membulat sempurna, sekitar puluhan ribu lebah kepala biru bergerak dengan kecepatan mencengangkan.
"Dasar, tidak tahu malu!" Rogue melesat mengikuti Zhou Fan, tak membutuhkan waktu lama dia sudah di samping pemuda itu.
"Bajingan bau! Kau memang tidak tahu terimakasih!" Rogue terus mencerca Zhou Fan sambil melesat.
"Teruslah bergerak, atau lebah lebah itu akan menangkap mu... Hahaha... " Zhou Fan tertawa begitu nyaring, meskipun dia dalam keadaan diburu, dia sangat yakin dengan kecepatannya.
Zhou Fan mempercepat langkahnya, meninggalkan Rogue yang sekarang terlihat kesal.
Rogue menengok ke belakang.
Ngung... Ngung...
Lebah kepala biru semakin mendekat. Sontak hal itu membuat Rogue melambaikan tangan.
Lebah jarum keluar dan menghadang lebah kepala biru, kedua kawanan lebah saling berbenturan, tapi lebah jarum langsung menghindar karena lebah kepala biru lebih tanggung dibandingkan dengan lebah jarum.
Rogue diam mematung melihat dirinya dalam kepungan lebah kepala biru, dia menengok Zhou Fan yang sudah tak lagi dalam pandangan.
__ADS_1
Lebah kepala biru berkerumun, dan langsung menyergap Rogue, gadis itu meringkuk tubuhnya. Dia bahkan sudah pasrah akan nasibnya.
Namun, sebelum lebah lebah itu menyentuh Rogue, siluet tebasan menghantam dan memecah formasi mereka.
Bust!
"Apakah hanya seperti ini, Rogue si pengendali lebah?!"
Rogue menengadahkan kepalanya, dia melihat Zhou Fan yang kini berdiri gagah dengan pedang darah malam.
"Teknik dewa pedang!"
Kobaran api menyebar dan menyambar lebah yang jumlahnya tak terhitung.
Lebah lebah itu menghindar, begitu lebah membuka jalan, Zhou Fan menarik tubuh kecil Rogue dan membawanya pergi.
.
.
.
.
Huft...
"Lebah sialan! Tunggu sampai lebah ku berevolusi, aku tak akan takut lagi denganmu." Rogue melipat tangan di depan dada dengan marah.
Phuih
"Kau tadi saja berjongkok takut, berlagak ingin membalas dendam." Zhou Fan berkata dengan nada mencibir.
"Itu karena kau yang bodoh! Kenapa kau begitu lama, dan lagi bagaimana bisa kau mengundang mereka ke arahku?!" Rogue tak terima dipersalahkan.
Zhou Fan tak menanggapi ucapan Rogue, dia berjalan mendekati sungai di dekatnya.
Keduanya sudah berada di luar hutan, lebah kepala biru tak mengejar lagi, mereka seolah takut keluar kawasan hutan.
"Lihat wajahku, bagaimana wajah tampan ini kau ubah menjadi seperti ini?" Zhou Fan menjadikan permukaan air sebagai cermin, dia lalu membasuh wajahnya hingga bersih.
"Tapi aku rasa, kau lebih gagah menggunakan kotoran itu sebagai lapisan wajah." Rogue terpingkal membayangkan wajah Zhou Fan yang belepotan.
Zhou Fan beranjak naik dengan pakaian yang sudah basah, dia lalu mengganti pakaiannya dengan yang baru.
Setelah membersihkan diri, Zhou Fan mengeluarkan sarang lebah yang sudah dia ambil. Dia lalu mendekati Zhou Jim yang berada di dekat Rogue.
Zhou Fan mengeratkan kepalan tangannya, madu meluncur keluar dan menetes masuk ke dalam mulut Zhou Jim.
Perlahan moncong serigala itu bergerak, kelopak matanya juga berkedut. Setelah beberapa saat dalam posisi berbaring, serigala itu berdiri, meskipun tubuhnya belum pulih sempurna.
__ADS_1
Auk!