
"Apakah sudah menemukan siapa orangnya?" tanya Patriark Bai dengan wajah malas, dia sudah mulai menyerah mencari pelaku pembunuh anaknya.
"Kabar baik, Patriark!" Seru salah satu orang berpakaian serba hitam serta penutup kepala yang berwarna hitam.
"Siapa pembunuh putraku!!" Patriark Bai mengatakannya dengan semangat, sampai ia tak sadar telah berdiri dari tempat duduknya.
Patriark Bai sungguh tak sabar menantikan laporan yang ia tunggu hampir sebulan lamanya. Dia seketika berdiri dari kursinya saat mendengar ada kemajuan mengenai kematian putranya.
Salah satu orang berpakaian hitam maju selangkah.
"Patriark, dari informasi yang kami kumpulkan..."
"Langsung ke intinya. Siapa Yang Membunuhmu Anakku?!" Teriak Patriark Bai tak sabar.
Pria itu gemetar, tapi dengan memantapkan hatinya dia tetap melanjutkan laporannya. Dia mendapatkan informasi dari salah seorang yang juga memasuki makam mengaku melihat pertarungan antara Bai Lengqu, awalnya dia tidak mengenal siapa pembunuhnya, tapi setelah pertarungan Yu San dengan Zhou Fan, dia ingat betul wajah pemuda yang membunuh Bai Lengqu tak lain adalah pemuda yang sama dengan yang mengalahkan Yu San.
"Yang membunuh tuan muda adalah pemuda yang mempermalukan Klan Yu di taman kota beberapa minggu lalu."
Brak!!
Kursi kebesarannya hancur berkeping-keping, karena ledakan kekuatan Patriark Bai.
"Bagus!" Patriark Bai bersorak senang, kemudian menatap keenam pengawal bayangannya dengan aura membunuh.
"Kita pergi ke Klan Qing sekarang!" Perintahnya mutlak, seolah wajib di ikuti.
Para pengawal khusus Patriark Bai berkata 'baik' secara bersamaan.
Huh!
Patriark Bai bisa sedikit bernafas lega, setelah mencari berminggu-minggu akhirnya dia menemukan pelaku pembunuh putranya.
Tapi dia tak akan tenang jika belum membunuh sang pelaku dengan tangannya sendiri.
Dengan hanya beberapa pengawal pribadinya dia melesat cepat ke arah Klan Qing.
**
Sementara di Klan Qing.
Zhou Fan yang sejak pertunangannya tinggal di kediaman Qing Si, tak pernah seharipun dia melewatkan untuk meningkatkan kultivasinya.
Selama hampir sebulan dia selalu melakukan kegiatan yang monoton. bangun tidur makan, lalu latihan dan berkultivasi sampai malam, kemudian kembali tidur.
Terkadang Zhou Fan juga meningkatkan kemampuan membuat pillnya dengan membuat berbagai pill tingkat lima bahkan enam.
Melihat kegiatan Zhou Fan selama sebulan terakhir, tak diragukan lagi kultivasinya mengalami kenaikan. Dia sekarang berada di tingkat petarung grand master bintang lima.
Dengan seluruh kemampuannya dia lebih kuat dibandingkan dengan petarung grand master bintang sembilan, tapi lebih lemah dari petarung raja bintang 1.
Karena untuk melawan petarung beda tingkat merupakan suatu hal yang sangat sulit. Zhou Fan baru bisa mengimbangi petarung raja bintang 1 dengan kultivasinya yang berada di tingkat grand master bintang 7.
Hidup serasa membosankan bagi Zhou Fan, ingin sekali dirinya bertarung nyata, meskipun dalam beberapa minggu belakangan selalu berlatih tanding dengan beberapa orang, dia merasa kurang seru dan menantang.
__ADS_1
Zhou Fan tak akan pernah menduga keinginan kecilnya akan segera terpenuhi.
"Wei'er aku akan pergi berpetualang dan tujuanku adalah kota mawar." Zhou Fan mengutarakan niatnya.
Dia sekarang tengah berbaring di sebuah gazebo samping kediaman tetua Qing Si, berbantalkan paha tunangannya pemuda itu menatap ke langit langit gazebo.
"Secepat ini?" Qing Yuwei terlonjak kaget, sampai tak sadar menarik kakinya yang digunakan Zhou Fan sebagai bantalan.
Seketika Zhou Fan terduduk dibuatnya.
"Ya, di sana aku akan mencari keluargaku."
Ucapan Zhou Fan tentu membuat Qing Yuwei bingung, karena yang dia tahu Zhou Fan berasal dari Kota Batu Hitam.
Mengerti kebingungan Qing Yuwei, Zhou Fan menjelaskan garis besar cerita kepada gadis itu.
"Ibuku berasal dari kota mawar, aku kesana untuk mengunjungi tanah kelahiran ibuku," Ucap Zhou Fan,
Dia teringat saat dirinya akan pergi, ibunya berpesan agar hati hati saat berada di Kota Mawar, karena disana adalah tempat yang sangat berbahaya.
Zhou Fan yang bingung mandang ibunya dengan lekad. Seolah mengetahui isi kepala putranya, Zhou Qian menjelaskan jika kota tempatnya berasal adalah Kota Mawar.
Selain merupakan kota terujung bagian timur, wilayahnya yang berbatasan dengan padang pasir membuat Kota tersebut dijadikan bandit sebagai markasnya.
Juga, karena padang pasir tersebut membuat Kota Mawar gampang diselundupi oleh orang orang Kekaisaran lain.
Mendengar penuturan Zhou Fan, Qing Yuwei mengangguk paham, tapi dia tak mengerti mengapa begitu tiba tiba.
Suasana tenang pun kembali, mereka berniat menghabiskan waktu bersama, Zhou Fan menghentikan latihannya karena ingin menemani Qing Yuwei sebelum ia pergi.
"Tuan Muda Zhou, gawat!" Seorang penjaga berlari lontang lantung layaknya orang yang tengah di buru.
Zhou Fan serta Qing Yuwei berdiri seketika, setelah melihat kepanikan dari penjaga tersebut.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau begitu panik? " Bukan Zhou Fan yang bertanya melainkan Qing Yuwei.
"Nona muda... Di aula..." Penjaga itu masih ngos-ngosan karena berlari dari aula sampai ke kediaman tetua Qing Si yang jaraknya lumayan jauh.
"Ambil nafas! Huuup.... fiuhhh," Suruh Zhou Fan sambil memperagakan cara mengatur nafas yang benar.
Penjaga itu pun mengikuti instruksi Zhou Fan dengan patuh.
"Huuup.... Fiuhhh!" Pernafasan penjaga paruh baya mulai stabil. "Tuan muda Zhou, seseorang mencari masalah di depan aula klan sambil meneriakkan namamu dan dia berkata dari Klan Bai."
Zhou Fan dan Qing Yuwei saling pandang, kemudian kembali menatap penjaga di hadapan mereka.
"Apa yang akan terjadi akhirnya terjadi." Zhou fan bergumam pelan. Kemudian beranjak ke aula klan Qing.
"Tunggu disini Wei'er!"
Tapi Qing yuwei malah mensejajarkan langkahnya dengan sang tunangan.
"Aku akan selalu di sampingmu." Qing Yuwei tersenyum menatap Zhou Fan.
__ADS_1
Zhou Fan terkejut tapi tak lama dia ikut tersenyum.
Mereka berdua berjalan berdampingan ke arah aula Klan Qing dan untuk penjaga barusan, dia mengekor tanpa peduli dia dianggap atau tidak.
Di depan aula Klan Qing...
"Zhou Fan brengsek keluar kau!" Teriak Patriark Bai.
"Patriark Bai, kita bisa membicarakannya, masalah apa yang kau ingin bicarakan?" Bujuk Patriark Qing.
"Diam kau Qing Lei! Aku tak ada urusan dengan Klan Qingmu. Aku hanya mencari pemuda bernama Zhou Fan!" Ucap Patriark Bai tegas.
"Kenapa kau mencarinya, kalau ada masalah kita bisa berbicara baik baik." Patriark Qing terus mencoba membujuk Patriark Bai.
Patriark Qing bukannya takut dengan Patriark Bai ataupun Klan Bai, seandainya mereka bertarung atau klannya bertarung, tidak akan jauh berbeda kekuatannya, mereka berdua juga sama sama petarung raja bintang 1.
Tak ada yang membuatnya takut jika membandingkan kekuatannya. Dia lebih menghawatirkan kerusakan yang akan terjadi dan kerugian yang akan dialami klannya, karena ini merupakan pusat Klan Qing berdiri.
"Baik baik? Apakah kau bisa berbicara baik baik dengan orang yang membunuh putramu?!" Patriark Bai bertanya sambil menyipitkan matanya, tatapannya menatap tajam Patriark Qing.
"Em...." Patriark Qing tak bisa berkata apa apa lagi, dia tak mengira masalah kali ini begitu rumit.
Dia mulai mengerti garis besar kronologi, tapi dia masih sedikit tidak percaya dengan perkataan Patriark Bai.
"Pasti ada kesalah pahaman, yang aku kenal Zhou Fan adalah pemuda yang sopan dan tak pernah berbuat negatif," Ujar Qing Lei dengan tenang, dia berusaha menekan amarah patriark Bai.
Patriark Qing telah mengenal Zhou Fan sekitar sebulan lebih, selama itu dia merasa Zhou Fan adalah pemuda yang baik.
"Kau berkata begitu tak membuat kenyataan berubah. Dia yang membunuh putraku, Bai Lengqu! Saat mereka mengikuti suryasena."
"Panggil bajingan itu kemari, Qing Lei. Atau aku dan orang orangku akan membuat kalian menyesalinya!" Ancam Patriark Bai.
Patriark Qing bingung, apakah dia harus mengikuti kemauan Patriark Bai atau mengabaikannya.
"Zhou fan! Bajingan! Keluar kau!" Teriak Patriark Bai.
"Kau jangan membuat semuanya menjadi sulit. Aku hanya meminta pertanggung jawabannya, kau takkan menghalangiku, kan?" Patriark Bai melirik sinis ke arah Patriark Qing, matanya berkilat memancarkan ketidaksukaan.
"Kau jangan lupa, ini adalah wilayah Klan Qing! jika kau macam macam kau akan menerima akibatnya." Patriark Qing yang dari tadi sabar sudah kehilangan kesabarannya.
"Jika kau ingin mengatasnamakan Zhou Fan untuk mencari masalah dengan Klan Qing, kami Klan Qing juga tak akan mundur," Tegasnya lagi.
Semua anggota Klan Qing bersorak menggema memenuhi tempat tersebut.
Tanpa sadar Patriark Bai dan orang orangnya mundur, perlahan mulai merapat.
"Aku datang untuk mencari pemuda bernama Zhou Fan, tapi kau sengaja menyembunyikannya. Apakah Klan Qing ikut andil dalam perkara kematian anakku!" Patriark Bai tak mau kalah.
"Brengsek Zhou Fan, keluar kau!" Teriak Patriark Bai lagi disela perdebatannya.
Swushh...
Seorang pemuda tiba tiba muncul diantara dua kubu bersitegang.
__ADS_1
"Apa kau sudah puas menggonggong?"