
"Ini..." Zhuo Fan tidak bisa berkata kata, ia tidak menyangka teknik ini akan berhubungan dengan teknik dewa pedang miliknya.
Zhou Fan mengeluarkan kitab emperor dan membuka halaman yang berisi tentang teknik dewa pedang, Zhou Fan membaca dengan teliti halaman tersebut.
"Ternyata teknik pedang yang aku kuasai adalah teknik dewa pedang lapisan pertama, di kitab ini dikatakan teknik pedang dewa ada tiga bagian, bagian pertamanya saja sudah begitu hebat apa lagi jika di gabung dengan bagian lainnya," ucap Zhou Fan bersungut-sungut
Zhou Fan kembali membuka gulungan teknik itu, lalu mencari tahu bagian keberapa, jika bagian kedua Zhou Fan tentu akan langsung mempelajarinya tetapi jika itu merupakan bagian ketiga ia harus mendapatkan bagian ke duanya terlebih dahulu jika ingin mempelajari gulungan tersebut.
Mempelajari sebuah teknik haruslah sesuai urutan, jika tidak melakukannya dengan urutan yang benar bukan hanya tidak akan berhasil, aliran darah bisa saja kacau di akibatkan gerakan yang tidak sesuai itu.
"Huh...," Zhou Fan sangat sial, gulungan itu ternyata bukanlah bagian kedua dari teknik dewa pedang, itu adalah bagian ketiga.
Pantas saja pihak paviliun obat tidak bisa menyimpulkan tingkatan teknik di gulungan ini, teknik ini begitu rumit bahkan dia yang sudah menguasai teknik dewa pedang bagian pertama saja kesulitan, apalagi yang tidak menguasai teknik dewa pedang sama sekali, pikir Zhou Fan.
"Aku akan menyimpannya di dalam cincin penyimpanan, aku akan mempelajarinya setelah mendapatkan teknik dewa pedang bagian kedua," ucap Zhou Fan.
*****
Tiga bulan berlalu dengan cepat, hari ini adalah hari pertandingan internal klan, Zhou Fan tetap dengan keputusannya yang tidak akan ikut serta dalam pertandingan ini.
Meskipun tidak mengikutinya, Zhou Fan akan tetap pergi ke tempat pertandingan yang tepatnya adalah aula Klan Zhou, ia ingin melihat seberapa jauh kekuatan orang orang yang pernah meremehkannya.
Setelah berpamitan kepada ibunya, dia langsung bergegas menuju aula Klan Zhou, Zhou Fan keluar dengan dilengkapi pakaian berwarna merah maroon dan ia memakai ikat pinggang berwarna hitam, dengan langkah santai ia menyusuri jalanan.
Orang orang yang melihat Zhou Fan tidak bisa untuk tidak membicarakannya,
__ADS_1
"Mau kemana si sampah itu, apakah dia ingin ikut pertandingan internal Klan Zhou?" ucap salah satu pria yang membawa tong berisi air di kepalanya.
"Tidak mungkin dia ikut pertandingan itu, yang ada dia hanya mempermalukan dirinya sendiri dan tetua kelima!" ucap pria disamping pria pertama.
"Kau benar sekali saudaraku, seorang sampah memangnya bisa apa, aku sungguh kasihan dengan tetua kelima memiliki anak seorang sampah, padahal orang tuannya bisa berkultivasi kenapa anaknya menjadi cacat?" ucap pria ketiga yang tiba tiba muncul entah dari mana.
Zhou Fan terus berjalan tanpa memerhatikan ucapan orang disekitarnya, menurutnya perkataan orang luar tidak perlu dianggap selama tidak menghina kedua orang tuanya,
Karena bagi Zhou Fan menghina orang tua yang telah merawatnya dengan penuh kasih sayang adalah penghinaan paling besar terhadapnya, ia bahkan sudah bertekad jika ada yang menghina orang tuanya ia akan membalasnya, jika sekarang ia tidak mampu maka ia akan membalasnya saat ia sudah mampu melakukannya.
Zhou Fan memasuki aula masih dengan langkah santainya, pandangan semua orang disana mulai tertuju kepadanya, Zhou Fan mencoba bersikap sama seperti apa yang ia lakukan terhadap orang orang di jalan tadi, tapi seseorang tidak ingin melepaskannya begitu saja.
"Hohoho, bukannya ini adalah putra tetua kelima... " ucap seorang pemuda yang tak lain adalah Zhou Han, emosinya meradang saat melihat Zhou Fan memasuki aula, ia masih mengingat kejadian saat gadis yang bersama Zhou Fan atau Wei Guanlin merubuhkan Zhou Yu hanya dengan tekanannya saja.
Zhou Han masih menganggap Zhou Fan adalah sampah karena ia sendiri belum melihat Zhou Fan bertarung, saat itu Zhou Fan bahkan tidak membalasnya padahal dia dan kedua temannya menghinanya, bahkan ia di bantu oleh Wei Guanlin untuk melawannya, hal itulah yang membuat Zhou Han berpikir Zhou Fan masihlah sampah yang bisa ia hina dan rendahkan.
"Bodoh! Aku memang datang untuk menonton, jika aku turun tangan, tidak akan ada yang pantas menjadi lawanku." Zhou Fan mencibir ucapan Zhou Han, tapi tidak secara langsung, ia mengatakannya di dalam hatinya.
Zhou Fan berjalan pergi tanpa menghiraukan ucapan Zhou Han, ia merasa berurusan dengan pemuda seperti Zhou Han tidaklah seru jika tidak membuatnya melambung setinggi mungkin lalu menjatuhkannya saat ia merasa di atas, pasti seru, pikirnya.
Seperti apa yang Zhou Fan katakan kepada ayahnya, ia akan menunjukkan kekuatannya saat turnamen kota batu hitam yang akan diadakan 5 bulan lagi, dan itu adalah waktu yang tepat untuk membuang identitas yang telah lama ia sandang.
Kepergian Zhou Fan di salah artikan oleh Zhou Han, ia semakin yakin dengan pemikirannya yang berpikir bahwa Zhou Fan masih tetaplah si sampah dari Klan Zhou.
Zhou Han tersenyum dan berkata.
__ADS_1
"Apakah kepergianmu menandakan kebenaran ucapanku? tentu saja seperti itu, aku tahu kau adalah sampah, sekali sampah tetaplah sampah. Hhahaha...." Semua orang di aula ikut tertawa mendengar ucapan Zhou Han.
Melihat semua orang menertawakan Zhou Fan, Zhou Han merasakan kepuasan di dalam hatinya.
Tanpa seorang sadari seorang gadis dengan dua pedang pendek di punggungnya telah memerhatikan semua kejadian dari sudut aula Klan Zhou, gadis itu memiliki wajah yang tergolong cantik, dari yang terlihat ia berumur 17 tahun dan dia berada di tingkat petarung pemula bintang 8, dia adalah Zhou Yin.
Zhou Yin menatap remeh kepergian Zhou Fan, ia tidak begitu suka melihat kehadiran pemuda itu di aula Klan Zhou.
"Cih... sampah!" ujar Zhou Yin sambil pergi meninggalkan tempatnya.
"Teng..." Suara lonceng membuat semua orang yang akan mengikuti pertandingan internal berkumpul.
Zhou Yi juga salah satu orang yang berkumpul, saat ia mendekat untuk berkumpul, tanpa sadar tatapannya mengarah ke tempat Zhou Fan duduk.
"Memang sampah!" batinnya.
Zhou Fan memang duduk di tempat yang disediakan untuk orang yang berniat melihat pertandingan itu, dan Zhou Fan duduk di tempat duduk paling depan.
Zhou Fan yang merasakan seseorang sedang memperhatikannya pun mencarinya, ia melihat semua orang disekitarnya, saat melihat ke arah tempat peserta ia melihat seorang gadis sedang menatapnya, Zhou Fan tersenyum sambil menatap balik gadis itu yang tak lain adalah Zhou Yin.
"Ah, kenapa dia tahu aku melihatnya, apa dia bisa merasakannya, tidak! dia hanya seorang sampah mana mungkin dia bisa mengetahui aku memperhatikannya, pasti hanya kebetulan." Zhou Yin terkejut saat mengetahui Zhou Fan menatap balik kepadanya, ia sempat mengira Zhou Fan dapat merasakan dengan kekuatannya, tapi setelah dipikir ia menghilangkan pemikirannya sebelumnya.
Zhou Yin kembali manatap Zhou Fan, tapi sekarang ia menatap dengan pandangan menghina dan meremehkan.
Zhou Fan tidak menanggapi tatapan Zhou Yin, ia memejamkan matanya sebentar lalu tanpa membuka matanya ia berkata pelan,
__ADS_1
"Akankah kau masih meremehkanku saat tahu kekuatanku...."