Legenda Petarung

Legenda Petarung
Chapter... 89 : Makam Kuno... 7 (Pertarungan seru!)


__ADS_3

"Fan, disini ada sebuah tuas. Tapi aku tak bisa menariknya...," Ucap Qing Yuwei sedikit kecewa karena tidak bisa menarik tuas itu.


"Kau menepi sebentar, ini adalah pekerjaan seorang pria." Zhou Fan berkata dengan kerlingan matanya.


Dengan menggunakan kedua tanganya, dan sebagian besar tenaganya, Zhou Fan berhasil menarik tuas itu.


Kletk..


Krak... Krak... Boom!


Bersamaan dengan tuas yang turun, pintu batu itu hancur menjadi kepingan kecil.


Zhou Fan dan Qing Yuwei tidak dapat mengalihkan pandangannya dari apa yang ada di balik pintu batu. Sebuah ruangan dengan bergelimang barang berharga.


"Fan, kita sungguh beruntung." Qing Yuwei melompat girang, tanpa sadar ia memeluk Zhou Fan.


Tidak hanya memeluk Zhou Fan erat, gadis itu juga melompat, yang membuat tubuhnya bergesekan dengan tubuh Zhou Fan.


"Sial...," Umpat Zhou Fan dalam hati, tubuhnya menegang saat dipeluk erat Qing Yuwei.


Aroma melati menyeruak dalam hidung Zhou Fan, "Wei'er, jika kau tidak melepaskanku, kau akan mendapatkan hukuman dariku."


Zhou Fan berkata dengan suara sedikit berat, dia juga pria normal yang bisa bereaksi saat bersama dengan wanita, apalagi itu bersama dengan Qing Yuwei yang memiliki wajah cantik.


Qing Yuwei tersadar dengan apa yang ia lakukan, dengan cepat gadis itu melompat menjauh tepat setelah melepaskan pelukannya.


Hehehe... Qing Yuwei tersenyum canggung, sambil menggaruk tungkuk kepalanya yang tak gatal.


Sikap kikuknya malah membuat Zhou Fan semakin tegang.


"Kau harus bertanggung jawab!" Ucap Zhou Fan yang masih dengan suara sedikit berat.


Qing yuwei mundur perlahan, dia merasakan bahaya yang akan menerkamnya.


Tapi Zhou Fan tidak membiarkan gadis itu bergerak menjauh, tangannya menangkap sebelah tangan Qing Yuwei. Lalu dia menariknya sampai membuat gadis itu terjerembab ke dalam pelukannya, lagi.


.


.


.

__ADS_1


Sepasang pemuda pemudi tengah duduk berdampingan di atas rumput hijau, nampak dari wajah kedua orang berbeda gender itu berseri seri.


"Apakah sakit?" Zhou Fan bertanya kepada Qing Yuwei.


Pemuda itu khawatir dengan kondisi wanitanya, mereka sudah bertarung berjam jam, mereka berdua kelelahan sampai tak sadar terlelap.


Qing Yuwei menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ke arah Zhou Fan. "Aku senang bisa memberikan yang terbaik untukmu."


"Terima kasih...," Ucap Zhou Fan sambil memeluk Qing Yuwei, tapi tangan pemuda itu kembali menyusup ke sela pakaian kekasihnya.


Akh..


Qing Yuwei tersentak, dan tanpa sadar mendesah.


Segera dia melesatkan cubitan pada perut Zhou Fan.


"Apa kau masih kurang?! Aku bahkan masih lelah sampai sekarang." Qing Yuwei menatap tajam Zhou Fan.


"Apalah dayaku Wei'er, kau sungguh membuatku tak dapat menahannya." Zhou Fan berkata sambil terkekeh.


"Cih, tepat aku menyebutmu mesum!" Cibir Qing Yuwei sambil memalingkan wajahnya.


Qing Yuwei menganti pakaiannya, dia juga tidak lupa membenahi rambutnya yang berantakan, lalu menyusul Zhou Fan.


"Kau lihat Fan, begitu banyak barang berharga disini." Seolah melupakan kelelahannya, Qing Yuwei menatap seisi ruangan dengan mata berbinar.


Zhou Fan memilih barang yang menurutnya berguna baginya kelak, seperti tanaman herbal. Dia tidak mengambil selain tanaman herbal.


"Apakah kau tidak menginginkan semua ini?" Tanya Qing Yuwei.


Di dalam ruangan ini terdapat begiti bayak barang berharaga, senjata rank master bahkan ada sebuah senjatanya rank epic. koin emas, dan beberapa kitab teknik dan jurus.


Tapi semua barang itu tidaklah berarti baginya, selain tanaman herbal, karena di dalam cincinnya sudah banyak barang seperti itu, bahkan lebih berharga.


"Kau masukkan saja ke dalam cincin penyimpananmu, milikmu juga milikku, begitupun sebaliknya. Aku hanya akan mengambil tanaman herbal nya saja," Ucap Zhou Fan.


Setelah menguras habis isi ruangan itu, mereka berdua berniat keluar.


Qing Yuwei merangkul mesra lengan Zhou Fan, sedangkan si empunya tersenyum menatap Qing Yuwei.


Langkah keduanya terhenti saat mendengar suara langkah kaki bergerak ke arahnya.

__ADS_1


"Serahkan semua yang kalian miliki!!"


Saat keduanya keluar dari ruangan itu, sekelompok pemuda berpakaian serba hitam datang menghalangi jalan mereka.


Salah satu pemuda yang terlihat paling sangar maju kedepan. "Serahkan semua yang kalian miliki!!"


Zhou Fan mengernyit, lalu dia melirik Qing Yuwei di sampingnya, dan di balas senyuman olah gadis itu.


Dalam hitungan ketiga, sepasang kekasih itu melompat ke arah yang berbeda.


Beberapa pemuda yang berniat merampok Zhou fan dan Qing yuwei pun terheran, lalu membagi tugas di antara mereka.


Shut.. Shut... Shut..


Enam orang termasuk si pemuda sangar mengarah ke tempat Zhou Fan berdiri, sedangkan seorang pemuda mengarah ke Qing Yuwei.


Zhou Fan dikelilingi 6 orang dengan kekuatan rata rata tingkat petarung master bintang 5, sedangkan Qing Yuwei hanya satu orang, itupun kekuatannya tak jauh berbeda dengan kekuatannya.


"Apakah kalian ingin mengurungkan niat kalian? Jika kalian segera enyah dari hadapanku, kalian mungkin dapat kembali dengan nyawa masih di tangan kalian," Ujar Zhou Fan.


Zhou Fan yang sedang dalam suasana hati senang, tak ingin merusak keaenangannya dengan mengotori tangnnya dengan darah para cecunguk.


Di mata Zhou Fan, mereka semua tidak lebih dari cecunguk, bahkan jika terdapat 20 cecunguk seperti mereka, Zhou Fan yakin dapat mengalahkannya.


"Brengsek!" Raung marah pemuda paling sangar itu, dia adalah pemuda yang di akui jenius, dia sudah mencapai petarung master bintang 6 di usianya yang ke 27.


"Jika kau bersujud dan menyembahku sebagai leluhur, aku akan mengampuni nyawamu!" Pemuda sangar itu membalik ucapan Zhou Fan.


Cuih...


Zhou Fan meludah ke samping, kemudian berkata santai. "Jika kau memiliki kekuatan untuk melakukannya, maju saja."


"Saudaraku, mari kita habisi brengsek satu ini." Ajak pemuda sangar itu kepada kelima temannya yang mengerumuni Zhou Fan.


Tanpa membuang banyak waktu, mereka berenam melompat ke arah yang sama dengan membawa senjatanya masing masing.


Zhou Fan hanya diam tak bergerak, tapi ketika jarak mereka hanya beberapa meter saja. Dari tubuh Zhou Fan keluar api yang semakin lama semakin membesar.


Salah seorang pemuda dari keenam pemuda itu menyadari bahaya berasal dari kobaran api di hadapannya, dia lalu berseru kepada teman temannya,


"Munduur!"

__ADS_1


__ADS_2