Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 224 : Hadangan Di Atas Kapal


__ADS_3

Sekitar dua puluhan orang berada di atas kapal sambil menenteng senjata, satu orang diantaranya berdiri paling depan sambil menampakkan wajah arogan.


"Serahkan semua barang kalian, termasuk yang berada di dalam cincin penyimpanan!" teriak pemimpin perompak sambil berjalan mendekati penumpang.


Dari pandangan para perompak, tidak ada diantara penumpang yang memiliki kemampuan di atas ketua mereka yang merupakan petarung raja bintang sembilan.


Mereka tidak tahu bahwa sang singa masih memantau, menunggu waktu yang tepat dan dia akan datang menerkam.


Dengan kapercayaan diri tingkat tinggi mereka mengeluarkan sebuah kantong besar yang masih kosong.


"Kalian maju satu persatu dan masukkan cincin penyimpanan kalian ke kantong ini!" Pemimpin perompak mulai melebarkan mulut kantong hingga ukuran paling maksimal.


"Apakah kalian sudah memiliki izin untuk merampok?" Zhou Fan maju sambil di samping kiri dan kanannya berdiri Zhou Jim serta Xiao LingYun.


Mata pemimpin perompak melotot berbinar, meskipun tidak bisa menerobos penampakan di balik cadar, dia bisa mambayangkan keindahan yang sangat memukau darinya.


Tidak hanya pemimpin perampok yang terpengaruh oleh pesona Xiao LingYun, bahkan seluruh orang di belakangnya ikut meneteskan air liur.


"Hei pria tua, apakah kau tidak pernah melihat wanita muda? Sepertinya hidupmu cukup suram!" cibir Zhou Fan kepada pemimpin perompak.


Egh!


Seluruh perompak termasuk pemimpinnya memandang pemuda yang berdiri di samping gadis bercadar.


Saat mencoba menelisik kekuatannya, hanya ada kabut tebal yang menutup layaknya sebuah tirai.


Pemimpin perompak menyipitkan mata, berpikir dari mana keberanian pemuda yang menurutnya hanya seorang sampah.


Tidak dapat menemukan jawaban yang sesuai dia pun menggeleng. "Kau cukup berani untuk seukuran sampah, tapi itu tidak cukup jika kau ingin berlagak hebat!"


Pemimpin perompak itu maju sambil melayangkan pukulan, dia hanya menggunakan sepersepuluh dari kekuatannya. Dia berpikir sepersepuluh sudah cukup untuk menerbangkannya sampai terlempar ke danau.


Phak!


Dengan sekali alunan tangan ringan, tangan pemimpin perompak terhempas dengan tubuh mengikuti dari belakang.


Bahkan tubuhnya harus terlempar, jika buka karena di tangkap oleh anak buahnya mungkin dia sudah tercebur ke danau.


"Sialan!"


Pemimpinnya perampok kembali menerjang, kali ini dia menggunakan seluruh kekuatannya, dia beranggapan bahwa dia terlempar karena terlalu meremehkan pemuda di hadapannya.


Di tangannya sudah ada pedang yang terlihat merupakan senjata rank legend, mata pedang nya mengkilat keemasan, sementara badan pedang berwarna putih keperakan.

__ADS_1


Zhou Fan meraih pedang darah malam, dan mulai bertarung dengan pemimpin perompak.


Trang...


Satu kali beradu pedang, tangan pemimpin perompak merasakan getaran, semakin sering dia beradu sebanyak itu pula tulang tulang tangannya terasa nyeri.


"Tan Baou, We Lou, bantu aku!" teriak pemimpin perompak kepada orang di belakangnya.


Tak membutuhkan waktu lama kedua pria yang dia sebut sudah berada di sampingnya dan mulai menyerang Zhou Fan bersama.


Yang lain tidak hanya diam, Zhou Jim serta Xiao LingYun juga beberapa penumpang yang merupakan kultivator bertarung dengan anggota perompak lainnya.


Xiao LingYun yang sekarang berada di tingkat petarung raja bintang satu harus berhadapan dengan seorang pria yang mempunyai kultivasi sama dengannya.


"Nona, tidak baik jika kita harus bertarung, bagaiman jika kita pergi dari sini dan membuat sebuah malam yang indah bersama?" ucap pria itu.


Cuih!


Xiao LingYun mendecih laku melompat dengan pedang di tangannya.


Trang...


Xiao LingYun yang melihat pedangnya tertahan dengan spontan menariknya lalu kembali menebas mengincar pinggang lawan.


Pedangnya hanya menebas angin, karena pria itu berhasil melompat mundur menjauh.


Pertarungan di atas kapal membuat kapal terguncang, beberapa bagian kapal mulai hancur juga terbakar karena jurus yang dikeluarkan.


Beruntung hanya bagian atas saja yang hancur, sehingga tidak membuat kapal tenggelam.


Zhou Fan masih menghadapi ketiga orang yang mempunyai kultivasi petarung raja bintang sembilan, jika bukan karena khawatir merusak kapal, tentu dia akan menyelesaikannya dengan cepat.


Tidak semua orang di sini bisa berenang, andai hanya dia seorang, tentu dia tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.


Pertarungan terus berlangsung, sementara yang tidak bisa bertarung hanya bisa berharap yang terbaik.


Zhou Fan bergerak cepat, tangannya melepaskan sejumlah sikut pedang yang melayang.


Shing....


Blar!


Siluet itu hancur saat bertabrakan dengan pedang tiga orang lawannya, saat lawannya masih fokus dengan serangan jarak jauh, tiba tiba dari arah belakang mereka merasakan hawa mengerikan.

__ADS_1


Spontan mereka berbalik, tapi dengan kecepatan kilat Zhou Fan mendaratkan pukulan telah mengenai ulu hati.


Ketiganya lalu terhempas bersamaan, dan menghantam dinding pembatasan kapal. Karena tidak kuat menahan beban, dinding pembatas sampai jebol, tapi ketiganya tidak sampai tercebur ke danau.


Sebelum ketiganya bangkit, Zhou Fan sudah terlebih dahulu berdiri di hadapan mereka dengan pedang menyentuh lantai.


Ketiganya kompak memasang wajah takut sekaligus menyesal, mereka seolah telah salah memilih target buruan.


Biasanya, tidak ada kultivator hebat yang rela menghabiskan waktu lebih banyak hanya untuk naik kapal, kultivator itu akan lebih memilih jalur darat karena dengan kecepatan mereka, setidaknya dapat menempuh kita tujuan dua kali lebih cepat.


Crash...


Zhou Fan menebas kepala mereka, hanya sekali ayunan pedang, kepala serta tubuh sudah terpisah sepenuhnya.


Beberapa orang yang melihat langsung meneguk ludahnya kasar, terutama anggota perompak lain yang masih bertarung.


Tanpa komando, sisa perompak yang masih hidup menceburkan diri ke danau, mereka lebih memilih berenang dan sampai ke tepi dengan tubuh basah dari pada dengan tubuh kering tanpa nyawa.


Xiao LingYun yang ditinggal lawannya lantas kembali ke sisi Zhou Fan, seperti halnya dengan Zhou Jim.


Meskipun berperan sebagai penyelamat, beberapa orang di sana terlihat takut, terutama kepada Zhou Fan yang masih memegang pedang darah malam.


Blub...


Zhou Fan menendang ketiga mayat beserta kepala mereka ke dasar danau, berharap saja ada yang menyambut kedatangan mereka, entah itu buaya atau beast air lainnya.


"Terimakasih tuan, jika bukan karena keberadaan tuan serta nyonya, pasti kapal pria tua ini pasti habis tak tersisa," ucap pria tua yang merupakan pemilik kapal.


"Aku hanya membantu paman, karena aku juga berada di atas kapal, jika kapal hancur, tentu aku tidak tahu lagi harus bagaimana," tukas Zhou Fan dengan suara ramah, sontak itu mengubah pandangan beberapa orang yang sebelumnya melihat Zhou Fan sebagai manusia berdarah dingin.


"Tuan, nyonya, apakah anda ingin berbulan madu di kota Cuan, memang di sana merupakan tempat yang paling tepat untuk pasangan," seorang pria paruh baya tiba tiba datang dan mengeluarkan kata yang membuat orang salah paham.


"Sebenarnya..." Belum sempat seluruh pikirannya tersampaikan, ada juga yang memotongnya.


"Tidak perlu malu, kami dulu juga seperti tuan juga nyonya saat awal awal menikah," wanita paruh baya yang sepertinya istri pria sebelumnya ikut menyuarakan suaranya.


"Iya.. Seperti yang anda katakan. Kami pamit ke ruangan, bertarung pasti membuat suami saya lelah," ucap Xiao LingYun seraya menarik tangan Zhou Fan ke ruangannya.


Ketiga orang itu memandang kepergian Zhou Fan serta Xiao LingYun dengan senyuman penuh arti.


Setiap penumpang akan diberikan ruangan, tapi ada juga ruangan yang dihuni oleh beberapa orang.


Setelah masuk ke ruangan, Xiao LingYun menutup pintu dan berdiri memunggungi pintu, kemudian dia menghampiri Zhou Fan yang sudah berada di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Kau jangan berpikir macam macam!"


__ADS_2