Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 227 : Desa Yang Sunyi


__ADS_3

Kling...


Begitu Zhou Fan masuk, pintu yang ia dorong berbunyi nyaring. Ia langsung disambut dengan beberapa pelayan wanita yang mengenakan riasan tebal.


Beberapa orang mungkin akan mengira bahwa para wanita itu mengenakan topeng, karena riasan yang teramat tebal.


Zhou Fan mendecih jijik, bulu kuduknya berdiri tegak di saat para wanita mulai mendekatinya.


"Aku ingin mencari informasi." Zhou Fan sekarang tahu mengapa bangunan ini disebut sebagai rumah surgawi. Tempat dimana para pria mata keranjang melampiaskan nafsu birahinya.


Begitu mendengar pengunjung yang datang berniat mencari informasi, mereka menyebar dengan cepat, tak lagi menghiraukan keberadaan Zhou Fan yang kini bisa bernafas lega.


Fiuh...


Zhou Fan mengelus dada seolah telah terlepas dari sebuah cobaan, lebih tepatnya cobaan kesialan.


"Tuan, apakah benar anda datang mencari informasi?" Seorang wanita muda turun dari lantai dua dengan mengenakan pakaian begitu terbuka.


"Ya, apakah ada masalah?" Zhou Fan menyipitkan mata begitu melihat wanita muda yang terkesan cantik, meski tidak bisa dibandingkan dengan kecantikan dua wanitanya.


"Bukan. Melainkan anda datang ke tempat yang tepat." Wanita muda itu tersenyum manis.


"Apakah kita akan berbincang di sini?" Zhou Fan memandang sekitar yang penuh sesak dengan pria dan juga wanita yang tengah bermesraan.


"Tentu saja tidak, bagaimana jika naik ke ruangan yang lebih tenang." Wanita muda itu menawarkan ruangan lantai dua, dan langsung di iyakan oleh Zhou Fan.


Keduanya lantas naik ke ruangan lantai dua, dan masuk ke salah satu ruangan.


Zhou Fan duduk didekat meja utama, memang hanya terdapat satu meja di ruangan itu, karena ruangan tersebut khusus dibuat untuk orang yang bertukar informasi, tentu kerahasiaan harus terjaga untuk menunjang aktivitas tersebut.


"Informasi apa yang anda butuhkan, tuan?" Wanita muda itu menuang teh sambil bertanya.


Zhou Fan tanpa sengaja menghirup aroma teh, dan aromanya begitu menggoda, sangat harum, bahkan lebih harum dibandingkan dengan teh kota mawar yang terkenal akan teh berkualitasnya.


"Ini adalah teh bunga kenanga, meskipun bunga kenanga memiliki getah yang teramat pahit, jika dikeringkan lalu disangrai akan membuat aroma yang dikeluarkan seperti ini."

__ADS_1


Wanita muda yang merupakan pemandu di rumah surgawi menjelaskan atas guratan pertanyaan di wajah Zhou Fan.


Zhou Fan mengangguk, dia memang mengakui getah bunga kenanga sangatlah pahit. Dia tak akan pernah tahu setelah diolah sedemikian rupa akan membuatnya beraroma semerbak, jika tidak mendengar serta melihat secara langsung.


"Anda pasti bukan merupakan penduduk Kekaisaran Shi, karena tidak mungkin anda begitu terkejut jika anda merupakan penduduk Kekaisaran Shi. Teh bunga kenanga sudah sangat terkenal di Kekaisaran Shi."


Mendengar penyataan wanita muda di hadapannya, Zhou Fan sekali lagi mengangguk. Dia mengagumi kepandaian wanita di hadapannya dalam menganalisa.


"Dia pasti sudah lama bergelut dengan pekerjaannya, wawasan juga pengalamannya jauh melebihi perkiraanku kepadanya." Zhou Fan membatin sambil meraih gelas lalu meminumnya.


"Pertanyaanku mungkin terdengar konyol, atau mungkin sangat mudah bagi seorang berwawasan luas seperti kau." Zhou Fan meletakkan kembali gelas di tangannya lalu mulai membuka niatnya.


Wanita muda itu mengerutkan kening, tapi dia tak menyela saat pelanggannya masih berniat meneruskan.


"Aku ingin bertanya, tahukah kau dimana letak kediaman jendral besar Tang?" Zhou Fan memandang wanita muda itu, benar saja, nampak wajahnya memperlihatkan kerutan yang teramat jelas.


Huft...


Wanita itu menghembus nafas rendah, kemudian dia memposisikan dirinya tegak.


"Kediaman jendral besar Tang berada di ibu kota, kediamannya merupakan kediaman terbesar kedua setelah kediaman kaisar." Wanita itu menjeda penjelasannya, dia menoleh ke arah Zhou Fan mengharapkan sanggahan atau pertanyaan.


Tak mendapat sanggahan atau pertanyaan, wanita itu kembali melanjutkan. "Tidak semua orang dapat masuk ke dalamnya, bahkan kaisar sendiri harus melapor saat ingin berkunjung tanpa membawa dekrit."


Menakjubkan!


Satu kata yang muncul di kepala Zhou Fan mengenai jendral besar Tang, tak dia sangka kedudukan jendral besar Tang begitu tinggi, sampai kaisar tidak bisa bertindak sesuka hati di wilayahnya.


Zhou Fan tak langsung pergi, dia memperdalam informasi mengenai Kekaisaran Shi, dia mengumpulkan data mengenai berbagai kekuatan yang tersebar di Kekaisaran Shi, tak lupa dia juga mencari tahu mengenai organisasi yang bergerak di bidang alkemis.


Setelah mendapatkan informasi yang ia butuhkan, Zhou Fan melesat ke ibu kota, tapi wilayah kekuasaan Kekaisaran Shi begitu luas, setidaknya membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai ibu kota.


.


.

__ADS_1


.


.


"Kenapa desa ini sangat aneh?" Zhou Fan mengerutkan kening saat memeriksa desa yang terlihat sepi.


Grg...


Zhou Jim yang sedang dalam tubuh besarnya mengeram sambil memandang ke sebuah bangunan.


Zhou Fan memusatkan pandangan ke arah bangunan yang menurutnya sangat aneh. Meskipun tidak begitu berbeda dari bangunan di sampingnya, bangunan ini memancarkan aura mencekam yang bila diperhatikan begitu mengerikan.


"Seperti ada yang salah dengan desa ini." Zhou Fan membatin dengan nada mengeluh, perjalanan baru saja dimulai, dan ia harus dihadapkan dengan suatu masalah.


"Anak muda, sebaiknya kau segera pergi dari sini, atau kau tidak akan pernah bisa kembali." Seorang pria tua berwajah pucat tiba tiba sudah berada di hadapan Zhou Fan.


Zhou Fan lantas melompat menjauh, sebelumnya dia tidak merasakan keberadaan pria tua itu di sekitarnya. Namun, dalam sekejap mata sudah berada di depannya.


"Memangnya kenapa, kakek. Bukankah desa ini merupakan jalur menuju ibu kota?" Zhou Fan bertanya dengan sopan, bagaimanapun di hadapannya merupakan pria tua yang harus ia hormati.


"Sebaiknya kau pergi atau kau akan menyesal karena mendatangi desa ini. Segera menjauh, karena desa ini sudah dikuasai beast lebah jarum." Pria tua itu memperingati Zhou Fan.


Zhou Fan masih tidak berniat pergi, dia memandang ke depan, jalur desa yang sudah kosong melompong.


Bagaimanapun desa ini merupakan jalur yang sudah ia pilih karena bisa mempersingkat waktu yang ia tempuh.


Dan bukankah hanya beast lebah, apa yang perlu dikhawatirkan dari itu, sekali beast tetaplah beast, tidak akan menyerang jika tidak merasa terganggu.


Namun memikirkan bawah beast ini adalah spesies lebah, tantu mereka merupakan beast teritori, yang akan mengakui suatu daerah menjadi kekuasaannya.


"Kakek, bukankah disekitar sini tidak ada hutan atau habitat alami lebah, tapi mengapa lebah itu membuat sarang di desa ini?" Zhou Fan masih memikirkan satu pertanyaan yang selalu berputar di kepalanya.


"Lebah yang menghuni desa ini bukan lebah biasa, jika aku bisa mengatakan, lebah ini seperti ada yang mengendalikan. Tapi itu hanya pandangan pribadiku, karena belum ada bukti yang dapat menguatkan." Pria tua menggeleng lemah, dia sebenarnya tidak menginginkan desa tempat tinggalnya menjadi seperti ini.


Tapi dia tidak bisa melakukan apapun, selama lebah di desa belum terbasmi, desanya akan menjadi desa mati, bahkan penduduk desa sebagian besar telah pindah ke desa lain.

__ADS_1


__ADS_2