
Hari demi hari berlalu, meski hujan ataupun panas terik matahari silih berganti datang, tidak membuat Zhou Fan serta rombongan menghentikan perjalanan.
Kereta kuda melaju dengan cepat, membelah keramaian yang ada di depan. Perjalanan tidak menuai hambatan, semua berjalan sesuai perkiraan.
Sementara itu di kota batu hitam, kediaman kepala keluarga klan Zhou nampak ramai. Mereka kedatangan tamu penting, seorang kaisar datang mengunjungi kediaman keluarga Zhou.
"Tak perlu melakukan penyambutan seperti ini, aku hanya mengunjungi kediaman besan." Wei Huan tertawa dan meraih gelas di hadapannya.
"Anda adalah kaisar Kekaisaran Wei, tidak mungkin tidak melakukan penyambutan yang berkesan." Zhou Hu berkata dengan nada canggung, bagaimana pun pria di hadapannya itu adalah kaisar.
"Tak perlu sungkan, kita bertiga ini besan. Kenapa harus seperti itu." Qing Si tertawa dan meraih gelas di meja.
Zhou Hu telah menjadi patriark, setelah patriark sebelumnya-Zhou Fei memutuskan untuk melakukan pengasingan.
Sudah tua, tidak lagi tertarik dengan posisi duniawi. Itu lah yang Zhou Fei katakan ketika menyerahkan posisi Patriark kepada Zhou Hu.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu pintu ruangan terbuka, menampilkan dua wanita yang berjalan mendekat.
Salah satu diantara mereka memiliki perut yang buncit, sedang yang lebih tua berusaha menuntun jalan wanita yang lebih wanita muda.
"Istriku, kenapa kau membawa Wei'er keluar. Seharusnya dia di ruangan nya dan istirahat di sana." Zhou Hu menatap Zhou Qian.
"Mendengar ayahnya datang, dia tidak sabar ingin keluar. Aku harus menjaganya agar tidak jatuh karena terlalu senang." Zhou Qian menarik salah satu kursi, membantu Qing Yuwei duduk di sana.
Qing Si melihat putrinya, langsung mendekat ke arah nya. "Kau ini tak lama lagi akan menjadi seorang ibu, tidak bisakah kau menjaga sikapmu?"
Meski berkata seperti itu, Qing Si membelai puncak kepala putrinya.
Setelah menemui ayahnya, Qing Yuwei kembali ke ruangannya di bantu oleh Zhou Qian.
"Aku berharap kau akan ada saat anak kita lahir." Qing Yuwei bergumam pelan, kandungannya memasuki bulan kesembilan, yang berarti tidak akan lama lagi dan bayi itu akan keluar.
__ADS_1
Zhou Qian yang melihat wajah Qing Yuwei yang tiba tiba murung mengira bahwa menantunya itu tengah kelelahan, karena seorang kultivator yang mengandung, kultivasi mereka akan turun, meski itu tidak selamanya.
Setelah melahirkan, kultivasi mereka akan kembali seperti semula.
Zhou Qian keluar meninggalkan Qing Yuwei sendirian, sedang wanita itu masih memikirkan Zhou Fan. Dia mengelus perutnya yang buncit, membayangkan di sampingnya ada Zhou Fan yang senantiasa memberikan perhatian kepadanya.
Qing Yuwei berharap Zhou Fan bisa melihat anaknya lahir, setelah itu memberikan serangkai nama kepada anak nya.
Namun Zhou Fan bahkan tidak tahu sekarang Qing Yuwei dalam kondisi hamil, akankah dia datang tanpa tahu kehamilannya.
Ahk...
Tiba tiba perutnya terasa sakit, dia pun berteriak memanggil Zhou Qian serta ayahnya.
Zhou Qian datang dengan wajah panik, dia langsung memeriksa kondisi menantunya. Qing Yuwei menahan sakit yang luar biasa, dia merasakan tubuhnya terasa terbakar oleh api yang membara.
__ADS_1
"Ibu, perutku sangat sakit." Keringat terus mengucur dari kening Qing Yuwei, giginya merapat bahkan menggigit bibirnya.
Zhou Qian semakin panik, dia pun memanggil beberapa tabib wanita yang biasanya membantu proses persalinan. Dia merasa menantunya akan segera melahirkan.