
Malam berlalu, dan dan pagi datang begitu cepat. Zhou Fan yang baru saja kembali ke ruangannya tak sempat untuk mengistirahatkan mata, dia menyiapkan bekal perjalanan karena mereka akan melanjutkan perjalanan saat ini juga.
Setelah melakukan perjalanan yang cukup memakan waktu, tak disangka mereka telah memasuki wilayah Kekaisaran Shi.
Begitu pertama kali melangkah, dapat dirasakan energi alam di sekitar terasa lebih kuat dan juga pekat.
Dengan mempertimbangkan hal itu saja sebagian besar orang akan mengetahui, akan sangat banyak sumber daya yang tumbuh di wilayahnya.
"Kau akan kemana setelah ini?" Xiao LingYun bertanya sambil menoleh ke arah Zhou Fan.
"Tidak perlu memikirkan diriku, aku tahu aku akan kemana. Sebaiknya kau fokus dengan tujuanmu." Zhou Fan tak mengindahkan pertanyaan Xiao LingYun, jujur dia tak memiliki jawaban pasti dia akan kemana, jadi dia hanya mencari pengalihan agar gadis itu tak bertanya.
Xiao LingYun diam seperti yang Zhou Fan harapkan, hadis itu terlihat berpikir.
"Sebentar lagi kita akan memasuki wilayah kota Trinid, karena sekte bintang jendral berada di kota itu, aku harus berpisah denganmu tak lama lagi." Xiao LingYun berkata sedih, bagaimanapun dia dapat merasakan kehangatan seorang teman yang sejak dulu ia harapkan.
"Oh ya? Selamat." Zhou Fan berkata malas, membuat Xiao LingYun mengedutkan bibir.
Cih..
"Kau terlihat begitu tidak peduli dengan hal itu." Xiao LingYun mencebik kesal.
"Lalu aku harus mengatakan apa?" Zhou Fan bertanya dengan wajah polos.
"Kau bisa mengatakan 'hati hati di sana, Yun'er'." Xiao LingYun berucap dengan nada suara dibuat lembut.
"Hati hati di sana, Yun'er." Zhou Fan mengulang perkataan Xiao LingYun, berharap gadis itu segera diam.
"Phuih! Kau memang sangat menjengkelkan!" Xiao LingYun mengumpat marah, bahkan saking marahnya dia serasa ingin menjambak rambut pemuda itui.
'Aku marah' mungkin jika seseorang dapat membaca guratan dahi gadis itu, kata tersebutlah yang akan ia lihat. Wajahnya memerah padam menahan kekesalan.
"Aku sudah mengatakan sesuai yang kau inginkan, sebenarnya apa yang kau inginkan." Zhou Fan menggaruk tengkuk kepala yang tak gatal.
"Sebaiknya kau memperhatikan jalan, jangan sampai kau terjungkal karena terlalu asik memandang wajahku." Zhou Fan berkata serius.
"Aku tak perlu menghadap ke depan, karena aku menunggang Zhou Jim. Dan siapa yang memandang wajahmu, Cih... Itu membuatku merasa mual." Xiao LingYun berlagak layaknya orang akan muntah.
__ADS_1
"Tak kusangka..." Zhou Fan menggeleng dengan wajah bangga.
Xiao LingYun yang mendapati ekspresi tak wajar mengerutkan kening. "Dan sekarang, apa yang terjadi?"
"Tak kusangka ternyata dengan memandang wajahku seseorang bisa hamil. Sebaiknya aku harus membeli sebuah topeng agar tidak banyak wanita datang kepadaku meminta pertanggung jawaban." Zhou Fan bergumam pelan, tapi masih bisa tersalurkan ke gendang telinga Xiao LingYun.
Mendengar gumaman Zhou Fan, gadis itu meradang hebat, bagaimana bisa ada seorang yang begitu pandai menghubungkan kejadian, sampai dalam batas di atas normal.
Xiao LingYun memilih diam, dia tidak akan berdebat dengan pemuda tak normal, dia hanya diam sampai mereka berhenti di depan sebuah tugu batu.
Sekte bintang jendral!
Tulisan yang tersusun dari atas ke bawah di tugu batu, walau tidak besar, tulisan itu berwarna hitam begitu kontras dengan warna tugu batu yang agak keperakan.
Di belakang tugu batu, terdapat sebuah gerbang yang dapat dilihat penjaga yang tengah sibuk berjaga.
Dari luar orang awam tidak akan mengira dibalik gerbang akan ada perkampungan murid, gerbang yang begitu sederhana itu merupakan pintu menuju sekte yang namanya sudah malang melintang di penjuru negeri, bahkan di Kekaisaran Wei sekalipun.
Zhou Fan mengingat jelas, bahwa sekte bintang jendral merupakan sekte besar yang ada di Kekaisaran Shi, tidak semua orang bisa bergabung di dalamnya, hanya yang memiliki latar belakang.
Zhou Fan berbalik dan pergi setelah melakukan perpisahan dengan gadis yang sudah menemani perjalanannya beberapa waktu, meski sifatnya yang terkadang terlalu keras kepala, tak ayal dia memiliki sifat yang cocok dijadikan teman.
Zhou Fan melangkah tanpa tujuan jelas, yang ia ketahui pasti, dia memerlukan informasi, dan ia tahu satu tempat yang sangat cocok untuk itu.
Setelah mencari kedai yang agak ramai, Zhou Fan masuk dengan Zhou Jim yang telah merubah dirinya ke ukuran pertamanya.
Tidak ada yang bisa dia lakukan, dia hanya duduk diam sambil memperhatikan. Tak lama seorang pelayan datang dengan membawa sebuah buku catatan.
"Apa yang anda pesan, tuan." Pelayan itu sedikit membungkuk dan memberikan hormat layaknya kepada pengunjung lain.
Zhou Fan berpikir sejenak, dia terlihat begitu serius, walau sebenarnya dia tidak benar benar berpikir.
"Em... Apa saja, sediakan menu makanan utama di kedai ini, serta araknya juga." Zhou Fan tidak perlu lama untuk memikirkan masalah pesanan, karena setiap tempat pasti memiliki menu yang diandalkan.
"Baik, pesanan anda akan segera datang." Palayan itu pergi setelah mencatat pesanan Zhou Fan.
Banyak sekali informasi yang ia dapatkan, tapi semua tidak berguna baginya. Karena yang ingin dia ketahui adalah letak kediaman jendral besar Tang.
__ADS_1
Makanan yang Zhou Fan datang begitu cepat, dia yang sebelumnya terlalu fokus mencari informasi, memutuskan bersantai sejenak dengan memanjakan diri dengan makanan Kekaisaran Shi.
Sampai makanan serta arak habis tak tersisa, Zhou Fan tak mendapatkan informasi mengenai kediaman jendral besar Tang.
Zhou Fan tak habis pikir, bukankah merupakan jendral besar, kenapa tidak ada satupun yang membahasnya.
Mungkin jendral besar Tang ini terlalu merendah, atau memang dia tidak cukup menarik di mata kalangan penduduk Kekaisaran Shi.
Memikirkan yang kedua, membuat Zhou Fan terkekeh, tidak mungkin seorang jendral besar kurang menarik, pasti karena beliau terlalu merendah, hingga tak banyak orang yang membicarakannya.
"Hem..." Zhou Fan mengangguk, dia berdiri dan pergi setelah menempatkan beberapa koin emas sesuai jumlah yang sebelumnya disebutkan.
Saat akan beranjak pergi dia mendengar orang di depannya membicarakan suatu hal yang menarik perhatiannya.
"Kau begitu kurang pengetahuan, kau bisa mencari informasi di rumah surgawi, di sana kau bisa mendapatkan segala macam informasi walau informasi itu bersifat rahasia."
"Namun, kau mesti ingat, informasi tidak mudah dicari, tentu kau harus mengeluarkan sedikit biaya untuk mendapatkannya."
"Tidak tidak rumah surgawi itu tidak cocok denganku, bukankah kau juga mengetahui informasi yang aku butuhkan, kenapa tidak kau saja yang menyampaikan." Pria satunya berkata dengan nada mengeluh.
"Informasi masalah gampang, tapi aku tidak menjual informasi secara percuma, juga informasi yang ada padaku jangan harap aku menanggung jika salah."
"Phuih, kalu begitu sama saja kau menipu. Lebih baik aku pergi ke tempat lain."
Zhou Fan yang menyaksikan dari balik punggung mulai menarik punggung pria di hadapannya ketika dia hendak pergi.
"Hei apa yang kau lakukan! Lepaskan bodoh!" Pria berambut ikal itu melompat kaget begitu merasa seseorang manariknya dari belakang.
"Dimana rumah surgawi berada?" tanya Zhou Fan setelah melepaskan tarikan tangannya.
"Kalau mau bertanya ya bertanya saja, kenapa harus menarik segala." Pria berambut ikal menggerutu kesal karena perbuatan Zhou Fan sebelumnya.
"Di sana, di ujung jalan. Jika kau melihat bangunan besar bertingkat tiga, di sanalah tempatnya."
Zhou Fan langsung pergi begitu berucap sepatah kata, dengan mengikuti petunjuk yang diberikan dia dapat melihat bangunan seperti yang dikatakan.
"Tak salah begitu ramai!"
__ADS_1