
"Fan'er, kau pasti bisa mendapatkan tempat pertama di pertandingan internal klan, ayah yakin tidak ada yang bisa mengalahkanmu," Ucap Zhou Hu saat baru sampai di depan anaknya.
Zhou Qian hanya mengangguk, ia sudah mengetahui tentang kekuatan Zhou Fan yang hampir bisa menyamai kekuatan suaminya, meskipun hanya kekuatan 50 persennya.
Zhou Fan yang sedang memakan makannya, menelan makanan yang masih tersisa di dalam mulutnya lalu menoleh ke arah ayahnya.
"Aku tidak tertarik dengan pertandingan itu ayah, jika aku ikut, mungkin tidak ada yang mampu memaksaku mengeluarkan seluruh kemampuanku dan itu sangat merepotkan jika aku harus menahan kekuatanku saat bertarung," ucap Zhou Fan lalu kembali memasukkan makannya ke dalam mulutnya.
"Tapi jika kau tidak mengikuti pertandingan itu, kau tidak akan bisa mewakili Klan Zhou di turnamen Kota Batu Hitam." Zhou Hu menjelaskan maksud diadakannya pertandingan internal klan saat mengetahui anaknya tidak tertarik dengan pertandingan internal klan.
"Ayah, bukankah menyenangkan melihat wajah orang yang meremehkan kita berubah menjadi wajah penuh penyesalan," ucap Zhou Fan setelah menghabiskan seluruh makannya.
"Maksudmu!" Zhou Hu berkata dengan terkejut, lalu menatap wajah putranya.
"Tepat seperti yang ayah pikirkan, aku tidak akan mengikuti turnamen Kota Batu Hitam sebagai perwakilan Klan Zhou, aku akan membuat jalanku sendiri, akan kupastikan semua orang yang telah meremehkanku merasakan penyesalan." Zhou Fan berkata dengan nada yang sedikit mengandung amarah, matanya menatap tajam kedepan sambil mengingat penghinaan dan cemoohan yang sudah ia terima.
Zhou Hu yang mengerti maksud anaknya, hanya menggeleng pasrah.
"Ayah akan selalu percaya kepadamu Fan'er, Ayah juga ingin melihat wajah orang yang sudah menjauhimu dulu," ucapnya sambil menepuk pelan pundak anaknya itu lalu mengajak istrinya kembali ke kamar.
Zhou Fan hanya membalas tepukan ayahnya dengan senyum tipis, lalu berniat masuk ke ruangannya, tapi ia tiba tiba teringat akan hadiah untuk orang tuanya.
"Oh iya, ayah ibu aku ada sedikit oleh oleh dari desa daun hijau..." Zhou Fan baru ingat tentang air roh yang memang ia dapatkan khusus untuk orang tuanya.
Zhou Hu dan Zhou Qian menoleh secara bersamaan sambil melihat penasaran ke arah Zhou Fan.
Tanpa bicara Zhou Fan langsung mengeluarkan botol pil yang berisi air roh kepada orang tuanya.
__ADS_1
"Apa ini Fan'er?" Tanya Zhou Qian pada anaknya.
"Iya apa ini, sepertinya barang bagus.." Zhou Hu dapat merasakan sesuatu didalam botol ditangan istrinya itu mengandung energi yang besar.
"Buka saja tutupnya, kalian akan tahu apa isi didalamnya," ucap Zhou fan santai.
"Ini..." Teriak Zhou Hu saat mengetahui apa isi di dalam botol itu tidak bisa mengeluarkan kata kata.
Zhou Qian menatap heran suaminya, setelah melihat dan memeriksa isi botol tersebut, tiba tiba suaminya itu terdiam sejenak lalu berteriak seperti melihat sesuatu yang sangat 'wah'.
"Apa isi di dalamnya, suamiku?" Zhou Qian yang tidak mengetahui bertanya kepada Zhou Hu.
"Air roh.." Zhou Hu menjawab pertanyaan istrinya tapi ia masih sedikit termenung.
"Bagaimana kau mendapatkan sumber daya yang sangat langka seperti ini, Fan'er." Zhou Hu manatap lekat lekat wajah putranya.
"Fan'er mendapatkannya dari lelang tahunan, saat di Desa Daun Hijau Fan'er mendengar akan diadakan pelanggan tahunan. Jadi aku menyempatkan untuk mampir, siapa yang tahu aku akan mendapatkan barang bagus untuk oleh oleh, mungkin air roh itu memang sudah ditakdirkan untuk kudapatkan," Jelas singkat Zhou Fan kepada ayahnya.
"Fan'er sebaiknya kau gunakan air roh ini untuk dirimu sendiri, ini akan membantumu naik beberapa tingkatan." Zhou Hu menutup botol itu dan berniat mengembalikannya kepada Zhou fan.
Zhou Qian mengangguk setuju dangan keputusan suaminya, ia memang tidak pernah melihat air roh secara langsung, tapi ia pernah membaca tentang sumber daya itu di salah satu buku di perpustakaan klan, dari yang ia baca air roh dapat membantu seseorang meningkatkan kultivasinya, bahkan bisa membantu seseorang yang dalam keadaan sekarat atau hampir mati, tapi alasan sekaratnya harus karena racun saja, jika alasan sekaratnya bukan karena racun air roh tidak akan dapat membantu.
"Tidak ayah, Fan'er khusus mendapatkannya untuk kalian berdua, jika kalian menolaknya lebih baik kubuang saja," ucap Zhou Fan.
Namun dia tidak mungkin bersungguh sungguh ingin membuangnya, ia hanya ingin orang tuanya menerima hadiah darinya itu.
Andai Zhou Fan dapat meningkatkan kultivasinya dengan bantuan air roh tentu ia akan menggunakan air roh yang ia dapatkan untuk dirinya sendiri, air spiritual saja sudah tidak begitu banyak membantu peningkatannya apalagi air roh yang kualitasnya barada dibawah air spiritual, pikirnya.
__ADS_1
Jika air spiritual dapat membantu seorang kultivator secara terus menerus mungkin Zhou Fan tidak perlu berlatih lagi, dia akan menjadi kuat hanya dengan air spiritual yang ia miliki, sayangnya jalan seorang kultivator tidak semudah itu, kultivator dapat berkembang lebih cepat dengan bantuan sumber daya tapi itu hanya untuk sebagian kecilnya saja, untuk meningkatkan kekuatan yang sesunguhnya dibutuhkan tekad dan bakat.
'Buang?' Zhou Hu tidak habis pikir dengan apa yang ada dipakiran anaknya, air roh yang merupakan sumber daya tingkat tinggi dengan mudahnya dia berkata ingin membuangnya? Zhou Hu ingin sekali memukul kepala anaknya itu supaya lebih bisa berpikir jernih.
Zhou Qian yang melihat anaknya begitu memaksa agar menerima hadiah darinya pun mengambil botol berisi air roh dari tangan Zhou Hu,
"Sudah! ini ibu simpan, sekarang masuklah ke ruanganmu," suruhnya pada Zhou Fan setelah memasukkan botol itu kedalam cincin penyimpanannya.
Zhou Qian tidak ingin ribut hanya untuk masalah yang ia anggap sepele.
****
Di dalam kamar Zhou Fan......
Zhou Fan didukung ditepi tempat tidurnya, ia memikirkan gulungan teknik yang ia dapatkan pada saat lelang, ia mengeluarkan gulungan itu dari cincin penyimpanannya.
Zhou Fan memang belum sama sekali membuka dan melihat isi di dalam gulungan yang ia dapat itu, semakin lama Zhou Fan melihat gulungan ditangannya semakin muncul perasaan akrab dengan gulungan itu.
"Kata Ketua Chen, gulungan ini sudah ada di paviliun obat sejak dua tahun lalu, dan yang melelangnya adalah seorang warga biasa yang bahkan tidak bisa ber kultivasi." Zhou Fan mengingat penjelasan Ketua Chen tentang gulungan yang sekarang ada di tangannya.
Di hari Zhou Fan akan meninggalkan paviliun obat ketua chen memberikan sebuah token yang merupakan tanda pemegang saham paviliun obat kepadanya, melihat situasi yang sepertinya mendukung, Zhou Fan pun bertanya tentang gulungan teknik yang ia menangkan pada Ketua Chen dan Ketua Chen menjelaskan apa yang ia ketahui tentang gulungan itu.
Zhou Fan menepis semua pemikirannya tentang gulungan teknik itu dan berniat membukanya untuk memeriksa secara langsung.
Zhou Fan membaca gulungan teknik itu dengan wajah serius, wajah Zhou Fan berubah saat sudah selesai membaca seluruh gulungan teknik itu.
"Haha, ternyata memang seperti yang aku pikirkan."
__ADS_1