
Zhou Fan yang mengamati dari tengah tengah penonton, tiba tiba melesat dan menghadang seorang pria yang membawa sebuah gulungan.
"Siapa kau?" Pria itu menyembunyikan gulungan di balik badannya, wajahnya terlihat tegang sekaligus waspada.
"Kau tidak perlu khawatir, biar aku yang menyampaikan surat itu kepada tetua pertama," ucap Zhou Fan.
Pria itu menyipitkan matanya, dia ragu ingin menyerahkan gulungan surat kepada sosok di hadapannya.
"Aku berada di pihak tetua pertama, aku juga sudah tahu tentang simbol gerhana," ujar Zhou Fan meyakinkan.
Pria itu akhirnya menyerahkan gulungan berisi data orang yang terdapat tato gerhana di tangannya, meskipun awalnya dia ragu, dia berpikir tidak ada yang mengetahui rencana ini kecuali orang terpercaya tetua pertama.
Setelah gulungan sudah berada di tangan, Zhou Fan meninggalkan pria itu dan dengan cepat menuju tetua pertama berada.
Tak..
Zhou Fan sudah berada di samping tetua
pertama, kedatangannya yang sungguh tiba-tiba membuat tetua pertama terkejut.
Bahkan pria tua itu tidak sempat bereaksi, gulungan di tangan Zhou Fan sudah mengetuk pegangan kursinya.
"Ini adalah daftar nama dari orangmu," Zhou Fan berkata pelan.
Tetua pertama mengurut pelipisnya, dia sedikit ragu untuk membuka gulungan itu, dia berharap tidak akan pernah ada yang berkhianat dari klan Yu.
Tetua pertama membuka gulungan dengan tangan ragu, perlahan dia menarik gulungan itu ke bawah, dan terlihat nama nama yang bertuliskan dengan tinta hitam.
Saat melihat siapa saja yang tertulis di dalamnya, tetua pertama spontan menggebrak pegangan kursi miliknya.
Brak!
Pegangan kursi seketika retak dan hancur berhamburan.
Tetua kedua yang mendengar suara gaduh, menolah ke arah tetua pertama, tapi matanya menyipit saat melihat seseorang berjubah hitam.
"Siapa dia, apakah tetua pertama juga mempunyai dukungan?" Tetua kedua bergumam dalam benaknya.
Zhou Fan mengetahui tetua kedua melirik ke arahnya, tapi dia bersikap seolah tidak mengetahuinya.
__ADS_1
Sementara ronde ketiga akan segera di mulai, perwakilan kedua tetua sudah berada di atas arena, tinggal menunggu aba aba saja.
Tetua kedua percaya diri perwakilannya akan memenangkan pertarungan, melihat dari kultivasinya yang berada di tingkat petarung raja, sedangkan lawannya berada di tingkat petarung grand master bintang sembilan.
Saat pertarungan akan di mulai, tetua pertama melesat ke atas arena, berdiri diantara kedua perwakilan.
"Apa yang kau lakukan, tetua pertama?!" Tetua kedua berteriak sambil ikut melesat ke atas arena.
Zhou Fan tersenyum dan duduk di kursi tempat tetua pertama, dia menyaksikan sambil menyilangkan kakinya.
"Meskipun aku sangat tidak menyukai perselisihan antar anggota, aku tidak akan melerai mereka. Terutama mereka yang memiliki hubungan dengan perkumpulan gerhana," batin Zhou Fan.
"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, tetua kedua. Kenapa kau berniat melakukan pemberontakan!" Tetua pertama mengeluarkan auranya.
Semua orang yang tidak mampu bertahan dengan cepat menjauh, meskipun wajah bingung menghiasi setiap orang. Sementara yang dapat bertahan, ikut mengeluarkan aura mereka, menetralisir aura tetua pertama.
"Apa yang kau katakan, tetua pertama, apakah kau tidak bersedia mengakui kekalahan sehingga kau menuduhku?!" Tetua kedua menyangkal dengan wajah tanpa keraguan.
Cih...
Tetua pertama mendengus sambil mendecih, kemudian kembali membuka mulutnya, tapi belum sempat berkata seseorang menyelanya.
Meskipun dia adalah perwakilan tetua kedua, dia tidak mengetahui perihal pemberontakan, dia hanya dijanjikan sumber daya oleh tetua kedua.
"Tetua pertama!" teriak tetua kedua, kemudian kembali berkata. "Apakah kau memainkan trik, agar orangku berpihak kepadamu?!"
"Heh... Kau tak perlu berpura pura, ekor rubahmu telah terlihat, kau tidak perlu lagi menutupinya." Tetua pertama berkata pelan, tapi terdengar tegas.
"Klan Yu, meskipun bukanlah klan bersih, merupakan klan yang tidak mentolerir pemberontakan, atau penghianatan." Tetua pertama mengeraskan suaranya.
Semua orang diam tak bersuara, mereka belum mengerti dengan jelas permasalahannya.
"Pemberontakan? Siapa yang berniat memberontak, apakah tetua kedua? Jika demikian dia tidak pantas menjadi Patriark klan Yu, bahkan tidak layak disebut anggota klan Yu!" Salah seorang penonton berkata dengan suara berbisik.
"Meskipun aku bukanlah orang baik, aku tidak akan mengkhianati tanah airku!" ujar lainnya.
"Aku sudah mengetahui siapa dari kalian yang menjadi bagian perkumpulan gerhana!" Tetua pertama melemparkan gulungan di tangannya dan di tangkap oleh tetua kedua.
Tetua kedua spontan membuka dan membaca isinya, dia melirik ke arah disekitarnya, kemudian tertawa keras.
__ADS_1
"Meskipun kau tahu, apa yang bisa kau lakukan? Sebagian besar klan Yu sudah bergabung denganku!" Tetua kedua berkata sambil tertawa.
"Apakah kau tidak melihat ke arah belakangmu?" Tetua pertama berkata santai.
Tetua kedua langsung menoleh ke arah belakangnya yang sekarang hanya tersisa beberapa orang, dia berbalik, dan ternyata orang klan Yu sudah berpisah posisi di belakang tetua pertama.
"Apakah kau pikir klan Yu akan mendukung seorang pengkhianat tanah air?" cibir tetua pertama.
Huh!
Tetua kedua mendengus, memandang beberapa orang di belakang tetua pertama tajam.
"Kalian sudah mendapatkan sebagian sumber daya, apakah kalian begitu tidak tahu malu!" ucap Tetua kedua dengan wajah emosi.
"Kau mengatakan akan menjadi patriark yang mementingkan klan, dan kau akan memberikan kami sumberdaya, kami mendukungmu, tapi kau memanfaatkan kami sebagai alat pemberontakan, apakah kau pikir kami sama sepertimu!" ujar pria yang semula menjadi perwakilan tetua kedua.
"Kau! Dari pada yang lain, kau mendapatkan pill kualitas terbaik, tapi kau berkhianat!" tunjuk tetua kedua kepada pria itu.
"Aku tidak meminta apapun darimu, juga aku tidak akan mendukung seorang pemberontak. Jika kau sebut aku adalah pengkhianat, maka aku bangga dengan sebutan itu, mengkhianati seorang pengkhianat, bukankah terdengar bagus?" Pria itu berkata dengan suara keras, tidak ada yang tidak mendengarnya.
Zhou Fan yang menyaksikan dari tempatnya, menggeleng sambil tersenyum. "Aku suka kalimatnya, mengkhianati seorang pengkhianat... Hahahhhah."
"Jangan banyak omong, turunkan senjatamu, dan menyerah! Meskipun kau berniat memberontak, aku masih mengingat jasamu terhadap klan Yu ... "
" ... Jika kau bersedia, kau dapat merenungkan kesalahanmu di ruang bawah tanah Klan Yu." Tetua pertama mengatakan dengan suara pelan.
Meskipun dia sangat kecewa dengan orang yang sudah ia anggap sebagai saudara, dia tetap menganggap tetua kedua merupakan bagian penting dalam dirinya.
"Apakah kau gila, aku tidak akan menyerah, lebih baik aku mati dari pada terkurung di ruangan gelap tanpa cahaya!" Tetua kedua berkata dengan nada tak terima.
Meskipun dia berkata demikian, dalam hati dia terus berpikir bagaimana caranya melarikan diri, dia tidak peduli dengan orang yang masih mendukungnya, dia lebih mementingkan keselamatan hidupnya.
"Apakah kau berniat kabur?" tanya Tetua pertama, kepada tetua kedua.
Tetua kedua terus mencari celah, tapi semua jalan telah di tutup oleh orang tetua pertama.
Sekitar sepuluh orang di kelilingi puluhan bahkan ratusan.
Tetua pertama maju dengan tangan mengelus jenggotnya, wajahnya tidak lagi merasa iba ataupun ragu terhadap tetua kedua.
__ADS_1
"Jangan berpikir untuk kabur!"