
Tak lama suara orang melangkah dari dalam membuat Zhang Xiaoyu yang berada di depan pintu menyingkir dengan cepat.
Dengan memasang wajah penuh harap dia menatap pintu yang akan segera terbuka.
Krieeeeeek...
Huft....
Zhang Xiaoyu menghela nafas kecewa saat yang keluar adalah sang guru.
"Kenapa malah guru yang keluar...," ucapnya pelan dengan wajah kecewa.
Sin Taihan yang mendengar gumaman muridnya menyipitkan matanya.
"Hei, gadis nakal.." Sin Taihan menarik telinga Zhang Xiaoyu hingga gadis itu mengaduh kesakitan.
"Apa yang kau gumamkan? kau tak suka, melihat gurumu yang keluar?" sarkah Sin Taihan terkekeh.
"Ah..., guru tak akan paham masalah anak muda, bahkan guru tak mempunyai istri sampai sekarang." Zhang Xiaoyu berkata sembari mengejek sang guru.
"Kau ini..." Sin Taihan berjalan meninggalkan Zhang Xiaoyu yang masih dengan wajah puas.
"Apa aku masuk saja ya?" Zhang Xiaoyu merasa ini adalah waktu yang tepat untuk mendekati pemuda impiannya.
Setelah berpikir panjang, Zhang Xiaoyu memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan gurunya yang dia ketahui ada seorang pemuda di dalamnya.
Zhou Fan yang tengah duduk membelakangi pintu tentu menyadari seseorang memasuki ruangan tersebut.
"Ketua Sin, kenapa kau begitu cepat kembali?"
Zhou Fan berdiri dan berbalik menatap seseorang yang dia pikir adalah Sin Taihan.
Mata Zhou Fan berkedut saat melihat seorang wanita di hadapannya dan bukan Sin Taihan.
"Kenapa jadi gadis ini?" tanya Zhou Fan bermonolog.
"Adakah yang Nona Zhang perlukan?" Tanya Zhou Fan saat Zhang Xiaoyu mendekat ke arahnya.
"Mm... Aa.... Aku ingin minta maaf." Zhang Xiaoyu berkata dengan terbata dengan pandangan terarah ke bawah.
Sekali lagi Zhou Fan merasa heran dengan wanita di hadapannya.
"Aku rasa tidak ada yang perlu dimaafkan. Aku juga tahu Nona Zhang tak bermaksud seperti itu," ucap Zhou Fan jujur.
Memang dia tak menganggap ucapan yang dikeluarkan Zhang Xiaoyu kepadanya.
"Tapi... Tapi aku tetap harus meminta maaf." Zhang Xiaoyu dengan kekeh ingin mendengar kata maaf keluar dari mulut Zhou Fan.
Huh? Apa yang terjadi kepadanya?
__ADS_1
Zhou Fan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Baiklah baiklah. Aku memaafkanmu, sudah?" Zhou Fan menatap Zhang Xiaoyu dengan lekat.
"Emhm." Zhang Xiaoyu mengangguk kemudian mengangkat kepalanya.
Degh!
Jantung Zhang Xiaoyu berdegup kencang saat tatapan keduanya tanpa sengaja beradu. Dengan cepat Zhang Xiaoyu menurunkan kembali pandangannya.
"Apa yang terjadi dengan diriku? Perasaan saat aku melihatnya saat tadi tak seperti ini. Bahkan untuk menatapnya saja aku sudah gerogi," keluh Zhang Xiaoyu dalam benaknya, dia merasa aneh dengan dirinya.
"Nona Zhang?" Panggil Zhou Fan pada wanita di hadapannya yang malah sibuk dengan dirinya sendiri.
"Eh, baik... Ya... Ada apa?" Zhang Xiaoyu berkata dengan gugup.
"Mm... Kau kenapa Nona Zhang?" tanya Zhou Fan canggung.
"Tidak, aku baik baik saja. Dan bisakah kau jangan memanggilku nona Zhang, panggil saja Xiaoyu," pinta Zhang Xiaoyu.
"Maaf Nona, aku harus meluruskan masalah ini.... "
"Apakah Nona Zhang mengharapkan pemuda sepertiku?" Zhou Fan bertanya tanpa bertele tele.
Zhou Fan tidak bertanya tanpa alasan, dia mendengarnya dari Ketua Sin. Ketua Sin mengatakan apa yang dia lihat dari muridnya, karena dia sangat mengenal muridnya dia bisa melihat Zhang Xiaoyu sedikit tertarik kepada Zhou Fan.
"Tapi maaf, aku tak pantas untuk gadis sesempurna Nona Zhang..." Zhou Fan menjeda kalimatnya.
Tersirat kesedihan dalam ekspresi Zhang Xiaoyu.
"Nona Zhang, kau harus bisa membedakan antara cinta dan kagum. Apa yang kau rasakan kepadaku bukanlah cinta tapi kagum..."
"Kau menyukaiku karena kabar yang tersiar tentang kemampuanku. Kau bukan menyukaiku karena diriku sendiri."
"Bahkan kau tak memandangku saat pertama kali bertemu, tapi kau berubah seratus delapan puluh derajat saat mendengar Ketua Sin mengenaliku ... "
" ... Kau harus tahu, perasaan kagum tidak akan bertahan lama. Jika kau memutuskan untuk bersama seseorang karena landasan kekaguman, kau akan merasa penyesalan pada akhirnya."
Zhou Fan memandang Zhang Xiaoyu yang nampak termenung.
"Sepertinya kau telah memahami perbedaan tersebut." Zhou Fan tersenyum.
Zhang Xiaoyu memikirkan perkataan Zhou Fan dalam dalam. Kemudian dia mengangkat wajahnya yang dari tadi tertunduk.
"Kau benar!" seru Zhang Xiaoyu.
"Terimakasih telah memberikanku pandanganmu. Tapi kita masih bisa menjadi teman, kan?" Zhang Xiaoyu yang tadinya tampak malu malu mulai mengeluarkan sisinya yang lain.
Zhou Fan terkekeh, kemudian mengangguk setuju.
__ADS_1
Tak lama ketua Sin Taihan datang membuat suasana yang tadinya bergelora menjadi hening sesaat.
"Kenapa kalian diam setelah melihatku?" Sin Taihan angkat bicara.
"Bagaimana?" bisik Sin Taihan pada muridnya.
Zhang Xiaoyu mendekat lalu, mulai menceritakan semuanya pada Sin Taihan.
Sin Taihan bagi Zhang Xiaoyu bukanlah sekedar seorang guru, Sin Taihan juga sosok ayah bagi Zhang Xiaoyu.
"Hahaha... Bagitu juga baik." Sin Taihan tertawa lantang.
"Hei nak, aku tahu kau pasti memiliki wanita lain. Seorang pria tidak akan menolak gadis kalau dia belum memiliki kekasih, apa lagi gadis itu seperti muridku." Sin Taihan mengedipkan sebelah matanya setelah berbisik tepat di telinga Zhou Fan.
Zhou Fan tersenyum kecut, ungkapan Ketua Sin tidak sepenuhnya salah. Alasan utama Zhou Fan menolak Zhang Xiaoyu tentu karena telah memiliki dua wanita di sisinya, dia tak berniat mengoleksi lebih banyak lagi.
"Aku sudah menduganya, tapi kau tenang saja ini adalah rahasia para pria." Ketua Sin Taihan kembali berbisik, terkekeh sembari beberapa kali menepuk pundak Zhou Fan.
Zhou Fan menggelengkan kepalanya jengah mendengar apa yang dibisikan Ketua Sin. Zhou Fan tak pernah mengira seorang alkemis agung Kekaisaran Wei begitu santai.
Dalam hati dia berpikir, "Apakah ketua Sin mempunyai seorang wanita di sampingnya? Namun aku tak pernah mendengar hal tersebut sebelumnya."
Dalam pandangan Zhou Fan sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri, dia mengira seorang alkemis agung yang dibicarakan semua orang memiliki sifat dingin, acuh dan berwibawa.
Namun pandangannya hancur berkeping-keping saat bertemu dengannya hari ini, bahkan Ketua Sin lebih terlihat selayaknya semua orang pada umumnya.
"Guru, kenapa kalian berbisik dibelakangku!" seru Zhang Xiaoyu tiba-tiba.
Zhang Xiaoyu yang melihat gurunya berbisik bisik dengan Zhou Fan merasa kedua orang itu sedang membicarakannya.
"Apa yang kau pikirkan Xiaoyu? Aku dan Ketua Sin hanya berbincang masalah pria, kau tahukan kami para pria selalu bertukar pengalaman," ujar Zhou Fan sambil mengedip ke arah Ketua Sin.
"Ya, apa yang dia katakan benar sekali." Mengerti apa yang Zhou Fan maksud Ketua Sin dengan cepat membenarkan ucapan Zhou Fan.
"Hei, aku melihatnya. Kau tak bisa membodohiku!" Zhang Xiaoyu tak sengaja menatap kerlingan mata Zhou Fan yang di arahkan kepada sang guru.
"Sudahlah Xiaoyu, sebagai hadiah perayaan pertemanan kita aku akan mentraktirmu untuk memilih apapun yang kau inginkan di paviliun obat," bujuk Zhou Fan, tapi mata pemuda itu menatap Ketua Sin penuh makna.
"Kau yang harus membayarnya pak tua," seru Zhou Fan tanpa suara.
Ketua Sin yang melihat Zhou Fan mentapnya penuh makna mengalihkan perhatiannya, dia pura pura tak melihat.
"Aku tak melihatnya, aku tak melihatnya," gumam Ketua Sin dalam benaknya.
Zhou Fan memandang Ketua Sin yang senantiasa memerhatikan sudut langit langit sembari sesekali bersiul. Dalam benaknya dia merutuki Ketua Sin. "Dasar pak tua licik!"
Ketua Sin melirik Zhou Fan tanpa pemuda itu ketahui, kemudian dia mengendap bagaikan maling.
"Sebaiknya aku keluar dari sini!"
__ADS_1